NovelToon NovelToon
Transmigrasi Figuran Milik Sang Alpha

Transmigrasi Figuran Milik Sang Alpha

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: namice

Ceisya hacker jenius dan ahli bela diri mati konyol gara-gara emosi membaca novel dark romance The Alpha’s Obsession. Takdir gila melempar jiwanya bertransmigrasi ke dalam tubuh figuran cupu bernasib paling sial mati menjadi tumbal sahabatnya sendiri, Belva.
​Namun, Ceisya yang sekarang menolak mati! Dengan otak cerdas dan kemampuan, Ceisya membalikkan keadaan. Ia melumpuhkan para pembunuh bayaran di tengah hutan salju, dan mulai membalas permainan licik Belva serta ancaman Bianca satu per satu.

​Tetapi, Aksi Cesiya di atas salju memicu insting predator sang Alpha. Fenrir Volkov—Raja Serigala paling kejam, dingin, dan ditakuti di seluruh Kerajaan Valesia mendadak mengklaim Ceisya sebagai tawanan pribadinya, menyeretnya ke dalam kamar sang Raja, dan menguncinya dalam lingkar obsesi yang teramat posesif.

Di tengah intrik berdarah istana dan jeratan sang Raja Serigala, bisakah Ceisya merebut kebebasannya atau ia justru akan menyerahkan dirinya utuh menjadi milik Sang Alpha sepenuhnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jeratan Sang Raja dan Pertemuan di Kota Bawah

​Cahaya fajar yang memantul dari hamparan salju abadi Valesia menerobos masuk melalui celah tirai sutra emas, menyapu remang-remang kamar utama sang Alpha King. Udara di dalam ruangan luas itu beraroma hangat, sarat akan campuran kayu cendana, kesegaran salju, dan jejak scent-mark pekat yang mengunci keheningan pagi.

​Di atas tempat tidur king-size bertiang empat, Ceisya perlahan membuka matanya. Rasa kantuknya seketika menguap berganti kesadaran penuh saat ia merasakan tekanan berat di atas tubuhnya. Fenrir Volkov masih berada di sana, menindih setengah tubuhnya dengan satu lengan kekar yang melingkari pinggangnya bagaikan gelang baja.

​Belum sempat Ceisya menggerakkan jemarinya untuk mendorong dada bidang di hadapannya, pendaran mata merah menyala milik sang Raja Serigala yang sudah terbuka sejak tadi langsung menyambut iris cokelatnya. Sisa-sisa rasa cemburu gila dari kejadian lencana sihir semalam masih tertanam utuh di dalam iris mata merah itu—hangat, berbahaya, dan tidak memiliki ampun.

​"Pagi, sayang," bisik Fenrir rendah. Suara bariton bangun tidurnya terdengar teramat seksi dan intim, menggetarkan dada Ceisya.

​"Pagi, King Alpha. Bisa tolong geser sedikit—"

​Kalimat Ceisya terputus seketika. Fenrir tidak memberikan ruang sedikit pun untuk tawar-menawar. Pria itu menundukkan kepalanya secara brutal, mendaratkan bibirnya di atas bibir Ceisya dalam sebuah ciuman yang dalam, murni, dan penuh keposesifan liar.

​Ceisya terbelalak kaget. Ia mencoba memberontak, mengangkat kedua tangannya untuk memukul bahu kokoh Fenrir, namun sang Alpha King bergerak lebih cepat. Dengan satu genggaman tangan besarnya, Fenrir mengunci kedua pergelangan tangan Ceisya di atas kepala gadis itu, menekan tubuh kekarnya rapat-rapat tanpa celah. Aura dominasi Alpha King tingkat puncak terpancar hebat, menyelimuti seluruh persendian Ceisya dengan tekanan sihir tak kasat mata yang membuat kekuatan fisiknya seketika lumpuh total.

Sialan! Kekuatan sihir Alpha ini beneran enggak ada otaknya! Tubuhku enggak bisa di gerakkan sama sekali! Batin Ceisya merutuki nasibnya yang terkunci kaku, dadanya naik turun memburu.

​Fenrir melepaskan ciumannya sejenak, membiarkan Ceisya menyedot pasokan udara segar dalam napas yang terengah-engah. Bibir Ceisya yang basah dan sedikit membengkak memancarkan rona merah yang begitu memikat, memicu rasa lapar di mata sang Raja.

​"Kau... benar-benar... gila, King Alpha..." rintih Ceisya dengan napas memburu, matanya mendelik tajam.

​Fenrir menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan kegelapan. "Aku memang gila, manis. Terutama saat memikirkan ada pria lain yang berani menanyakan namamu."

​Tanpa memberi waktu bagi Ceisya untuk membalas, Fenrir kembali menunduk, melumat bibir manis gadis itu untuk kedua kalinya. Ciuman kali ini jauh lebih menuntut, mengikis habis pertahanan mental Ceisya hingga gadis itu hampir kehabisan napas. Begitu Fenrir melonggarkan ciumannya agar Ceisya bisa bernapas kembali, bibir hangat sang Raja meluncur turun ke leher mulus Ceisya.

​GIZ!

​Gigitan lembut namun tegas mendarat tepat di atas bekas scent-mark sebelumnya, disusul oleh isapan intim yang meninggalkan ruam kemerahan baru yang mencolok di kulit leher Ceisya.

​"Ngh... lepas!" pekik Ceisya pelan, memiringkan kepalanya mencoba mengelak dari sentuhan memabukkan itu.

Awas kamu ya, serigala posesif! Aku ini mantan hacker independen yang paling alergi dikurung! Mau pakai sihir atau tali tambang, aku pasti bakal cari celah buat kabur dari sangkar emasmu ini! Jerit Ceisya dalam hatinya, kemarahannya justru menyalakan jiwa petualangnya yang liar.

​Tepat saat itu, tiga orang kepala pelayan yang membawa nampan sarapan emas berdiri kaku di ambang pintu yang setengah terbuka, menyaksikan adegan intim tersebut dengan kepala menunduk gemetar hebat. Fenrir melirik mereka dari sudut matanya, lalu mengibaskan tangan memerintahkan mereka meletakkan nampan dan pergi.

​"Makan sarapanmu di sini, manis," bisik Fenrir di telinga Ceisya, melonggarkan kuncian sihirnya secara perlahan. "Aku harus memimpin rapat Dewan Istana sejenak. Jangan mencoba bertingkah aneh-aneh di kamarku."

​Fenrir berdiri, mengenakan pakaian kebesarannya, lalu melangkah keluar kamar dengan aura percaya diri tinggi, yakin bahwa Ceisya tidak akan bisa menembus penjagaan ketat para pengawal bayaran di luar pintu.

​Namun, Fenrir lupa satu hal. Ceisya bukan gadis biasa di dunia ini.

​Begitu pintu jati kamar tertutup dan langkah kaki Fenrir menjauh, Ceisya langsung melompat turun dari kasur. Rona merah di pipinya berganti dengan senyuman miring yang penuh kemenangan.

​"Nurut? Ogah banget!" gumam Ceisya menyeringai.

​Menggunakan kemampuan analisis sistem dan ketangkasan fisiknya sebagai mantan peretas, Ceisya tidak menggunakan pintu utama. Ia merayap lewat celah ventilasi perapian di dinding—rute yang sebelumnya ia pakai untuk mengerjai Belva—lalu meluncur turun menuju saluran pembuangan air bawah tanah kastil.

​Dalam waktu kurang dari satu jam, dengan melepas jubah pelayannya dan menguraikan rambut cokelat ikalnya yang indah, Ceisya berhasil menembus benteng Kastil Valesia dan melangkah bebas di keramaian Pasar Kota Bawah yang tertutup salju tipis.

​Wajah cantiknya tanpa kacamata tebal dan tanpa ikatan kepang dua kaku kini terpancar sempurna di bawah sinar matahari pagi. Tatapan matanya yang tajam dan mandiri menarik beberapa perhatian, namun Ceisya hanya fokus menikmati udara kebebasan.

"​Ah, akhirnya! Bebas dari serigala gila itu!" gumam Ceisya lega.

​Namun, ketenangannya tak bertahan lama. Di sebuah gang sempit tak jauh dari pasar, suara gaduh pertengkaran memecah keheningan. Ceisya menghentikan langkahnya, mengintip dari balik pilar batu.

​Tampak sepasang suami istri tua penjual roti sedang dikeroyok oleh sekitar belasan preman pasar berbadan tegap bersenjata parang besi.

​"Serahkan seluruh hasil jualan kalian jika masih mau bernapas!" bentak salah satu preman berwajah garang, memukul sang suami hingga tersungkur di atas salju.

​Istrinya menangis histeris. "Tolong! Jangan ambil uang kami!"

​Ceisya menghela napas panjang, memutar bola matanya malas. "Aduh, padahal baru aja mau liburan santai. Tapi lihat yang begini mana bisa aku diam aja."

​Tanpa ragu, Ceisya melangkah masuk ke dalam gang sempit itu. Gerakannya anggun namun penuh presisi. Tanpa senjata apa pun, gadis cantik itu melesat bagaikan bayangan.

​BUGH! KRAK!

​Satu tendangan memutar telak mendarat di rahang preman terdekat hingga pingsan seketika. Dengan kombinasi teknik silat jarak dekat dan kelincahan ototnya, Ceisya menghindar dari ayunan parang, melintasi salju dengan gerakan indah nan mematikan. Rambut cokelatnya berkibar anggun di udara saat jemari lentiknya meremukkan pergelangan tangan penyerang kedua.

​Di saat yang bersamaan, di lantai dua sebuah kedai teh di seberang gang, seorang pria tinggi bertubuh tegap dengan jubah bulu serigala hitam sedang berdiri di dekat jendela. Sepasang mata berwarna kelabu keemasan milik pria itu terkunci rapat pada aksi Ceisya.

​Pria itu adalah Kaelen Blackwood—Pemimpin tertinggi Klan Blackwood.

​Kaelen membeku di tempatnya. Sepasang matanya menatap Ceisya tanpa berkedip, dipenuhi rasa takjub dan obsesi yang mendadak meledak di dalam dadanya. Wanita cantik dengan kemampuan tempur yang luar biasa, berani, dan liar itu... Kaelen mendadak menyadari satu hal saat mendengar suara gertakan Ceisya kepada para preman.

​Suara ini... Batin Kaelen terhenyak, matanya membelalak. Ini adalah suara wanita berbicara denganku lewat lencana sihir semalam!

​"Menarik... teramat sangat menarik," gumam Kaelen dengan senyuman liar yang terkembang di bibir tampannya. Iris keemasannya menyala oleh gairah kepemilikan. "Jadi kau bukan sekadar suara berani, tapi iblis cantik yang nyata..."

​Kaelen baru saja hendak melompat turun dari jendela untuk menghampiri Ceisya dan mengklaim gadis itu, namun mendadak... tekanan atmosfer di seluruh Kota Bawah jatuh ke titik nol!

​BUMMM!

​Suhu udara merosot tajam secara tidak manusiawi. Salju di sekeliling gang seketika membeku menjadi kristal es hitam. Dari ujung gang, sesosok pria melangkah keluar dari dalam kegelapan bayangan—membawa aura pembunuhan terpekat yang pernah ada di dunia Valesia.

​Fenrir Volkov.

​Raja Serigala itu telah menemukan tawanannya yang kabur.

​Mata merah Fenrir menyala redup bagaikan kawah gunung berapi. Pria itu sama sekali tidak melihat ke arah Ceisya terlebih dahulu. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Fenrir mengibaskan tangan kanannya ke udara.

​BOOOM!

​Gelombang aura Alpha King tingkat mutlak meledak hebat! Energi hembusan angin sihir berwarna merah pekat menghantam belasan preman yang tersisa sekaligus. Dalam satu detik, dua puluh preman berbadan besar itu langsung terlempar menghantam dinding batu dan tersungkur memuntahkan darah segar, pingsan tak berdaya tanpa sempat menyadari apa yang menghantam mereka.

​Ceisya terbelalak lebar, menghentikan langkahnya dengan napas tertahan.

​Buset dah... cuma kibasan tangan doang langsung meratakan puluhan orang?! Kekuatan Alpha ini beneran monster murni! Batin Ceisya menjerit kaget, menyadari betapa jauhnya jarak kekuatan fisik mereka.

​Di atas kedai teh, Kaelen Blackwood terkesiap, mundur satu langkah sembari menahan napasnya. Mata keemasannya menatap Fenrir dengan kewaspadaan tinggi, lalu kembali menatap Ceisya yang kini berdiri sendirian di hadapan Sang Alpha King.

​"Fenrir Volkov..." bisik Kaelen penuh rasa iri dan dendam. "Wanita itu... berada di tangan Fenrir?"

​Di bawah sana, Fenrir melangkah pelan menembus asap es yang mengepul, mendekati Ceisya yang berdiri kaku di tengah tumpukan mayat preman. Langkah boot kulitnya berbunyi konstan di atas salju, memancarkan dominasi yang sanggup meremukkan jiwa siapa pun.

​Fenrir berhenti tepat di depan Ceisya. Tangan besarnya terulur, mencengkeram lembut belakang leher Ceisya lalu menarik tubuh gadis itu rapat-rapat ke dalam dada bidangnya yang hangat. Ibu jari Fenrir mengusap ruam merah gigitan di leher Ceisya yang masih segar, menunjukkan tanda kepemilikan mutlak itu di hadapan pandangan tersembunyi Kaelen di atas jendela.

​Fenrir menundukkan kepalanya, memiringkan wajahnya hingga bibirnya menempel erat di daun telinga Ceisya. Desahan napas panas sang Raja menerpa kulit pipi Ceisya, menyalurkan getaran intim yang membuat seluruh tubuh Ceisya merinding hebat.

​"Hmm... masih mau lari dariku, sayang?" bisik Fenrir dengan suara bariton yang teramat rendah, intim, dan dipenuhi gilaan obsesi yang membuat jantung siapa pun berdegup kencang. "Kau bisa berlari sampai ke ujung dunia ini, Ceisya... tapi pada akhirnya, ranjangku adalah satu-satunya tempatmu untuk berlutut."

1
Wahyuningsih
💪💪💪💪 thor dlm upnya
Mia Camelia
ceisya santuy banget di culik masih tenang2 aja😂🤭
namice: 🤣🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku😘😘😘
total 1 replies
Mia Camelia
yah ceisya di culik😂😂😂
namice: 🤣🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku😘😘😘
total 1 replies
Mia Camelia
yakin bisa nyulik ceisya dari Fenrir🤣🤣🤣
namice: 🤣🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku😘😘😘😘
total 1 replies
Mia Camelia
ceisya cerdik banget ya, gak pernah kecolongan kalo di kerjaiin musuh🤭🥳
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku😘😘😘
total 1 replies
Mia Camelia
Bianca licik banget mau ngasih racun😂😂😔
Mia Camelia
wow Fenrir mulai beraksi😂🤣🥳🤭
namice: 🤣🤣😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku😘😘😘
total 1 replies
Mia Camelia
lanjut thor🤭
namice: siap kak besok aku lanjutkan dan di mana ada adegan senam jantung dan membuat jantung goyang ngebor🤣🤣...😘😘😘😘 terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku😘😘😘
total 1 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
hurus diruqiah kan sekalian ratu aktor ular tu!!!
namice: 🤣🤣🤣, benar ya kak🤣🤣🤣 terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku😘😘😘
total 1 replies
Rill_ly 22
Kak critanya bagus
saran sedikit Bisa gak kalo gaya Bahasanya Ceisya dirubah lebih Elegan tnpa bawa' istilah kehidupan yg lalu, lebih swag lebih tajem, lebih pintar dn berani ngelawan terutama kalo sama Fenrir jgn terlalu nurutlahh biar fenrir yang ngejar tapi Ceisya kyak gak peduli gitu ada hargadirinya
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku😘😘😘❤️❤️
total 1 replies
Rill_ly 22
semangat kakak🤭
namice: 😘😘😘, terimakasih banyak ya kak supportnya dan juga sudah baca novelku😘😘😘
total 1 replies
Mia Camelia
belva licik banget iih...pingin jitak nih🤭😂🤣
namice: 🤣🤣🤣, terimakasih banyak ya kak sudab baca novelku😘😘😘
total 1 replies
Wahyuningsih
q jga mau thor dikasih suami kyk fenrir 😝😋
namice: 🤭🤭, 😘😘 terimakasih bnyk ya kak sudah baca novelku.. kak aku ada videonya di tiktok aku fenhir di video terlihat hidup tiktok.com/@ceisyafaizah
total 1 replies
Rill_ly 22
Suka Banget Alur cerita yang sprti ini Tipe aku bangett soalnya seru banyak tantanganya
dan tokohnya tangguh gak menye menye

Seru banget apalagi nnti kalo sudah masuk konflik ditunggu kakak kelanjutanya rajin update yaa
namice: 😍😍😍😘😘😘😘, terimakasih banyak kak bintangnya 😘😘😘❤️❤️❤️🥰🥰🥰... love you sekebon untukmu kak❤️❤️❤️
total 1 replies
Rill_ly 22
kak aku suka nihh
Alurnya Tipe aku bangett
Jangan buat mudah untuk fenrir mendapatkan Ceisya yaa kak buat fenrir gedebak gedebuk dulu sampek kecintaan sama Ceisya 😄😄
namice: 🤭🤭, terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku😘😘😘😘
total 6 replies
Rill_ly 22
waaghh mulai seru nihh🤭🤭
namice: 😘😘😘, iya kak... terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku dan supportnya😘😘😘
total 1 replies
Rill_ly 22
semangat updatenya kak
aku suka Alurnya🥰🥰🥰
namice: 😘😘😍😍😍, terimakasih banyak ya kak sudah suka novelku😘😘😘 oh ya aku buat videonya kak novel ini jadi kayak drama walaupun tidak banyak di tiktok.com/@ceisyafaizah
total 1 replies
Rill_ly 22
Semangat kakak updatenya
karya baru sepertinya Seru
namice: 😍😍😘😘😘, siap kak terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku dan supportnya😘😘😘 aku akan update dan double up besok kak untukmu😘😘😘
total 1 replies
Mia Camelia
Fenrir udah cinta mati inimah🤭🤭🤭
lanjut thor😊
namice: 😘😘😘, jangan lewatkan bab 6 dan 7 kak yang membuat jantung goyang gergaji kak🤭🤭... terimakasih banyak ya kak sudah baca novelku😘😘😘
total 1 replies
°RhaiKen™
awwww....aku suka👏👏👏👏👏👏
namice: 😍😍😍😘😘😘😘🥰🥰🥰, terimakasih banyak ya kak supportnya dan terimakasih banyak menjadi penggenar ku😘😘😘😘❤️❤️❤️❤️❤️
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!