NovelToon NovelToon
SAAT BAHAGIA BERSAMAMU

SAAT BAHAGIA BERSAMAMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Nikahmuda
Popularitas:981
Nilai: 5
Nama Author: Kholifah NH2

Marsya Arcelia Dealova, gadis cantik mahasiswi tingkat akhir yang dijodohkan dengan laki-laki pilihan dua keluarga.
Yang mana, calon suaminya itu adalah sahabat dari pacarnya.

Bagaimana Marsya akan menjani pernikahan itu? Mampukah dia berdiri diantara dua laki-laki, suami dan pacarnya?

Selamat datang di cerita ketiga ku, doain ya semoga cerita ini nggak gantung seperti yang udah udah😄
Dukung aku yaa

Selamat membaca~~~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kholifah NH2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Erik Murka

"Sya, mending lo kabur, Erik biar gue yang urus" Leo memberi saran

Melihat tanda kemerahan itu cukup membuat Erik curiga. Erik tidak bodoh, dia juga pernah meninggalkan tanda itu saat mencium Marsya. Tetapi entah mengapa Marsya terus mengelak dan tidak mau mengakuinya, Marsya bersikeras dengan alasannya sendiri bahwa itu adalah bekas gigitan serangga yang membuat kulitnya terasa gatal dan panas hingga menimbulkan kemerahan.

Erik yang merasa tidak tahan lagi, ingin membuktikan sendiri kecurigaannya dengan menunggu kehadiran Kyle disana. Mengapa Kyle? Karena Erik mencurigai Marsya menjalin hubungan dengan Kyle dibelakangnya. Didukung dengan foto-foto yang Erik miliki, membuatnya semakin yakin kalau Kyle yang sudah mencium Marsya.

Sekarang Marsya ketakutan, bagaimana jika nanti Kyle mengatakan yang sebenarnya? Sungguh, Marsya tidak bisa menghadapi apa yang akan terjadi, Marsya tidak mau lagi masuk kedalam keributan diantara mereka. Saran Leo untuk pergi meninggalkan kampus menjadi pertimbangan. Haruskah Marsya pergi dan menghindari masalah itu? Ya, sepertinya itu keputusan terbaik, sebab ikut dalam keributan dikampus hanya akan membuatnya menjadi tontonan dan bahan gosip orang-orang yang ada disana. Akan dia hadapi Erik nanti ditempat yang tepat, bukan dikampus.

Melihat Erik masih sibuk membeli minuman dingin, membuat Marsya lari terbirit-birit meninggalkan kantin. Waktu dan kesempatan yang tepat untuk melarikan diri, dia serahkan urusan Erik kepada Leo. Setidaknya, diwaktu ini dia bisa mikirkan jawaban atau keputusan yang akan dia berikan pada Erik nanti.

Marsya masih berlari meninggalkan koridor kampus, dia harus segera mencari taksi dan buru-buru pergi sebelum Erik sadar dan menyusulnya. Namun saat hendak berbelok, dia menabrak Kyle yang baru keluar dari ruang dosen, sial sekali, batin Marsya. Kyle bingung melihat Marsya berlarian, dia pun menahan Marsya, memeriksa apakah istrinya ini kesakitan atau tidak sebab hantaman tadi terasa cukup keras. Tetapi apa yang dilakukan Marsya, dia mendorong Kyle, tatapan tajam tertuju untuk lelaki jangkung yang sudah membawanya kedalam masalah.

"Ini gara-gara kamu!" Ucap Marsya lantang, dia pun pergi dan kembali berlari meninggalkan koridor

"Gara-gara gue? Ada apa?"

Kyle menghela nafas panjang, dari pada memikirkan hal apa yang membuat Marsya menyalahkan dirinya, Kyle lebih mengkhawatirkan Marsya, dia hanya tidak mau Marsya sampai terjatuh atau menabrak seseorang lagi dengan berlari-lari seperti itu. Ingin pergi menyusul, namun panggilan masuk dari Erik membuatnya mau tidak mau menghampirinya di kantin. Sejujurnya Kyle sendiri tidak tahu ada hal penting apa yang ingin Erik bicarakan. Bukan kah semalam dia sudah jelas mengatakannya?

Keadaan kantin siang itu tidak terlalu ramai, hanya ada beberapa gerombolan mahasiswa dan dua pasangan yang sedang makan siang bersama. Namun tetap saja Leo harus membuat suasana kantin tetap kondusif, dia harus waspada dan bersiap untuk mencegah bila terjadi keributan diantara kedua sahabatnya ini. Leo dudukkan Kyle tepat dihadapan Erik.

"Marsya kabur diam-diam dan gue nggak sempat ngejar dia"

"Jadi lo yang harus jelasin ke gue!" Ucap Erik sambil menggebrak meja, membuat beberapa pasang mata menoleh kearah meja mereka.

"Rik, santai" Ucap Leo mengingatkan, lirikannya berpindah kearah Kyle yang belum menjawab pertanyaan Erik

"Oh, karena ini?" Kyle sedikit paham mengapa Marsya lari-lari seperti tadi, dia sedang menghindari Erik.

"Gue lihat bekas ciuman di leher Marsya. Itu lo kan? Lo yang cium Marsya?"

Kyle mengernyit, ternyata ini masalahnya, pantas saja Marsya terlihat marah dan menyalahkan dirinya. Ternyata ulahnya tadi pagi bisa berdampak seserius ini. Haruskah dia menjawab kecurigaan Erik? Ah, tidak seru jika mengatakannya begitu saja, Kyle ingin membuat Erik kesal dan emosi lebih dulu dengan mengatakan hal-hal yang akan membuatnya terkejut.

"Ya, mungkin digigit serangga?"

"Gue nggak bodoh, Kyle, itu jelas bekas ciuman. Hubungan lo sama Marsya udah sejauh itu ya?"

"Heh, sebaiknya lo nggak perlu tau sejauh apa gue sama Marsya, lo bisa serangan jantung nanti"

"Kyle! Marsya itu cewek gue, lo nggak berhak cium dia kayak gitu! Lo kurang ajar namanya!"

"Oh?" Kyle tersenyum sinis dan bangun dari duduknya, dia pun membungkuk kearah Erik dan berbisik ditelinganya, "Cuma sekedar ciuman lo permasalahin, gimana jadinya kalau Marsya ketahuan tidur sama gue?"

"Brengsek!" Erik berteriak, dia mendorong Kyle dengan kencang dan mencengkram kerah jaket yang dipakainya. Kyle tetap tersenyum, dia senang membuat Erik kesal. Namun lain hal dengan Leo, dia mulai panik, dia ingin melerai mereka berdua namun Kyle memberi kode untuk menjauh, Kyle bisa menghadapi Erik seorang diri, sangat mudah.

"Buang jauh-jauh pikiran kotor lo itu! Karena lo nggak berhak atas Marsya! Ngerti lo!"

"Ck, siapa yang berhak, bisa dilihat nanti"

"Maksud lo apa, ha!"

"Tunggu kabar Marsya hamil anak gue, baru lo tau siapa yang berhak"

"KYLE!" Emosi Erik yang terpendam akhirnya meledak, dia layangkan satu pukulan kencang tepat disudut bibir Kyle. Kyle tertawa kecil sambil menyeka sudut bibirnya yang terluka dengan lidahnya. Lumayan sakit rasanya, sudah lama dia tidak menerima pukulan ini dari Erik. Terakhir pukulan ini didapat saat keduanya berkelahi sewaktu dibangku SMA.

"Rik! Tahan emosi lo. Ini kampus, lo bisa kena masalah"

"Persetan kena masalah! Sini lo, anjing, gue habisin lo!" Erik kembali mendekati Kyle, namun Leo menahan dengan memeluknya. Sementara dua orang mahasiswa mendorong Kyle agar menjauhi Erik, mereka meminta Kyle untuk pergi dan tidak melanjutkan perkelahian itu sebelum keduanya terkena hukuman di semester akhir masa kuliah mereka.

****

Siang itu, Kyle tiba dirumah setelah menunda kedatangannya ke bengkel, akan dia urus pekerjaannya nanti setelah menemui Marsya dirumah, dia merindukan istrinya itu. Suasana rumah tampak sepi, David dan Hilda berada dikantor sedangkan Rianti sedang beristirahat dikamarnya. Tersisa Marsya yang terlihat sedang meracik minuman dingin yang menyegarkan didapur.

"Sya" Kyle memeluk pinggang Marsya dari belakang, kepalanya menunduk dan meninggalkan kecupan ditengkuknya

"Jangan cium-cium"

"Pelit. Lagi bikin apa?"

"Jus strawberry. Jangan ganggu aku, sana pergi"

"Nggak mau"

Kyle tidak pergi, dia memilih untuk tetap menemani Marsya disana, memeluknya tanpa melepaskannya sedetik pun. Padahal, Marsya masih kesal karena Kyle sudah membawanya kedalam masalah yang semakin rumit hanya karena ciuman yang meninggalkan bekas dilehernya. Dan sekarang, Kyle berlagak seperti tidak terjadi apa-apa, dia terlihat santai tanpa beban. Kyle bersikap manja seperti anak anjing yang enggan lepas dari induknya, tetapi saat masuk mode cemburu, dia seperti anjing dewasa yang bisa meninggalkan bekas gigitan dimana pun.

"Kyle, aku susah geraknya, lepasin dulu" Marsya mulai memberontak, pelukan Kyle membuatnya tidak bisa bergerak leluasa, laki-laki itu mengikuti langkahnya kemana pun. Sampai akhirnya Marsya tidak tahan dan melepaskan pelukan Kyle secara paksa yang membuat Kyle meringis kesakitan.

"Ya ampun, Kyle? Sakit, ya?" Marsya khawatir, dia sadar tangannya tanpa sengaja terkena wajah Kyle, tepat disudut bibir Kyle yang terluka. Marsya panik, kedua tangannya yang bergetar menangkup wajah Kyle dengan rasa bersalah.

"Maaf, aku nggak sengaja" Bola mata Marsya mulai berair, dia berjinjit dan mulai meniup-niup sudut bibir Kyle yang terluka. Marsya sedih dan takut, tidak disangka gerakan tangannya mampu membuat bibir Kyle terluka. Namun tidak dengan Kyle, dia merasa gemas melihat Marsya begitu mencemaskannya. Bibirnya Marsya yang mungil terus meniup-niup bibirnya berharap rasa sakitnya bisa berkurang. Sudah cukup, Kyle tidak tega melihat Marsya sedih dan merasa bersalah seperti ini. Bagaimana pun juga ini bukan lah kesalahan Marsya

"Sya, bibir gue luka bukan karena tangan lo, tapi karena dipukul Erik tadi"

"Apa? Kok bisa dia mukul kamu? Kenapa?"

"Ya, karena gue sengaja mancing emosi dia, dihajar deh gue"

"Kyle? Kamu ini nyari penyakit, ya"

"Nggak apa-apa, gue suka ngeliat dia marah, ayo, cium gue biar sembuh"

"Jangan harap"

...•••••...

To be continued

Hayy episode 14 disini... gimana episode ini menurut kalian? Komen yaa...aku butuh saran dan masukan kalian biar cerita ini jadi lebih menarikkk✨✨

dan jangan lupa dukung aku terus yaa, klik love, subscribe dan beri hadiahnyaaa. thankssssss❤️💕🥰

1
rayhan dirgantara
belalai apa tu🫪🫪🫪🫪
rayhan dirgantara
hi nma aku rayhan ak suka crrita kmu ka aku kls 4sd ka
Kholifah NH2: anak kelas 4 sd bacanya komik yang lucu lucu aja ya dek, jangan yang ini nanti dimarahin mama🥰
total 1 replies
rayhan dirgantara
jjur krng pjng,bacany cma semenit torrr pjgngin lg dong smngat y😌
rayhan dirgantara
Kelazzzzzz
Tiaraa Kayla
ini kurang ajar si
Tiaraa Kayla
what😰
Tiaraa Kayla
rahasiain pernikahan tp mereka kiss di parkiran,ada yg liat ga th
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!