NovelToon NovelToon
Transmigrasi Cewek Red Flag: Dari Figuran Jadi Ratu Sekolah

Transmigrasi Cewek Red Flag: Dari Figuran Jadi Ratu Sekolah

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Time Travel / Idola sekolah
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: IRISVEL

SINOPSIS Gara-gara kesetrum kabel charger HP yang ngelupas pas lagi marathon baca novel roman picisan jam 3 pagi, Aira (18 tahun)—cewek slakan, blak-blakan, dan hobi tawuran—terlempar masuk ke dalam dunia novel "Cinta Di Balik Seragam". Aira nggak bertransmigrasi jadi tokoh utama cewek yang polos dan teraniaya, melainkan jadi Aira Shena, tokoh figuran yang nasibnya tragis: mati dikeroyok geng motor di bab 20 karena dijebak sama antagonis utama. Ogah pasrah sama takdir, Aira bertekad acak-acak alur cerita asli. Dia yang tadinya pemalas dan tukang resek, mendadak berubah jadi cewek paling red flag, jago berantem, tapi cerdasnya ngga ngotak. Namun, aksinya malah bikin Langit, male lead dingin dan physco-lite yang harusnya benci setengah mati sama Aira, malah ketagihan ngejar-ngejar dia. Konflik makin rumit saat rahasia kelam keluarga besar mereka, perebutan tahta bisnis raksasa, tuduhan pembunuhan palsu, hingga pengkhianatan sahabat terdekat menghancurkan kehidupan sekolah mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IRISVEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 Jangan sok Asik ketua osis!

BAB 3: "JANGAN SOK ASIK, KETUA OSIS!"

Suasana kelas 11-IPA 2 benar-benar makin mencekam. Udara di ruangan itu terasa membeku. Semua murid mendadak kaku di tempatnya masing-masing, bahkan ada yang sampai menahan napas karena takut kena imbas amukan Langit Biru.

Siapa yang gak kenal Langit? Cowok itu bukan sekadar Ketua OSIS yang dipuja-puja guru karena prestasinya di olimpiade Sains. Di luar lingkungan sekolah, dia adalah raja jalanan—pemimpin geng motor Averus yang terkenal sangat sadis dan gak punya ampun sama musuh-musuhnya. Sekali tatapan mata Langit berubah gelap, biasanya bakal ada orang yang berakhir di rumah sakit.

Namun, di pojok belakang kelas, Aira malah asyik mengunyah permen karetnya dengan santai. Kaki kanannya masih menumpang di atas meja, sementara tangannya sibuk memutar-mutar sebuah pulpen di antara jemarinya. Tatapannya lurus membalas mata Langit tanpa ada setitik pun rasa gentar.

"Aira... lu gila ya?" bisik Bimo, cowok berkacamata tebal yang duduk di sebelah meja Aira, suaranya gemetaran parah. "Minta maaf cepat, Ra! Lu bisa ditendang dari sekolah kalau nyari gara-gara sama Langit!"

Aira cuma melirik Bimo sekilas lewat sudut matanya. "Ngapain minta maaf? Gue gak salah. Lu diam aja di situ, fokus belajar biar kacamata lu gak makin tebal."

Bimo langsung menutup mulutnya rapat-rapat, syok berat dengan perubahan drastis cewek yang biasanya paling penakut di kelas itu.

Sementara itu, Valerie yang masih berdiri di samping Langit sengaja melebarkan matanya yang basah, berusaha memperkeruh suasana.

"Langit, kamu lihat sendiri kan betapa kasarnya Aira sekarang? Dia bahkan berani ngomong sopan santun sama kamu... Aku cuma mau minta tolong baik-baik, tapi dia malah ngamuk kayak gitu..."

Langit tidak menjawab aduan Valerie. Cowok itu menyentuh jemari Valerie yang mencengkeram lengan jas OSIS-nya, lalu melepaskannya perlahan tapi tegas.

"Jangan pegang-pegang. Jas gue kotor," ucap Langit singkat, dingin, tanpa memandang Valerie sedikit pun.

Wajah Valerie langsung pucat pasi. Dia merasa tertampar di depan puluhan pasang mata murid kelas 11-IPA 2. "L-Langit...?"

Tanpa memedulikan Valerie yang membatu, Langit melangkah pelan mendekati meja Aira.

Setiap pijakan langkah sepatu pantofelnya yang beradu dengan lantai keramik menghasilkan bunyi tuk... tuk... tuk... yang menaikkan intensitas ketegangan di dalam ruangan.

Langit berhenti tepat di depan meja Aira. Postur tubuhnya yang tinggi menjulang membuat bayangannya menutup sebagian besar tubuh Aira. Dia menunduk sedikit, menatap Aira dari atas dengan pandangan menusuk.

"Turunin kaki lu dari atas meja," perintah Langit. Suaranya tidak keras, tapi getaran intonasinya membuat siapa pun yang mendengar bakal spontan menurut.

Aira menaikkan sebelah alisnya. Bukannya menurunkan kakinya, dia malah makin menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi, menantang dominasi Langit.

"Kenapa? Meja ini punya bapak lu?" balas Aira tajam. "Perasaan ini fasilitas sekolah. Selama gue gak merusak barang, suka-suka gue mau naro kaki di mana. Lu Ketua OSIS, bukan satpam yang ngurusin tata cara duduk siswa."

"Aira Shena," panggil Langit, menyebut nama lengkap cewek itu untuk pertama kalinya. "Lu tahu siapa yang lagi lu ajak bicara sekarang?"

"Tahu kok," Aira tersenyum miring, senyuman mengejek yang sangat kentara. Dia meniup permen karetnya sampai membentuk balon kecil, lalu—POP!—meletus tepat di depan wajah Langit. "Langit Biru Adhitama. Si cowok pinter, idaman para guru, tapi aslinya kaku kayak kanebo kering. Benar, kan?"

GUBRAK!

Seorang murid di barisan depan sampai tak sengaja menyenggol tempat pensilnya hingga jatuh ke lantai gara-gara terkejut setengah mati.

Luar biasa! Aira Shena bener-bener sudah bosan hidup! Dia baru saja mengatai bos geng Averus sebagai "kanebo kering"!

Dua anggota OSIS yang berdiri di dekat pintu kelas sudah bersiap-siap maju untuk mengamankan Aira. Mereka yakin betul Langit akan meledak dan menyuruh cewek ini diseret ke ruang Bimbingan Konseling atau bahkan dikeluarkan dari sekolah.

Tapi, reaksi Langit justru di luar dugaan semua orang.

Bukannya marah atau melayangkan tinjunya, pupil mata Langit justru membesar sedikit.

Kilatan ketertarikan yang sangat samar muncul di dasar matanya yang biasanya kelam dan hampa. Selama tiga tahun sekolah di SMA Nusantara Mandiri, semua cewek—bahkan semua murid—selalu menunduk patuh, gemetar, atau berusaha cari muka di depannya. Tidak ada satu pun yang berani menatap matanya secara langsung, apalagi menertawakannya seperti ini.

Cewek di depannya ini punya sepasang mata yang sangat berani. Tidak ada rasa takut, tidak ada kepalsuan. Cuma ada jiwa liar yang seolah siap menerkam siapa saja yang berani

mengganggunya.

Langit memajukan tubuhnya, menopang kedua tangannya di atas meja Aira, mengikis jarak di antara wajah mereka hingga tersisa hanya belasan sentimeter.

Sontak, bau parfum maskulin beraroma kayu dan citrus dari tubuh Langit menusuk indra penciuman Aira.

"Lu beda," bisik Langit dengan suara berat yang hanya bisa didengar oleh Aira. "Aira Shena yang gue kenal gak punya keberanian buat natap mata gue lebih dari dua detik."

Aira tidak mundur sedikit pun. Dia malah memajukan dagunya, menantang jarak pendek di antara mereka. "Mungkin Aira yang lama sudah mati," bisik Aira balik dengan nada santai tapi penuh rahasia. "Dan Aira yang sekarang... gak bakal biarin siapa pun nginjak-nginjak dia lagi. Termasuk lu, Kanebo Kering."

Langit tertegun sejenak. Sudut bibirnya yang biasanya terkunci rapat mendadak terangkat sangat tipis—sebuah senyuman yang sangat langka, bahkan hampir tak pernah dilihat oleh teman-teman terdekatnya.

"Menarik," gumam Langit pelan.

Dia menegakkan kembali tubuhnya, menepuk-nepuk lengan jas OSIS-nya seolah baru saja membersihkan debu yang tak terlihat, lalu berbalik membelakangi Aira.

"Pemeriksaan kerapihan selesai. Kita pindah ke kelas sebelah," ujar Langit pada dua anggota OSIS yang berdiri ternganga di pintu.

Valerie yang melihat Langit mau pergi langsung mencoba menyusul. "L-Langit! Tapi Aira gimana? Dia udah ngelanggar aturan sekolah dan bikin keributan!"

Langit menghentikan langkahnya di ambang pintu, tapi tidak menoleh ke arah Valerie.

"Urusan tugas pribadi kalian, selesaikan sendiri. OSIS bukan tempat penampungan aduan rengekan anak manja."

Setelah mengucapkan kalimat pedas itu, Langit berjalan pergi menyusuri koridor, meninggalkan Valerie yang berdiri mematung dengan muka merah padam menahan malu yang amat sangat.

Seisi kelas 11-IPA 2 mendadak riuh rendah begitu figur Langit menghilang di belokan koridor.

"Anjir! Gila lu, Aira! Lu masih hidup?!"

"Gue kira lu bakal langsung dibikin skorsing!"

"Gila, lu liat gak tadi? Si Langit kayaknya kaget banget!"

Valerie memutar badannya, menatap Aira dengan tatapan penuh dendam dan kebencian yang meluap-luap. Muka polos yang biasa dia pakai kini benar-benar runtuh, digantikan ekspresi kejam yang sebenarnya.

"Lu sengaja kan, Ra?!" desis Valerie sambil berjalan mendekati meja Aira. "Lu sengaja mau bikin aku malu di depan Langit?!"

Aira menembakkan pandangan malasnya ke arah Valerie. Dia melipat kedua tangannya di dada. "Malu? Lu yang bikin diri lu sendiri malu, Valerie. Lagian, ngapain sih lu nempel-nempel sama cowok es gitu? Nggak mempan manipulasi murahan lu ke dia."

"Lu... lu bakal nyesel udah ngerusak rencana aku hari ini!" ancam Valerie dengan suara bergetar menahan amarah. "Aku bakal bikin lu dikeluarkan dari sekolah ini, Aira! Liat aja nanti!"

Aira justru tertawa terbahak-bahak mendengar ancaman itu. Suara tawa yang terdengar sangat meremehkan.

"Silakan coba, Valerie," ucap Aira sambil menopang dagunya dengan sebelah tangan, menatap sang antagonis utama dengan pandangan mengejek. "Bikin gebrakan yang lebih menantang. Soalnya permainan lu yang sekarang... kelewat membosankan buat gue."

Valerie menghentakkan kakinya keras-keras lalu keluar dari kelas dengan emosi memuncak, sementara Aira hanya bersandar santai di kursinya.

Satu masalah beres, batin Aira sambil tersenyum puas. Sekarang tinggal nyiapin strategi buat ngehadapi geng motor dan jebakan-jebakan busuk selanjutnya. Alur cerita novel ini... resmi gue pegang kendalinya.

see you next bab 4

1
PengGeng EN SifHa
kenapa si shamena shena nanana di juluki CEWEK TRANSMIGRAN thoor ?

dr deoaj baca agak bingung..
bukannya yang tau dia trans hanya si lajgit..kenzo & 1 nya lupan tadi namanya ?
PengGeng EN SifHa
alur cerita yg sulit dijabarkan,akan tetapi sangat seru dimana jiwa muda yg penuh tantangan...dimana dunia nyata saja sudah seru & ini dunia fana + seru lagi dengan logika yg begitu badas.
PengGeng EN SifHa
gedebak gedebig dar der dor kembang api to raa ??🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!