NovelToon NovelToon
Istri Yang Berhenti Mencinta

Istri Yang Berhenti Mencinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Balas Dendam
Popularitas:128.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Sudah dua tahun Senja menikah dengan Adam. Pernikahan mereka memang berawal dari ketidaksengajaan. Saat itu, Adam di tinggalkan oleh calon istrinya bernama Arum satu minggu sebelum pernikahan. Selama pernikhan dua tahun itu kecanggungan sangat terasa di antara mereka. Memang tak ada tuntutan apapun dari keduanya dalam pernikahan itu. Mereka menikah hanya demi menyelamatkan harga diri keluarga Adam.

Pernikahan dingin dan hanya selayaknya seperti orang yang sedang ngkost, karena memang mereka berdua adalah teman kampus. Walau Senja tak pernah mengenal Arum. Namun enam bulan terakhir kedekatan mereka mulai terlihat walau Adam masih memberikan jarak untuk Senja.

Tiga bulan terakhir Adam mulai berubah dan sering pulang larut bahkan sering ada tugas ke luar kota. Hingga akhirnya Senja tahu kalau Adam kembali menjalin hubungan dengan Arum. Dan ternyata Arum juga sudah menikah,"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senja 3

Senja keluar dari kamar dengan pakaian kerja yang rapi. Tidak ada sarapan di atas meja makan. Tidak ada aroma kopi hangat, dan kemeja kerja Adam masih terlipat di dalam lemari.

Adam yang tertidur di sofa terbangun mendengar suara langkah kaki. Ia menegakkan duduknya, menatap Senja yang berjalan lurus menuju pintu depan tanpa menoleh sedikit pun padanya.

"Senja," panggil Adam dengan suara serak.

Senja menghentikan langkahnya tepat di depan pintu, membelakangi Adam. "Ada apa, Mas?" tanyanya datar.

Adam memperhatikan gaun semalam yang kini sudah berganti dengan pakaian kerja. "Kamu mau kemana sudah rapi?"

"Aku mau berangkat kerja, memangnya kamu nggak akan berangkat kerja?"

Adam mengerutkan kening, kaget mendengar pernyataan itu. "Kerja? Sejak kapan kamu kerja?"

"Sejak tiga bulan lalu. Saat kamu sibuk menghilang dan lupa kalau kamu punya istri di rumah ini," jawab Senja tenang, tanpa nada emosi sedikit pun.

"Senja, jangan mulai menuduh yang...."

"Aku tidak menuduh, Mas. Aku membebaskanmu," potong Senja cepat. Ia meraih gagang pintu.

Sedangkan Adam masih mematung di tempatnya. Dia merasa bersalah karena sudah membuat istrinya menunggu dia semalaman. Sedangkan dia kemarin semalaman malah menemani Arum yang sedang sakit di apartemennya. Adam mengusap wajahnya kasar. Dia benar-benar tak ingat kalau kemarin Senja menunggunya. Bahkan akhir-akhir ini semenjak Arum kembali dia benar-benar sangat fokus kepada Arum. Namun dia juga belum mau menceraikan Senja. Istrinya terlalu baik selama pernikahan mereka. Bahkan Senja sudah menjalankan perannya sebagai istri.

Tanpa menunggu balasan dari Adam yang membeku di tempatnya, Senja melangkah keluar dan menutup pintu rapat-rapat, meninggalkan Adam sendirian dalam penyesalan yang baru saja dimulai.

Perang dingin yang berlangsung selama berhari-hari membuat suasana rumah terasa menyesakkan. Adam dan Senja hidup bak dua orang asing yang kebetulan berbagi atap. Namun, hari Sabtu itu berbeda. Pukul empat sore, deru mobil Adam sudah terdengar di garasi, sebuah pemandangan langka di akhir pekan.

Adam melangkah masuk, mendapati Senja sedang menyiram tanaman di area belakang. Pria itu menyapu pandangannya pada wajah Senja yang tampak makin datar dan berjarak. Ada rasa kehilangan yang perlahan menjalar di dada Adam. Biasanya Senja akan menatap dia dengan penuh cinta. Tidak seperti ini, seolah mereka benar-benar sangat asing di dalam rumah yang sama.

"Senja," panggil Adam sambil melangkah mendekat.

Senja mematikan kran air, membalikkan badan tanpa berekspresi. "Ada apa, Mas? Ada barang yang ketinggalan?"

"Aku sengaja pulang cepat hari ini," kata Adam, mencoba mencairkan kekakuan di antara mereka. Ia mengusap tengkuknya yang terasa tegang.

"Nanti malam... ikut aku pergi, ya?"

Senja menatapnya heran, lalu tersenyum tipis, sebuah senyuman penuh ironi.

"Pergi? Untuk apa, Mas?"

"Aku minta maaf soal semalam-malam itu. Hari ini aku tidak ada urusan pekerjaan, HPku di non aktifkan, dan aku sengaja mengosongkan waktu khusus untuk kamu. Siap-siap ya, kita berangkat jam tujuh."

Senja memandangi suaminya cukup lama, mencari ketidakjujuran di mata Adam, namun ia hanya menemukan raut keseriusan yang jarang diperlihatkan. Hati kecil Senja yang sempat membeku kini goyah kembali. Namun pada akhirnya Senja menurut ajakan suaminya, walau tak yakin, namun dia akan mencoba percaya pada Adam.

"Ke mana?" tanya Senja pelan.

"Ada tempat yang mau aku tunjukkan," jawab Adam singkat sebelum berbalik menuju kamar.

Pukul 19.00 WIB, Senja turun dengan pakaian kasual rapi. Adam sudah menunggu di ruang tamu, mengenakan kemeja santai. Sepanjang perjalanan di dalam mobil, hanya ada keheningan yang menyelimuti. Senja menatap ke luar jendela, sementara Adam fokus pada jalanan kota yang mulai dipadati kendaraan.

Mobil akhirnya berhenti di parkiran sebuah restoran rooftop yang cukup mewah di pusat kota. Tempat itu menyuguhkan pemandangan lampu-lampu kota dari ketinggian.

Saat pelayan mengarahkan mereka ke meja reservasi yang berada di sudut terbaik, Senja cukup terkejut. Tempat ini sudah dipesan atas nama Adam.

"Kamu... benar-benar menyiapkan ini?" tanya Senja saat mereka berdua sudah duduk berhadapan.

"Aku sudah bilang, aku tidak bohong hari ini," jawab Adam, menuangkan air putih ke gelas Senja.

"Aku tahu aku salah, Senja. Sikapku belakangan ini keterlaluan, dan aku mau kita bicara baik-baik malam ini. Tanpa amarah, tanpa ada yang menghindar."

Senja memegang tangkai gelasnya, menatap Adam dengan perasaan berkecamuk. Di satu sisi, luka di hatinya masih menganga. Namun di sisi lain, perhatian kecil dari Adam malam ini menghidupkan kembali secercah harapan yang sempat mati. Walau dia tahu kalau hati Adam masih di penuhi nama Arum. Namun dia juga tak bisa membohongi hatinya yang mencintai suaminya selama dua tahun ini. Berharap Adam melihatnya sebagai seorang istri dan wanita yang menemaninya selama ini.

Suasana meja makan yang berada di sudut terbaik rooftop itu terasa begitu hangat. Tidak ada dering ponsel yang mengganggu, tidak ada nama Arum yang muncul memecah keheningan. Ponsel Adam tergeletak sengaja dalam posisi terbalik di atas meja, seolah menegaskan bahwa fokusnya malam ini sepenuhnya milik Senja.

Aroma hidangan steak yang menggugah selera dan pendar lampu kota dari ketinggian perlahan mencairkan dinding es di antara mereka. Pembicaraan yang tadinya kaku mulai mengalir alami. Adam menceritakan betapa menguras pikirannya proyek besar perusahaan belakangan ini, sementara Senja mendengarkan sambil menatap wajah suaminya yang tampak jauh lebih rileks dibanding biasanya.

"Maafkan aku ya, Senja," ucap Adam pelan di sela-sela makan malam mereka. Pandangannya lurus dan tulus menatap mata Senja.

"Aku tahu aku suami yang buruk belakangan ini. Aku terlalu fokus pada pekerjaanku sampai mengabaikan kamu dan janji kita."

Senja memegang jemari tangannya sendiri di atas pangkuan. Mendengar nada penyesalan yang begitu jujur dari Adam, benteng pertahanan di hatinya runtuh seketika. Rasa bersalah mulai menyelinap dan menggerogoti dadanya.

Apakah aku terlalu egois dan kekanak-kanakan semalam? pikir Senja dalam hati. Mas Adam memang benar-benar lelah karena pekerjaan, tapi aku justru menuduhnya macam-macam.

"Mas..." suara Senja terdengar lembut, mengikis sisa kejarakan di antara mereka.

"Aku juga minta maaf. Aku... aku sudah berprasangka buruk dan marah-marah sama kamu. Harusnya aku bisa lebih mengerti posisimu yang sedang berjuang keras di kantor."

Adam tersenyum tipis, sebuah senyuman hangat yang sudah sangat lama tidak Senja lihat. Pria itu mengulurkan tangannya menyeberangi meja, menggenggam jemari Senja dengan lembut.

"Tidak, Senja. Kamu tidak salah," bisik Adam pelan.

"Kamu berhak marah. Tapi malam ini, mari kita mulai lagi dari awal, ya?"

Sentuhan tangan Adam yang hangat membuat dada Senja berdesir hebat. Kebahagiaan yang sempat padam kini membumbung tinggi. Malam itu, Senja benar-benar percaya bahwa hubungannya dengan Adam akhirnya menemukan titik terang yang selama ini ia impikan.

1
Lilis Ilham
💪ikut deg-degan tadinya mau bantuin senja
Melinda Cen
kk buat senja hamil anak ke2 biar tambah seru. biar byk yg rebutan anak ke2 lg apalg cew
Machmudah
sdh tdk ada konflik lagi Thor....hidupnya ya gitu2 aja, senja sdh bahagia dgn keluarganya
Yam_zhie: ada kak nanti datang keluarganya senja 🤗
total 1 replies
Ilfa Yarni
waaah udah satu tahun aja baby arsalka ulang tahun yg ke satu dong nanti ya
Cicih Sophiana
ada yg baik, ganteng, kaya dan sangat mencintai buat apa mau balik sama dia yg gak penting kalii...
Lilis Ilham
jalang dipelihara
Cicih Sophiana
biarkan Adam masih mencintai Senja... yg penting Senja mencintai mu Arka buka mencintai Adam
Cicih Sophiana
apa pun mereka orang tua Senja minta pertolang atau apa pun... bilang aja gak kenal
nely_48
udh ultah blm arshaka❓❓ lg gemes² nya klau baby d fase belajar jln tuh
nely_48
syukur lah senja d ratukan oleh suami n mertua nya tp tetap baby arshaka sang putra mahkota 👑 Wijaya yg terdepan
Titien Prawiro
Senja langsung jadi kaya Thor.
Cicih Sophiana
apa Sengaja Senja di buang atau orang tua nya sengaja untuk menyelamatkan atau mereka tdk mengingin kan nya... mungkin orang tua nya kaya takut di celakai orang jg berniat jahat..
Fitria Syafei
wow mereka keluarga bahagia 😍 KK cantik kereen 🥰 kereen 🥰
Cicih Sophiana
ceritanya bikin iri yg baca ini sih... sampe menghayal menjadi Senja 😄
Ilfa Yarni
begitu bahagianya kluarga angkasa dot cucu
Adrian
🤣🤣🤣 mama bisa aja sih biasa baru dapet cucu baru ya gitu
Cicih Sophiana
pak Raka emang kabur ke mana tuh mata... makanya di iket pake tali rapia biar gak kabur pak..😂😂😂😂😂
Cicih Sophiana
hati Senja emang the best pokok nya... iya kasian jg sih klo di pecat... kasih hukuman aja berapa hari dan di potong gaji gitu...
Cicih Sophiana
Senja punya resep khusus nggak... klo punya tolong kirimin ke aq yah 🫢😍
Cicih Sophiana
seperti apa yah rasa nya di cintai seperti Senja di cintai Angjasa...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!