Julie Ananta adalah seorang gadis yatim piatu, usia 20 tahun. Ia merantau ke Jakarta bekerja sebagai seorang DJ tamu di salah satu Club malam ternama di Ibukota.
Tidak hanya mahir memainkan piringan hitam, Julie juga piawai memainkan Piano.
Sudah Cantik berbakat pula.
Bisa di bilang Julie adalah selebritis nya dunia malam.
Ia menyukai pekerjaan Itu.
Namun hal yang tidak ia sangka-sangka adalah, pertemuan nya dengan seorang pria tampan berwajah sekaku Es, Rehan Wijaya. Seorang pengusaha sukses di Ibu Kota, anak dari keluarga terpandang.
Dan sialnya lagi Pria tersebut tampa rasa bersalah merebut ciuman pertama Julie.
Benar kata pepatah, Lelaki tampan adalah kutukan.
Dan itulah yang terjadi, Dimana Julie berada, maka disanalah Rehan berada.
Bagaimana kah takdir akan menggoreskan peña nya..?
Cinta dan Kasta, dua hal yang dapat membuat semuanya berbeda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Christ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
WITH YOU
HAPPY READING ♥♥
💙💙Bagaimana seharusnya aku menjelaskan semua ini padamu Julie,,? Dapatkah kau mengerti semua yang ku rasakan?
bagaimana aku harus mengatakannya, fakta bahwa aku jatuh cinta padamu dalam waktu yang begitu singkat.
Bagaimana aku harus mengendalikan perasaan ku padamu ?
aku tidak bisa memilih harus jatuh cinta pada siapa, tapi hatiku memilihmu. Hatiku mengatakan bahwa kamu yang aku inginkan.
Tau kah kamu,, setiap keheningan yang kurasakan, setiap rasa rindu yang semakin memuncak, setiap rasa yang telah tersimpan, semua nya hanya tentang mu". Dirimu. Marah mu, senyum mu, semua adalah dirimu. ❤
Bisakah kau katakan padaku bagaimana aku harus melalui semua tanpa mu?? lagi.. lagi.. dan lagi... aku selalu bertanya pada diriku, mengapa harus dirimu??Mengapa harus kau, bukan orang lain?? Tapi kau tau.. ?? semua pertanyaan ku tidak menemukan jawaban nya. Apa kau tau mengapa...? 💙
"Karena untuk mencintaimu, tidak membutuhkan alasan apapun" ♥
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Setelah membaca note tersebut, Julie hanya terdiam,melipatnya kembali dan menyimpan nya bersama dengan note sebelumnya. Kali ini disertai dengan sebuket bunga Lili putih berukuran cukup besar, Julie menyukai bunga yang saat ini di peluknya, sangat cantik. Di taruh nya bunga itu dalam sebuah vas yang sengaja di letaknya dalam kamar.
"Entah apa yang di pikirkan laki-laki itu, tapi ini sangat cantik. Terima kasih". Julie menghirup aroma bunga dalam pelukan nya sambil tersenyum.
Setelah menerima kiriman bunga dengan ukuran yang sangat besar , Julie memutuskan untuk kembali ke atas kasur nya. Ia sangat lah lelah, ia ingin menghabiskan akhir pekan nya di dalam selimut hangat nya saja. Ia terlalu malas untuk melakukan hal lain nya.
Gadis itu membungkus dirinya bagai kepompong didalam selimut, sambil terus tersenyum memikirkan sesuatu. Entahlah,,Kemudian ia kembali jatuh tertidur.
"Julie..... bangunlah". Sebuah tangan lembut membelai pucuk kepalanya dengan teratur. membuat wanita itu hanya bergumam dalam tidurnya.
"Cih..., dia manis sekali saat tidur".
Rehan membiarkan Julie kembali tidur. Sementara wanita nya masih terlelap, Rehan menyiapkan memutuskan untuk makan siang bagi Julie.
Ia menuju dapur gadis itu, namun tak ada apapun yang dapat di masak disana. Di dalam Kulkas gadis nya itu hanya tersisa beberapa butir telur, dan Beberapa botol susu, oleh sebab itulah Rehan memutuskan untuk pergi ke supermarket terdekat untuk berbelanja.
Setelah mendapatkan semua yang ia perlukan, kini Rehan telah kembali dengan menenteng begitu banyak plastik belanjaan. Ya.. ia memenuhi kulkas wanita nya itu dengan begitu banyak bahan makanan bergizi, termasuk sayur-sayuran dan juga daging segar. Tidak lupa juga ia membeli banyak makanan ringan sebagai camilan. Setelah selesai merapikan semua belanjaan nya, kini Rehan mulai menyiapkan makan siang bagi Julie. Ia ingin ketika gadis nya itu bangun nanti, semuanya sudah tersaji dengan sempurna.
Cukup lama Rehan berkutat dengan bahan-bahan masakan yang akan di olah nya, entah di warisi dari siapa, bagi Rehan urusan memasak adalah hal yang menyenangkan untuk di lakukan, bahkan dirinya tanpa belajarpun dengan menguti nalurinya mampu melakukan nya dengan benar,, yaa walaupun masakan nya tidak seenak masakan sang bunda tapi bagi Rehan keterampilan memasak nya bisa di acungi jempol.
"Kau tidak akan menyesal memiliki kekasih seperti aku Julie.." Ucap Rehan bangga di tengah-tengah kegiatan memasaknya.
Setelah beberapa menu makanan sudah tertata rapi di atas meja makan, kini Rehan sudah membersihkan dirinya. Dilirik nya kembali jam tangan nya yang sudah menunjukkan pukul satu siang, ia kembali membangunkan gadis nya itu, gadis yang sejak tadi masih setia membungkus dirinya bagai kepompong.
Kembali ia mendekati Julie, menatapi wajah damai gadis nya itu saat tertidur, membuat senyum Rehan selalu mengembang.
Lama Rehan menatap Julie, ia tersadarkan akan tujuan utama nya untuk membangunkan gadis nya itu. "Julie,, bangun lah sayang..." Rehan kembali mengusap lembut kepala gadis itu. Membuat yang empunya menunjukkan sedikit respon nya, namun masih dengan mata terpejam.
"Julie,, heii...bangunlah... " kini Rehan mengusap lembut pipi Julie sambil berbisik di telinga gadis itu. Namun yang ada Julie menarik tangan rehan dan menyembunyikan nya dalam pelukan nya.
Rehan kembali tersenyum oleh tingkah Julie saat gadis nya itu tertidur.
"Bagaimana aku tidak mencintaimu, jika kau terus bertingkah manis seperti ini hem...?" Rehan mengecup puncak kepala Julie lembut.
Merasakan tangannya semakin di peluk erat oleh Julie, membuat Rehan harus membaringkan dirinya juga di samping Julie. Ia hanya tersenyum sambil membiarkan gadis nya itu kembali tertidur. Untuk sesaat Rehan pun mulai mengantuk, ia merapatkan tubuh nya pada Julie dan ikut tertidur sambil memeluk Julie.
"aku ingin selalu seperti ini bersama mu Love"
.
.
.
.
.
.
.
🌹🌹🌹🌹♥♥♥♥🌹🌹🌹🌹🌹♥♥♥
LIKE & COMENT YO_O