Apakah yang akan terjadi saat Disthi tahu, jika dirinya di jadikan bahan taruhan oleh suami dan adik iparnya????
Cinta?
Kau hanya satu kata sederhana, tapi kenapa begitu rumit untuk di jalani.
_Junior Putra Sadewa
Cinta?
Hanya bisa aku pendam, tanpa tahu bagaimana caranya mengungkap semuanya.
_Adhisti Putri Anzel
Cinta?
Apa kah salah jika aku mencintai wanita yang tidak mencintaiku..
_Dwi Putra Sadewa
Akan kah mereka bisa menemukan cinta sejatinya? Atau hanya bisa mengenal cinta tanpa bisa meraih cinta tersebut ke sebuah hubungan yang serius?
Sambungan dari wanita taruhan ceo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21
"Kita mau ke mana?" Tanya Disthi sambil menoleh ke ara Putra..
"Diam saja, aku yakin kau akan suka." Jawab Putra sambil tersenyum dan fokus menyetir mobilnya. "Ouh iya, tolong berikan poselmu." Timpalnya lagi sambil memberikan tangan nya ke hadapan Disthi meminta ponsel.
"Untuk apa?" Tanya Disthi lagi.
"Ikuti saja."
Dengan santai Disthi menyerahkan ponsel nya di tangan Putra. Sambil tersenyum Putra mengambil ponsel dan men-nonaktifkan ponsel Disthi..
Disthi yang melihat Putra, langsung menegur.." Kok di matikan?"
"Sengaja, biar tidak ada yang mengganggu." Jawab Putra santai.
Disthi hanya diam dan fokus memandang ke arah depan, memerhatikan jalanan..
...🍃🍃🍃🍃...
"Sial." Teriak Junior sambil memukul stir mobil dengan kedua tangan nya.
Junior marah, karna kehilangan jejak mobil Putra yang membawa Disthi entah kemana..
"Cemburu?" Tanya Jasmin yang sedari tadi memperhatikan sepupunya..
"Tidak." Jawab nya dengan tegas.
Lain di bibir lain juga di hati. Ini lah yang saat ini Junior rasakan.. Di bibir iya dengan jelas dan tegas mengatakan tidak cemburu melihat Disthi bersama dengan Putra, tapi di hati? Entah ada perasaan apa di hati Junior. Iya tidak bisa tenang, kala melihat Disthi terus saja bersama dengan Putra..
"Coba kau hubungi saja ponselnya, tanyakan dia sedang barada di mana sekarang." Usul Jasmin kepada Junior yang terlihat begitu sangat gelisa, dan cemburu..
"Untuk apa?"
"Astaga." Jasmin menepuk Jidat nya. Ingin rasanya Jasmin menghantam kepala Junior yang keras kepalanya ini agar Junior bisa sadar bahwa dirinya benar-benar sedang cemburu..
Dengan segera Jasmin meraih benda pipih di dalam tas nya, lalu mencoba menghubungi ponsel Putra. Namun sayang, berapa kali pun Jasmin menghubungi, tak ada hasil sama sekali. Karna saat ini ponsel Putra sudah tidak aktif lagi..
"Bagaimana?" Tanya Junior penasaran yang sedari tadi memperhatikan Jasmin yang mencoba menghubungi Putra..
"Tidak aktif." Jawab Jasmin.
Junior mencengkram stir mobil dengan sekuat tenaga nya.. Menahan amarah yang semakin memuncak..
"Tunggu, biar aku coba menghubungi Disthi.." Ucap Jasmin dan mencoba menghubungi ponsel Disthi. Namun sayang, hasilnya tetap sama. Ponsel Disthi pun tidak aktif..
"Tidak aktif." Ucap Jasmin sambil menatap wajah Junior..
"Sial!!!" Teriak Junior kembali.
"Sudah, jangan teriak-teriak.. Ayo kita pulang." Ajak Jasmin.
Tanpa berkata apa-apa. Junior melajukan mobilnya mengantar Jasmin pulang..
...🍃🍃🍃🍃...
Sore hari. Disthi telah sampai di rumahnya. Dengan senyum mengembang Disthi melambaikan tangan nya ke Putra yang sedang berada di atas mobil..
"Makasih kak Putra, sudah membawa Disthi jalan-jalan.. Ouh iya, hati hati di jalan kak."
Putra tersenyum. "Masuklah, aku pulang dulu." Pamitnya.
Dengan perasaan bahagia. Disthi berjalan masuk ke dalam rumah. Senyum mengembah di wajah Disthi tidak luntur sama sekali.. Dengan langkah perlahan Disthi menaiki anak tanggga sambil mendendangkan sebuah lagu..
"Ceklek." Bunyi pintu kamar yang Disthi buka.. Disthi yang belum sadar bahwa saat ini sedang ada mata yang memerhatikan nya.. Mata yang sedari tadi menahan amarah dan kecemburuan nya..
"Sudah puas main nya." Tanya Junior dan membuat Disthi kaget..
"Kau?, Sejak kapan berada di kamar ku?" Tanya Disthi.
"Hhmm," Junior berdiri dari duduknya lalu menghampiri Disthi..
"Keluar dari kamarku!"
Junior tetap melangkah mendekat tanpa memperdulikan ucapan Disthi..
"Wanita mura*han." Ucap Junior sambil mencengkram pipi Disthi dengan erat..
"Plak." Satu tamparan mendarat sempurnah di pipi Junior.. Disthi benar benar tidak terima ucapan Yang barusan Junior katakan..
"Dusta!!" Teriak Junior.. "Berani sekali kau menamparku."
"Kau bisa mencekram wajah ku dengan kasar. Tapi kau jangan mengataiku wanita mura*han. Karna aku buka tipe wanita yang seperti itu." Bentak Disthi.
"Lalu apa namanya? jika seorang istri pergi bersama pria lain tepat di hadapan suaminya?" Tanya Junior dengan suara tegas nya..
"Istri?? Hahahahaah.. " Disthi tertawa mendengar ucapan Junior.. "Lalu, apa namanya jika seorang suami makan siang dengan wanita lain?" Tantang Disthi pada Junior..
"Dia sepupuku, bukan orang lain." jawab Putra.
"Dan dia iparku, bukan orang lain." Timpal Disthi dengan cepat.. "Keluar dari kamar ku." Teriak Disthi.
"Tidak,. Hari ini kau telah berbuat kesalahan dan aku akan menghukum mu." Ucap Junior dan mendorong tubuh Disthi. Alhasil Disthi terjatuh tepat di atas tempat tidur..