Memiliki seorang bayi cantik sebelum menikah membuat Jennifer harus mengalami prahara dalam rumah tangganya.
Pernikahan yang seharusnya menjadi kebahagiaan untuk Jennifer, justru menjadi kehancuran baginya.
Inilah rahasia terbesar Jennifer yang harus diungkap.
Siapakah ayah bayi cantik tersebut? Akankah semuanya terungkap?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengakuan Cinta
Sebulan telah berlalu, Jonathan menyelesaikan pekerjaannya dengan sangat baik terlihat dari berita berita yang menyebutkannya, Jennifer sangat lega akan hal itu. Tapi terkadang pikiran Jennifer selalu menghantuinya. Apakah ia bersama Franciska? Tantenya selalu saja menyebutnya bodoh setiap kali memandang Jennifer sedang mengikuti perkembangan suaminya di surat kabar.
"Kau memang bodoh Jenni. Pria sekelas Carlos mengajakmu memperbaiki rumah tangga kalian, tapi kau dengan keras kepala memperjuangkan harga dirimu." Itulah yang selalu dikatakan Grace.
Beberapa kolom gosip terkadang masih saja memberitakan tentang rumah tangganya. Franciska selalu disangkutpautkan dengan hubungan mereka. Dan surat kabar hari ini baru saja diantarkan pelayannya.
PRAAAAANNNGGGG...
Bunyi suara gelas terjatuh berdentang dengan keras. Jennifer menjatuhkan gelas tehnya saat melihat kabar berita yang memperlihatkan foto suaminya mencium Franciska.
Grace mendekati Jennifer. "Ada apa?"
Tapi pertanyaan itu dijawab dengan suara tangisan ponakannya. Grace merebut surat kabar yang ada di tangannya. Grace terkesiap. "Ya Tuhan...Jenni..." Grace menatap Jennifer dengan sedih. "Jangan berspekulasi dulu sayang, kau bisa menanyakan kebenarannya pada Jonathan."
Jennifer semakin merasakan sakit yang luar biasa, disaat hatinya mulai mempertimbangkan kembali pernikahannya. Ternyata Jonathan justru masih mengkhianatinya. Jennifer meninggalkan Grace dan masuk ke kamarnya.
Beberapa jam kemudian. Suara deru helikopter terdengar keras didekat pantai. Jonathan turun dan langsung berlari ke rumah Jennifer. Ia langsung menghambur kedalam. Grace terkesiap melihat kedatangan Jonathan yang terengah engah. "Dimana Jennifer?" tanyanya. Grace menunjukkan jarinya di kamar.
Tanpa menunggu lama Jonathan langsung mengetuk pintu kamar, tapi tidak ada jawaban.
"Jennifer buka pintunya!" pinta Jonathan. Jonathan membuka handel pintu ternyata pintunya terkunci. "Jenni...aku bilang buka pintunya."
Kesabaran Jonathan sudah tidak ada lagi, ia mendobrak pintu kamarnya dan suara kegaduhan terdengar dengan keras. Jonathan menghambur kedalam dan melihat Jennifer sedang memandangi keluar jendela kamarnya tanpa menengok sama sekali. Jonathan tahu istrinya sedang menangis. Ia menghampiri dan memeluk istrinya. Jennifer sama sekali tidak bergeming, prilakunya membuat Jonathan semakin ketakutan.
"Apa kau sudah melihat surat kabar?" tanyanya lembut. Tapi mata Jennifer sama sekali tidak ada pandangan, matanya terlihat kosong.
Jonathan mengguncang lengannya dengan keras. "Sadarlah sayang, aku bertanya padamu."
Suara isak tangis Jennifer pecah membuat hati Jonathan sangat sakit. Ia memeluk Jennifer kembali, tubuhnya bergetar hebat karena tangisannya.
Jonathan menunggunya sampai ia tenang. "Itu tidak seperti yang kau pikirkan sayang. Percayalah padaku." Jonathan mencoba menjelaskan.
Kata SAYANG... berkali kali di dengar Jennifer dari mulut Jonathan. Entah apa maksud dari kata kata itu.
"Foto itu adalah foto yang diambil dua tahun lalu, foto itu sudah lama. Tidak ada perselingkuhan Jenni." Jonathan kembali menjelaskan.
Jennifer menarik dirinya dari pelukan Jonathan, ia menatap wajah suaminya. Mencari cari apakah itu semua alasan untuk menutupi kebohongan, tapi wajah Carlos benar benar serius sekarang.
"Sayang...itu foto sebelum kita menikah." Jonathan mengulangi kata katanya lagi.
"Bagaimana aku bisa mempercayai itu? Maksudku, aku tahu Franciska sangat ingin kembali berhubungan denganmu meski kau sudah menikah denganku." bantah Jennifer tanpa daya. "Dia bahkan bersyukur aku memberimu anak karena ia tidak ingin mengambil resiko bentuk tubuhnya rusak oleh kehamilan."
Jonathan membelalakkan matanya, kedua alisnya mengkerut. "Kapan ia mengatakan hal itu padamu?"
"Ketika aku menemuinya di Korea Selatan. Ia berkata kau tidak ingin aku mendapatkan hak pengasuhan atas Velly, bahwa kau akan mengambilnya dariku dan ia bersedia membantumu." jelas Jennifer.
Jonathan menatapnya dengan tidak percaya. "Kenapa kau tidak mengatakan tentang itu padaku sebelumnya? Bagaimana mungkin kau mendengarkan kebohongan konyol seperti itu?" ujar Jonathan. "Aku tahu betapa berarti kehadiranmu dan Velly terhadap satu sama lain. Tak peduli apa pun yang terjadi diantara kita, aku tidak akan memisahkanmu darinya."
"Kau memisahkan kami sebulan yang lalu." Jennifer mengingatkan.
"Itu hanya beberapa jam, hanya untuk membuatmu datang dan memperjuangkan pernikahan kita!" bentak Jonathan. "Kau seorang ibu yang hebat dan putri kita akan selalu membutuhkanmu. Bisa bisanya kau mendengarkan kata kata Franciska yang dipenuhi kebohongan itu."
"Bisa bisanya kau membiarkan Franciska tinggal di rumahmu di Korea Selatan dan mengharapkan aku menerima hal itu?" balas Jennifer.
Mata Jonathan berkilat kilat, dengan marah Jonathan mengangkat bahunya karena frustasi. "Aku berhutang budi pada ayahnya Franciska! Ketika ia memintaku menjaga perusahaan dan anaknya sebelum meninggal, aku bisa apa? Aku yang merubah pikiran tentang hubungan kami. Demi Tuhan Jenni, bagaimana mungkin kau tidak memberitahu kejadian diantara kita malam itu? Tidakkah kau berpikir bahwa aku mungkin kehilangan sesuatu, meskipun aku tak tahu apa itu."
Jennifer membelalakkan matanya. "Kehilangan sesuatu, aku sama sekali tak memahami maksudmu?"
"Kita membangun ikatan malam itu, ikatan yang cukup dalam yang akan menghantuiku jika aku kehilangannya lagi." jawab Jonathan. "Tapi aku harus mengingat perasaanku malam itu untuk menyadari mengapa aku akhirnya mencari pelarian dengan Franciska."
"Apakah kau mengatakan bahwa sekarang kau mengingat kejadian malam itu?" tanya Jennifer. "Jika itu benar, mengapa kau tidak memberitahuku?"
Jonathan tertawa getir. "Kenapa kau tak pernah berpikir, aku mungkin malu dengan ingatanku malam itu."
Jennifer merasakan kesedihan atas kata Malu itu. Jadi Jonathan sangat malu telah berhubungan dengannya. Jonathan memperhatikan raut wajah istrinya, ia tahu Jennifer memikirkan hal yang salah.
"Tentu saja aku malu." geram Jonathan dengan suara hampir berbisik. "Aku memanfaatkanmu."
Jennifer mendongak menatap wajah Jonathan. "Tidak, kau tidak memanfaatkanku, kau sedang kalut, kesepian, terguncang, lemah..."
"Dan aku memanfaatkanmu Jenni. Tapi pada malam itu mungkin aku menyadari bahwa aku mungkin jatuh cinta denganmu dan aku merasakannya sejak lama." akunya.
Ditunggu kelanjutannya...😘😘😘
terus kenapa di mlm pertama pernikahan harus merasa kecewa dan marah,
klw memang ingat kejadian di waktu mabuk......
haaaahhh....
carlos gz
Terima kasih, semangat berkarya terus author sayang...Gbu🙏💖💖💖🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Jgn dikit2 cerai.