Renatta harus mengalami dua hal pahit sekaligus dalam hidupnya setelah ditinggal sang kekasih yang sudah dipacarinya selama 3 tahun dan ditinggal pergi oleh ayahnya untuk selamanya dalam sebuah insiden.
Kemalangan yang dialami Renatta tidak sampai disitu saja adik dari ayahnya berusaha merebut harta yang dimiliki Renatta hingga dia dipertemukan oleh sosok laki laki bernama Devan yang saat itu sedang membutuhkan biaya untuk pengobatan ibunya yang sedang sakit keras.
Renatta menawarkan pernikahan kepada Devan dengan perjanjiaan bahwa Renatta akan menanggung semua pengobatan ibu Devan tanpa tahu siapa Devan yang sebenarnya.
Devandra Narendra Abimana sosok pria misterius dengan segala rahasia yang disembunyikannya.
Renatta Desinta Maharani sosok wanita penuh dengan kerumitan di kisah hidupnya.
“Kamu akan menyesalinya karena sudah menawarkan sebuah pernikahan kepadaku”. Ujar Devan dengan nada lirihnya yang tidak bisa didengar Renatta
Bagaimana kelanjutan kisah kehidupan Renatta dan Devan?
Dan apakah Devan bisa membantu Renatta keluar dari segala kepedihan dan masalahnya atau Devan hanya akan menambah kesedihan di kehidupan Renatta?
Cinta Dendam dan Obsesi
Happy Reading
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HelmaliaPutri18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6 Tahun Kemudian
"Re, aku hampir terlambat bisa lebih cepat sedikit"
"Sebentar kak, aku akan menyusulmu, turunlah terlebih dahulu"
"Baiklah aku akan menunggumu di dalam mobil"
Renatta dengan cepat memakai high heelsnya karena kakaknya sudah dari tadi menunggunya, bisa - bisa dia ditinggal pergi dulu, apalagi di jam segini pasti akan cukup sulit untuk mencari taksi karena cukup padatnya lalu lintas saat jam kerja seperti ini.
"Kenapa lama sekali sih, kamu tahu kan hari ini kakak akan bertemu client penting, bagaimana kalau sampai pertemuan ini dibatalkan, kamu mau ganti rugi semuanya"
"Astaga Kak Raka yang baik hati dan tidak sombong, lagian kita juga tidak akan telat kak, lagian ini juga masih pukul 7 pagi dan pertemuan kakak masih nanti jam 9" Renatta mendengus sebal, kalau bukan karena mobilnya kemarin mogok dan harus dibawa ke bengkel tidak akan mau Renatta berangkat bersama kakaknya yang tepat waktunya terlalu berlebihan.
Di New York inilah dia memulai semua kehidupan barunya, dan disinilah dia bertemu dengan kakaknya yang bekerja di salah satu rumah sakit besar di kota ini.
Dia sangat bersyukur bisa bertemu dengan kakak kandungnya secara tidak sengaja 5 tahun lalu, saat dia berada di rumah sakit dan kakaknya lah yang menjadi dokter untuk menangani dirinya yang saat itu sedang kehabisan stok darah, dan ternyata darah mereka sama, tidak hanya dari situ saja, saat tidak sengaja kakaknya menemukan kalungnya yang terjatuh, ternyata mereka memiliki kalung yang sama, dan dari tes DNA yang mereka lakukan juga menunjukkan kalau mereka adalah saudara kandung.
"Terima kasih atas tumpangannya, nanti waktu pulang kakak tidak perlu menjemputku, aku akan pulang bersama Nicholas" Ucap Renatta kepada kakaknya setelah keluar dari mobil.
"Baguslah kalau kalian sudah berbaikan, aku tidak harus repot repot mengangkat telfon dari Nicholas yang selalu menanyakan keadaanmu apalagi sampai merengek ingin aku menyampaikan maafnya kepadamu"Ucap Raka yang membuat Renatta mendengus sebal karena kakaknya itu selalu menggodanya jika sudah membahas tentang Nicholas.
Setelah kepergian kakaknya dia segera masuk ke butik tempatnya bekerja "Selamat pagi Re" Sapa temannya yang juga salah satu pegawai butik tempatnya bekerja, dia bekerja disalah satu butik terbesar di New York.
"Selamat pagi juga Elle, apakah Madam Bella sudah datang?"
"Ah iya tadi madam Bella berpesan kamu diminta untuk menggantikannya untuk bertemu dengan client yang akan memesan gaun pesta untuk Minggu depan"
"Baiklah, aku yang akan ke ruangan madam Bella untuk mengambil beberapa buku desain baju"
Sebenarnya Renatta bisa saja membuka butik sendiri di sini, tetapi dia lebih memilih tidak melakukannya karena sekarang dia tidak hanya memikirkan dirinya sendiri tetapi juga ada orang lain yang harus dia pikirkan, jadi dia lebih memilih untuk menabung uang tersebut daripada dia gunakan untuk membangun sebuah butik.
Sejak Renatta memutuskan pergi ke New York, dia tidak mau membawa sepeserpun uang dari perusahaan ayahnya, dia lebih memilih untuk menggunakan uang pribadinya sendiri.
"Selamat pagi Nona Grace, saya akan menggantikan madam Bella untuk merancang gaun yang akan anda gunakan dan ini ada beberapa desain terbaru dari butik kami"
"Saya memilih gaun brokat selutut dengan ekor yang menjuntai panjang hingga ke lantai dan jangan lupa tambahkan sedikit aksesoris berlian di bagian atas gaunnya, kalau begitu saya pamit terlebih dahulu"
"Baik, terima kasih Nona Grace, senang bisa bekerja sama dengan anda"
.
.
.
"Ini nama nama perusahaan yang menawarkan kerja sama kepada kita pak"
"Bagaimana perkembangan proyek kita yang ada di Bali?"
"Semuanya berjalan dengan baik pak, semua orang yang tanahnya kita beli, sudah menyetujui untuk menjualnya kepada kita"
"Baguslah kalau seperti itu, segera percepat pembanguan kalau bisa seleseikan proyek ini dalam waktu tiga bulan"
"Baik pak saya mengerti"
"Lalu apa jadwalku hari ini?" Tanya Devan kepada sekretarisnya.
"15 menit lagi anda ada jadwal meeting" Setelah mengatakan itu asisten Devan yang tak lain adalah Daniel pamit untuk melanjutkan pekerjaannya.
Devan hanya menganggukkan kepalanya untuk menjawab ucapan dari asistennya, tatapannya menatap pemandangan luar dari kaca ruang kerjanya dengan tatapan dinginnya, sudah hampir 6 tahun berlalu tetapi Devan tetaplah dengan sikap dinginnya dan otoriternya yang cukup tinggi, bahkan dia terkenal cukup kejam dalam dunia bisnis, tidak ada kata ampun untuk orang orang yang berani bermain main dengannya.
Bahkan perusahaannya sekarang menjadi perusahaan yang paling banyak diincar oleh beberapa investor yang ingin menanamkan modalnya di DN Corp, tidak hanya itu saja wajahnya pun sering terpampang di berbagi macam majalah sebagai seorang pengusaha muda yang sangat sukses dengan berbagai bidang usaha.
Tiba tiba pintu ruang kerja Devan terbuka dengan sedikit kasar "Astaga Dev, bisa nggak sih kamu bilangin ke asisten kamu ini nggak usah ngelarang aku terus untuk bertemu dengan kamu" Ucap Clara dengan nada tidak sukanya kepada Daniel yang sedari tadi melarang Clara untuk bertemu dengan Devan.
"Maaf pak tadi saya sudah berusaha melarang Bu Clara untuk masuk tetapi Bu Clara tetap memaksa untuk masuk"
"Keluarlah" Perintah Devan kepada Daniel untuk meninggalkannya berdua dengan Clara.
"Jaga batasanmu, aku sudah pernah katakan jika tidak ada hal penting yang ingin kamu katakan jangan pernah datang lagi kesini" Ucap Devan penuh dengan nada penekanan, kemudian berlalu meninggalkan Clara sendiri yang sudah dibuat kesal oleh sikap Devan yang selalu tidak peduli kepadanya.
"Awas kamu Dev, aku pasti akan buat kamu jatuh cinta kepadaku" Kesal Clara sambil menghentak hentakkan kakinya ke lantai kemudian pergi meninggalkan ruangan Devan dengan rasa amarahnya karena lagi dan lagi mendapat penolakan dari Devan.
.
.
.
"Re ada yang mencarimu di bawah" Ucap Ella
"Baiklah aku akan segera menemuinya"
Renatta melihat jam dipergelangan tangannya ternyata sebentar lagi akan menunjukkan jam makan siang, dia sudah bisa menebak siapa yang saat ini sedang mencarinya.
Ternyata tebakannya benar Nicholas lah yang saat ini sedang mencarinya "Nicholas kenapa kamu ada di sini, aku menyuruhmu untuk menjemputku waktu pulang kerja bukan kesini waktu jam makan siang"
Nicholas terkekeh dan tersenyum mendengar perkataan dari Renatta "Aku sangat merindukanmu Re, astaga padahal baru kemarin kita tidak bertemu kenapa aku bisa serindu ini" Renatta hanya mencebikkan bibirnya mendengar perkataan Nicholas yang sudah sering dia dengarkan selama 4 tahun ini.
"Dasar tidak punya kerjaan, mentang mentang banyak uang bisa seenaknya pulang pergi waktu jam kerja" Ucap Renatta yang terus menggerutu sejak kedatangan Nicholas.
Sedangkan Nicholas hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat sifat Renatta yang cukup cerewet tetapi justru itulah yang membuat dia jatuh cinta kepada Renatta apalagi dengan sifat keibuannya yang membuat hatinya tersentuh.
MAMAH.....
PAPAH.....
Teriak dua orang anak kecil yang memanggil Renatta dan Nicholas dengan sebutan papah dan mamah.
.
.
.
To Be Continue
dan aku suka reaksi renata pada saat suaminya cemburu renata langsung agresif menyerang suami, kalau sudah begini suami mana tidak langsung luluh hatinya
tapi beda cerita kalau lelaki lain (pebinor) pasti reader langsung iba,
"kasian cinta tulus dia pantas bahagia"
"thor beri dia pasangan biar dia bahagia"