Bara Pratama hanyalah seorang pemulung yang dihina dan dibuang oleh kekasihnya demi pria kaya. Namun, nasibnya berbalik total saat darah dari luka pukulannya tanpa sengaja mengaktifkan sebuah tungku berkarat yang terhubung dengan Sistem Daur Ulang Multiverse. Melalui sistem ini, Bara bisa memproses rongsokan tidak berharga menjadi pil kultivasi, material langka, dan barang pusaka bernilai tinggi dari dimensi Sekte Harmoni. Berbekal kekuatan dan kekayaan baru yang terus mengalir dari tumpukan sampah, Bara siap menghancurkan kesombongan orang-orang yang dulu menginjaknya dan memulai hidup baru sebagai sosok yang tidak bisa diremehkan oleh siapa pun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3
Layar biru semi transparan itu masih mengambang dengan tenang di udara tepat di depan wajah Bara.
Cahaya birunya sedikit menerangi area teras rumah kontrakan yang mulai gelap karena matahari sore sudah mulai turun.
Bara masih berdiri mematung menunggu instruksi lebih lanjut dari sistem aneh yang baru saja terikat pada jiwanya ini.
[Menjawab Tuan.]
[Untuk memulai proses daur ulang, Tuan hanya perlu memasukkan barang rongsokan jenis apa saja ke dalam lubang Tungku Ajaib.]
Suara mekanis itu kembali bergema di dalam kepala Bara dengan nada yang datar dan sama sekali tanpa emosi.
Bara menelan ludahnya dengan susah payah sambil menatap ke arah tungku logam yang kini sudah mengkilap bersih dari karat.
Lubang di bagian atas tungku itu memancarkan cahaya biru redup yang berputar pelan seperti pusaran air kecil.
"Jadi aku cuma perlu membuang sampah milikku ke dalam pusaran cahaya itu?" tanya Bara memastikan kembali.
Dia merasa sedikit ragu karena cara kerjanya terdengar terlalu mudah dan sangat tidak masuk akal untuk diterima nalar.
[Benar, Tuan.]
[Sistem akan secara otomatis menganalisis struktur materi dari barang rongsokan yang dimasukkan tersebut.]
[Kemudian materi itu akan langsung dikirim ke Stasiun Daur Ulang Multiverse di Sekte Harmoni untuk ditukar dengan barang bernilai setara dari dimensi kultivasi tersebut.]
Penjelasan sistem itu memang terdengar masuk akal dalam teori, tapi tetap saja sulit dipercaya oleh akal sehat manusia biasa.
Bara perlahan menoleh ke arah karung goni miliknya yang tergeletak berdebu di lantai tanah.
Dia berjongkok pelan sambil meringis menahan sakit di perutnya yang masih berdenyut tajam akibat pukulan telak dari Aris tadi.
Tangan kanan Bara merogoh ke dalam karung goni dan mengeluarkan sebuah botol air mineral plastik yang bentuknya sudah penyok.
"Botol plastik bekas ini harganya paling cuma dua ribu perak sekilo kalau aku timbang ke pengepul," gumam Bara sambil memandangi botol kotor di tangannya.
"Apa barang murahan dan kotor seperti ini benar-benar bisa ditukar dengan sesuatu yang berharga dari dunia lain?"
Bara masih merasa sedikit skeptis, tapi di sisi lain dia juga tidak punya pilihan apa-apa lagi saat ini.
Hidupnya sudah hancur lebur dan harga dirinya sebagai laki-laki baru saja diinjak-injak sampai rata dengan tanah oleh Dela.
Dia tidak punya uang simpanan, tidak punya kekasih lagi, dan kini sekujur tubuhnya babak belur.
"Persetan dengan logika, toh aku juga tidak akan rugi apa-apa kalau cuma membuang satu botol plastik," ucap Bara mencoba meyakinkan dirinya sendiri.
Dengan gerakan perlahan dan hati-hati, Bara mendekatkan botol plastik penyok itu tepat ke atas lubang tungku.
Begitu ujung botol plastik itu menyentuh cahaya biru, sebuah gaya tarik tak kasat mata langsung menyedot botol tersebut ke dalam.
Slup!
Botol plastik kotor itu langsung menghilang ditelan pusaran cahaya tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.
Bara tersentak kaget dan buru-buru menarik tangannya menjauh dari mulut tungku agar tidak ikut tersedot.
"Benar-benar tersedot ke dalam..." gumam Bara dengan kedua mata yang terbelalak lebar.
Karena merasa penasaran dengan apa yang barusan terjadi, Bara kembali merogoh karung goninya dalam-dalam.
Kali ini dia mengambil sebuah gir sepeda motor bekas yang sudah berkarat parah dan terasa sangat berat di tangannya.
Bara langsung menjatuhkan bongkahan besi tua berkarat itu ke dalam pusaran cahaya biru di tungku.
Slup!
Sama seperti botol plastik yang sebelumnya, bongkahan besi berat itu langsung tertelan dan lenyap seketika.
[Mendeteksi material masuk ke dalam sistem.]
[Material 1: Plastik sintetis tingkat rendah dengan sisa air liur manusia biasa.]
[Material 2: Logam besi berkarat kelas sangat rendah dengan struktur molekul yang sudah mulai rapuh termakan waktu.]
Suara sistem kembali berbunyi di kepala Bara membacakan laporan analisis material yang baru saja dia masukkan.
Bara hanya bisa tersenyum kecut mendengar sistem menyebut barang hasil keringatnya sebagai materi tingkat sangat rendah.
"Ya namanya juga rongsokan dari tempat sampah pabrik, masa kau berharap aku memasukkan bongkahan berlian ke dalam sana," protes Bara pelan.
[Memulai proses sinkronisasi saluran dengan Stasiun Daur Ulang Multiverse di Sekte Harmoni.]
[Mencari barang buangan atau residu sampah dari Sekte Harmoni yang memiliki nilai energi setara dengan material milik Tuan.]
[Proses pertukaran antar dimensi sedang berlangsung... 10 persen... 50 persen... 100 persen.]
[Pertukaran berhasil dilakukan tanpa hambatan.]
Pusaran cahaya biru di dalam lubang tungku tiba-tiba bersinar menjadi sedikit lebih terang dari sebelumnya.
Dari dalam pusaran cahaya itu, dua buah benda perlahan melayang naik dan keluar menembus mulut tungku.
Benda pertama adalah sebuah pil bundar seukuran kelereng kecil yang memancarkan cahaya hijau yang sangat lembut.
Benda kedua adalah sebuah bongkahan logam kecil berwarna kuning keemasan yang berkilau tajam di bawah cahaya senja.
Kedua benda aneh itu melayang pelan lalu jatuh dengan suara dentingan kecil di atas tanah, tepat di depan lutut Bara yang sedang berjongkok.
[Selamat, Tuan berhasil mendaur ulang material tingkat rendah untuk pertama kalinya.]
[Sistem mendeteksi bahwa residu plastik dari botol bekas telah ditukar dengan sisa ampas penyulingan alkimia dari seorang murid luar di Sekte Harmoni.]
[Mendapatkan: 1 Pil Pemulihan Fisik Tingkat Rendah.]
[Sistem juga mendeteksi bahwa logam besi berkarat milik Tuan telah ditukar dengan serpihan tungku peleburan logam milik pandai besi Sekte Harmoni.]
[Mendapatkan: 1 Keping Emas Murni dengan berat 50 gram.]
Bara terdiam membisu menatap kedua barang yang tergeletak berjejer di atas tanah berdebu itu.
Nafasnya terasa tertahan di tenggorokan saat otaknya berusaha keras memproses ucapan sistem barusan.
"Pil pemulihan fisik dan... emas murni?" suara Bara bergetar hebat saat mengucapkannya.
Tangan kanannya yang ikut gemetar perlahan terulur untuk mengambil kepingan berwarna kuning mengkilap tersebut.
Saat jari-jarinya menyentuh permukaan benda itu, Bara bisa merasakan tekstur logam yang padat namun entah kenapa terasa sedikit lunak.
Bara langsung mendekatkan kepingan logam itu ke matanya, menelitinya dengan saksama di bawah sisa-sisa cahaya matahari sore.
Warnanya sangat kuning pekat dan khas, sama sekali tidak ada bintik karat atau kotoran hitam di permukaannya.
Ini benar-benar terlihat seperti emas murni.
Bara sering melihat emas di toko perhiasan pinggir jalan saat dia sedang membawa gerobak rongsokan, jadi dia hafal betul bagaimana warna emas asli.
Untuk lebih memastikannya, Bara mendekatkan emas itu ke mulutnya dan menggigit pelan ujung kepingan logam tersebut.
Gigi serinya langsung meninggalkan bekas lekukan kecil yang lumayan jelas di permukaan logam kuning itu.
"Ini asli... benda ini benar-benar emas asli!" seru Bara setengah berteriak menahan kegirangan di dadanya.
Jantungnya berdebar sangat kencang hingga rasanya mau melompat keluar mendobrak tulang rusuknya.
Otak Bara mulai menghitung cepat nominal uang di dalam kepalanya.
"Harga pasaran emas batangan murni saat ini sekitar satu juta rupiah lebih untuk setiap gramnya."
"Kalau sistem bilang kepingan ini beratnya lima puluh gram, berarti nilainya sekitar lima puluh juta rupiah tunai!"
Bara menatap emas di tangannya dengan pandangan tidak percaya yang bercampur dengan rasa euforia yang meluap-luap.
Hanya dengan membuang satu gir motor rongsok yang harganya tidak sampai lima ribu perak di tempat loak, dia baru saja mendapatkan lima puluh juta rupiah!
Keuntungan gila yang dia dapatkan ini sangat tidak masuk akal, ini murni sebuah keajaiban dari langit yang jatuh ke pangkuannya.
Dengan lima puluh juta rupiah di tangannya saat ini, dia bukan lagi seorang pemulung miskin yang harus pusing memikirkan uang makan besok pagi.
"Dela... Aris... kalian berdua pasti akan sangat terkejut saat melihatku nanti," gertak Bara dengan senyum miring yang sangat dingin di wajahnya.
Bara lalu segera menyimpan kepingan emas mahal itu ke dalam saku celananya dalam-dalam, memastikan barang berharga itu aman dari incaran orang.
Pandangannya kini beralih fokus pada sebuah pil seukuran kelereng yang masih memancarkan cahaya hijau lembut di tanah.
Bara memungut pil aneh itu dan membawanya mendekat ke depan hidungnya untuk mengendusnya.
Ada aroma herbal yang sangat menyegarkan dan wangi alam yang menyerbak kuat dari pil kecil ini.
Hanya dengan mencium aromanya saja selama beberapa detik, rasa sesak di dada Bara terasa sedikit berkurang.