NovelToon NovelToon
Menjadi Master Kuat Di Dunia Kultivasi

Menjadi Master Kuat Di Dunia Kultivasi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Action / Xianxia
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: HINDRA10

Apa jadinya jika pengetahuan kultivasi tingkat dewa dimiliki oleh jiwa pemuda modern

Qin Feng terbangun di dalam goa isolasi sebagai Master Legendaris Gu Tian. Namun, alih-alih bisa terbang membelah langit, musuh utamanya saat ini adalah encok, pinggang kram, dan jalur meridian yang kaku.

sang "Master Tua" berjiwa pemuda ini harus memutar otak agar tidak mati konyol untuk kedua kalinya di tengah kepungan musuh

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HINDRA10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3

BZZZZZZT!

Sensasi terbakar seketika menyengat bagian tengah dahi Qin Feng. Belum sempat ia merintih akibat rasa sakit di pinggang tuanya yang baru saja kram, sebuah gelombang informasi raksasa menghantam kesadarannya tanpa peringatan.

Itu bukan sekadar bisikan atau bayangan tipis. Rasanya persis seperti mengunggah file data berukuran miliaran terabyte secara paksa ke dalam memori komputer tua yang nyaris rusak. Kepala Qin Feng terasa mau meledak. Matanya melotot tajam, pupilnya mengecil, dan seluruh otot di tubuh kakek-kakek itu mendadak terkunci kaku.

CRASH!

Penglihatannya tentang goa batu yang remang-remang mendadak terkoyak total, digantikan oleh jajaran pemandangan asing yang berputar dengan kecepatan sangat tinggi.

Sensasi pertama yang menyergap jiwanya adalah hembusan angin pegunungan yang sangat segar. Dalam penglihatan batinnya, Qin Feng melihat sosok seorang pemuda berbaju putih bersih yang sedang melatih jurus pedang di puncak gunung yang sangat tinggi. Awan putih mengalir lembut di bawah pijakannya, dan pemandangan di sekitarnya begitu indah bagaikan lukisan dewa. Pemuda itu mengayunkan pedangnya dengan begitu anggun, membelah kabut pagi dengan presisi yang sempurna.

Namun, kedamaian itu tidak bertahan lama.

SWOOSH!

Pemandangan indah di puncak gunung mendadak berubah menjadi lautan darah yang mengerikan.

Suara dentingan senjata yang saling menghantam, jeritan histeris, dan kepulan asap hitam memenuhi penglihatan Qin Feng. Pemuda di dalam ingatannya itu kini telah tumbuh menjadi seorang pria paruh baya dengan tatapan mata yang sangat dingin. Pria itu berdiri di tengah-tengah ratusan mayat yang bergelimpangan, mengepung sebuah sekte besar sendirian. Puluhan jurus magis dan teknik-teknik bertarung asing yang belum pernah dibayangkan oleh logika manusia di Bumi meledak di sekelilingnya, menciptakan kehancuran dahsyat yang meratakan barisan bukit.

Banyak nama, wajah-wajah musuh yang penuh dendam, kerabat yang mengkhianati, hingga ribuan teknik kultivasi rumit beruntun menghantam otak Qin Feng tanpa henti.

"A... agh..."

Suara Qin Feng tercekik di tenggorokan. Nama asli pemilik tubuh tua ini akhirnya terukir jelas di dalam inti jiwanya: Gu Tian.

Seorang kultivator legendaris yang hidup selama ratusan tahun, sosok dominan yang pernah membuat seluruh benua bergetar ketakutan, namun sekaligus mengumpulkan musuh dan pengkhianat di setiap sudut dunia karena wataknya yang keras dan tak tertandingi.

Hantaman informasi yang terlalu masif itu membuat tubuh tua Gu Tian—yang kini diisi oleh jiwa Qin Feng—seketika kehilangan seluruh fungsi geraknya. Mata tua itu tetap terbuka lebar tanpa berkedip, napasnya melambat drastis hingga nyaris tak terdengar, dan detak jantungnya melemah menjadi satu denyutan setiap beberapa menit sekali.

Dari luar, tubuh kakek tua yang terduduk kaku di atas lantai goa itu tampak persis seperti mayat yang sudah tak bernyawa.

Satu hari berlalu...

Dua hari berlalu...

Proses penyatuan ingatan itu terus berlangsung tanpa henti. Jiwa modern Qin Feng dipaksa menyerap ratusan tahun pengalaman hidup, kepahitan pertarungan, formula obat rahasia, hingga pemahaman mendalam tentang Hukum Alam (Dao) yang pernah dikuasai oleh Gu Tian semasa kejayaannya. Otak jenius Qin Feng dari Bumi kini bekerja pada kapasitas maksimal, menata dan menyaring setiap potongan memori raksasa tersebut ke dalam kompartemen pikirannya.

Tiga hari... lima hari... hingga akhirnya genap satu minggu penuh.

Selama tujuh hari tujuh malam, goa batu itu sunyi mencekam. Tumpukan batu permata dan botol porselen di sekelilingnya tetap memancarkan cahaya redup, seolah menjadi saksi bisu atas proses "penyalinan data" paling gila yang pernah terjadi di dunia kultivasi.

Pada hari ketujuh, tepat saat matahari di dunia luar berada di puncak tertinggi, sebuah helas napas panjang akhirnya mengalir keluar dari bibir keriput Gu Tian.

Haaaaah...

Dada kakek tua itu mengembang drastis, menghirup pasokan udara dalam jumlah besar. Kehidupan yang sempat membeku selama seminggu mendadak menyengat kembali setiap sel di tubuh tuanya.

Kedua mata tua itu berkedip perlahan. Cahaya tajam dan dalam yang melambangkan kebijaksanaan ratusan tahun sempat berkilat di pupil matanya, sebelum akhirnya redup kembali dan digantikan oleh binar kebingungan khas seorang pemuda modern dari Bumi.

"M-Mampus aku..." gumam Qin Feng sambil memegangi kepalanya yang masih terasa berat dan berputar-putar. "Informasinya banyak sekali... Otakku rasanya seperti habis di-format ulang!"

Dia mencoba meluruskan kakinya yang sudah mati rasa akibat bersila kaku selama satu minggu penuh.

"Gu Tian... nama kakek ini ternyata Gu Tian," bisiknya meraba janggut putihnya yang panjang. "Mantan pakar kultivasi nomor satu yang ditakuti ribuan sekte, tapi malah pengapesan gara-gara gagal menembus batas kaisar di dalam goa isolasi ini..."

Qin Feng menyandarkan punggung tuanya ke dinding batu, memproses seluruh ingatan yang baru saja berhasil diunggah penuh ke dalam kepalanya. Kini, dia tidak hanya memiliki ingatan tentang kehidupan tragisnya di Bumi, tetapi juga seluruh pengetahuan, pengalaman bertarung, dan pemahaman teknik tingkat dewa milik seorang master legendaris.

Namun, senyum kepuasan di wajahnya langsung luntur saat dia menyadari satu hal penting yang tersisa di dalam wadah fisiknya sekarang.

"Tunggu dulu..." Qin Feng menepuk dadanya sendiri, mencoba merasakan aliran energi Qi di dalam tubuhnya. "Pengetahuannya memang level Kaisar... tapi kenapa aliran Qi di dalam Dantianku benar-benar kosong melompong begini?!"

1
syarif ibrahim
jangan terlalu lama cerita di penerimaan murid baru.... 🤔🤔🤔
Hindra Hin: siap, terimakasih atas sarannya. itu sangat membantu
total 1 replies
syarif ibrahim
bunuh semua musuh mu yg dulu.... 👍
syarif ibrahim
perlahan-lahan saja.... yang penting bertambah kuat setiap hari..... 👍
syarif ibrahim
jadi sakti kayaknya nih... 🤔🤭
Hindra Hin: nikmati prosesnya 🙏🙏👍
total 1 replies
syarif ibrahim
lanjutkan petualanganmu.... 👍
zerotwo
Bagus up terus 🤭🤭🤭
Hindra Hin
Jangan lupa di komen dan like cerita ini, jika kalian suka.
Terima kasih sudah membaca cerita ini /Smile//Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!