NovelToon NovelToon
KAMU ADALAH MEMPELAI KU

KAMU ADALAH MEMPELAI KU

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: AME author

Dibuang oleh keluarga, dikhianati oleh orang yang dicintai, dan merasa tidak memiliki siapa-siapa.

Laura mengira hidupnya telah berakhir.
Sampai seorang pria asing datang dan berkata.“Kamu adalah mempelai ku.”

Laura tidak tahu siapa pria itu.
Yang dia tahu, sejak pertemuan malam itu, hidupnya tak akan pernah sama lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AME author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21 : HADIAH YANG TERLALU BANYAK

Pagi itu, Laura berdiri di depan kelas dengan tenang. Setelah beberapa hari mempersiapkan materi, akhirnya tiba waktunya untuk melakukan presentasi yang sebelumnya sempat tertunda karena masalah keluarganya.

Laura menarik napas pelan sebelum mulai menjelaskan materi. awalnya dia sempat merasa gugup karena beberapa teman memperhatikannya, tetapi semakin lama berbicara, rasa gugup itu perlahan menghilang. dia menjelaskan setiap bagian dengan jelas dan menjawab pertanyaan dari teman-temannya tanpa kesulitan.

Setelah presentasi selesai, Laura kembali ke tempat duduknya. Dosen yang sejak tadi memperhatikan akhirnya memberikan senyum kecil.

“Presentasimu sangat baik, Laura. Penjelasanmu jelas dan kamu terlihat jauh lebih percaya diri dibanding sebelumnya,” ujar dosennya.

Laura tersenyum lega. “Terima kasih, Bu. Saya memang sudah mempersiapkannya dengan baik.”

Beberapa teman Laura langsung memberikan pujian setelah kelas selesai. Salah satu dari mereka bahkan menepuk bahunya sambil tersenyum.

“Kamu keren banget tadi. Aku kira kamu bakal gugup, ternyata lancar sekali,” ujar temannya.

Laura tertawa kecil. “Sebenarnya aku juga gugup. Cuma berusaha supaya tidak terlalu terlihat.”

Percakapan itu membuat Laura merasa sedikit lebih bahagia. Setidaknya, hari itu dia bisa melakukan sesuatu dengan baik tanpa harus memikirkan masalah keluarganya.

Sementara itu, di tempat lain, Hero sedang berada di kediaman utama keluarga Valdren.

Setelah beberapa waktu sibuk dengan pekerjaannya, akhirnya Hero menyempatkan diri pulang untuk menemui kedua orang tuanya. Begitu memasuki rumah, seorang wanita langsung menyambutnya dengan wajah ceria.

“Hero!”

Yumi Valdren berjalan cepat menghampirinya, lalu memeluk putranya tanpa ragu. Hero yang biasanya dingin kepada orang lain hanya diam sambil menghela napas pelan.

“Ibu, aku baru saja sampai,” ujar Hero dengan nada datar.

Yumi justru tertawa kecil dan melepaskan pelukannya. “Memangnya kenapa? Ibu sudah lama tidak melihatmu pulang.”

Dari ruang tengah, Akira Valdren yang sedang duduk membaca sebuah dokumen ikut tersenyum melihat kedatangan putranya.

“Biarkan ibumu memelukmu. Kau terlalu jarang pulang,” ujar Akira santai.

Hero menatap ayahnya sebentar sebelum berjalan mendekat. “Aku sibuk.”

Akira menutup dokumen di tangannya sambil tersenyum. “Sibuk dengan perusahaan atau sibuk dengan seseorang?”

Hero langsung berhenti.

Yumi yang mendengar pertanyaan itu sontak tertawa. “Nah, itu yang ingin Ibu tanyakan. Beberapa hari ini wajahmu terlihat berbeda.”

Hero mengerutkan kening. “Aku tetap seperti biasa.”

“Tidak,” jawab Yumi cepat sambil tersenyum jahil. “Anak Ibu yang biasanya tidak peduli pada siapa pun sekarang sering tersenyum sendiri.”

Akira ikut tertawa kecil. “Ibumu benar, Ayah juga penasaran.”

Hero hanya menghela napas. dia sebenarnya tidak berniat membicarakan Laura, tetapi melihat kedua orang tuanya terus menatapnya dengan penuh rasa ingin tahu, akhirnya dia mengalah.

“Ada seseorang,” jawab Hero singkat.

Yumi langsung terlihat semakin bersemangat. “Seseorang?”

Hero mengangguk kecil.

“Siapa namanya?” tanya Yumi dengan mata berbinar.

Hero terdiam beberapa detik sebelum menjawab, “Namanya Laura.”

Senyum Yumi semakin lebar. Sementara itu, Akira hanya mengangkat alis sambil menatap putranya.

“Jadi akhirnya kau benar-benar menemukan seseorang yang bisa membuatmu pulang dengan wajah seperti itu,” goda Akira.

Hero menghela napas. “Dia orang yang penting bagiku.”

Yumi langsung memegang lengannya. “Ibu ingin bertemu dengannya.”

Hero menatap ibunya sebentar. “Nanti.”

“Kenapa nanti?” tanya Yumi penasaran.

“Karena aku ingin semuanya berjalan dengan baik terlebih dahulu.”

Yumi tersenyum lembut mendengar jawaban itu. dia bisa melihat bahwa kali ini putranya benar-benar serius.

Akira juga mengangguk pelan. “Kalau begitu, jangan membuat gadis itu menunggu terlalu lama.”

Hero hanya tersenyum tipis. “Aku tidak akan membuatnya menunggu.”

Setelah berbincang beberapa saat, Hero akhirnya berpamitan untuk kembali bekerja. Yumi dan Akira hanya bisa melihat putra mereka pergi sambil tersenyum.

Yumi kemudian menoleh kepada suaminya.“Akira, menurutmu seperti apa gadis yang bisa membuat Hero berubah seperti itu?”

Akira tertawa kecil. “Entahlah, tapi kalau sampai Hero mengatakan dia orang yang penting, sepertinya gadis itu memang sangat berarti.”

Yumi tersenyum lebar. “aku jadi tidak sabar bertemu dengannya.”

Menjelang sore, Hero akhirnya kembali ke rumah singgah tempat Laura tinggal.

Begitu pintu terbuka, Laura yang sedang berada di ruang tengah langsung menoleh. Namun, dia segera terdiam ketika melihat Hero tidak datang dengan tangan kosong.

Di belakang Hero terdapat beberapa pelayan yang membawa berbagai macam barang.

Ada sebuah boneka besar yang lucu, buket bunga yang indah, beberapa kotak cokelat, dan beberapa kotak kecil yang tampaknya berisi perhiasan.

Laura sampai berdiri dari sofa karena terkejut.

“Hero... itu semua apa?” tanyanya sambil menunjuk barang-barang tersebut.

Hero berjalan mendekat dengan santai. “Hadiah.”

“Hadiah?” kata Laura dengan penasaran melihat semua hadiah itu.

“Iya.” jawab hero sambil tersenyum ke arah Laura.

Laura menatap barang-barang itu satu per satu dengan wajah tidak percaya. “Tapi kenapa sebanyak ini?”

Hero justru tersenyum kecil, dia mengambil salah satu kotak cokelat dan memberikannya kepada Laura.“Aku melihatnya tadi dan teringat kepadamu.”

Laura menerima kotak tersebut sambil tersenyum bingung. “Kamu tidak perlu membeli sebanyak ini.”

“Aku ingin.” jawab hero.

Hero kemudian mengambil buket bunga dan menyerahkannya kepada Laura. “Aku juga ingin melihatmu tersenyum.”

Laura terdiam sejenak dia memandangi bunga di tangannya, lalu menatap Hero.“Hero, kamu benar-benar terlalu berlebihan.”

“Aku belum merasa berlebihan.” jawab hero dengan sedikit menggoda Laura.

Laura tertawa kecil. “Kalau begitu, apa yang kamu anggap berlebihan?”

Hero menoleh kepada para pelayan yang masih membawa barang-barang lain.“Kalau semua yang ingin kuberikan kepadamu sudah memenuhi satu ruangan, mungkin baru bisa disebut berlebihan.”

Laura langsung menggeleng sambil tertawa. “Jangan, yang sekarang saja sudah terlalu banyak.”

Hero tersenyum melihat reaksi Laura. dia kemudian mengambil salah satu kotak kecil dan membukanya. Di dalamnya terdapat sebuah perhiasan yang sangat mewah dan berkilau.

“Ini untukmu.”kata Hero sambil kasih kotak kecil itu ke Laura.

Laura memandang perhiasan tersebut dengan ragu. “Hero...

"Terima saja.” gumam Hero.

Laura akhirnya menerima kotak itu. Tatapannya melembut ketika melihat semua hadiah yang diberikan kepadanya.

“Terima kasih,” ucap Laura pelan.

Hero duduk di sampingnya dan menatap wajah Laura. “Kalau kamu menyukainya, aku bisa membelikan yang lain.”

Laura langsung menoleh. “Jangan!”

Hero tertawa kecil melihat kepanikan Laura.“Kenapa?”

“Karena ini saja sudah terlalu banyak. Aku bahkan tidak tahu harus menyimpan semuanya di mana.”

Hero tersenyum puas. “Kalau begitu, nanti kita cari ruangan yang lebih besar.”

Laura menggeleng sambil tertawa kecil. “Kamu memang tidak bisa dihentikan.”

Hero hanya tersenyum sambil memperhatikan Laura yang mulai terlihat bahagia, baginya semua hadiah itu bukan sesuatu yang penting, yang dia inginkan hanyalah melihat senyum Laura.

Dan ketika melihat senyum itu, Hero merasa semua yang telah dia lakukan memang sepadan.

1
-Thiea-
aku pun penasaran Laura. tiba-tiba muncul dan langsung ngajak nikah../Facepalm/
-Thiea-
jodohmu bukan orang sembarangan Laura. serasa dapat durian runtuh ya. 🤭
-Thiea-
sudah terdeteksi Bucin sejak awal nih../Chuckle/
Myz Pena
para pembaca juga penasaran siapa.si hero ini 🫣
Myz Pena
maka beruntunglah kamu laura,, bentar lagi kamu akan kèluar dari siksaan author 🤣
Myz Pena
pasti kaget kalian kan..
Myz Pena
saking mandirinya jadi kebentuk mentalnya setangguh ini.. ini ma biar nggak ada laki2 tetap juga bisa hidup.. karena semua bisa dilakukan sendirian.. 🤭
Myz Pena
pelan2 bang hero 🤭
Myz Pena
aduh perhatiannya ya🤭
Myz Pena
di jemput calon suami 🤭
Kartika Candra Buwana
semoga kalian baik baik saja ya
Kartika Candra Buwana
wah apa ya yang akan dibahas ya?
Prayy: di bab selanjutnya akan terjawab 🙏
total 1 replies
Miu.Nuha
kakek, bawa Laura pergi dari rumah itu donk. bawa dia bersamamu aja 🥲
Miu.Nuha
gk pernah bener laura berbuat dimata kalian 😑 emang nyebelin ih ini keluarga...
Miu.Nuha
yaaa pak dosenny gk mau ngertiin 😑
sedih kan ya...
Arni Arlinawati Pratiwi💃
okay.. berrti emak mertua mu juga dong! 🗿😭
Arni Arlinawati Pratiwi💃
eee.. lu sape, maen peluk peluk, woy!!! 🗿🙄
Arni Arlinawati Pratiwi💃
gak tau lagi emak!!! thorr.. gak mau tau emak, habis ini buat laura bahagia!!! /Skull/
Prayy: iya Mak bab selanjutnya udh masuk bahagia Laura 😄
total 1 replies
Arni Arlinawati Pratiwi💃
bener ming.. bener banget, pergi gak kamu sayang dari situ! /Skull/
Arni Arlinawati Pratiwi💃
emak.. "lu brani nampar anak angkat gue!"

kaki emak melyang terbang menghantam kepala richard.

DUAK

"emm.. puas emak, RASAIN! set ... an!" 🤯🤯🤯
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!