NovelToon NovelToon
Pedang Abu Nirwana

Pedang Abu Nirwana

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Setelah akar spiritual emasnya dirampas secara paksa oleh sepupunya sendiri dan tubuhnya dibuang ke Jurang Abu Api, Lin Xuan—seorang pemuda klan cabang yang sekarat—justru menyatu dengan Tungku Abu Takdir peninggalan zaman purba. Dari abu kehancuran, ia menempuh jalur kultivasi terlarang yang mampu melebur kutukan, meracik pil dari racun mematikan, dan menebas tatanan langit yang korup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Pasar Gelap Awan Merah

Di bagian bawah tanah distrik selatan Kota Awan Merah, terdapat jaringan jalan batu bercahaya lentera merah yang dikenal sebagai Pasar Gelap Seribu Bayangan. Di tempat ini, tak seorang pun peduli pada latar belakang atau identitas pelanggan—selama memiliki batu roh atau harta berharga, nyawa sekalipun dapat diperjualbelikan.

Seorang sosok berjubah hitam panjang dengan topeng kayu polos melangkah tenang melewati kerumunan kultivator bayaran, lalu berhenti di depan bangunan tiga lantai paling megah di jantung pasar gelap: Paviliun Harta Seribu Bintang.

Paviliun ini merupakan cabang dagang dari aliansi saudagar lintas kerajaan yang bahkan tidak berani disinggung oleh Tiga Klan Besar Kota Awan Merah maupun pejabat lokal.

"Tuan ingin membeli senjata roh, atau mencari bahan obat?" sapa seorang penjaga toko dengan sopan begitu melihat sosok bertopeng itu melangkah masuk.

"Aku ingin bertemu dengan Penilai Utama kalian," ujar Lin Xuan dengan suara yang sengaja diberatkan melalui getaran Qi di tenggorokannya. "Katakan padanya, aku membawa Pil Pemurni Darah yang belum pernah dilihat Kota Awan Merah sebelumnya."

Penjaga toko itu sempat ragu sejenak, namun ketika Lin Xuan membuka sedikit tutup botol giok di tangannya, secercah aroma obat yang luar biasa pekat dan bersih langsung menyebar ke udara, membuat para kultivator di aula depan menoleh dengan napas tertahan.

Wajah penjaga toko itu berubah drastis. "M-mohon tunggu sebentar di Ruang Tamu Kehormatan lantai dua, Tuan!"

Tak sampai tiga menit kemudian, pintu ruang tamu terbuka lebar. Seorang pria tua berjubah sutra emas dengan lencana bergambar satu tungku perak di dadanya—tanda seorang Alkemis Tingkat Satu Resmi—melangkah masuk dengan tergesa-gesa. Ia adalah Tetua Qin, penilai tertinggi sekaligus alkemis kebanggaan Paviliun Harta Seribu Bintang di Kota Awan Merah.

"Tuan yang terhormat, saya Qin Mu," sapa Tetua Qin sambil menangkupkan tangan. "Kudengar Anda membawa Pil Pemurni Darah kualitas istimewa? Boleh saya memeriksanya?"

Lin Xuan meletakkan tiga botol giok kecil di atas meja kayu cendana tanpa sepatah kata pun.

Tetua Qin membuka botol pertama dengan hati-hati dan menuangkan sebutir pil seukuran mata longan ke atas kain sutra putih. Begitu melihat pil tersebut di bawah cahaya kristal penerang, tubuh Tetua Qin bergetar hebat hingga kaca pembesar di tangannya hampir terjatuh.

Pil itu berwarna merah delima bening bagaikan batu rubi tanpa satu titik pun bercak hitam di permukaannya. Bahkan, di sekeliling bulatan pil itu tampak tiga lingkaran pola awan tipis yang berputar samar!

"P-Pola Awan Obat?! Kemurnian di atas sembilan puluh sembilan persen?!" suara Tetua Qin tercekat di tenggorokan.

Sebagai seorang alkemis, Tetua Qin tahu betul bahwa Pil Pemurni Darah biasa di pasaran hanya memiliki kemurnian lima puluh hingga enam puluh persen. Mengonsumsi terlalu banyak pil biasa justru akan menumpuk racun erosi di dalam pembuluh darah. Bahkan pil tingkat atas yang diracik oleh dirinya sendiri paling tinggi hanya mencapai kemurnian tujuh puluh lima persen!

Namun pil di depannya ini... sama sekali tidak mengandung ampas racun sedikit pun! Kultivator Alam Pemurnian Tubuh yang menelan pil ini dapat langsung menyerap seluruh khasiatnya dalam semalam tanpa efek samping!

"Setiap botol berisi lima butir pil, totalnya lima belas butir," ucap Lin Xuan tenang dari balik topeng kayunya. "Berapa harga yang berani ditawarkan Paviliun Harta Seribu Bintang?"

Tetua Qin menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan debaran jantungnya. Ia sadar sepenuhnya bahwa sosok di balik topeng kayu ini—atau guru di belakangnya—pasti seorang Alkemis Agung yang tidak boleh disinggung dengan cara apa pun.

"Pil Pemurni Darah biasa dihargai sepuluh Batu Roh Tingkat Rendah per butir," kata Tetua Qin dengan sikap yang kini jauh lebih hormat, bahkan sedikit membungkuk. "Namun pil dengan Pola Awan tanpa ampas racun seperti ini adalah harta karun yang tak ternilai bagi para pewaris klan besar. Paviliun kami berani membelinya seharga seratus Batu Roh Tingkat Rendah per butir—total seribu lima ratus Batu Roh untuk lima belas butir ini!"

Seribu lima ratus Batu Roh! Jumlah itu setara dengan seluruh pendapatan bersih tambang Klan Lin selama tiga bulan penuh!

"Harga yang adil," angguk Lin Xuan. "Namun aku tidak membutuhkan semuanya dalam bentuk batu roh. Aku butuh tiga tangkai Rumput Api Darah, lima kati Biji Besi Meteor Hitam, dan satu informasi mengenai Rumput Jantung Teratai Api berusia seratus tahun."

Tetua Qin tersenyum lebar dan segera mengeluarkan sebuah lencana giok hitam berukir bintang emas.

"Rumput Api Darah dan Biji Besi Meteor Hitam tersedia di gudang kami, harganya total tiga ratus Batu Roh. Sisanya sebesar seribu dua ratus Batu Roh akan kami serahkan bersama Lencana Tamu Agung Paviliun kami ini," jelas Tetua Qin penuh antusias. "Adapun Rumput Jantung Teratai Api berusia seratus tahun... kebetulan sekali! Enam hari lagi, paviliun kami akan menggelar Lelang Agung Tahunan Kota Awan Merah, dan tanaman obat itu adalah salah satu barang lelang utama yang baru saja dikirim dari pegunungan selatan!"

Di balik topeng kayunya, sepasang mata Lin Xuan menyipit tajam.

Enam hari lagi adalah malam sebelum utusan Sekte Awan Biru tiba di Kota Awan Merah. Tampaknya, panggung lelang itu akan menjadi tempat pertama di mana ia memotong sayap Klan Lin!

1
Ozzy aljokery
mantappp ..,lanjutkan
Ozzy aljokery
korban pertama dari pedang Abu Hitam
Ozzy aljokery
semoga tidak Hiatus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!