NovelToon NovelToon
Rumah Tanpa Cahaya (Pelukis Buta Itu Ibu Tiriku)

Rumah Tanpa Cahaya (Pelukis Buta Itu Ibu Tiriku)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Ibu Tiri / Orang Disabilitas
Popularitas:26.6k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

"Kamu akan Ayah jodohkan dengan Bian menggantikan Salsa. Daripada kamu di rumah cuma coret-coret kertas nggak jelas, mending ngurusin anaknya tukang kebun itu." ucap Ayah dari seorang gadis yang tengah melukis di sebuah art paper.

"Baik," jawab gadis bernama Aluna Savira Velove itu tanpa perlawanan.

Aluna harus menikah dengan kekasih dari anak tiri Ayah kandungnya. Status calon suami Salsa yang hanya bekerja di kebun buah dan sayuran terbesar di desa itu, membuat perempuan itu menolak saat diajak menikah. Apalagi laki-laki itu juga seorang duda dengan dua anak yang sangat nakal.

Bisa kah Aluna menaklukkan dua anak dari sang duda? Mampu kah dia menjalani pernikahan tanpa cinta dengan sang duda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Resmi

"Ayah, kamu minta uang sama si Bian itu. Kan biasanya kalau anak perempuannya menikah, dari pihak laki-laki ada kasih uang." ucap Mama Maya mencoba untuk mempengaruhi Ayah Riko.

"Kan kemarin kita udah diberi sayur dan buah satu mobil pick up, Ma. Itu kita jual, lumayan lho. Jutaan hasilnya," ucap Ayah Riko yang sama sekali tak berpikiran seperti itu.

"Ya nggak bisa gitu dong, Pa. Itu kan namanya oleh-oleh. Mama yang cantik begini masa suruh jualin sayuran dan buah begitu di jalanan. Mending itu bagikan ke tetangga saja. Nanti image kita jadi baik ke warga sekitar karena suka berbagi" ucap Mama Maya membujuk Ayah Riko.

Hari ini Ayah Riko akan pergi ke KUA untuk memberikan beberapa berkas dokumen milik Aluna. Papa Kio yang meminta Ayah Riko untuk memberikan dokumen pelengkap agar Aluna dan Bian resmi menikah secara negara. Bahkan Papa Kio mengancam akan memberitahu semua orang tentang Aluna. Ayah Riko yang menyembunyikan anaknya itu pun memilih menyetujui keinginan Papa Kio. Walaupun dia setengah hati melakukan ini karena malas.

Mama Maya ingin suaminya itu meminta uang seperti tukonan pernikahan kepada keluarga Bian. Pihak perempuan yang dipinang diberikan uang sebagai jasa merawat. Namun Ayah Riko merasa ragu untuk meminta hal itu. Apalagi sebelumnya sudah dibawakan oleh-oleh kemudian dia yang meminta pengantinnya diganti. Ayah Riko khawatir kalau Papa Kio malah menyebarkan berita yang tidak-tidak tentang Aluna pada warga sekitar rumahnya.

"Ma, ini yang salah itu kita lho. Seharusnya Salsa yang menikah dengan Bian, malah kita menggantinya sama Aluna." ucap Ayah Riko menjelaskan.

"Tetap saja, Pa. Budayanya kan begitu," ucap Mama Maya kekeh dengan keinginannya.

"Enggak ah, Ma. Dari pada nanti berita lamaran Salsa dan Bian gagal kemudian diganti menikah dengan Aluna jadi menyebar, mending diam dulu. Kalau memang Mama butuh duit, bisa ambil omset penjualan dari restorant Ibu kandungnya Aluna." ucap Ayah Riko menolak usulan istrinya.

"Oh iya... Kan ada restorant itu. Berarti itu sayuran dan buah, kita langsung jual di restorant aja. Lumayan nggak perlu beli sayuran lagi. Tambah banyak untung kita," ucap Mama Maya dengan antusiasnya.

"Nggak semua, Ma. Restorant itu kan seringnya cuma pakai kol, kangkung, wortel, terong, dan tomat. Lainnya mah enggak. Jadi Mama harus bisa jual itu sayuran dan buah yang tidak terpakai ke tempat lain," ucap Ayah Riko memberikan peringatan.

"Tapi ingat ya, Ma. Pergerakannya yang mulus. Jangan sampai itu pengacaranya mantan istriku dan Aluna tahu kalau kita sering ambil duit di sana," lanjutnya.

Mama Maya mengacungkan dua jempolnya ke arah Ayah Riko. Sebuah restorant dan galery lukis, dua tempat yang ditinggakan oleh almarhumah Ibu kandung Aluna. Namun kedua tempat itu masih diawasi oleh pengacara Ibu kandung Aluna yang bernama Mama Yulia. Walaupun sudah diawasi, Mama Maya dan Ayah Riko masih bisa mengambil omset penjualan, selaku pemegang kuasa.

Aluna sama sekali tak mengetahui tentang peninggalan dari Mama Yulia. Pasalnya setiap kali pengacara datang ingin bertemu Aluna, Ayah Riko selalu menghalangi atau membuat alasan. Bahkan Ayah Riko sampai berbohong pada pengacara bahwa Aluna menyerahkan pengelolaan padanya. Beberapa kali juga Ayah Riko memalsukan tandatangan Aluna untuk membuat surat kuasa.

"Aman. Mama bisa atur itu semua," ucap Mama Maya dengan antusiasnya.

"Tapi kalau bisa, coba lah nego sama Aluna. Suruh dia minta uang ganti kita selama ini merawatnya. Kan dia juga makan dari kita," ucap Mama Maya yang masih ingin dapat uang lebih lagi.

Deg...

"Bahkan untuk makan Aluna saja aku tidak tahu dia selama ini makanannya apa saja," gumam Ayah Riko yang selama ini acuh pada Aluna. Bahkan untuk makanan, dia selalu mengatakan terserah pada ART di rumahnya.

"Kenapa Mama sekarang jadi serakah sekali?" lanjutnya sambil mencuri pandang ke arah Mama Maya yang sedang senyum-senyum sendiri. Seakan tengah membayangkan kalau dia akan punya uang lebih banyak.

"Sebaiknya jangan berharap lebih pada mereka. Nanti kalau Aluna buka suara tentang tempat tinggalnya, kita bisa dalam bahaya." ucapnya memberitahu pada Mama Maya.

"Aku pergi dulu," lanjutnya.

Papa tuh dikasih tahu ngeyel. Emangnya dia nggak mau duit banyak?

***

Ayah Riko sampai di KUA dengan membawa beberapa dokumen penting. Di sana sudah ada Aluna, Elova, Bian, Papa Kio, Ustadz yang menikahkan keduanya, dan saksi pernikahan. Elova sendiri duduk di pangkuan Aluna sambil makan cokelat. Elova menatap Ayah Riko yang baru datang dari atas ke bawah.

"Ayahmu udah datang," bisik Bian pada Aluna.

"Tante, olang ini jahat." ceplos Elova tiba-tiba membuat Aluna langsung menutup mulut bocah cilik itu. Ayah Riko yang mendengarnya langsung menatap tajam pada Elova.

"Jangan sembarangan bicara kamu ya, anak kecil. Kamu pasti anaknya Bian kan?"

"Ajari tuh sopan santun sama orangtua. Termasuk kamu, Aluna. Ajari tuh mulutnya biar nggak sembarangan bicara. Apalagi di depan orang banyak," ucap Ayah Riko tersinggung dengan ucapan Elova.

"Dia hanya anak kecil, Yah. Jangan tersinggung begitu kalau memang Ayah tidak merasa. Kalau Ayah tersinggung, berarti..."

"Belalti dia memang jahat benelan," tambah Elova setelah berhasil menepis tangan Aluna dari mulutnya.

Wajah Ayah Riko langsung memerah karena emosi. Namun dia tak mungkin marah pada Elova di depan orang banyak. Apalagi Papa Kio dan Bian sudah menatapnya sangat tajam. Seakan tatapan itu bermakna "menyentuh Elova seujung kuku saja, mati kau". Walaupun Ayah Riko berada di atas mereka secara pekerjaan, tapi entah mengapa aura yang muncul dari Papa Kio dan Bian sangat berbeda. Seakan besan dan menantunya itu bukan orang sembarangan. Ayah Riko pun memilih mendekati Ustadz dan saksi pernikahan kemarin daripada disindir terus.

"Biar aku dan Papa yang urus ke dalam. Kalian di sini aja. Nanti aku panggil kalau butuh kamu untuk tandatangan dan lainnya," ucap Bian pada Aluna dan Elova.

"Iya, Mas." ucap Aluna sambil tersenyum. Bian dan lainnya pun segera masuk ke dalam KUA untuk mengurus semuanya.

"Tante ingat omongan Lopa ya, aula olang tadi tuh menyelamkan. Kaya belasa ketemu kutilnanak," ucap Elova dengan raut wajah seriusnya. Aluna sampai menahan tawanya mendengar apa yang diucapkan oleh Elova.

"Kuntilanak, lobak. Bukan kutilnanak," ucap Aluna memperbaiki ucapan Elova.

"Sama saja. Pokoknya ndak usah dekat sama dia. Olangnya ndak benal. Pasti bikin susah olang," ucap Elova lagi dan Aluna menganggukkan kepalanya.

Baik lah, Tante nggak dekat-dekat sama dia. Tante dekatnya sama Princesss lobak aja,

Blush...

Hueeee... Malu dikata plinces,

Hahaha...

Sudah lama aku tidak melihat Aluna tertawa lepas seperti ini,

1
Sani Srimulyani
jangan2 itu salsa lagi .....
Sani Srimulyani
inget ya kata lova: perempuan itu selalu benar dan laki2 itu selalu salah....🤭
Novita Sari
lova top pokoknya
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣
Nisa Via
giliran sendiri nya dikasih tau fakta...malah bilang nya SABAL GITU AJA NGEGAS HAHHAHAHAH LOBAK EMNG PANDAI DEBAT 😂😂
E F
😄😄😄😄🙏😍💪
Ita Xiaomi
Reyhan dan Lova tetap sayang Ibu Aluna ya.
E F
lg gpp bgtt thor🤭😄💪😍
Sani Srimulyani
udah mending pindah sekola aja. biar tau rasa tuh si Dayat.
Sani Srimulyani
kamu emang ga cocok temenan sama mereka Reyhan. bener kata loba mereka itu bisa bawa pengaruh buruk buat kamu.
Novita Sari
Alhamdulillah lova n rayhan udah membela aluna..
Novita Sari
ayo lova mana suaranya jawab pak dayat biar kena mental anak kecil......😄😄😄
Sani Srimulyani
sombong banget nih orang, ga pantes dia dijadiin guru. bukannya ngasih motivasi ke anak malah jatuhin mental anak 😡
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
ya ampun, kok ada ya guru ngomongnya begitu, emang setiap siswa harus bisa semua pelajaran?!

coba klau anaknya Pak Dayat digituin, emang mau nerima? yang ada Pak Dayat juga bakalan emosi sama seperti Bian.


klau ngomong tuh disaring dulu Pak, jangan asal ceplos aja, emang semua orang bisa nerima apa yang bapak ucapkan?! /Panic//Drowsy/
Sani Srimulyani
tenang aja bentar lagi juga Aluna bisa lihat lagi.
Novita Sari
feeling lova top gak bisa ragukan
..
Ita Xiaomi
Meriah klo ada Lova😁
Ita Xiaomi
Banyak triknya nih batita🤣🤣🤣
Sani Srimulyani
gelut mulu nih lopa sama papanya....🤭
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣dikira naga apa.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!