NovelToon NovelToon
Penyesalan Zenaya

Penyesalan Zenaya

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Kim O

Kehidupan Zenaya berubah menyenangkan saat Reagen, teman satu kelas yang disukainya sejak dulu, tiba-tiba meminta gadis itu untuk menjadi kekasihnya.

Ia pikir, Reagen adalah pria terbaik yang datang mengisi hidupnya. Namun, ternyata tidak demikian.

Bagi Reagen, perasaan Zenaya tak lebih dari seonggok sampah tak berarti. Dia dengan tega mempermainkan hati Zenaya dan menginjak-injak harga dirinya dalam sebuah pertaruhan konyol.

Luka yang diberikan Reagen membuat Zenaya berbalik membencinya. Rasa trauma yang diberikan pria itu membuat Zenaya bersumpah untuk tak pernah lagi membuka hatinya pada seorang pria mana pun.

Lalu, apa jadinya bila Zenaya tiba-tiba dipertemukan kembali dengan Reagen setelah 10 tahun berpisah? Terlebih, sebuah peristiwa pahit membuat dirinya terpaksa harus menerima pinangan pria itu, demi menjaga nama baik keluarga.

(REVISI BERTAHAP)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim O, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 : Sebuah Pengakuan.

Adryan berlari bak orang kesetanan menuju UGD lantai satu setelah mendapat kabar kalau adiknya mengalami kecelakaan tak jauh dari rumah sakit. Sekelompok remaja yang baru saja pulang dari klub malam tanpa sengaja menabrak tubuh Zenaya yang sedang berjalan gontai di tengah-tengah jalan raya.

Mereka bertanggung jawab dan langsung membawa gadis itu ke rumah sakit terdekat, yang merupakan rumah sakit keluarga Winston.

"Apa yang terjadi?" tanya Adryan begitu sampai di bilik perawatan Zenaya. Gadis itu terlihat sangat berantakan dengan luka lecet hampir menyelimuti sekujur tubuhnya. Darah bahkan tampak mengalir dari dahi dan lengan Zenaya.

"Zenaya mengalami gegar otak ringan," jawab salah seorang dokter jaga yang menangani Zenaya, Dokter Anastasya. "Namun ...." Perkataan sang dokter tiba-tiba terhenti. Sorot matanya berubah antara ragu dan khawatir.

"Ada apa?" tanya Adryan tak sabar.

Perlahan, Dokter Anastasya meminta salah seorang perawat untuk menutup rapat tirai pembatas pada bilik Zenaya lalu membiarkan sang kakak melihat tubuh gadis itu lebih saksama

Mata Adryan sontak membola ketika teman sejawatnya tersebut menyingkap selimut yang menutupi tubuh adiknya, sebab pakaian yang dikenakan Zenaya merupakan kemeja pria dan rok yang dipakai sang adik pun terlihat compang-camping.

Namun, yang lebih membuat Adryan terkejut adalah saat Dokter Anastasya membuka kemeja Zenaya dan tak mendapati sehelai pakaian dalam pun melekat di tubuh adiknya, disertai tanda lebam yang memenuhi hampir seluruh dada dan leher gadis itu.

"Ya Tuhan, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Adryan dengan tatapan horor.

"Dilihat dari kondisinya, aku mencurigai adanya kekerasan seksual yang dialami Zenaya. Jadi—"

Adryan menatap teman sejawatnya itu dengan pandangan memohon. "Jangan! Jangan lakukan apa pun dulu! Aku ingin mendengarnya langsung dari mulut adikku," ucap pria itu lirih.

Dokter Anastasya mengangguk paham. Zenaya adalah seorang gadis dewasa, bisa jadi itu bukan kejahatan s3ksu4l seperti yang ia kira. Namun, melihat bagaimana kondisi gadis itu membuat Dokter Anastasya tidak bisa mengesampingkan kemungkinan buruk.

Adryan pun meminta para perawat dan dokter yang menangani Zenaya untuk tutup mulut. Ia tidak ingin rumor buruk menimpa keluarganya.

Selesai mengobati luka-luka Zenaya, Dokter Anastasya membiarkan Adryan berjaga di sana.

Dengan tangan gemetaran Adryan membetulkan selimut Zenaya yang kini sedang tertidur. Seribu pertanyaan hadir di benaknya atas apa yang telah terjadi. Terutama fakta bahwa gadis itu ternyata tidak langsung pulang ke rumah.

Perasaan bersalah timbul di hati Adryan, karena niat untuk menelepon sang adik terlupakan begitu saja ketika panggilan darurat datang di bangsal VVIP.

...***...

Liam dan Amanda tiba di rumah mereka siang harinya setelah mendapat kabar dari Adryan. Demi menjaga kerahasiaan, Zenaya langsung dipulangkan ke rumah dengan perawatan khusus serta pengamanan ekstra.

Adryan hanya memilih tenaga medis terpercaya saja untuk merawat Zenaya di rumah.

"Ya Tuhan, Zeeen!" Tangis Amanda seketika pecah begitu mendapati kondisi putri tercintanya. Gadis itu terbaring tidak sadarkan diri dengan perban di sana-sini.

"Apa yang terjadi pada adikmu, Ryan? Kenapa Zen bisa jadi seperti ini?" tanya Amanda pada si sulung.

Adryan terdiam. Ia gamang harus mengatakan apa pada kedua orang tuanya.

"Apa yang sebenarnya terjadi, Nak? Kenapa Zenaya harus dirawat di rumah?" Liam pun mendesak Adryan untuk bicara.

Mata Adryan menoleh pada sang ibu. Meski ayahnya memiliki riwayat penyakit jantung ringan, tetapi beliau masih dapat mengontrol diri. Berbanding terbalik dengan ibunya yang mudah rapuh.

"Ryan!" teriak Amanda, tatkala mendapati keanehan pada leher dan dada Zenaya. Lebam itu terlihat sangat berbeda jika dibandingkan dengan luka-luka yang terdapat di tubuh luar sang anak.

Biar bagaimanapun Amanda adalah mantan perawat senior. Jadi sudah bisa dipastikan, ia mengetahui keganjilan luka tersebut.

"Apa yang terjadi pada adikmu?" desak Amanda marah. Dalam hati ia berharap spekulasinya tidak sejalan dengan apa yang dikatakan Adryan.

"Kita tunggu Zenaya bangun, Ma. Aku ingin mendengar langsung darinya." Adryan menatap sendu Amanda.

Mendengar jawaban Adryan malah membuat pikiran buruk Amanda semakin menjadi-jadi. Wajah wanita itu memucat seketika.

"Pa!" Amanda memandang sang suami. Pria itu ternyata sedang berusaha mengatur napasnya guna menahan debaran jantung yang mulai tak karuan. Ia kemudian menelepon seseorang untuk mencari tahu soal apa yang telah terjadi pada putri bungsunya tersebut.

Liam tak ingin menunggu sampai Zenaya bicara, sebab belum tentu anak gadisnya itu bersedia untuk buka mulut.

...***...

Senja mulai nampak dari balik jendela apartemen Reagen. Hampir seharian pria itu belum beranjak dari sana. Ia juga mematikan semua akses komunikasi dan hanya duduk terdiam di sudut ruangan.

Reagen mengusap air matanya sekali lagi. Pria yang tak pernah sudi menangis itu, kini mengeluarkan segenap kesedihannya hanya untuk Zenaya, gadis yang pernah ia lukai sepuluh tahun lalu.

Reagen mengutuk dirinya sendiri. Perasaan yang dalam pada Zenaya malah membuat pria itu kembali mengulangi kesalahan yang bahkan jauh lebih fatal.

"Zenaya," ucapnya tercekat. Rasa bersalah benar-benar mengguncang jiwanya saat ini.

...***...

Suasana kegembiraan melingkupi rumah utama keluarga Walker. Bella, cucu pertama Craig dan Jennia, tengah asyik menceritakan pengalamannya di sekolah hari ini.

"Uncle!" teriak Bella ketika melihat kedatangan Reagen. Gadis kecil itu segera berlari dan memeluk kaki pamannya seerat mungkin.

"Uncle Ey," panggil Bella manja. Reagen tersenyum lalu membawa gadis kecil itu ke dalam gendongannya.

"Kata Daddy, Uncle sedang sakit. Benalkah?" tanya Bella khawatir. Reagen memang mengabari lewat pesan singkat pada sang kakak, bahwa dirinya sedang tidak enak badan dan tidak ingin diganggu.

Reagen mengangguk. "Sakit sekali." Pria itu mencium pipi Bella dan mengelus rambut pirangnya lembut.

Ia pun menurunkan Bella dan meminta semua asisten rumah tangga yang masih berada di sana untuk membawa keponakannya bermain di lantai atas.

Sepeninggal Bella, Jennia berdiri dari kursinya, menghampiri sang anak, dan mengelus pipinya penuh sayang.

"Kenapa tidak bilang Mama kalau kamu sakit, Sayang? Kamu sudah makan? Kalau belum, biar Mama siapkan makanan dulu ya?" Tanpa menunggu jawaban sang putra bungsu, Jennia mulai beranjak dari hadapannya. Namun, Reagen dengan sigap menahan tangan sang ibu dan memintanya untuk kembali ke tempat duduk.

"Ada apa, Sayang?" tanya Jennia heran.

"Aku ingin bicara, Ma," jawab Reagen.

Melihat raut wajah serius Reagen, membuat Jennia sontak menuruti permintaan putra bungsunya tersebut.

Reagen lalu berjalan mendekat dan berhenti tepat di hadapan keluarganya yang kini tengah memasang wajah bingung.

Entah mengapa, suasana yang semula ceria mendadak suram. Saat Craig berniat menanyakan keadaan sang putra bungsu, pria itu tiba-tiba sudah bertekuk lutut di hadapan mereka.

Craig, Jennia, Noah, dan Krystal tentu saja semakin kebingungan dengan tingkah Reagen.

"Ada apa Rey? Jika ini menyangkut rapat kemarin, Papa tidak mempermasalahkannya. Kamu tak perlu sampai seperti itu." Craig membuka suara.

Reagen terdiam sejenak. Ia memandangi satu persatu anggota keluarganya dengan tatapan penuh kesungguhan. Meski tekadnya sudah bulat, tapi rasa takut yang mendalam tidak bisa dipungkiri Reagen.

"Pa," kata Reagen tertunduk. "aku ... baru saja merenggut masa depan seorang gadis," akunya secara gamblang tanpa basa-basi.

Craig yang baru saja berdiri dari posisinya tiba-tiba terdiam. Kening pria itu berkerut, tampak kurang memahami apa yang baru saja dikatakan anak bungsunya tersebut.

"Maksudmu apa, Rey? Papa tidak mengerti."

Reagen mengangkat wajahnya lalu menatap mata sang ayah dalam-dalam. "Aku baru saja merenggut kehormatan seorang gadis baik-baik." Kendati tatapannya teguh, tetapi mereka bisa melihat dengan jelas bagaimana air mata turun membasahi pipi Reagen.

Mendengar pengakuan itu, Craig tentu saja terkejut. Reaksi yang sama juga terlihat pada wajah Jennia, Noah, dan Krystal. Jennia bahkan sampai menutup mulutnya sendiri dengan tangannya yang sudah gemetaran.

"Siapa gadis malang itu?" tanya Craig pelan. Napasnya samar-samar terdengar memburu.

"Dia adalah putri dari keluarga Winston, pemilik Winston General Hospital." Reagen menjawab pertanyaan sang ayah dengan penuh keberanian.

Suasana hening sejenak, sebelum akhirnya Craig mendaratkan tinjuannya pada pipi sang putra bungsu yang selalu menjadi kebanggaannya.

Bagaimana tidak, Liam merupakan salah seorang pria yang dihormati Craig. Ia jugalah yang sudi membantu Reagen agar mendapatkan perawatan terbaik di rumah sakit saat itu. Mereka memang baru saling mengenal ketika Reagen mengalami kecelakaan.

"Brengsek! Bagaimana bisa, hah?" Craig menarik kerah baju Reagen dan meninju wajahnya lagi hingga darah segar langsung mengucur dari hidung pria tersebut.

Teriakan Jennia menyertai kekacauan di ruangan itu.

"Dasar manusia rendahan! Buat malu keluarga!" Ada sirat kekecewaan yang terpancar dari mata pria berusia 60-an itu saat memaki Reagen. Maklum saja, selama ini Noah dan Reagen merupakan anak yang selalu ia banggakan. Meski tinggal di negara yang menjunjung tinggi kebebasan, Craig selalu mengajari mereka untuk memilih pergaulan yang sehat dan menghargai setiap wanita.

Namun, apa yang terjadi sekarang? Satu kesalahan yang Reagen lakukan membuat semua didikannya hancur seketika.

Jennia, Noah, dan Krystal kontan berlari menghampiri Craig, saat ia hendak melayangkan pukulannya kembali. Noah segera mendekap tubuh sang ayah, sementara Jennia dan Krystal membantu Reagen yang sudah terkapar di lantai.

"Jangan berani-beraninya kalian membela pria brengsek itu!" teriak Craig mengingatkan.

"Cukup, Pa!" Meski kecewa dengan pengakuan Reagen, Jennia tetap saja tidak tega melihat sang anak babak belur di tangan suaminya. Ia memohon pada Craig untuk tidak menghajar Reagen lagi. "Lihat, Pa, Rey sudah babak belur begini!" Tangis Jennia.

"Sudah kubilang, jangan membela anak sialan itu!" hardik Craig. Ka pun melepaskan diri dari kungkungan anak sulungnya dan dengan cepat menyeret Reagen keluar dari rumah.

"Craig, mau dibawa ke mana anakku?" teriak Jennia. Kemarahan membuat wanita itu tak lagi memanggil suaminya seperti biasa.

"Dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya!"

1
Rahma Sari
awal baca ceritanya emosi oas mau ending gak kuat aku mewek...
Mei Saroha
loh. bukannya zenaya anak kelas 1 ? koq sebulan pacaran lgs kelulusan??
Hiatus: pelan coba ka diulang bacanya😊
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
lah udh tamat aja padahal belum lahiran.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kenapa selalu maen rahasia²an segala sh, kalau mau gitu lbh baik ga usah menikah drpd terbuka jg takut krn alasan menyakiti itu konyol justru krn rahasia kamu nanti bakal jd semua orang lbh trsakiti rey bahkan mgkn saling menyalahkan... ini bkn hanya tntg hidupmu sendiri tp jg istri n jg klwrgamu yg harus kamu pikirkan..
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
aduuhh thor baru jg bahagia kok malah ditambah lg ujiannya baru sedikit brnafas lega padahal kehidupan zen, rey
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
akhirnya kebahagiaan datang lg pd kalian berdua, semoga langgeng trs jdkan pelajaran kedepannya utk lbh waspada n saling terbuka.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙙𝙪𝙪𝙝𝙝𝙝 𝙠𝙖𝙣𝙙𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙯𝙚𝙣 𝙜𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙩𝙪𝙝 𝙙𝙞 𝙩𝙞𝙢𝙥𝙖 𝙩𝙧𝙨 𝙢𝙖𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙟𝙙 𝙠𝙖𝙨𝙞𝙖𝙣... 𝙢𝙜 𝙖𝙟𝙖 𝙜𝙖 𝙖𝙥𝙖2
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙨𝙚𝙩𝙪𝙟𝙪 𝙠𝙖𝙩𝙖 𝙯𝙚𝙣𝙖𝙮𝙖, 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙧𝙚𝙮 𝙜𝙖 𝙙𝙞𝙖𝙢 𝙨𝙟 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙚𝙣𝙩𝙪𝙝𝙖𝙣 𝙙𝙜𝙣 𝙡𝙚𝙖 𝙙𝙜𝙣 𝙖𝙡𝙖𝙨𝙖𝙣 𝙙𝙞 𝙖𝙣𝙘𝙖𝙢 𝙠𝙧𝙣 𝙩𝙖𝙠𝙪𝙩 𝙠𝙚𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙞𝙗𝙤𝙣𝙜𝙠𝙖𝙧 𝙩𝙥 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙟𝙪𝙨𝙩𝙧𝙪 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙖𝙢𝙗𝙖𝙝 𝙢𝙖𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙗𝙚𝙨𝙖𝙧 𝙙𝙜𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖 𝙗𝙚𝙜𝙞𝙩𝙪 𝙨𝙟 𝙙𝙞 𝙨𝙚𝙣𝙩𝙪𝙝 𝙛𝙞𝙨𝙞𝙠 𝙨𝙢 𝙡𝙚𝙖 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙤𝙡𝙖𝙠 𝙠𝙧𝙣 𝙨𝙖𝙩𝙪 𝙠𝙚𝙖𝙖𝙡𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙩𝙥 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙩𝙧𝙨 𝙢𝙚𝙣𝙖𝙢𝙗𝙖𝙝 𝙠𝙚𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙞𝙣 𝙨𝙚𝙙𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙜𝙣 𝙞𝙖𝙩𝙧𝙞𝙢𝙪 𝙠𝙢 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙪𝙝 𝙨𝙜𝙣 𝙖𝙡𝙖𝙨𝙖𝙣 𝙧𝙨 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙜𝙖 𝙢𝙖𝙪 𝙣𝙮𝙚𝙣𝙩𝙪𝙝 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙚𝙣𝙩𝙖𝙠𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙣 𝙜𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠 𝙖𝙠𝙖𝙡 𝙖𝙡𝙖𝙨𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙝𝙖𝙙𝙚𝙪𝙪𝙝𝙝 𝙗𝙖𝙧𝙪 𝙟𝙜 𝙗𝙖𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙡𝙚𝙣𝙖 𝙟𝙚𝙗𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙡𝙚𝙖 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙧𝙚𝙮
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙬𝙖𝙙𝙪𝙪𝙝𝙝 𝙠𝙖𝙮𝙖𝙠𝙣𝙮𝙖 𝙡𝙚𝙖 𝙗𝙞𝙠𝙞𝙣 𝙪𝙡𝙖𝙝 𝙙𝙚𝙝 𝙙𝙜𝙣 𝙨𝙚𝙣𝙜𝙖𝙟𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙚𝙗𝙖𝙠 𝙧𝙬𝙖𝙜𝙚𝙣 𝙩𝙙𝙧 𝙢𝙜𝙠𝙣🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙝𝙢𝙢𝙢 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙣𝙜 𝙛𝙧𝙖𝙣𝙨 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙚𝙢𝙪 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙖𝙞𝙠.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙖𝙥𝙖𝙠𝙖𝙝 𝙞𝙩𝙪 𝙮𝙜 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙟𝙙 𝙟𝙤𝙙𝙤𝙝𝙣𝙮𝙖 𝙛𝙧𝙖𝙣𝙨.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙖𝙮𝙤𝙤 𝙛𝙧𝙖𝙣𝙨 𝙗𝙚𝙧𝙟𝙪𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙠𝙖𝙗𝙪𝙧 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙗𝙨 𝙣𝙜𝙪𝙣𝙜𝙠𝙖𝙥𝙞𝙣 𝙟𝙜 𝙨𝙞𝙖𝙥𝙖 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙥𝙚𝙢𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙢𝙖𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙯𝙚𝙣𝙖𝙮𝙖 𝙠𝙚𝙗𝙞𝙖𝙨𝙖𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙪 𝙙𝙡𝙢 𝙣𝙖𝙝𝙖𝙮𝙖 𝙢𝙨𝙝 𝙗𝙨 𝙗𝙞𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙟𝙜𝙣 𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙩𝙖𝙪 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞𝙢𝙪 𝙮𝙜 𝙗𝙣𝙧 𝙨𝙟 𝙯𝙚𝙣 𝙠𝙚𝙨𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙢𝙪 𝙙𝙡𝙢 𝙗𝙖𝙝𝙖𝙮𝙖
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙣𝙖𝙝 𝙠𝙖𝙣 𝙜𝙖𝙧𝙖2 𝙠𝙚 𝙚𝙜𝙤𝙞𝙨𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙧𝙚𝙮, 𝙯𝙚𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙗𝙖𝙮𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙟𝙙 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙗𝙖𝙝𝙖𝙮𝙖 𝙠𝙧𝙣 𝙨𝙩𝙚𝙧𝙨𝙨
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙡𝙖𝙜𝙞𝙖𝙣 𝙙𝙧 𝙖𝙬𝙖𝙡 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙩𝙚𝙧𝙗𝙪𝙡𝙖 𝙨𝙢 𝙧𝙚𝙮, 𝙯𝙚𝙣 𝙖𝙥𝙖 𝙡𝙜 𝙢𝙖𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙥𝙞𝙝𝙖𝙠 𝙠𝙚𝙩𝙞𝙜𝙖 𝙮𝙜 𝙩𝙚𝙧𝙤𝙗𝙨𝙚𝙨𝙞 𝙥𝙖𝙙𝙖𝙢𝙞
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙠𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙜𝙖 𝙟𝙪𝙟𝙪𝙧 𝙨𝙟 𝙯𝙚𝙣, 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙞𝙠𝙖𝙝 𝙝𝙖𝙧𝙞𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙩𝙚𝙧𝙗𝙪𝙠𝙖 𝙨𝙢 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙠𝙧𝙣 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙩𝙚𝙧𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙨𝙚𝙖𝙪𝙖𝙩𝙪 𝙨𝙢 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙥𝙖𝙨𝙩𝙞 𝙧𝙚𝙖𝙜𝙚𝙣 𝙮𝙜 𝙗𝙖𝙠𝙖𝙡 𝙙𝙞𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝𝙠𝙖𝙣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙮𝙖 𝙖𝙢𝙥𝙮𝙮𝙪𝙪𝙪𝙪𝙣𝙣𝙣 𝙩𝙚𝙧𝙣𝙮𝙖𝙩𝙖 𝙚𝙝 𝙩𝙚𝙧𝙣𝙮𝙖𝙩𝙖 𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙥𝙙 𝙥𝙖𝙣𝙙𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙧𝙩𝙖𝙢𝙖 𝙙𝙞 𝙥𝙖𝙣𝙩𝙞 𝙩𝙤𝙤𝙝𝙝 𝙧𝙚𝙖𝙜𝙚𝙣 𝙥𝙙 𝙯𝙚𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙖𝙡𝙚𝙭... 𝙘𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙩𝙪𝙢𝙗𝙪𝙝 𝙙𝙞𝙖𝙣𝙩𝙞 𝙖𝙨𝙪𝙝𝙖𝙣.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙬𝙖𝙙𝙪𝙪𝙝𝙝 𝙟𝙜𝙣2 𝙣𝙖𝙩𝙖𝙡𝙞𝙚 𝙟𝙤𝙙𝙤𝙝𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙣𝙙𝙧𝙮𝙖𝙣.😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙨𝙖𝙙𝙖𝙧𝙡𝙖𝙝 𝙖𝙡𝙚𝙭 , 𝙯𝙚𝙣𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙞𝙠𝙖𝙝 𝙟𝙙 𝙡𝙖𝙥𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙣 𝙝𝙖𝙩𝙞𝙢𝙪 𝙪𝙩𝙠 𝙜𝙖 𝙣𝙜𝙚𝙜𝙖𝙣𝙜𝙜𝙪𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙪𝙖𝙩𝙪 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙥𝙖𝙨𝙩𝙞 𝙢𝙚𝙣𝙙𝙖𝙥𝙖𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙣𝙜𝙜𝙖𝙣𝙩𝙞𝙣𝙮𝙖
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!