NovelToon NovelToon
Puteri Rahasia Sang Ratu

Puteri Rahasia Sang Ratu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno / Romansa Fantasi
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Suesant SW

Seorang ratu yang kehilangan mahkota karena fitnah dan seorang putri yang tumbuh dalam pengasingan tanpa mengetahui bahwa darahnya menyimpan kunci takhta.

Enam belas tahun kemudian, seorang dayang baru memasuki istana dengan wajah polos, tangan terampil, dan rahasia yang dapat mengguncang dua kerajaan. Ia datang bukan untuk mencari cinta.
Ia datang untuk membersihkan kembali nama ibunya, membongkar dosa masa lalu, dan mengambil kembali takhta yang dirampas.

Namun, takdir mempertemukannya dengan dua pangeran: seorang pewaris takhta yang kejam tetapi kesepian, dan seorang pangeran dari kerajaan musuh yang membuatnya merasakan cinta untuk pertama kalinya.
Ketika pernikahannya dengan putra mahkota diumumkan, sang kekasih menculiknya tepat pada malam pertama. Satu tindakan nekat itu memicu perang yang mengancam menghancurkan kedua kerajaan di tengah pertumpahan darah, rahasia kelahirannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suesant SW, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4. Skenario Jahat

Raja Han Quan berhenti di ambang pintu, pandangan pertamanya jatuh kepada mayat Shen Rui.

Kemudian kepada darah yang membasahi ranjang. Lalu, perlahan-lahan, matanya berpindah kepada Wang Laoyin, sebersit kecemasan seorang suami yang hendak memastikan istrinya baik-baik saja berkelebat di tatapannya yang tajam tetapi tubuh gagah terbalut jubah itu membeku.

Sesaat Wang Laoyin berharap suaminya itu menghambur memeluknya dengan seribu kekuatiran dan menenangkannya seperti lazimnya pasangan yang saling mencintai tetapi...

Tubuh itu berdiri beku seolah di jerat oleh keagungan jubahnya yang harus membuatnya menjaga wibawanya, dan untuk sesaat pula tidak ada seorang pun berani bernapas dengan keras. Wang Laoyin membungkuk dengan kaku dan kemudian menatap sang raja dengan mata berbinar penuh harap.

Di dalam hatinya, ia masih menyimpan keyakinan bahwa Raja Han Quan akan mendengarkannya. Mereka telah berbagi delapan tahun kehidupan, melewati begitu banyak badai, dan saling menggenggam tangan ketika seluruh dunia tampak berbalik melawan mereka. Ia ingin percaya bahwa semua itu berarti sesuatu.

Bahwa lelaki yang berdiri di hadapannya masih mengingat perempuan yang pernah ia janjikan akan lindungi.

"Siapa laki-laki di atas ranjangmu itu, permaisuri?" pertanyaan itulah yang pertama diucapkan Raja Han Quan. Nada cemburu dan curiga berbaur dengan kilap murka di wajahnya yg membeku.

"Yang Mulia," ucapnya, berusaha menjaga suaranya tetap tenang.

"Saya tidak mengetahui bagaimana kejadian ini berlangsung. Ketika terbangun, dia sudah berada di ranjang saya dalam keadaan tewas."

Raja Han Quan tidak menjawab. Ia hanya menatap permaisurinya itu dengan amarah yang berusaha di redamnya, rahangnya terkatup seperti besi. Tatapan itu terasa lebih tajam daripada mata pedang yang tergeletak di lantai.

Sunyi sesaat.

"Apakah kau mengenali jasad yang ada di tempat tidurmu itu?" tanyanya akhirnya, dengan suara parau.

Wang Laoyin tertegun.

"Dia pengawal pribadi saya Yang Mulia. Shen Rui telah mengabdi kepada keluarga kerajaan selama bertahun-tahun."

"Dan kau mengatakan tidak mengetahui bagaimana dia bisa berada di sini?" Pertanyaan itu terasa begitu mengintimidasi.

"Benar, Yang Mulia." Jawab Wang Laoyin tanpa ragu.

Raja melangkah masuk, mendekat dengan langkah yang lambat, matanya tertuju lurus pada sosok yang tergeletak di atas tempat tidur ratunya itu.

Satu langkah.

Dua langkah.

Hingga ia berdiri tidak jauh dari ranjang yang berlumuran darah. Ia melihat mayat Shen Rui dengan wajah yang semakin dingin. Kemudian, pandangannya jatuh kepada selimut yang ternoda, pakaian Wang Laoyin, dan pedang di lantai. Semuanya membentuk gambaran yang terlalu jelas untuk diabaikan.

Namun, sesuatu dalam diri Wang Laoyin menolak menyerah kepada gambaran itu.

"Suamiku...," katanya, kali ini tanpa gelar, dengan suara yang hanya digunakan seorang istri kepada suaminya ketika mereka sedang berdua.

"Tatap mataku, suamiku..." Ucapnya dengan suara gemetar.

Raja Han Quan tidak bergerak, tapi tatapannya tak berpindah dari tubuh sang istri. Dia terlihat menjaga jarak, tak berniat sama sekali menyentuh Wang Laoyin meski itu sekedar untuk membuat sang istri merasa tenang.

"Aku tidak melakukan apa pun yang memalukan kehormatanmu. Aku tidak mengetahui mengapa Shen Rui berada di sini. Seseorang telah memasuki kamarku dan aku yakin kematiannya telah diatur untuk menjebakku." Lanjutnya tanpa keraguan sama sekali.

Beberapa pejabat saling berpandangan, mata mereka saling mengisyaratkan ketidakpercayaan yang kentara.

Wang Laoyin melanjutkan, suaranya bergetar oleh kemarahan yang ia tahan.

"Yang Mulia, silahkan perintahkan saja penyelidikan. Periksa pintu, jendela, teh yang kuminum, dan setiap orang yang memasuki paviliun ini. Jika aku bersalah, biarkan bukti membuktikannya. Namun, jika seseorang sengaja menjebakku, aku menuntut orang itu ditemukan!" Untuk pertama kalinya malam itu, matanya berkaca-kaca.

Bukan karena takut terhadap hukuman. Melainkan karena ia menyadari bahwa nasibnya mungkin sedang ditentukan oleh orang yang paling ia cintai, sementara tak nampak kepercayaan di mata sang suami pada pernyataannya.

"Suamiku..." bisiknya sekali lagi.

"Kau mengenalku dengan baik..."Ucapnya sambil menyentuh lengan jubah raja Han Quan.

Keheningan menyelimuti ruangan.

Raja Han Quan memandang wajah perempuan yang telah menjadi istrinya selama delapan tahun itu.

Untuk sesaat, ada sesuatu yang bergerak di matanya—keraguan, mungkin, atau sisa kenangan tentang hari-hari ketika mereka masih saling mempercayai.

Namun, bayangan itu menghilang begitu cepat hingga Wang Laoyin hampir mengira ia hanya membayangkannya.

Raja mengalihkan pandangan kepada kepala pengawal.

"Kunci Paviliun Fengyi. Larang siapa pun keluar atau masuk. Panggil tabib kerajaan dan menteri kehakiman. Semua pelayan yang bertugas malam ini harus diperiksa."

Ia berhenti sejenak, menarik nafas berat.

Kemudian, dengan suara yang begitu dingin hingga membuat seluruh ruangan terasa membeku, ia menambahkan,

"Dan sampai kebenaran ditemukan, tidak seorang pun boleh meninggalkan istana."

Wang Laoyin mengembuskan napas tertahan. Setidaknya, ia belum dijatuhi hukuman. Setidaknya, penyelidikan akan dilakukan. Ia masih memiliki kesempatan untuk membuktikan kebenaran, namun harapan itu hanya bertahan selama beberapa detik.

Seorang pejabat tua melangkah maju dan berlutut di hadapan raja.

"Yang Mulia, ada satu hal yang harus segera dipertimbangkan."

"Apa?"Raja han Quan menoleh dengan mata yang berkilat

Pejabat itu menundukkan kepala lebih dalam.

"Korban adalah pengawal pribadi Permaisuri. Ia ditemukan tewas di ranjang Yang Mulia. Kita tak tahu bagaimana dia mati di sana, siapa yang membunuhnya? Sementara di dalam kamar ini hanya Yang mulia permaisuri dan...dan....."

Pejabat yang merupakan penasihat raja itu terhenti sejenak.

"Dan apa?" Raja Han Quan Memicingkan matanya, menunggu lanjutan kalimat pejabatnya itu.

"Dan...maafkan jika saya lancang, Yang Mulia...Hanya Yang Mulia permaisuri saja yang dalam keadaan baik- baik saja tetapi lelaki...lelaki yang di sebelahnya ma...mati..." Lanjutan kalimat itu begitu memprovokasi seolah menggambarkan skenario, Wang Laoyin yang telah menikamnya sendiri.

"Jaga ucapanmu!" hardik Wang Laoyin dengan marah.

"Ampuni....ampuni hamba..." Pejabat itu membungkuk dengan gugup,

"Mak...maksud saya...jika kabar ini tersebar ke kalangan bangsawan dan rakyat, kehormatan keluarga kerajaan akan tercoreng. Kejadian ini rentan membuat salah paham. Terlebih lagi.... Selir Lan Zifey baru saja melahirkan seorang pangeran. Para pejabat mungkin akan mempertanyakan kelayakan permaisuri untuk tetap memegang kedudukan tertinggi di Istana Ratu." kalimat itu benar-benar menggiring semua yang ada dalam ruangan itu berfikir jauh.

Wang Laoyin menatap lelaki itu dengan kemarahan yang sulit disembunyikan. Ia bahkan belum diperiksa.

Belum ada tabib yang memastikan penyebab kematian. Belum ada satu pun saksi yang dimintai keterangan.

Namun, orang itu telah berbicara tentang kehormatannya, kedudukannya dan kemungkinan ia harus disingkirkan. Seolah-olah kematian Shen Rui bukanlah tragedi yang membutuhkan keadilan, melainkan kesempatan untuk merebut mahkota.

"Jadi, sebelum penyelidikan dimulai," ujar Wang Laoyin dengan suara bergetar, "kalian sudah memutuskan bahwa kehormatanku harus dikorbankan?"

"Yang Mulia, hamba hanya mempertimbangkan kepentingan kerajaan." Pejabat itu membungkuk dalam-dalam.

"Kepentingan kerajaan?" Wang Laoyin tertawa pendek. Tawa itu terdengar getir, seperti pecahan kaca yang bergesekan.

"Apakah kepentingan kerajaan kini berarti mengorbankan orang yang belum terbukti bersalah? Kamu tak berfikir kalau ini sebuah konspirasi?"

"Yang Mulia Permaisuri, bukan begitu maksud hamba," pejabat itu terlihat lebih berani.

Wang Laoyin berbalik menghadapnya, tatapan itu tak bisa menyembunyikan kemurkaannya.

"Dan kau, jaga keberanianmu agar tidak melampaui akal sehatmu." Pertama kali suara Wang Laoyin meninggi. Wajah pejabat itu memucat.

Raja Han Quan mengangkat tangan, menghentikan perdebatan itu dengan suara keras menggema.

"Cukup."

Satu kata.

Satu perintah.

(Yuuuuuk, Vote, like dan komen yaaa ah😍 love u all readers)

1
Rara
apa aku kedua thor
Aisyah Suyuti
good
☪︎⃟⃝𝐇𝐅ᵐᵃᵘˡ✰͜͡𝐯𐝃W⃠
semangat terus dengan karya² barunya Thor 💪💪💪💪💪
Sri Rahmawati
ibu yg bijak 😍😍
Sri Rahmawati
pertama ☝️☝️☝️
Deandra
lanjut thorrr
Eka Burjo
huhuhu aku ikutan 😭
Sri Rahmawati
/Angry/
Rara
😔😔😔😔😔
🌼EmeLBy🌼
lanjut
🌼EmeLBy🌼: Masih OL thor hihihihii
sama
total 2 replies
Sri Rahmawati
peluk dariku Yang Mulia 🤗🤗🤗
Sri Rahmawati
ku menangis 😭😭😭
Sri Rahmawati
aku maraton bacanya baru tau hari ini dan udh hbs satu pak tisu 😭😭😭
Sri Rahmawati
hadir Thor 🥰🥰
Suesant SW: makasih Kak Sri🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Rara
sediiih
Rara
lanjut marathon
🌼EmeLBy🌼
lahir sudah putriku🤣🤣🤣
Suesant SW: iyaaaaa🤭
total 1 replies
Salsa
ratu yang di makzulkan
Salsa
panjang lagi tor💪
Li Ce
real banget sih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!