Season 2 :
Arta Kelvin Armana, pria tampan yang banyak diminati oleh kaum hawa manapun. Kisah cinta masa lalunya membuat pria itu sedikit tertutup.
Banyak wanita yang mencoba mendapatkan hatinya namun tak seorangpun yang mampu menggoyahkan hatinya, sampailah suatu hari, seorang remaja mencoba menggoyahkan hatinya, akankah itu berhasil?
Season 1 :
ARTA YUTA ARMANA. Seorang mafia yang berdarah dingin dan di rumorkan dengan laki-laki yang kejam tanpa ampun. Namun, tidak banyak orang yang tahu jika dia adalah mafia yang paling sadis di kota Seoul. Karena dia tidak terlalu membuka identitasnya.
Karena kesalahan sang ayah pada masa lalu yang membuatnya harus menerima perjodohan itu. Akankah hubungan rumah tangga dia dan wanita itu menjadi hangat? atau kah sebaliknya?!
Ingin tahu kelanjutannya seperti apa? mari simak ceritanya.
Sebelum memulai jangan lupa untuk Like, komen, vote beserta rate 5★ ya😊.
~Happy Readingg~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liska Oktaviani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
# 21 Mengagumi
Mereka segera berjalan menuju Pelabuhan Yakuza yang berada di tengah pelabuhan besar itu. Tidak butuh waktu yang lama untuk mereka sampai di tengah pelabuhan yang besar.
“Hallo bos, Apa kabar anda?” tanya Roy tersenyum.
“Aku baik-baik saja. Apa kalian terluka?” tanya Yuta pada semua anggota Yakuza.
“Kami baik-baik saja bos. Hanya saja Zae tertembak karena melindungi Mickhael, Bos.” ucap salah satu anggota Yakuza.
“Maafkan aku bos tidak bisa melindungi diriku sendiri. Seharusnya aku yang berada diposisi Zae,” jawab Michael merasa bersalah.
“Stt... Tidak usah kau bicara begitu. Aku tidak ingin mendengarnya lagi Mick! Kalian itu sama. Sama-sama sangat beharga bagiku.” jawab Yuta lembut pada anggotanya.
“Siapkan semuanya kita akan kembali menyerang Blue ocean dragon malam ini!” pinta Yuta.
“Roy, aku minta bantuanmu untuk menyelidiki sedetail mungkin informasi mengenai permasalahan ini!” pinta Yuta menekankan penuh perintah.
“Kau mick, ikut bersamaku bersama Rai!” pinta Yuta.
“Kalian yang lain siapkan apa yang perlu dipersiapkan untuk malam nanti. Dan kau Jay, kau akan memimpin pasukan Yakuza malam ini juga!” ucap Yuta menunjuk kearah Jay.
“Baiklah, Bos.” ucap semua Anggota Yakuza berbarengan.
“Mick, dan Rai. Kalian ikut aku kemarkas.” ajak Yuta lembut.
Mereka mengikuti Yuta kemarkas Yakuza yang berpusat tidak jauh dari pelabuhan. Mereka berjalan ketepian pelabuhan itu masuk kesebuah markas diiringi oleh Mickhael dan Raisyan.
****
Tidak butuh waktu lama untuk mereka tiba di markas. Sesampainya di markas mereka segera masuk dan duduk di sofa.
“Apa yang sebenarnya yang diinginkan oleh Mereka?” tanya Yuta pada Mick dan Rai.
“Sepertinya orang itu mempunyai dendam kepada bos,” jawab Rai.
“Dendam? dendam apa Rai? dendam apa yang kau maksud?” tanya Yuta menatap tajam kearah Rai.
“Mungkin mereka tidak suka jika kau Mafia yang paling dikenal di Asia ini bos, dan mereka ingin disegani oleh mafia lainnya.” ujar Michael
“Hahahaa...” suara tawa Yuta yang penuh amarah.
Suara tawa yang begitu nyaring didengar oleh Michael dan Raisyan, siapa pun yang mendengarnya pasti hanya akan ada rasa ketakutan.
“Aku sudah lama tidak bermain dengan api semenjak kepergian Ibuku, tetapi sepertinya mereka sangat menantang diriku Mick!” ucap Yuta tersenyum sinis.
“Jika memang mereka ingin bermain denganku akan aku tunjukan permainan yang sangat bagus untuknya.” ucap Yuta tersenyum.
“Rai, tolong siapkan apapun yang akan kita bawa nanti malam!” perintah Yuta dengan penekanan.
“Baiklah bos, aku akan menyiapkannya sekarang juga.” sahut Rai.
Rai diperintahkan untuk menyiapkan segalanya seperti dua tahun lalu. Segera ia keluar dari markas itu menuju pusat pelatihan semua anggota Yakuza.
“Mickhael....” panggil Yuta.
“Hmm iya bos, ada apa?” tanya Mickahel.
“Coba kau cari tahu siapa dalang dibalik semua ini, pasti ada orang yang diincar oleh mereka. Mereka menyerang tanpa adanya sebab? itu sangatlah tidak mungkin Mick!” pinta Yuta.
“Baiklah, aku akan mencari tahu tentang itu,” jawab Mickhael.
“Pergilah urus Yakuza. Untuk persiapan nanti malam!” perintah Yuta pada Mickhael.
“Baiklah bos, aku permisi.” pamit Michael pamit pada bosnya.
Mickhael segera keluar dari markas itu menuju pelabuhan Milik Yakuza.Setelah Michael pergi meninggalkan markas ituYuta segera pergi meninggalkan markas.
Yuta berjalan menuju kerumah Mickhael yang berada di dekat pelabuhan itu. Tak butuh waktu lama untuk sampai di rumah Mickhael.
Tok-tok! Suara pintu rumah Mickhael diketuk oleh Yuta.
“Iya, siapa di sana?” teriak Imel sambil berjalan membuka pintu rumahnya.
“Ha..hallo tuan, silakan masuk.” sapa Imel ramah mempersilakkan Yuta masuk ke dalam rumahnya.
“Dimana gadis itu?” tanya Yuta sambil berjalan masuk kedalam rumah.
Yuta segera duduk di kursi ruang tamu.
“Ada tuan, gadis yang anda maksud sedang beristirahat di kamar tamu yang disediakan tuan,,” jawab Imel sopan.
“Aku ingin melihatnya kekamar tamu. Apakah boleh?” tanya Yuta pada Imel.
“Boleh tuan, silakan.” ujar Imel sopan sambil menunjukan kamar tamu miliknya.
Yuta segera berdiri berjalan menuju kamar tamu milik Mickhael. Dia segera membuka pintunya dan terdapatlah seorang gadis cantik sedang tertidur pulas diatas tempat tidur.
Yuta yang merasa dirinya sangat lelah segera merebahkan dirinya diatas tempat tidur itu. Tepatnya disamping Alya yang sedang tertidur sangat nyenyak.
“Sungguh dirimu sangat cantik seperti tante Marisa.” gumam Yuta sambil membelai lembut pipi Alya.
Yuta yang hendak memejamkan matanya pun tiba- tiba terkejut karena Alya memeluknya secara tiba-tiba.
Deg-deg! Suara detak jantung Yuta berdegup kencang.
“Ada apa dengan jantungku. Kenapa berdebar sangat kencang seperti ini.” gumam yuta melihat Alya yang kini telah memeluk dirinya.
“Ah lebih baik aku tidur saja, sungguh diriku sangat lelah. Setelah bangun akan aku ajak Alya pergi makan lalu segera mengajaknya pulang.” gumam Yuta.
Yuta segera memejamkan matanya dan tidak butuh waktu lama dia telah masuk kedalam alam mimpi.
****
DI KANTOR ARMANA GROUP
Tok-tok!
Suara pintu ruangan itu di ketuk oleh seseorang. Seseorang itu tidak lain adalah Bily.
“Masuk...!” ujar Kelvin.
“Ini makanannya bos.” ucap Billy sambil meletakkan makanan yang dibawanya.
“Baiklah, terimakasih!” ucap Kelvin sambil memakan-makanan yang dibawa Bily.
setelah makan Kelvin melanjutkan kerjanya dan begitu pula dengan Bily. Bily pamit kepada Kelvin untuk kembali keruangannya, Kelvin pun mengiyakan.
***
SORE HARI DI PELABUHAN.
Alya terbangun dari tidurnya. Dia merasa aneh mengapa dirinya bisa tertidur padahal dia hanya berencana untuk istirahat sebentar saja. Karena menunggu Yuta.
“Hoaam....” ucap Alya terbangun dari tidurnya.
“Aaa..! kenapa aku bisa memeluk dirinya. Apa kah aku sudah gila..!” pekik Alya terkejut.
Yuta yang mendengarnya pun terbangun dari tidurnya.
“Kenapa kau berteriak ha?” tanya Yuta mengerjapkan kedua matanya.
“Kakak ngapain disini? kenapa kakak tidur disebelahku?” tanya Alya beranjak dari ranjang itu.
“Terserah aku dong!” jawab Yuta menatap kearah Alya yang lucu baginya.
"Hmmm, sungguh cantiknya dirimu. Sungguh engkau mahkluk ciptaan Tuhan yang sangat indah. Wajahmu sungguh sangat mirip dengan ibumu." gumam Yuta sambil memperhatikan Alya.
“Kakak aku lapar....!” seru Alya berdiri sedikit jauh dari ranjang.
“Bersiaplah aku akan mengajakmu makan diluar!”ucap Yuta.
Yuta segera berdiri berjalan keluar dari kamar tamu. Tampaklah Mickhael dan Imel yang berada di ruang tamu segera Yuta duduk di kursi ruang tamu juga.
“Hei bos! kau sudah bangun?” tanya Mickhael pada bosnya.
“Tidurku kurang nyenyak jika tidak ada nutrisi darinya.” jawab Yuta tersenyum.
Jawaban Yuta yang membuat Michael tertawa.
“Apakah dia wanita yang pernah kau ceritakan padaku, Boss?” tanya Mick penasaran.
“Bukan!” jawab Yuta datar seolah-olah dia enggan membahas kejadian yang telah lama di kuburnya.
“Ma..maafkan aku bos.” ucap Mick merasa bersalah melihat seri wajah bosnya yang telah berubah.
***
Bersambung...
Like,komen dan vote yang banyak ya akak.
Mampir juga kekaryaku yang lainya..
•OnlyOne
•Wanita surgaku
~Selamat membaca~
Terimakasih...
JDI PNASARAN REAKSI KELVIN, OTHOR BERTELE TELE..
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹