NovelToon NovelToon
Ketika Suami Pulang Bawa Mantan Istri

Ketika Suami Pulang Bawa Mantan Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:18.1k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Zivana dan Aidil sudah menikah tiga tahun. Dan saat itu Aidil adalah seorang duda anak dua, sedangkan Zivana merupakan wanita yang pernah bekerja di salah satu butik ibu Aidil. Selama pernikahan mereka, Aidil memang belum mencintai Zivana, terlebih saat itu mereka menikah karena keinginan ibu Aidil yang kasihan melihat kedua cucunya yang masih kecil. Amora yang saat itu baru berusia dua tahun dan Khaisar lima tahun.

Selama tiga tahun Zivana menjadi sosok ibu dan istri yang begitu mencintai kedua anak-anak Aidil. Namun sayangnya, Zivana belum bisa mendapatkan hati Aidil, walau pria itu selama tiga tahun selalu bersikap baik padanya. Hanya saja, selama itu pula Aidil belum berani menyentuh Zivana.

Hingga menjelang tiga tahun pernikahan mereka akhirnya Stela, mantan istri Aidil yang pernah meninggalkannya kembali. Dan berusaha merebut perhatian kedua anak dan mantan suaminya.

Apa yang akan terjadi dengan pernikahan Zivana dan Aidil? Akankah mereka bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zivana 18

Aidil terhuyung mundur. Wajahnya yang tadi pucat kini berubah pias, seolah semua darah dalam tubuhnya tersedot keluar dalam hitungan detik. Matanya membelalak lebar, menatap Zivana dengan tatapan tidak percaya.

"Kamu... kamu tahu soal apartemen itu?" suaranya pecah, parau, dan bergetar hebat.

"Ziva... itu... itu tidak seperti yang kamu bayangkan. Itu cuma kekhilafan! Aku mabuk, aku tidak sadar..."

"Berhenti, Mas," Zivana memotong dengan nada suara yang begitu dingin, membuat Aidil terdiam kaku.

"Jangan pernah gunakan kata 'tidak sadar' untuk menutupi kebejatanmu. Kamu sadar sepenuhnya. Kamu pergi ke sana, kamu menciumnya, kamu membiarkan dirimu dinikmati oleh wanita itu. Dan saat kamu pulang, dengan sisa aroma tubuhnya yang masih menempel di kulitmu, kamu memelukku? Kamu menciumku? Kamu bahkan meminta hakmu sebagai suami di atas ranjang yang kita bangun dengan janji setia?"

Aidil menggeleng panik, kedua tangannya meremas rambutnya sendiri hingga berantakan.

"Tidak... Ziva, bukan begitu maksudku. Aku... aku melakukannya karena aku bingung! Aku merasa bersalah, aku ingin menebusnya dengan menjadi suami yang baik untukmu..."

Zivana tertawa, sebuah tawa getir yang memenuhi ruangan, membuat Khaisar dan Amora yang masih berada di sudut kamar semakin erat berpelukan karena takut.

"Tebus? Dengan menjadikanku pelarian?" Zivana mendekat, suaranya kini berbisik namun penuh dengan duri yang menghujam jantung Aidil.

"Setiap kali kamu menyentuhku setelah malam itu, aku merasa jijik, Mas. Aku merasa seperti barang pajangan yang kamu pakai hanya untuk memuaskan egomu supaya kamu merasa seperti pria normal, padahal hatimu sudah habis kamu berikan pada wanita lain. Kamu tahu betapa hinanya aku merasa? Kamu memperlakukanku seperti sampah yang kamu tutupi dengan topeng pernikahan manis!"

"Ziva, sumpah... aku mencintaimu! Kamu wanita terbaik, kamu ibu yang hebat..."

"Aku bukan wanita terbaik, Mas. Aku hanya wanita bodoh yang terlalu lama percaya pada kata 'cinta' beberapa minggu ini dari mulut pria yang tidak punya harga diri!"

Suasana di dalam kamar itu mendadak beku. Nafas Aidil memburu, seolah-olah oksigen di ruangan itu telah disedot habis. Ia menatap Zivana yang berdiri tegak, tak sedikit pun menunjukkan keraguan.

"Ceraikan aku, Mas," ucap Zivana datar. Suaranya tidak bergetar, tidak meninggi, namun setiap katanya menghantam pendengaran Aidil layaknya palu godam.

"Hari ini juga. Aku sudah tidak punya alasan lagi untuk bertahan. Karena dengan mambawa Mbak Stela kesini tanpa bicara padaku, sudah menunjukkan siapa aku sebenarnay di rumah ini dan dalam hidup kamu, Mas. Pengasuh anak-anakmu sudah selesai masa kontraknya. Karena pemilik rumah yang sesungguhnya sudah kamu bawa kembali, terlepas dengan alasannya dulu meninggalkan kalian dalam keadaan terpuruk karena ego demi karir, bukan sakit seperti kebohongan yang dia katakan kepada Khaisar. Aku hanya berpesan padamu, jangan mencontohkan kebohongan kepada anak-anak. Karena rasanya sangat sakit saat kita tahu di bohongi, Mas!"

Aidil terkesiap, mundur satu langkah seolah tertampar. Matanya membelalak, penuh dengan penyangkalan.

"Ziva, kamu bicara apa? Jangan asal bicara! Aku tidak akan pernah menceraikanmu. Tidak akan pernah! Sampai kapanpun aku tak akan menceraikan kamu!"

"Mas, jangan mempermalukan diri sendiri," balas Zivana dingin. Ia melirik Stela yang berdiri bersandar di pintu dengan seringai meremehkan.

"Wanita yang kamu cintai itu ada di sini. Kamu menginginkannya kembali, kan? Keinginanmu sudah terkabul. Jadi, lepaskan aku."

Aidil menggeleng brutal, ia mendekat dan mencoba meraih kedua bahu Zivana, namun sang istri menepis tangannya dengan kasar.

"Enggak! Aku tidak mau cerai! Kamu istriku, Ziva. Aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu! Semuanya ini... ini cuma kekhilafan, tolong mengertilah!"

"Cinta?" Zivana tertawa sinis, matanya berkaca-kaca namun tatapannya tetap tajam.

"Kamu menyebut pengkhianatan di apartemennya, kebohonganmu selama ini, dan adegan rendahan kalian di bawah atap rumahku ini sebagai 'kekhilafan'? Kamu pikir cintamu itu mainan, Mas?"

Stela, yang sedari tadi hanya menonton, tertawa kecil.

"Sudahlah, mas! Ceraikan saja dia, toh aku sudah kembali. Aku adalah ratu di rumah ini, aku wanita yang masih kamu cintai sampai saat ini, dan aku adalah ibu dari kedua anak kita! Aku rasa peran dia sebagai pengasuh sudah cukup!?"

"DIAM KAMU, STELA!" bentak Aidil, namun suaranya terdengar tidak berwibawa sama sekali. Ia kembali menatap Zivana, matanya mulai memerah karena panik dan frustrasi.

"Ziva, dengerin aku. Aku tidak bisa cerai. Keluarga kita, mama, Khaisar, Amora... kita ini keluarga!"

"Keluarga?" Zivana memutar bola matanya, muak.

"Keluarga macam apa yang dibangun di atas fondasi kebohongan? Kamu takut cerai bukan karena cinta, Mas. Kamu takut cerai karena kamu tidak mau kehilangan kenyamananmu. Kamu mau aku tetap di sini, melayani rumah ini, mengurus anak-anakmu, sementara kamu bebas bermain dengan mantan istrimu. Kamu pengecut, Mas Aidil."

"Lagi pula sudah ada Mbak Stela yang akan melakukan segalanya! Atau kamu lebih memilih hubungan ha-ram dengan mantan istrimu? Apa kamu tahu berapa banyak dosa yang sudah kamu pupuk, Mas? Dan kamu secara tak langsung mencontohkan kepada anak-anak. Kamu punya anak perempuan dan laki-laki... Apa kamu tak takut? Apa kamu juga tak malu kalau di sebut tukang selingkuh? Dan wanita yang kamu cintai itu akan di panggil sebagai pelakor, walau dia adalah ibu dari anak-anak..."

"Ziva, tolong..." Aidil kini nyaris berlutut di hadapan Zivana. Ia benar-benar hancur, namun kehancurannya adalah buah dari kebodohannya sendiri.

"Jangan tinggalkan aku. Aku mohon... Kita perbaiki pelan-pelan. Aku akan usir Stela, aku akan..."

"Mas!" potong Zivana keras.

"Aku tidak butuh penjelasanmu lagi. Aku butuh kebebasan. Kamu sudah menandatangani berkas yang kubuat pagi tadi. Berkas itu sudah di atas meja makan, dan aku punya salinannya yang sudah lengkap."

Aidil terpaku. Wajahnya berubah pucat pasi.

"Aku hanya memberikan apa yang seharusnya kamu baca sebelum kamu tanda tangani," jawab Zivana tenang.

"Hukum sudah memegang persetujuanmu. Kamu punya waktu untuk memilih, mau menyelesaikannya secara baik-baik di pengadilan atau aku akan membongkar semua bukti perselingkuhanmu di apartemen Stela itu ke pengadilan agama. Aku punya rekamannya, Mas. Aku punya fotonya."

Wajah Aidil menegang. "Ziva, jangan lakukan itu... tolong."

"Papa jahat!" tiba-tiba Khaisar berteriak dari sudut tempat tidur. Bocah itu berdiri, menatap ayahnya dengan kebencian yang mendalam.

"Abang benci Papa! Jangan paksa Bunda! Biarkan Bunda pergi!"

Aidil menoleh pada anaknya, suaranya parau. "Khaisar, Abang... ini urusan orang dewasa. Papa sayang sama Bunda..."

"Sayang itu tidak menyakiti, Pa!" teriak Amora ikut menangis, memeluk kakaknya.

"Bunda selalu nangis kalau Papa pelgi! Adek tahu!"

Melihat anak-anaknya yang kini begitu membencinya, Aidil seolah disambar petir. Ia menatap Zivana, berharap wanita itu akan melunak karena melihat anak-anak mereka menangis. Namun, Zivana justru melangkah mendekat, berbisik tepat di depan wajah suaminya.

"Dulu aku mencintaimu lebih dari nyawaku sendiri, Mas. Tapi sekarang? Melihatmu saja membuatku sesak. Lepaskan aku, atau aku akan memastikan seluruh dunia tahu betapa hinanya pria yang selama ini mereka puji-puji."

Stela yang melihat Aidil tak berdaya, maju mendekat, menepuk pundak Aidil dengan cara yang manipulatif. "Sudahlah, Dil. Biarkan dia pergi. Dia memang tidak pernah cukup kuat untuk mendampingi pria hebat sepertimu. Biar aku saja yang menggantikannya."

Zivana menoleh pada Stela, tersenyum meremehkan. "Silakan, Stela. Ambil dia. Kamu baru saja mendapatkan 'hadiah' yang tidak bisa lagi diperbaiki. Semoga kamu siap dengan hari-hari penuh kecurigaan saat dia melakukan hal yang sama padamu nanti."

Zivana kemudian menuntun anak-anaknya keluar. Aidil mencoba mengejar, tangannya terulur meraih lengan Zivana, namun sekali lagi, ia hanya mampu mematung. Harga dirinya hancur, rumah tangganya runtuh, dan di belakangnya, Stela berdiri dengan kemenangan yang rasanya hambar, menyadari bahwa ia baru saja mendapatkan seorang pria yang telah kehilangan jiwanya sendiri.

1
sunaryati jarum
Itu ibu atau iblis kok bunting lagi,itu benar anak Aidil atau hasil dari pria lain lalu njebak Aidil yang imannya dan kesetiaannya setipis tisu
Inarrr Ulfah
aidil nunggu sampe kaisar sama amora mampus dulu di tangan ibu kandung nya baru sadar
Talnis Marsy
masak pembantu nya gak punya hp apa ya,kan bisa tlpn Aidil
nely_48
semoga allah kasih azab buat stela jatuh tisoledat trs keguguran n lumpuh,,, mitamit jabang kebo ih pd stela
sutiasih kasih
aidil... km mndinh pke rok deh...
jdi laki kok banci amat😅😅😅
nely_48
bersinarlah zivana,,, awali hidup dgn status br mu,jgn lupa bahagia lah trs
Lee Mba Young
Berarti ortu aidil gk punya kuasa, buktinya gk bisa memiskin kn aidil kan. stela yg berkuasa.
kl ortu berkuasa bisa memiskin kn aidil pasti bisa melindungi khaisar Dan amora.
buktinya mereka gk bisa melindungi khaisar Dan amora.
apa hati mereka gk merasakan pnderitaan cucunya ya.
Lee Mba Young
khaisar sdh besar kn, hrse kabur lah bawa adikmu ke rumah nenek.
Oma Gavin
memang rumah orang kaya ngga ada cctv nya ? tinggal cek cctv aja keburu mati mereka berdua, stela itu sakit jiwa psikopat gendeng
Oma Gavin: ketutup selangkangannya stela 🙈
total 2 replies
Elina thea
ada yah ibu kayak Stela,gak punya hati...
sunaryati jarum
Bicaramu kasar amat ,sama pegawai yang lebih tua,Tuan Melvin.Isi perkataan anda tidak salah ,cuma penyampaian yang kurang menghormati orang yang lebih tua walaupun bawahan.Tapi ternyata pak Roni juga gitu meremehkan orang dari status pekerjaan.Semoga analisis yang dipaparkan nanti benar-benar benar membuat perubahan terhadap peningkatan konsumen
Talnis Marsy
waduh ..masak sarjana mau jadi OB???
sunaryati jarum
Semoga jalanmu meniti karir terbuka dan sukses Ziva
sunaryati jarum
Selamat sudah bebas Ziva,semoga mendapatkan jodoh yang baik dan setia.Aidil segera menerima akibat dari perselingkuhannya dengan Stela.
nely_48
dr OG ganti tempat lgsg jd aspri cio 😝😝
nely_48
status baru,, nyi randa zivana nih
Oma Gavin
Alhamdulillah siva kamu bisa diangkat jadi assistent melvin biar mantan makin meradang
Muft Smoker
akhirny ziva bebas dr laki2 Medusa bin plin plan macam aidil ,,
bahagia selalu ziva ,,
urusan amora Dan khaisar tdk perlu di pikirkan ,, kalo mereka udh dewasa ,, mereka akan mencari km ,, meski km bukan ibu kandung ny ,,
tp mereka tau km tulus menyayangi Dan mengurus mereka dulu
Oma Gavin
akhirnya resmi bercerai aku masih nunggu aidil terima karna buah perbuatan lucknut nya selingkuh di kamar nya dgn stela, pasti stela sudah jadi nyonya aidil seutuhnya dan jadi ratu tinggal prentah pembantu maupun aidil
Muft Smoker
Ma, tos lami teu lieur ningali kalakuan aranjeunna... Iraha aranjeunna hirup susah pisan nepi ka aranjeunna terang rarasaan stela nona oray... Kuring masih ngarasa kawas kuring nu unggul, Ma...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!