NovelToon NovelToon
Maximilien

Maximilien

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Dikelilingi wanita cantik / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Fantasi Wanita / Cintapertama / Tamat
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Kisah Pencinta Yang Asing

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukti

​Mr. Vance, yang merasa otoritasnya sebagai kepala keluarga Vance mulai runtuh akibat pembangkangan Max, memutuskan untuk melakukan serangan balasan yang sangat keji melalui panggung media nasional. Ia mengundang puluhan stasiun televisi ke kantor pusat Vance Corp dan mengadakan konferensi pers darurat yang disiarkan secara langsung.

​Dengan wajah yang dibuat seolah penuh keprihatinan namun sarat akan manipulasi, Mr. Vance berpidato di depan podium. "Saya merasa sangat sedih melihat bagaimana keluarga Dante telah kehilangan akal sehat dan martabat mereka. Karena ambisi bisnis yang mulai runtuh, mereka kini memaksakan sebuah kebohongan besar kepada publik. Mereka Menyuruh putra saya, Maximilien, sebagai ayah dari anak yang dikandung Delisa Guzzalie Dante," ujarnya dengan nada sinis yang tajam.

​"Seluruh New York tahu, bahkan media medis telah mencatatnya, bahwa putra saya memiliki trauma mendalam dan kondisi psikologis yang membuatnya tidak bisa, bahkan tidak sanggup, untuk menyentuh seorang wanita. Lantas, saya bertanya kepada kalian semua, bagaimana mungkin Guzzel bisa hamil oleh pria yang bahkan tidak bisa berjabat tangan dengan lawan jenisnya? Ini adalah upaya pemerasan terang-terangan dari keluarga Dante untuk menjerat putra saya demi menyelamatkan perusahaan mereka yang bangkrut!"

​Pernyataan itu bagaikan bom atom. Publik seketika ragu, dan media mulai menyerang keluarga Dante dengan narasi "penipuan kehamilan".

Guzzel, yang menonton siaran itu dari rumahnya, merasa dunianya kembali tergoncang, harga dirinya diinjak-injak menjadi sekadar strategi bisnis di mata dunia.

​Namun, Mr. Vance meremehkan satu hal, kekuatan seorang pria yang sudah tidak memiliki beban karena tidak ada lagi yang bisa diancam darinya. Max, yang saat itu berada di sisi Guzzel untuk melindunginya dari kejaran wartawan, tidak membalas dengan kata-kata kasar atau konferensi pers tandingan yang membosankan.

​Max menggunakan akun media sosial pribadinya yang selama ini terkunci rapat, dan untuk pertama kalinya, ia mengunggah sebuah rangkaian foto yang membuat seluruh server internet New York nyaris lumpuh.

​Foto pertama adalah potret mereka di Paris, Max sedang memeluk Guzzel dari belakang di balkon apartemen dengan latar belakang menara Eiffel yang berkelap-kelip, wajah Max tampak begitu tenang dan penuh cinta, sebuah ekspresi yang belum pernah dilihat dunia.

Foto kedua jauh lebih intim dan provokatif, sebuah foto hitam putih yang diambil secara candid, memperlihatkan tangan Max yang besar sedang menggenggam jemari Guzzel di atas sprei putih yang berantakan, menunjukkan penyatuan yang nyata dan tak terbantahkan.

​Di bawah unggahan itu, Max menuliskan satu kalimat singkat yang membungkam semua fitnah ayahnya,

​"Ayahku benar tentang satu hal, Aku memang tidak bisa menyentuh wanita mana pun di dunia ini. Kecuali dia. Delisa Guzzalie Dante bukan hanya satu-satunya wanita yang bisa kusentuh, tapi dia adalah satu-satunya wanita yang ingin kumiliki seumur hidupku. Berhenti menyebut anakku sebagai alat bisnis, karena dia adalah hasil dari satu-satunya cinta yang nyata dalam hidupku."

​Dunia seolah bungkam. Wartawan yang tadinya berteriak di depan rumah Dante seketika terdiam seribu bahasa saat melihat unggahan tersebut. Kebenaran itu begitu telanjang dan indah sehingga tidak ada ruang lagi untuk perdebatan. Foto-foto itu memancarkan gairah dan kasih sayang yang begitu murni, mematahkan semua teori medis dan fitnah keji Mr. Vance dalam sekejap.

​Kehebohan yang terjadi setelahnya luar biasa. Saham Vance Corp justru anjlok karena publik muak dengan kebohongan Mr. Vance yang tega memfitnah anaknya sendiri, sementara simpati publik berbalik total kepada Guzzel dan Max. Media-media besar yang tadi menghujat, kini berebut untuk meminta maaf.

​Max meletakkan ponselnya, ia menoleh ke arah Guzzel yang masih terpaku menatap layar televisi yang kini menyiarkan foto-foto mereka. Max berlutut di depan Guzzel, meletakkan tangannya di atas perut Guzzel yang mulai membuncit, tidak peduli lagi pada kamera-kamera yang mungkin masih mengintip dari kejauhan.

​"Aku sudah menghancurkan tembok itu, Guzzel," bisik Max dengan mata berkaca-kaca. "Sekarang tidak ada lagi rahasia. Tidak ada lagi ancaman. Aku akan membangun kembali semua yang ayahku hancurkan, dimulai dari kita."

​Guzzel menatap Max, dan untuk pertama kalinya setelah malam pengkhianatan di Paris, ia melihat pria yang sama yang dulu mencintainya lewat kata-kata di aplikasi. Namun, meski dunia sudah tahu kebenarannya, jalan mereka untuk benar-benar bersatu masih panjang, terutama dengan Mr. Vance yang kini terpojok dan mungkin akan melakukan tindakan yang lebih nekat lagi.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

happy reading 🥰

1
ren_iren
pliss jangan rusak aurelia dgn dendam ke saudaranya kak....
iluh asrini
cerita yang sangat menarik terimakasih thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!