NovelToon NovelToon
The Yakuza’S Cold Princess

The Yakuza’S Cold Princess

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia
Popularitas:288
Nilai: 5
Nama Author: KimiHaruka

Empat kehidupan, satu takdir terlarang. Di balik aura Antartika sang putri tersembunyi, ada pengawal Yakuza yang rela menantang maut demi melindunginya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KimiHaruka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mas Sadboy...

Sinar matahari pagi musim gugur memancar hangat, menerobos celah-celah tirai kayu di kediaman utama klan Uchiha. Suara angin sejuk yang menggeser dedaunan di taman luar menyatu dengan gemercik air kolam koi, menciptakan suasana pagi yang amat sangat tenang.

​Hari ini adalah hari libur, dan seperti biasa, Yoona memanfaatkan waktu ini untuk menuntaskan dendam tidurnya.

​Jam dinding kayu di koridor utama sudah menunjuk ke angka sembilan pagi. Di dalam kamar tidurnya yang luas dan beraroma wangi bunga melati, Yoona masih meringkuk nyaman di balik selimut sutra tebal.

​SZZZT.

​Pintu kamar geser terkuak tanpa suara. Hatake Kakashi melangkah masuk.

​Pagi ini, penampilan Kakashi benar-benar memanjakan mata. Pria berusia 30 tahun itu tampil dalam balutan gaya kasual yang santai: kemeja kain krep warna abu-abu gelap dengan tiga kancing atas yang dibiarkan terbuka, dipadu dengan celana kain hitam santai. Kemeja itu cukup longgar untuk menyembunyikan tatanan tato Yakuza di dadanya, namun tetap memperlihatkan garis leher tegas dan tatanan katakana "ユナ" yang mengintip tipis di lehernya.

​Dan yang paling penting: Kakashi tidak mengenakan maskernya. Wajah tampannya yang tegas, rahang simetrisnya, serta bekas luka tipis di mata kirinya terpampang nyata tanpa celah.

​Kakashi melangkah mendekati tempat tidur, melipat tangannya di dada sambil menatap Yoona yang masih tertidur miring.

​"Nuna... bangun," panggil Kakashi dengan suara beratnya yang begitu halus dan hangat.

​Yoona hanya mengeluh pelan, menarik selimutnya sampai menutupi hidung. "Eunngg... lima menit lagi, Kakashi..."

​Kakashi terkekeh rendah. Dia membungkukkan tubuhnya, duduk di tepi tempat tidur, lalu menjangkau kepala Yoona. Jemari besarnya menyusup lembut di antara rambut hitam acak-acakan gadis itu, memberikan usapan-usapan manis yang perlahan membangunkan kesadaran Yoona.

​"Sudah jam sembilan pagi, Nuna. Sarapanmu nanti dingin," bisik Kakashi lembut di depan wajah Yoona.

​Mendengar kata 'sarapan', mata jernih Yoona akhirnya terbuka perlahan. Begitu penglihatannya menangkap wajah tampan Kakashi tanpa masker dari jarak yang sangat dekat, sudut bibir Yoona otomatis menyunggingkan senyum manis.

​"Bantu aku bangun..." panggil Yoona manja, mengulurkan kedua tangannya yang salah satu jarinya masih tertempel plaster.

​Tanpa banyak bicara, Kakashi tersenyum hangat, menyusupkan tangannya ke balik punggung Yoona lalu mengangkat tubuh ramping gadis itu hingga berdiri dengan mudah.

​Yoona berganti pakaian menggunakan gaya chic-effortless favoritnya.

​Yoona mengenakan Jersey Logo Dress warna hitam pekat dari Calvin Klein—sebuah gaun terusan santai berbahan kaos yang membungkus rapi tubuh rampingnya hingga batas paha, dihiasi lis garis pita berlogo CK putih di bagian samping tubuhnya. Rambut hitamnya dibiarkan terurai bebas, dan wajah cantiknya tampak segar alami usai mencuci muka.

REFERENSI OUTFIT by JENNIE BLACKPINK

​Sementara itu di kamar sebelah, Sasuke si kadal gurun masih molor dengan indahnya. Kamarnya terkunci rapat dengan tirai tertutup penuh, dan suara dengkur halus si model tampan itu sama sekali tidak terganggu oleh bisingnya dunia luar usai maraton gaming sampai fajar.

​Yoona melangkah mengikuti Kakashi menuju teras samping yang menghadap langsung ke taman dalam.

​Di atas meja kayu teras, sebuah sajian Sarapan Estetik hasil karya tangan Kakashi sudah tertata rapi di atas nampan kayu:

​Mangkuk porselen berisi telur mata sapi setengah matang dengan kuning telur menyala, berdampingan dengan irisan zucchini panggang gurih, lembaran ham daging lembut, serta potongan paprika merah dan kuning yang segar.

​Mangkuk persegi berisi granola bowl renyah berisikan biji chia (chia seeds), kacang almond, dan taburan topping sehat.

​Piring kayu kecil berisi dua potong besar buah melon hijau yang manis dan berair.

​Mangkuk saus pendamping serta cangkir porselen berisi teh hijau hangat yang membumbung tipis.

REFERENSI MAKANAN cr. Pinterest

​Kakashi duduk tepat di sebelah Yoona. Pria matang itu mengambil garpu, lalu menatap telunjuk Yoona yang terbalut plaster transparan.

​"Sini, aku suapi. Tanganmu kan masih sakit," ujar Kakashi santai. Gaya bicaranya kini bener-bener lepas, cair, dan tanpa formalitas kaku seperti saat bertugas.

​Yoona tidak menolak sedikit pun. Gadis itu membuka mulutnya manja, menerima suapan telur mata sapi dan zucchini panggang dari Kakashi.

​Sambil mengunyah nikmat, Yoona mulai membuka obrolan randomnya. "Kakashi, kamu tahu gak? Kemarin Lisa main ke sini tau mukanya bengek banget."

​Kakashi menaikkan sebelah alisnya sambil mengoleskan sedikit saus ke potongan ham Yoona. "Kenapa dengan Nona Lisa?"

​Yoona tertawa renyah. "Dia mental breakdown gara-gara Yamato! Porsche GT3 RS kesayangannya sampai lecet tergores pilar parkiran gara-gara pikirannya melayang ke Yamato sepanjang jalan pulang! Dia sampai gak bisa tidur semalaman!"

​Kakashi yang sedang memegang cangkir teh hijau seketika terkekeh pelan—sebuah tawa serak yang amat sangat tampan. "Hanya gara-gara Yamato? Nona Lisa rupanya jauh lebih dramatis dari dugaan saya."

​"Iya! Dia bilang jantungnya degugdegug kagak berhenti pas Yamato ganti mi instan di trolinya pakai sup miso," oceh Yoona heboh, menerima suapan buah melon hijau dari Kakashi. "Padahal Yamato-nya cuma senyum lempeng begitu. Lisa tuh biasanya jual mahal banget sama cowok, tapi begitu ketemu Yamato langsung runtuh pertahanannya!"

​Kakashi menggeleng-gelengkan kepala, tersenyum tipis menatap Yoona. "Terkadang... pria yang terlihat paling tenang justru yang paling berbahaya buat meluluhkan cewek, Nuna. Sama seperti kamu yang runtuh pada saya, kan?"

​Pipi Yoona seketika merona merah hangat mendengar gurauan percaya diri dari Kakashi. Yoona mencubit pelan paha Kakashi. "Ih! Dih, percaya diri banget!"

​Kakashi hanya tertawa renyah, merapatkan duduknya dan mendaratkan kecupan hangat di pipi Yoona yang merona.

​Usai menyelesaikan sarapan manisnya, Yoona kembali ke kamarnya untuk menikmati waktu me-time.

​Yoona duduk santai di kursi gaming mewahnya, menatap jajaran koleksi action figure edisi terbatasnya yang tertata rapi di dalam lemari kaca. Tangan lentiknya menyalakan monitor PC-nya, menonton siaran live streaming gaming favoritnya sambil sesekali mengomentari obrolan di layar.

​Sementara itu, Kakashi kembali ke mode pimpinan keamanan Yakuza.

​Sebelum melangkah turun ke markas komando bawah tanah yang terletak di bawah komplek kediaman utama, Kakashi memasang kembali masker hitamnya. Aura santai dan penuh kehangatan yang tadi ia tampilkan di depan Yoona seketika sirna, berganti menjadi sosok The Guardian yang dingin, dominan, dan berwibawa.

​Di dalam ruang strategi markas yang berdinding beton kedap suara, Yamato sedang berdiri di depan layar monitor taktis.

​Pria bertato berusia 29 tahun itu mengenakan kaos oblong hitam tipis dan celana kargo. Wajah lempengnya tampak fokus memeriksa laporan pembersihan bekas pertumpahan darah di Pelabuhan Tokyo dari peristiwa semalam.

​STAP. STAP.

​Langkah kaki Kakashi bergema di ruangan sunyi itu.

​Yamato menoleh, lalu menundukkan kepalanya memberi hormat sopan. "Kakashi-san. Laporan pembersihan di dermaga sektor tiga sudah rampung. Semua bukti siber dan fisik telah dimusnahkan."

​Kakashi melangkah mendekati meja kerja, menyandarkan pinggulnya di tepi meja sambil melipat tangan di dada. Mata kelam Kakashi di balik masker menatap Yamato dengan pendaran jenaka yang amat sangat langka.

​"Kerja bagus, Yamato," ujar Kakashi tenang.

​Yamato menaikkan alisnya tipis, merasa ada yang aneh dengan nada suara atasaan nya. "Ada hal lain yang perlu diselesaikan?"

​Kakashi terkekeh pendek di balik maskernya. "Tidak ada. Saya cuma mau bertanya... bagaimana rasanya membuat mobil Porsche 911 GT3 RS milik Nona Lisa lecet di parkiran?"

​DEG.

​Gerakan tangan Yamato yang sedang memegang tablet data seketika terhenti seketika.

​Wajah lempengnya yang biasanya bagaikan benteng batu tanpa ekspresi mendadak membeku. Dua detik kemudian, rona merah tipis perlahan merambat menyelimuti kedua daun telinganya!

​"M-Maksud Kakashi-san... apa ya?" gumam Yamato canggung, berusaha keras mempertahankan nada suara beratnya yang lempeng.

​Kakashi memiringkan kepalanya sedikit, menikmati kepanikan tersembunyi dari eksekutor kepercayaannya itu. "Nuna tadi cerita ke saya. Katanya, Nona Lisa sampai tidak bisa tidur semalaman dan pikirannya berantakan sepanjang jalan pulang... hanya gara-gara memikirkan mas-mas lempeng bertato yang mengganti mi instannya dengan sup miso di supermarket."

​"Kakashi-san..." potong Yamato cepat, menyapu leher belakangnya yang tidak gatal. Pria tinggi tegap itu refleks membuang muka ke arah layar monitor, dadanya berdebar agak tidak beraturan gara-gara digodain habis-habisan oleh Kakashi.

​"Kamu membuat putri tunggal keluarga Tachibana dari Hokkaido itu deg-deg-an setengah mati, Yamato," lanjut Kakashi dengan nada bercanda yang sangat halus. "Ternyata aksi 'Pembersih' Yakuza kamu tidak cuma berlaku untuk meratakan musuh, tapi juga meratakan pertahanan cewek."

​Yamato menghembuskan napas panjang, menyunggingkan senyum tipis yang amat sangat canggung dan salting. "Saya cuma tidak ingin melihat Nona Lisa makan makanan yang tidak sehat, Kakashi-san..... Tidak ada maksud lain."

​"Benarkah? Hanya itu?" goda Kakashi lagi dengan alis terangkat.

​Yamato kicep total, tidak sanggup membalas godaan Kakashi lagi dan memilih pura-pura sibuk mengetik di layar tabletnya.

​Namun, di balik rona merah di telinganya dan senyuman canggungnya saat digoda Kakashi, ada sebuah rahasia besar yang tersimpan rapat di dalam dada Yamato.

​Sebuah rahasia yang tidak pernah diungkapkannya pada siapa pun—bahkan pada Kakashi atau Yoona sekalipun.

​Yamato menatap pantulan dirinya di layar monitor yang redup. Ingatannya perlahan melayang mundur... melompati lorong waktu menuju empat tahun yang lalu.

​Saat itu, Lisa masih seorang siswi SMA yang baru beberapa bulan pindah ke Tokyo.

​Malam itu, Yamato sedang dalam tugas pengintaian rahasia di sebuah gang sepi di kawasan Shibuya. Di sana, Yamato tanpa sengaja melihat seorang gadis SMA berambut poni—Lisa—dikepung oleh empat orang geng siswi nakal (cabe-cabean jalanan) yang berniat memajak dan membully-nya.

​Yamato yang saat itu berada di atas atap bangunan sudah bersiap untuk turun tangan mematahkan leher para pengganggu itu.

​Namun, sebelum Yamato sempat melompat turun, sebuah pemandangan mengerikan sekaligus menakjubkan terjadi di depan matanya.

​Lisa—yang saat itu mengenakan seragam sekolah mahal—sama sekali tidak menangis atau memohon ampun. Dengan tatapan mata yang luar biasa garang dan savage, Lisa langsung menarik kerah baju pemimpin geng tersebut, lalu...

​BAM!

​Sebuah pukulan mentah dan keras dari kepalan tangan kecil Lisa mendarat telak tepat di tulang rahang siswi nakal itu hingga tersungkur di atas aspal!

​Yamato yang menyaksikan adegan itu dari atas atap sampai speechless total! Pria Yakuza berdarah dingin itu terpaku menatap seorang putri kaya raya yang bertarung bagaikan petarung jalanan tanpa rasa takut sedikit pun. Sejak detik itulah, wujud dan keberanian gadis berambut poni itu terukir abadi di dalam memori ter dalam Yamato.

​Beberapa tahun kemudian, saat Yamato ditugaskan menjadi tim pengawal dan pembersih di kediaman utama Uchiha, betapa kagetnya Yamato saat melihat Lisa melangkah masuk ke rumah utama sebagai sahabat karib Yoona.

​Sejak saat itu, Yamato memilih untuk mengagumi Lisa secara diam-diam dalam keheningan.

​Yamato sadar betul siapa dirinya. Dia hanyalah seorang "Pembersih" Yakuza berdarah dingin yang tangannya bersimbah darah dan bekerja di balik bayangan kegelapan. Sementara Lisa adalah seorang putri terpandang, kaya raya, dan bersinar terang di bawah kilau dunia high-fashion.

​Ada rasa nyeri dan sakit tipis yang selalu menyengat dada Yamato setiap kali menyadari tembok jurang status di antara mereka. Itulah alasan kenapa Yamato selalu bersikap lempeng, dingin, dan pura-pura tidak kenal—demi menjaga agar dunia gelapnya tidak pernah mencemari kehidupan indah sang putri yang diam-diam dicintainya dari kejauhan.

...----------------...

FYI : Cerita ini mengandung sedikit unsur kekerasan, adegan dewasa dan Age Gap (Cinta beda usia), bagi yang tidak suka boleh skip aja.

Cerita ini hanya fiksi belaka, tidak ada hubungan dengan tokoh atau organisasi manapun. Mohon bijak dalam membaca dan berikan komentar, saran, atau kritik yang sopan dan membangun. Arigatou Gozaimasu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!