Indira, gadis muda keturunan Tionghoa dan Indonesia. dia sudah dari kecil ikut dengan sang ibu, karena ayahnya sudah meninggal
Indira, melanjutkan perusahaan otomotif milik sang Ayah, tapi saat dia akan kembali ke Indonesia. dia mengalami kecelakaan pesawat...
Penasaran dengan cerita nya Yuk ikuti terus Cerita ini. akan banyak menguras tenaga dan emosi, siapkan kata-kata yang indah saat Indira Gandhi masuk ketubuh perempuan muda yang ditinggal oleh orang tua nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Twenty-eight
"Hais... apa lagi yang dilakukan bocah iseng itu sebenarnya" gumam Xiao Lin
"Bibi aku keluar dulu ya... lebih baik bibi istirahat saja dulu nanti aku akan minta pelayan menyiapkan semuanya kebutuhan bibi ya" ucap Xiao Lin Dan menghilang dari sana
"A apa ke keluarga kekaisaran Xian ini memiliki kultivasi? bukan nya kultivasi sudah hilang dari beberapa ratus tahun?" gumam Permaisuri Lu yang melongo melihat Xiao Lin menghilang dari hadapan nya
"Gege ampun... Xie'el hanya membelitan emac untut meleta" ucap Xiao Xie sambil berlari karena di kejar oleh Xiao Nam
"Tapi kenapa pakai koin emas ku bantet....." teriak Xiao Nam sambil mengejar sang adik
"Talna talau pate punya Xie'el nanti habic" jawab Xiao Xie sambil memutar larinya ke arah kebun
"Jie jie lihat Xiao Xie membuat masalah" teriak Xiao Nam sambil terus mengejar nya. Xiao Lin pun muncul di hadapan Xiao Xie dan menarik kerah belakang pakaian nya
"Kau berbuat Masalah apa lagi Xiao Xie" ucap Xiao Lin menatap tajam kearah sang adik. nyali Xiao Xie langsung redup saat melihat tatapan tajam dari sang jie jie
"Anu itu... Xie'el tidat cengaja benal caja" jawabnya dengan mata yang berkedip kedip. alis Xiao Lin menaik dan menunggu terusan sang adik
"Biar aku yang jelaskan jie jie" jawab Xiao Nam. Xiao Lin pun mengangguk
FLASHBACK ON Xiao Xie
Pagi-pagi Xiao Xie datang ke kediaman Xiao Nam. dia bilang kalau butuh koin dan Xiao Nam membiarkan sang adik mengambil sendiri dan dia melanjutkan latihan nya
"Gege maacih ya... Xie'el pelgi dulu" ucap Xiao Xie
"Ya hati-hati jangan membuat masalah kamu nanti di hukum jie jie" ucap Xiao Nam yang masih terus berlatih tanpa melihat sang adik. Xiao Xie pun dengan senyum manis dan pergi ke kediaman para tamu, dia memberikan setiap pelayan dan prajurit emas murni yang lihat dari gambar, bukan koin tapi emas yang di kumpulkan Xiao Nam saat menemukan harta karun jaman dulu yang di gua hutan lindung dan beberapa aksesoris juga tanaman yang dia temukan. dengan tidak tahu diri nya Xiao Xie membagikan pada mereka, kalau untuk orang yang membutuhkan Xiao Nam tak akan sekesal itu
Setelah membagikan emas itu Xiao Xie pergi bertemu dengan rombongan putra/putri. dia dengan baik hati nya memberikan empat bulatan emas itu pada mereka
Ditambah dia melamar gadis kecil untuk sang Gege. bertambah lah rasa kesal Xiao Nam pada Xiao Xie si biang kerok
FLASHBACK OFF
Kedua mata Xiao Lin semakin melotot saat adik bungsu nya sudah melamar salah satu putri, entah putri dari kekaisaran mana yang di lamar Xiao Xie
"Kamu melamar salah satu putri untuk Gege mu Xie'er....." ucap Xiao Lin dengan nada tegas
"A atu hanya ingin Gege punya tetacih ce cepelti pala pangelan itu jie jie" ucap Xiao Xie dengan menunduk. ini pertama kalinya melihat kemarahan sang jie jie
"Kau tau arti melamar itu apa Xiao Xie? kenapa kamu semakin tak beraturan, kembali kekediaman mu dan renungkan kesalahan mu, jangan lupa baca semua buku pengetahuan istana... jie jie akan mengirim guru etika agar kamu tidak terus seperti itu" ucap Xiao Lin sambil menunjuk ke arah kediaman Xiao Xie
Xiao Xie menunduk dan berjalan menuju kediaman nya itu "Minta maaf dulu pada Gege mu.... setelah itu kembali ke kediaman mu" ucap Xiao Lin
"Gege Xie'el minta maaf... nanti toin nya di ganti" ucapnya sambil menunduk
"Siapa yang akan Menganti nya?" tanya Xiao Nam
"Jie jie yang atan menggantinya" ucap Xiao Xie sambil berlari kencang. Xiao Lin yang mendengar itu pun mendelik
"Xiao Xie....... hais anak itu, dia yang memakai emas Xiao Nam. kenapa aku yang disuruh mengganti?" gumam Xiao Lin yang tak bisa berkata-kata lagi dengan kelakuan sang adik
"Jie jie yang mau ganti emas-emas ku?" tanya Xiao Nam sambil mengulurkan tangannya
"Apa?" tanya Xiao Lin
"Emas ku" jawab Xiao Nam
"Hais... kau ini perhitungan sekali dengan adik mu itu" jawab Xiao Lin
"Eh... jie jie bilang harta itu beda dengan persaudaraan, aku mengumpulkan harta Karun itu di hutan Lindung loh" ucap Xiao Nam
"Is... kau ini nyebelin sekali
TBC