NovelToon NovelToon
Kontrak Dendam Ceo

Kontrak Dendam Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Pohon Rindang

"aku tidak mencintai mu,aira.aku hanya ingin melihat mu menderita. "
Arlan Dirgantara, CEO angkuh yang dipenuhi dendam, mengikat Aira Senja dalam sebuah kontrak kejam. Bagi Arlan, Aira adalah pengkhianat yang harus membayar kesalahan masa lalu. Bagi Aira, Arlan adalah luka terdalam sekaligus satu-satunya harapan.
Di bawah atap yang sama, kebencian bercampur dengan rindu yang tak pernah benar-benar padam. Saat rahasia masa lalu terungkap, dendam itu berubah menjadi obsesi.
Akankah kontrak ini berakhir dengan kehancuran…
atau justru menyatukan dua hati yang terluka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pohon Rindang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6: SERANGAN TANPA WAJAH

Pagi di Dirgantara Group selalu dimulai dengan kesibukan.

Namun pagi ini, bagi Aira Senja, semuanya dimulai dengan email.

Belum sempat ia meletakkan tas dengan benar, notifikasi beruntun memenuhi layar laptopnya. Satu, dua, lalu belasan pesan masuk—semuanya bertanda urgent.

Aira mengernyit. Ia membuka satu per satu.

Permintaan revisi jadwal.

Perubahan mendadak rapat direksi.

Dokumen ditarik kembali tanpa penjelasan.

Undangan rapat yang dibatalkan… atas namanya.

Napas Aira tertahan. Ini tidak normal.

“Aira.”

Ia menoleh. Resepsionis lantai eksekutif berdiri di samping mejanya. “Kamu dipanggil HR. Sekarang.”

Jantung Aira berdegup lebih cepat. “Ada apa?”

“Katanya penting.”

Lift terasa lebih sempit dari biasanya. Setiap detik perjalanan turun seolah memanjangkan firasat buruk yang sejak tadi menggelayut di dadanya.

Di ruang HR, seorang wanita berkacamata menyambutnya dengan senyum profesional—senyum yang terlalu netral untuk menenangkan.

“Kami menerima laporan,” katanya membuka pembicaraan, “tentang dugaan pelanggaran etika.”

Aira terdiam. “Pelanggaran apa, Bu?”

“Interaksi yang dianggap tidak profesional dengan pimpinan perusahaan.”

Kata-kata itu meluncur rapi. Dingin. Tanpa emosi.

“Saya selalu bekerja sesuai arahan Pak Arlan,” ucap Aira pelan, berusaha tenang.

Wanita itu menggeser sebuah tablet ke arahnya.

Foto-foto buram terpampang di layar. Ballroom Hotel Aruna. Cahaya redup. Arlan berdiri, dan Aira di sampingnya—terlihat cukup dekat bagi mata yang ingin menuduh.

“Beberapa pihak merasa posisi Anda… tidak pantas,” lanjut wanita itu.

Isu.

Bukan fakta.

“Kami hanya mengingatkan,” katanya lagi. “Jaga jarak. Jaga citra. Anda tentu paham.”

Aira mengangguk kaku. “Saya mengerti.”

Saat keluar dari ruang HR, langkahnya terasa ringan—bukan karena lega, melainkan karena tubuhnya menahan gemetar.

Ia kembali ke mejanya dan mendapati satu email baru.

Jadwal Anda hari ini diubah. Anda tidak lagi menghadiri rapat direksi.

Tanpa alasan. Tanpa penjelasan.

Aira menatap layar lama, lalu mengerti.

Clarissa.

Serangan itu tidak berisik. Tidak kasar. Tapi rapi dan tepat sasaran.

Menjelang siang, Aira dipanggil ke ruang CEO.

“Kau tidak hadir di rapat direksi.”

Suara Arlan datar, punggungnya masih menghadap jendela.

“HR melarang saya, Pak,” jawab Aira jujur.

Arlan berbalik. “Dengan alasan?”

“Mereka menyebut isu profesionalisme.”

Hening jatuh.

Arlan menutup berkas di tangannya perlahan. “Isu dari siapa?”

“Saya tidak diberi nama.”

Arlan berdiri. Aura dinginnya menebal, menekan udara di sekeliling mereka.

“Kau tahu apa yang paling kubenci?” tanyanya rendah.

Aira menggeleng.

“Orang yang bermain kotor, tapi bersembunyi di balik sistem.”

Ia melangkah mendekat. “Apa mereka menyebut kontrak kita?”

“Tidak, Pak.”

“Bagus.” Nada Arlan mengeras. “Karena itu bukan urusan mereka.”

Ia meraih ponselnya, mengetik cepat.

“Mulai sekarang,” katanya, “semua jadwalmu lewat aku. Tidak ada perubahan tanpa persetujuanku.”

Aira terkejut. “Pak Arlan—”

“Ini bukan perlindungan,” potong Arlan dingin. “Ini kontrol.”

Ia menatap Aira tajam. “Dan aku tidak suka asetku disentuh orang lain.”

Kata aset itu menyakitkan.

Namun anehnya, Aira justru merasa… tidak sendirian.

Sore itu, Clarissa Mahendra muncul di lantai eksekutif.

Ia berjalan santai, seolah tempat itu memang miliknya. Senyumannya lembut saat berhenti di depan meja Aira.

“Kamu kelihatan lelah,” katanya manis. “HR memang melelahkan, ya?”

Aira menegakkan punggung. “Saya tidak tahu maksud Nona.”

Clarissa terkekeh kecil. “Jangan naif. Kedekatanmu dengan Arlan mudah disalahartikan.”

“Saya bekerja sesuai kontrak.”

“Tepat.” Clarissa mengangguk pelan. “Dan kontrak bisa berakhir kapan saja.”

Pintu ruang CEO terbuka.

“Clarissa.”

Satu kata. Datar.

Clarissa menoleh, senyumnya melembut seketika. “Arlan. Aku hanya mampir.”

“Tanpa janji?”

“Untukmu, tidak perlu.”

Arlan mendekat. “Jangan mengganggu jam kerja.”

Clarissa mengangkat alis. “Aku hanya berbincang.”

“Bincangmu tidak dibutuhkan.”

Hening menegang.

“Sampai bertemu di makan malam keluarga akhir pekan ini,” ujar Clarissa akhirnya, sebelum melangkah pergi. Ia melirik Aira sekilas. “Kita akan sering bertemu.”

Setelah Clarissa pergi, ruangan terasa lebih sunyi.

“Kau baik-baik saja?” tanya Arlan, kali ini tanpa nada mengancam.

“Saya bisa bertahan,” jawab Aira.

Arlan menatapnya lama. “Clarissa tidak menyerang dengan tangan,” ucapnya pelan. “Dia menyerang dengan sistem.”

Aira mengerti. Dan itu yang paling menakutkan.

Malam itu, di apartemennya yang sempit, Aira duduk di tepi ranjang. Ponselnya bergetar—pesan dari nomor tak dikenal.

Berhentilah bermimpi tentang tempat yang bukan milikmu.

Aira mematikan layar.

Jika ini perang, maka ia sudah berada di tengahnya.

Dan ia tahu satu hal pasti—

Musuh paling berbahaya bukan yang berteriak keras,

melainkan yang tersenyum sambil menarik tanah di bawah kakimu.

Dan Clarissa…

baru saja memulainya.

1
Arkana Luis
bagus.
sangat seru
Rumah Berpenghuni
ayo thor lanjut an nya mana
Rumah Berpenghuni
iss si arlan jahat, tapi aira nya kasian🥺
Pohon Rindang: makasih udah mampir ☺
total 1 replies
Rumah Berpenghuni
semangat author, seru nii
Pohon Rindang: makasih semangat nya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!