Nadine Hanifah atmaja gadis cantik,populer dan pintar dan terlahir dari keluarga kaya raya ,tapi takdir tak seindah yang di impikan Nadine semuanya hancur ketika seorang pria mengambil paksa kesuciannya hingga membuatnya hamil,
kesedihan Nadine bertambah ketika ray Aditama kekasih bersedia menerima keadaan Nadine dan rela bertanggung jawab
tapi semua itu kandas ketika dengan terpaksa Nadine harus menikah dengan Al yang tidak lain om dari ray
akankah pernikahan Nadine dan Al yang awalnya hanya sebuah keterpaksaan akan berakhir dengan kebahagiaan
apakah akan tumbuh rasa cinta diantara mereka?
atau Nadine akan kembali kepada cinta pertamanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mis r, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
butik
mereka berdua pun masuk kedalam butik disambut oleh Tante Dina pemilik butik sekaligus teman mamah Rani
"masuk sayang" sambut Tante Dina seraya menghampiri Nadine,Zaky yang merasa kesal tidak disambut seketika mengeluarkan kekesalannya" disini juga ada orang" ucap Zaky dengan nada kesal
seketika dua wanita itu pun terkekeh melihat kekesalan Zaky" kmu masuk juga ki" ucap Tante Dina...Zaky yang masih merasa kesal hanya mengikuti keduanya dibelakang
"sayang Tante gak nyangka! kmu akan segera menikah" ucap Tante Dina
"udah gak tahan Tan" goda zaky
Nadine yang mendengarnya seketika memasang wajah kesal" kakak" seraya menatap tajam wajah kakaknya
" oh iya calon suami kamu belum datang?" tanya Tante Dina
" belum Tan..masih dijalan bentar lagi juga sampai"sahut Nadine dan langsung di angguki oleh Tante Dina
" sayang"
" kamu kok telat sayang"
" maaf tadi aku nganterin mamah dulu"
" apa kabar ka Zaky" tanya Ray seraya mengulurkan tangan dan disambut oleh Zaky" baik" dengan nada datar
Ray pun duduk di samping calon kakak iparnya,keheningan yang terjadi diantara mereka mereka pun masih sibuk dengan ponselnya masing- masing seketika ada suara yang membuat Ray memasang tatapan membunuh"sorry gue telat" ucap Al
Zaky segera beranjak menghampiri sahabatnya dan juga asistennya Al"santai aja gue juga belum lama" jawab Ray
" siang tuan" Rana memberi salam dengan membungkukkan badannya Zaky yang melihatnya langsung tertawa" hahaha,,,Lo gak usah terlalu formal ran"ucap Zaky yang masih mencoba menahan tawanya
Rana yang kaget seketika langsung kembali ke posisinya,mata Rana kembali menatap orang yang memperhatikan mereka"kayanya bakalan ada perang" batin Rana yang melihat tatapan tajam dari Ray
Ray pun segera menghampiri ke tiganya"kalian ngapain kesini? tanya Ray masih dengan tatapan yang sulit di artikan
seketika ketiga orang itu pun mengalihkan pandangannya menatap Ray" gue ada meeting dengan Al,jadi sekalian gue ngajak kesini" sahut Zaky masih dengan nada datar
sedangkan disisi lain Al yang mulai menatap tajam Ray hanya diam sambil mengepalkan tangannya,Rana yang sadar melihatnya hanya bisa geleng- geleng kepala
"akan seperti apa kisah cinta mereka bertiga,bos gue bapak anaknya yang dikandung Nadine sedangkan Ray calon suaminya" batin Rana
mereka berempat pun segera menuju kursi menunggu Nadine yang masih mencoba gaun pengantinnya cukup lama mereka menunggu akhirnya Nadine muncul tanpa Nadine sadari sudah ada seseorang yang memperhatikannya
" bagaimana cantik kan?" tanya Tante Dina yang menatap ke empat lelaki dihadapannya yang tak berkedip menatap nadine
seketika Zaky menyadarkan ketiganya" wow biasa aja liatin Adik gue,,mang dia udah cantik dari lahir" ucap Zaky dengan sombongnya
"cantik sekali"ucap Ray
" sangat cantik" ucap Al yang masih menatap gadis dihadapannya tanpa berkedip
" sempurna" ucap Rana yang lolos begitu dari mulutnya seketika tersadar " mampus gue macam ngamuk kayanya "gumam Rana melihat tatapan tajam dari Al
Nadine yang sedari tersenyum seketika senyumannya menghilang setelah matanya tertuju kepada seseorang yang seketika membuat Nadine memudarkan senyumannya,Ray pun segera menghampiri Nadine yang matanya masih tertuju menatap Al begitu pun dengan Al" sayang" ucap Ray seketika Nadine tersadar dan menoleh kepada tunangannya itu
Al yang melihatnya pun hanya bisa menahan amarahnya,sedangkan Rana yang menyadarinya segera menghampiri Al seraya berbisik"lebih baik Lo bicara sama Zaky sebelum terlambat" ,,setelah mendengar usulan Rana Al pun mulai menghampiri Zaky
" ki ada hal penting gue mau omongin" ucap Al
" Lo mau ngomongin apa? muka Lo serius amat" tanya Zaky yang melihat wajah Al tidak seperti biasanya
"kita omongin di cafe biasa,,," jawab Al yang langsung di angguki oleh Zaky
setelah selesai memilih baju pengantin dan Nadine pun sedang bercengkerama dengan ray
Zaky pun menghampiri Nadine dan Ray.." dek kakak ada urusan dulu,kmu pulang dianterin Ray iya" ucap Zaky sambil mengelus puncak kepala nadine
" iya ka"
" nanti aku anterin ka"sahut Ray,Zaky pun hanya menjawab anggukan seraya meninggalkan mereka dan diikutin oleh Al dan ran
masih suka typo
semangat