Arabella, putri keluarga kaya yang tidak diakui oleh keluarganya lagi. Tunangannya direbut oleh seorang wanita miskin…
Ketika, wanita miskin itu menikah dengan tunangannya. Dirinya hampir dilecehkan oleh beberapa preman yang dikirim tunangannya.
Terpaku dalam dendam merasa dunia ini tidak adil. Sebuah ingatan tiba-tiba masuk ke dalam kepalanya.
“Ini adalah dunia novel yang sudah mencapai ending? Dan aku adalah antagonisnya…” gumamnya tertawa dalam tangisan.
Seorang antagonis yang tiba-tiba memiliki kesadaran. Dirinya sudah tidak terikat plot lagi, karena cerita telah mencapai ending…
“Aku akan membalas mereka, ini awal dari permainan membalas dendam…”
"Aku akan menjadi senjatamu untuk membalas dendam." Diluar dugaan pria gila yang seharusnya mencintai protagonis mengulurkan tangan untuk membantunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Awal Dari Akhir
Xavier membawanya ke apartemen milik pria itu sendiri. Menyajikan coklat hangat untuk arabella. Sesuatu yang dulu sering dinikmati oleh wanita itu.
Mata arabella melirik ke arah kamar mandi di dalam unit apartemen itu. Ceceran darah berada di sana, juga pisau cutter.
Aroma yang benar-benar amis, ini adalah darah? Apa mungkin darah manusia?
“Wajahmu terlihat pucat.” Xavier tersenyum kepadanya.
“Kamar mandimu ada darahnya. Kenapa aku tidak pucat!? Apa kamu habis membunuh orang?” Pertanyaan arabella tidak mengerti sama sekali.
Xavier mengangkat pergelangan tangannya. Pada akhirnya perban itu terlihat, sedikit darah merembes membasahi perban.
“Aku berbuat bodoh dengan melukai diriku sendiri.” Jawaban tenang dari pria itu, pria yang mulai duduk di tepi tempat tidur.
Menepuk-nepuk sisi sampingnya agar arabella duduk di sebelahnya.
“Kenapa kamu melukai dirimu sendiri? Sudah pasti karena Angel menikah bukan? Kamu begitu mencintainya, begitu tergila-gila padanya. Bahkan saat aku membuat orang-orang membully Angel, melemparinya dengan telur, kamu melindungi Angel menggunakan tubuhmu sendiri. Sungguh pujangga yang romantis.” Arabella tersenyum mengejek kebodohan yang dilakukan oleh Xavier.
“Pujangga yang romantis, aku malah berpikir kamu terlalu puitis. Tidak bisa dibandingkan denganmu yang sudah bertunangan sejak kecil dengan Cakra. Tapi masih bisa ditikung oleh wanita miskin. Sungguh kebodohan yang hakiki…” sebuah sindiran yang tepat sasaran dari Xavier.
Hal yang membuatnya tidak dapat berkata-kata Karena itu adalah sebuah kenyataan. Kenyataan yang bagaikan menghujam dadanya.
“Jangan bicarakan itu lagi oke?” Arabella berusaha keras untuk tersenyum.
Meraih coklat hangat buatan Xavier, rasa yang sama dengan beberapa tahun lalu.
“Sebenarnya apa yang terjadi?” Tanya arabella pada akhirnya.
“Tidak tahu, tapi tanpa alasan yang jelas aku jatuh cinta pada Angel. Bahkan sepertinya rela mati untuknya. Saat melihat dia bahagia dengan Cakra, hatiku terasa sakit hingga meraih pisau cutter dan memotong urat nadiku sendiri. Tapi tiba-tiba saja saat hampir kehabisan darah aku sadar. Kenapa aku bisa jatuh cinta dengan wanita miskin itu? Apa yang menarik dari wanita miskin yang terasa begitu menyebalkan. Seorang wanita membosankan.” Keluh Xavier tiba-tiba, menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Arabella ikut menjatuhkan tubuhnya sendiri di samping Xavier.
“Tapi ayah dan ibumu begitu menyukai Angel. Bagaimana tanggapan mereka, kamu bahkan tidak jadi menikah dengannya.” Arabella kembali menertawakannya.
“Tutup mulutmu. Ayah dan ibuku turut bahagia ketika Angel menikah dengan Cakra. Mereka juga begitu aneh, mana ada orang tua waras yang begitu bahagia melihat pernikahan dari wanita incaran putra mereka?” Xavier mengerutkan keningnya.
“Xavier…Xavier…karena kita sudah sama-sama waras. Aku jadi penasaran kalau bukan tipikal wanita seperti Angel, tipikal wanita seperti apa yang kamu sukai?” Arabella berusaha membuka pembicaraan lebih lancar lagi. Yang ada di otaknya saat ini adalah bergantung kepada orang ini.
Mengingat Cakra tidak akan bisa diajak bicara, selain itu pria itu adalah musuh terbesarnya saat ini. Kedua orang tuanya menganggap Angel adalah malaikat sedangkan seorang arabella adalah iblis.
Jadi lebih baik kembali akrab dengan Xavier. Lagi pula Xavier adalah tempat perlindungan yang tidak terlalu buruk.
“Seperti…rahasia kamu tidak boleh tahu. Jika kamu tahu itu akan menjadi hal yang memalukan. Yang jelas aku tidak menyukai wanita membosankan yang selalu berkata, kalian itu orang kaya, tentu saja hidup kalian tidak pernah memikirkan nasib orang miskin.” Ucap Xavier meniru gaya bicara Angel.
“Tapi justru wanita seperti itu yang membuatmu penasaran bukan?” Suara tawa arabella terdengar.
Sedangkan Xavier tidak tertawa sama sekali melirik ke arah Arabella.”Ada seorang wanita yang aku sukai. Sudah lama aku sukai, tapi entah kenapa semenjak kemunculan Angel aku membencinya.”
“Sudah aku katakan ada yang aneh dengan Angel. Tapi tidak usah memikirkan kedua sampah itu. Yang harus dipikirkan saat ini adalah bagaimana caranya membalas dendam pada mereka. Kamu gila saja seorang Nona muda arabella memasak makanan hingga jari tangannya luka untuk seorang Cakra.” Kalimat dari Arabella terdengar begitu kesal.
Pada akhirnya Xavier tidak bisa menahan tawanya lagi.”Seingatku kamu adalah tipikal orang yang paling tidak bisa memasak. Wah kamu punya niat sekali untuk menjadi istri yang berbakti pada pecundang itu.”
“Sudahlah…Aku sudah mendengar semuanya. Kamu tidak diakui anak lagi oleh kedua orang tuamu. Lebih baik untuk sementara waktu kamu tinggal di apartemenku. Setelah ini aku harus kembali bekerja. Sudah lama aku tidak mengurus perusahaan milikku dengan benar hanya untuk menemani Angel berbelanja dan berjalan-jalan.” Xavier bangkit dari tempat tidur. Pria ini memang jenius bisnis yang selalu dapat diandalkan.
Tapi entah kenapa karirnya menurun. Sedangkan karir Cakra meroket, hingga Cakra disebut-sebut sebagai Pangeran dunia bisnis.
“Baguslah! Carilah uang untukku yang banyak.” Arabella mengedipkan sebelah matanya. Wanita cantik yang begitu seksi, dari wajah dan penampilannya sama sekali tidak ada celah.
Dapat dikatakan, Angel adalah sosok bagaikan malaikat. Bentuk tubuhnya bagaikan boneka Barbie yang begitu datar. Wajahnya dan senyumannya secantik malaikat.
Sedangkan arabella, setan penggoda sejati. Bentuk tubuhnya, bagian depan menantang, menggunakan pakaian apapun tetap terlihat cantik dan seksi. Wajahnya menawan, menawan dalam artian bahkan hanya dengan berdiam diri saja dapat membuat pria tergoda.
“Iya…kamu itu doyan belanja. Aku akan mencarikan uang yang banyak untukmu. Dasar!” Pria yang melangkah pergi dengan telinga memerah. Sama sekali tidak berbalik untuk menatap ke arah Arabella yang berada di atas tempat tidur.
“Arabella…nanti tolong aku untuk membersihkan kamar mandi. Aku pecinta kebersihan, untuk menyelamatkanmu aku membiarkan sisa darah itu berceceran. Ingat jangan lupa bersihkan!” Peringatan dari Xavier melangkah pergi melalui pintu depan.
“Dasar!” Arabella memutar bola matanya malas. Tapi tetap saja melakukan perintah Xavier, dirinya sudah menumpang tinggal, menumpang hidup, tentu saja harus bekerja untuk pria itu.
Membersihkan setiap sudut kamar mandi. Benar-benar darah yang berceceran begitu banyak. Mungkin karena tubuh Xavier yang bugar, pria itu dapat mengobati dirinya sendiri. Bahkan masih terlihat sehat-sehat saja.
Namun arabella terdiam sejenak. Menatap ke arah cermin.
Lagi-lagi tulisan komentar melayang itu terlihat.
‘Angel menghabiskan malam pertama dengan Cakra! Adegan panas! Adegan panas! Begitu mesra!’
‘Jadi ini adalah episode penutup novel? Aku senang Cakra hidup bahagia dengan Angel di akhir cerita. Mereka pantas mendapatkan hidup bahagia selama-lamanya.’
‘Cinta mereka penuh dengan perjuangan. Semuanya terhalang karena rasa egois dan iri arabella.’
Arabella masih memegang tongkat pelnya. Menyipitkan matanya menatap ke arah tulisan-tulisan komentar melayang yang hanya dapat dibaca olehnya.
“Wanita sampah pada akhirnya bersama dengan pria sampah. Bagaimana caranya untuk merebut semuanya…” arabella tersenyum menyeringai, mereka sudah berbuat seperti ini padanya. Balas dendam itu sepadan, tapi menghukum pencuri adalah kewajiban.
alurnya selalu menarik dan selalu ditunggu kelanjutannya 😁😁👍👍👍
tidak mau rugi itulah pebisnis, harus selalu untung...
ntah si arabella anaknya siapa
sebelum berucap sudah disembur naga api😂😂😂
kau salah berpijak. mereka mah tinggal dicire6t dr kk aja langsung the end alias TAMAT.🤣🤣🤣🤣🤣
anal ounggut disayang bagaikan anak kandung. dan anak kandung dianggap bagaikan anak pengemis jalanan yg tidak kenal.
nuh gelo siahhh😂😂😂😂
. buuang ja orang tua laknat macam mereka. tendang dr silsilah keluarga mahendra. emng benar benar keliatan ga bergunanya. mungkin nafas juga ga berguna lagi buat mereka.
aku akan selalu membelamu, akan sellu menjagamu, dan kan selalu ikut merundung dan membully musuh musuhmu😅😅
jangan pake timbang timbangan apa lagi pake acara nolak2 segala. bekerja sama lebih baik dr pada kerja sendiri. jd balas dendam pun bisa lancar. hancurkan si bunga bangke dan ortu durhakamu
kembali ke mode kesadaran sendiri.