NovelToon NovelToon
Terlambat, Mas! Aku Sudah Mati Rasa

Terlambat, Mas! Aku Sudah Mati Rasa

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:11.2k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Yoselin berharap jika Edward akan mencintainya setelah pernikahan mereka berjalan selama dua tahun, tetapi sore itu Yoselin sadar sesuatu jika sampai kapanpun Edward tidak akan pernah meliriknya sedikitpun.

Sebuah pemandangan menyakitkan tertangkap mata Yoselin, Yoselin melihat Edward dan mantan kekasihnya Angela tengah berciuman diparkiran restoran, sejak saat itu juga hati Yoselin hancur, rasa percaya dirinya runtuh, saat itu juga Yoselin melepaskan Edward. Yoselin menyerah, disaat Yoselin mulai sibuk dengan dunianya, Edward merasa kehilangan, Edward mencoba memperbaiki tetapi dia sudah telat.

Di lain sisi seorang CEO bernama Javier Vernand Romero sangat tertarik dengan Yoselin, dia mengagumi Yoselin dari setiap sisi, Javier bertekad dalam hati jika dia akan memiliki Yoselin seutuhnya, tidak peduli Yoselin sudah menikah atau tidak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu CEO Arogan

Yoselin berdiri di pelataran gedung bertingkat yang menjulang tinggi membelah langit kota. Beberapa menit yang lalu, ia baru saja menghadapi amukan Daniel, CEO PT. Aura Beauty. Meskipun kesalahan fatal pada proyek kerja sama ini sepenuhnya bukan dipicu oleh Yoselin, Daniel tanpa ragu menyalahkannya sebagai Kepala Divisi Pemasaran yang dinilai gagal dan tidak becus. Daniel bahkan memberi ancaman tegas, Yoselin akan dipecat secara tidak hormat jika masalah ini gagal diselesaikan. Bagaimanapun juga, V. Corp adalah konglomerasi raksasa yang sangat berpengaruh dan ditakuti di dunia bisnis.

​Menghela napas panjang, Yoselin membetulkan letak tasnya dan menyemangati dirinya sendiri. "Kamu pasti bisa, Yoselin. Jangan menyerah sekarang."

​Dengan langkah mantap namun anggun, ia memasuki lobi megah berlantai marmer tersebut.

​"Selamat pagi, ada yang bisa saya bantu?" sapa resepsionis kantor dengan nada suara yang sopan dan profesional.

​Yoselin mengumbar senyum ramah andalannya. "Pagi, saya Yoselin dari perusahaan PT. Aura Beauty. Saya ingin bertemu dengan Pak Vernand."

​Resepsionis itu menaikkan sebelah alisnya, menatap Yoselin dengan pandangan menilai. "Apakah sebelumnya Nona sudah membuat janji temu dengan beliau?"

​"Belum," aku Yoselin jujur.

"Tetapi hal ini sangat penting sekali menyangkut proyek bersama. Bisakah mbak membantu saya menghubungi asisten beliau?"

​Wanita di balik meja resepsionis itu menatap Yoselin sejenak, memindainya dari ujung kepala hingga ujung kaki untuk memastikan apakah wanita cantik di hadapannya ini tipe penggoda yang sering mencoba mendekati atasan mereka. Namun, setelah melihat ID card resmi PT. Aura Beauty yang tergantung rapi di leher Yoselin, keraguan itu sirna. Resepsionis itu mengangguk paham lalu segera menekan tombol pada telepon ekstensi.

​"Silakan naik menggunakan lift khusus di sebelah sana, Nona," ucap resepsionis itu sembari tersenyum ramah setelah menutup telepon.

​"Terima kasih banyak atas bantuannya," balas Yoselin penuh syukur, lalu melangkah buru-buru menuju area lift.

​Begitu pintu lift di lantai atas terbuka, kedatangan Yoselin langsung disambut oleh seorang pria bertubuh tinggi, tampan, dan berpenampilan sangat rapi yang mengulas senyum ramah.

​"Mau bertemu dengan Tuan Vernand? Mari ikuti saya," ucap sang asisten tegas namun sopan.

​Keduanya menyusuri koridor panjang yang tenang dan elegan. Pria itu berhenti di depan sebuah pintu ganda berdesain modern. Sebelum membuka pintu, sang asisten menempelkan jarinya pada pemindai fingerprint di dinding, lalu membukakan pintu dan mempersilakan Yoselin masuk.

​Yoselin melangkah pelan memasuki ruangan kantor yang sangat luas. Di ujung ruangan, duduk seorang pria dengan gestur tubuh yang begitu angkuh di balik meja kerjanya. Pria itu menatap Yoselin dengan pandangan tajam bernada permusuhan, seolah memang sudah sengaja menunggu kedatangannya.

​"Apa ini?" suara pria itu bergema berat dan dingin saat Yoselin mendekat.

"Apakah perusahaan kecil itu sedang mencoba meremehkan ku dengan mengirimkan seorang perwakilan seperti ini?!"

​Yoselin tertegun, menghentikan langkahnya. "Maaf, Pak... Saya kurang mengerti dengan maksud Bapak?"

​Pria itu bergeming sejenak sebelum akhirnya berdiri dari kursi kebesarannya. Yoselin tersontak kagum sekaligus terintimidasi. Postur tubuh pria itu hampir mencapai dua meter, membuat Yoselin yang bertubuh mungil terlihat begitu kontras di depannya. Asisten yang mengantarnya tadi saja sudah tergolong sangat tinggi, apakah perusahaan V. Corp ini memang sengaja diisi oleh orang-orang bertubuh jangkung?

​"Apa yang kamu tatap?!" tegurnya tajam saat mendapati Yoselin terpaku. Pria itu menatap Yoselin dari atas ke bawah dengan pandangan menilai yang menelanjangi.

​Yoselin dengan cepat menetralkan ekspresi wajahnya, menunduk sopan. "Maafkan saya, Pak. Saya Yoselin, Kepala Divisi Pemasaran dari perusahaan PT. Aura Beauty. Saya datang ke sini untuk menjelaskan permasalahan yang sedang terjadi pada produk kami."

​"Saya tidak butuh penjelasan dari perusahaan yang tidak kompeten!" cemoohnya tanpa belas kasihan.

"Kalian mencoba menipu kami? Kalian hanyalah perusahaan kecil, sungguh berani sekali memainkan permainan ini dengan V. Corp!"

​Penghinaan itu meluncur begitu mulus, membuat Yoselin merasa gugup. Namun, berkat ketahanan mental yang biasa ia latih, Yoselin mengontrol napasnya dan berusaha tetap terlihat tenang.

​"Silakan keluar dari ruanganku," tambah pria itu sinis.

"Kamu hanya merusak pemandangan saja di sini dengan wajah jelek dan tubuh pendekmu itu!"

​Yoselin terkejut mendengarnya. Ucapannya sungguh kasar dan tidak mencerminkan etika bisnis, tetapi Yoselin menahan rasa tersinggungnya. Ia menurunkan gengsi dan menyatukan kedua tangannya di depan dada.

​"Saya mohon, Pak... Berikan saya waktu sebentar saja untuk menjelaskan dan memperbaiki kesalahan ini," mohon Yoselin dengan nada tulus dan lembut.

​Pria tampan bernama lengkap Javier Vernand Romero itu menatap tajam Yoselin. Tatapan mata abu-abunya yang dingin menusuk tepat ke dalam manik mata Yoselin.

​"Berikan aku alasan yang logis dalam dua menit," tekan Javier dengan suara berat yang mengintimidasi.

"Atau aku akan membawa kasus penipuan ini langsung ke pihak berwajib hari ini juga!"

​Bukannya panik, wajah Yoselin justru berbinar lega. Ia mengulas senyum cerah yang begitu tulus.

"Terima kasih banyak, Pak, karena sudah bersedia memberikan saya kesempatan untuk menjelaskan."

​Sinar wajah Yoselin saat tersenyum cerah membuat Javier tertegun tanpa sadar. Untuk beberapa detik, pria angkuh itu menatap Yoselin cukup dalam, meneliti binar matanya yang lembut meski ada sedikit jejak sembap di sana.

​Tanpa membuang waktu, Yoselin membuka map dokumen yang dibawanya. Dengan gaya bahasa yang lugas, percaya diri, dan sangat terstruktur, ia mulai memaparkan akar permasalahan teknis yang terjadi pada produk mereka. Yoselin tidak mencari alasan atau melimpahkan kesalahan pada pihak lain, ia secara terbuka mengakui kelalaian timnya dan langsung menyajikan solusi konkret berupa perbaikan sistem dan produk secara menyeluruh.

​Javier yang tadinya berniat mengabaikan dan mengusirnya, kini memajukan tubuhnya. Manik mata abu-abunya sepenuhnya tertuju pada Yoselin. Cara wanita itu menyampaikan argumen, nada suaranya yang lembut namun penuh penekanan, senyuman ramah yang tak pernah luntur, serta gerak-gerik tubuhnya yang sopan saat menjelaskan detail perbaikan, berhasil menyita seluruh perhatian Javier.

​"Demikian penjelasan dari saya, Pak Vernand," ucap Yoselin menutup presentasi singkatnya. Ia membungkukkan tubuhnya dalam-dalam.

"Bagaimana, Pak? Apakah Bapak berkenan dengan opsi penanganan yang saya tawarkan? Kami dari pihak PT. Aura Beauty secara penuh mengakui kesalahan ini dan memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi."

​Yoselin mendongak, menatap Javier penuh harap. "Saya mohon, berikan kami kesempatan dan sedikit waktu untuk memperbaikinya, Pak."

​Javier bersedekap dada, menatap Yoselin dengan pandangan datar sebelum menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan rasa skeptis.

​" Tiga hari," ucap Javier tegas.

"Jika dalam waktu tiga hari perbaikan itu tidak selesai sesuai standarku, siap-siap saja perusahaan kecilmu itu hilang dari kota ini."

​Yoselin terperanjat kecil. Tiga hari adalah tenggat waktu yang sangat singkat dan nyaris mustahil untuk pengerjaan revisi skala besar. Namun, Yoselin tahu ini adalah satu-satunya pelampung keselamatan yang tersisa. Ia tidak boleh mengeluh. Yoselin akan mengerahkan seluruh energi dan kemampuannya demi memuaskan klien tangguh di hadapannya ini.

​"Terima kasih banyak atas waktu dan kesempatan emas ini, Pak Vernand," ucap Yoselin penuh percaya diri, menyunggingkan senyuman manis yang memikat.

"Saya berjanji, dalam waktu tiga hari, seluruh perbaikan akan selesai dengan sempurna."

​Mendengar nada percaya diri itu, Javier tersenyum sinis. Pria itu sangat yakin bahwa dalam tiga hari ke depan, wanita mungil di hadapannya ini akan kembali sambil menangis merengek memohon tambahan waktu. Ia sudah sangat hafal dengan pola rekan bisnis seperti ini, ia sengaja memberikan batas waktu ekstrem hanya untuk menguji dan mematahkan kesombongan wanita itu.

​"Sekarang, keluar!" usir Javier dingin.

​Meskipun diusir dengan kasar, Yoselin tetap mempertahankan etika dan senyum ramahnya. Ia mengangguk sopan.

"Baik, Pak. Terima kasih banyak atas waktunya. Saya permisi."

​Yoselin berbalik dan melangkah anggun keluar dari ruangan megah tersebut. Sementara itu, Javier masih berdiri di tempatnya, matanya terus mengawal langkah punggung mungil Yoselin yang perlahan menghilang di balik pintu kaca transparan, meninggalkan kesan aneh yang tak biasa di dalam benak sang CEO.

Bersambung...

1
Mia Camelia
lanjut thor😁
mery harwati
Lha Javier, lelaki sejati tak akan menghalangi kehidupan kekasih hati, yang ada malah rasa ingin melindungi Javiaer 🙈
mery harwati
Pernah lah, namanya juga hidup ada siang ada malam, ada sedih ada bahagia, jalani aja 💪
Ruryn Amanda
lanjut Thor
Ruryn Amanda
tersentil GK tuuuchh egomu vier,,javier
Ruryn Amanda
hadech Niel,,Niel,, memecat yoselin sm aja menggulung tikarkan perusahaan mu,,
Ruryn Amanda
yoselin💪GK usah didengerin radio rombeng,,gunakan tenagamu buat ngedepin Abang Javier aja GK usa ngurusin pelakor GK mutu,,🤭
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut thor
falea sezi
mampus lu daniel
falea sezi
Daniel Daniel oon🤣
Sribundanya Gifran
lanjut
Luna
ingat jika ada orang yg belum selesai dengan masa lalu nya jangan coba coba jadi pahlawan yg ada kamu cuma dianggap sekedar ada,,, apalagi kalo keduanya masih sama sama cinta ,jadi GK usah seperti korban drama,GK perlu nunggu 2 tahun ,5 bulan menikah kalo masih tak Sudi melihat mending pergi,
Luna
kenapa kamu mau yg menjadi pahlawan padahal sudah jelas dari awal,,,kamu berharap bisa dicintai,disini kamu bukan korban kamu sendiri yg cari penyakit, untuk apa mengobati luka orang lain tapi kamu sendiri tak ada yg ngobatin ,,,
Halimatun Saadiah
lanjut
Ruryn Amanda
ayo lanjut Thor,,😄
Ruryn Amanda
🤣🤣🤣dasar laki2 manipulatif,,licik,,penuh akal bulus tp q suka,,,,🤭
Ruryn Amanda
🤣🤣javierrr gue bius yaaaa,,,,
Ruryn Amanda
ayo Javier,,hancurkan si ed itu,,pebinor yg kudukung,,🤭
It's me Ri🥕: No no yaa🤣
total 1 replies
falea sezi
lanjut🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!