NovelToon NovelToon
DEWA TAMPAN JADI REBUTAN

DEWA TAMPAN JADI REBUTAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Reinkarnasi
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Pelangi Suci

“Su Yang, apa sebenarnya hubunganmu dengan Tetua Lan?”

“Dia hanya pelangganku.”

“Pelanggan?!” Tang Hu membelalak. “Lalu sepuluh wanita cantik yang datang mencarimu itu?”

“Pelanggan juga.”

Dahulu, Su Yang hanyalah murid pelataran luar yang diremehkan. Namun, setelah jiwa seorang kultivator legendaris terbangun dalam tubuhnya, segalanya berubah.

Dengan teknik kultivasi yang tak tertandingi dan pesona yang sulit ditolak, ia membuat para wanita di Sekte Bunga Mendalam mulai memperebutkan perhatiannya.

“Su Yang! Kalau kau membutuhkan sesuatu, datanglah kepadaku!”

“Aku juga! Jangan lupakan aku!”

Su Yang hanya tersenyum.

“Tenang saja. Akan ada cukup banyak kesempatan bagi kalian untuk mengenalku.”

Di tengah rayuan, kecemburuan, dan rahasia masa lalunya, Su Yang kembali menapaki jalan menuju keabadian. Namun kali ini, perjalanan kultivasinya mungkin akan jauh lebih ramai daripada yang ia bayangkan.

🙏🙏🙏❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pelangi Suci, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 — Kesepakatan dengan Wang Shuren

“Sekarang, bagaimana kalau kita berhenti membuang waktu dan mulai membicarakan bisnis?”

Ruangan itu mendadak sunyi.

Nyonya Wang masih menatap Su Yang dengan sorot mata rumit. Rasa kesal jelas belum hilang dari wajahnya, tetapi kali ini ia tidak langsung membalas.

Pemuda di hadapannya benar-benar aneh.

Jubahnya menunjukkan bahwa ia hanyalah murid Pelataran Luar Sekte Bunga Mendalam. Kultivasinya pun seharusnya jauh di bawah dirinya. Namun, ketenangan dan tatapan Su Yang membuat Nyonya Wang sulit memperlakukannya seperti junior biasa.

Terlebih lagi, tiga puluh enam Inti Binatang Kucing Petir yang tersusun di atas meja bukanlah barang murah.

Akhirnya, Nyonya Wang menarik kursi dan duduk.

“Baik,” katanya. “Kita bicara bisnis.”

Su Yang tersenyum puas.

“Seharusnya begitu sejak awal.”

Sudut mata Nyonya Wang berkedut, tetapi ia memilih mengabaikannya.

“Untuk barang yang dititipkan kepada Rumah Lelang Teratai Membara, penjual mendapatkan tujuh puluh persen dari hasil penjualan. Tiga puluh persen sisanya menjadi bagian kami. Jika barang tidak terjual, kau hanya perlu membayar sepuluh koin emas sebagai biaya.”

“Aku ingin delapan puluh persen.”

“Apa?”

“Delapan puluh untukku. Dua puluh untuk kalian.”

Kesabaran Nyonya Wang kembali diuji.

“Aku baru saja mengatakan aturannya.”

“Aku mendengarnya.”

“Kalau begitu kau juga seharusnya mengerti bahwa ini bukan tempat tawar-menawar.”

Su Yang mengangguk.

“Tentu saja. Aku hanya memberikan tawaran. Kau boleh menerima atau menolaknya.”

Nyonya Wang mengepalkan tangan.

“Kalau begitu aku menolak. Bawa barangmu dan keluar.”

Namun, Su Yang sama sekali tidak berdiri.

“Yakin?”

“Apa maksudmu?”

“Setelah hari ini, kalian mungkin tidak akan melihat Inti Binatang Kucing Petir sebanyak ini selama beberapa tahun.”

Nyonya Wang mengernyit.

“Kau mengetahui apa yang terjadi di Lembah Petir, bukan?” lanjut Su Yang.

“Tentu saja.”

Selama beberapa hari terakhir, kabar mengenai ledakan populasi Kucing Petir telah menyebar ke Kota Bulu Angin. Banyak pemburu dan murid sekte berbondong-bondong menuju lembah itu.

“Karena terlalu banyak orang memburu mereka, populasi Kucing Petir akan segera jatuh,” kata Su Yang. “Setelah itu, Inti Binatang mereka akan jauh lebih sulit ditemukan.”

Tatapan Nyonya Wang perlahan berubah.

Su Yang mengetuk meja dengan jarinya.

“Karena itulah aku juga ingin ketiga puluh enam inti ini dilelang dengan harga tiga kali lipat dari harga biasa.”

“Tiga kali lipat?!”

“Benar.”

“Itu terlalu mahal.”

“Mungkin untuk sekarang.”

Su Yang tersenyum santai.

“Tetapi beberapa bulan lagi, orang-orang mungkin berharap mereka membelinya hari ini.”

Nyonya Wang terdiam.

Sebagai pengelola rumah lelang, ia segera memahami maksudnya.

Jika persediaan Kucing Petir benar-benar menurun drastis, harga Inti Binatang mereka pasti naik. Rumah lelang pun tidak menanggung risiko besar karena barang itu bukan milik mereka.

“Baik,” katanya akhirnya. “Delapan puluh persen untukmu. Kami akan mencoba melelangnya dengan harga yang kauminta.”

“Bagus.”

Su Yang mengangguk.

“Sekarang kita bisa membicarakan tawaran keduaku.”

Nyonya Wang langsung mengernyit.

“Masih ada?”

“Aku mendengar kalian memiliki Pil Teratai Membara.”

“Benar.”

“Pil itu dapat meningkatkan peluang seorang kultivator menembus Alam Roh Mendalam hingga sembilan puluh persen, bukan?”

Nyonya Wang mengangguk.

Su Yang tersenyum.

“Bagaimana jika aku bisa membuatnya menjadi seratus persen?”

“Apa?!”

Nyonya Wang hampir bangkit dari kursinya.

Perbedaan antara sembilan puluh dan seratus persen memang hanya sepuluh angka. Namun, dalam dunia kultivasi, maknanya sangat jauh.

Sembilan puluh persen masih memiliki kemungkinan gagal.

Seratus persen berarti keberhasilan pasti.

“Kau seorang ahli alkimia?”

“Bukan.”

Wajah Nyonya Wang langsung menggelap.

“Kalau begitu jangan bicara sembarangan mengenai alkimia.”

“Aku memang bukan ahli alkimia,” jawab Su Yang. “Tetapi bukan berarti aku tidak memahaminya.”

“Bagaimana kau akan membuktikannya?”

“Berikan satu Pil Teratai Membara kepadaku.”

Nyonya Wang menatapnya curiga.

“Untuk apa?”

“Aku akan menyebutkan bahan pembuatnya.”

“Kau bercanda?”

“Tidak.”

Su Yang menunjuk tiga puluh enam Inti Binatang di atas meja.

“Jika aku gagal, semuanya menjadi milikmu.”

Tatapan Nyonya Wang langsung berubah.

“Dan jika kau berhasil?”

“Aku ingin satu bantuan darimu sebagai Tetua Istana Teratai Membara. Bantuan itu tidak akan membahayakan nyawamu atau merugikan sektemu.”

Setelah mempertimbangkannya, Nyonya Wang berdiri dan mengambil sebuah botol kecil dari lemari.

Sebuah pil merah berada di dalamnya.

“Ini Pil Teratai Membara.”

Su Yang membuka tutup botol sedikit dan menghirup aromanya.

Hanya sekali.

Kemudian ia menutupnya kembali.

“Pil ini dibuat sekitar lima hari lalu.”

Tubuh Nyonya Wang menegang.

Su Yang mulai menyebutkan bahan-bahannya.

“Teratai Api, Rumput Awan Merah, Akar Matahari…”

Satu demi satu nama keluar dari mulutnya.

Wajah Nyonya Wang semakin berubah.

Semuanya benar.

“Dan yang terakhir, Embun Daun Merah.”

Sunyi.

Nyonya Wang menatap Su Yang seperti sedang melihat monster.

Resep Pil Teratai Membara merupakan rahasia Istana Teratai Membara. Bahkan ahli alkimia berpengalaman belum tentu mampu mengetahui seluruh bahan hanya dengan mencium sebuah pil.

Namun, Su Yang berhasil melakukannya.

Baginya, itu sebenarnya bukan sesuatu yang luar biasa.

Pil Teratai Membara hampir sama dengan Pil Penembus Roh yang ia kenal dari kehidupan sebelumnya. Hanya beberapa bahan penting yang hilang. Itulah alasan tingkat keberhasilannya berhenti di sembilan puluh persen.

“Bagaimana kau bisa melakukannya?” tanya Nyonya Wang.

“Aku pernah mengenal seseorang yang sangat memahami alkimia. Setelah berada di dekatnya selama bertahun-tahun, tentu saja aku mempelajari beberapa hal.”

Kenangan lama sempat melintas dalam benaknya.

Namun, Su Yang segera kembali pada urusan di hadapannya.

“Resep Pil Teratai Membara belum sempurna. Aku bisa memberitahumu bahan yang kurang.”

Nyonya Wang langsung serius.

“Apa yang kauinginkan sebagai gantinya?”

“Bukan uang.”

“Lalu?”

“Bantuanmu.”

Su Yang menatapnya lurus.

“Kelak aku akan membutuhkan berbagai tanaman obat, sumber daya, dan beberapa pil. Aku ingin kau membantuku mendapatkannya.”

Nyonya Wang terdiam.

“Hanya itu?”

“Untuk sekarang.”

Su Yang kemudian menambahkan, “Resep lengkap yang kuberikan juga hanya boleh kauketahui sendiri.”

“Mengapa?”

“Karena kesepakatan ini antara aku dan dirimu, bukan dengan seluruh Istana Teratai Membara.”

Tatapan Su Yang kemudian menyapu wanita itu.

“Kau sedang belajar alkimia, bukan?”

Nyonya Wang kembali terkejut.

“Bagaimana kau tahu?”

“Aroma tanaman obat masih menempel padamu.”

Su Yang tersenyum.

“Sayangnya, kau masih seorang murid alkimia.”

Nyonya Wang tidak membantah.

“Itulah masalahnya. Bahkan jika kau memberikan resep lengkap kepadaku, kemampuanku belum cukup untuk membuat Pil Teratai Membara.”

“Itu bisa diperbaiki.”

“Apa maksudmu?”

“Aku akan memberimu sebuah teknik yang dapat membantumu memahami alkimia jauh lebih cepat.”

Mata Nyonya Wang membesar.

“Dengan bakatmu,” lanjut Su Yang, “beberapa bulan seharusnya cukup bagimu untuk menjadi ahli alkimia. Jika perkembanganmu lebih cepat dari perkiraanku, mungkin hanya beberapa minggu.”

“Beberapa minggu?”

Nyonya Wang sulit mempercayainya.

Menjadi ahli alkimia adalah impian yang telah lama ia kejar.

“Kenapa memilihku?” tanyanya. “Dengan kemampuanmu, pasti ada orang lain yang lebih cocok.”

“Karena kau memiliki bakat.”

“Aku?”

“Ya.”

Su Yang tersenyum misterius.

“Bahkan mungkin lebih besar daripada yang kau sadari.”

Ruangan kembali hening.

Wang Shuren menimbang tawaran itu cukup lama.

Jika Su Yang berbohong, ia memang akan membuang waktunya.

Namun, kemampuan yang baru saja diperlihatkan pemuda itu terlalu nyata untuk diabaikan.

Akhirnya, ia menarik napas panjang.

“Aku, Wang Shuren, menerima kesepakatanmu.”

Senyum Su Yang melebar.

“Keputusan yang bagus.”

“Jangan membuatku menyesal.”

“Suatu hari nanti, kau mungkin justru menganggap pertemuan kita hari ini sebagai keberuntungan.”

Tok! Tok!

Ketukan tiba-tiba terdengar.

“Nyonya Wang, lelang akan segera dimulai.”

“Aku segera datang!”

Wang Shuren memasukkan tiga puluh enam Inti Binatang ke dalam sebuah kantong.

“Kita lanjutkan pembicaraan setelah lelang.”

Ia kemudian membawa Su Yang keluar dan memanggil seorang pelayan wanita.

“Antarkan Tuan Muda ini ke ruang VIP.”

“Baik, Nyonya Wang.”

Tak lama kemudian, Su Yang sudah berada di lantai atas.

Ruang VIP itu memiliki dinding kaca besar yang menghadap langsung ke aula lelang. Dari sana, ia dapat melihat ratusan tamu di bawah tanpa terlihat oleh mereka.

“Jika Tuan Muda ingin menawar,” jelas pelayan itu, “cukup sebutkan harganya. Suara Anda akan disamarkan untuk menjaga identitas.”

“Cukup bagus.”

“Saya akan menunggu di dekat pintu. Jika membutuhkan sesuatu, silakan panggil saya.”

Su Yang mengangguk lalu duduk.

Ia datang ke Kota Bulu Angin hanya untuk menjual hasil buruannya dan mencari cincin penyimpanan.

Namun sekarang, ia juga mendapatkan Wang Shuren.

Jika wanita itu benar-benar berkembang sesuai perkiraannya, banyak urusan mengenai pil dan sumber daya akan menjadi jauh lebih mudah di masa depan.

Cahaya aula perlahan meredup.

Suara percakapan ratusan tamu menghilang.

Seseorang mulai berjalan menuju panggung.

Su Yang menyandarkan tubuhnya pada kursi.

Tatapannya jatuh ke tengah aula.

“Sekarang, mari kita lihat apa yang akan mereka jual.”

......................

Bersambung...

1
septian arista
sangat seru dan menarik
Syeh Fahru
manta;bbbbbbs
Syeh Fahru
lanjut..biar lebih seru
Syeh Fahru
semangat..lnjtksn👍💪
Syeh Fahru
lumayan runtut ceritanya
Pelangi SUCI: mksih bosku 🙏 sehat selalu dan banyak rezekinya 🤲🙏
total 1 replies
Syeh Fahru
mantab..lanjut💪
Syeh Fahru
lanjut👍
septian arista
tapi sepertinya akan bagus kalau jadi partner kultivasi ganda🤭🤭🤭🤣🤣🤣
septian arista
kenapa setelah menghabisi lawannya tidak mengambil cincin penyimpanannya siapa tahu ada sumber daya ataupun sesuatu yang berharga di dalamnya
septian arista
👍👍👍
septian arista
aduh tokoh utamanya agak jail juga orangnya
udah tahu wajahnya saja bisa membuat para lelaki iri hati malah dengan sengaja mengajak semua wanita di rumah makan untuk bergabung dengan dia🤭🤭🤭🤣🤣🤣
septian arista
Terus semangat kakak
semoga dalam beberapa hari dekat ini akan ada lebih banyak atensi dan juga apresiasi untuk semua karyamu👍👍👍
Pelangi SUCI: mksih 🙏
total 1 replies
septian arista
ini Amankah🤔🤔🤔
karena sebelum ini ada beberapa novel yang seperti dihapus karena mungkin terdapat adegan yang tergolong vulgar
Aku berharap ini akan terus berlanjut sampai ceritanya benar-benar tamat
septian arista
semakin menarik👍👍👍👍👍👍👍
septian arista
benar-benar wanita yang keras kepala terlalu angkuh dan arogan serta tidak tahu berterima kasih
septian arista
ayo lanjut terus👍👍👍
Pelangi SUCI: Asiiaaaap, mksih bosku 🙏 jangan lupa share ke teman-teman 🙏
total 1 replies
septian arista
menarik👍👍👍
septian arista
sepertinya cucu dari ketua Sun yang akan jadi pasangan pertamanya
septian arista
kultivasi ganda🤔🤔🤔🤭🤭🤭😀😀😀
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
hlo KA bisa berikan ulasan dengan jujur ke novel ku . semoga semoga KK suka hingga sampe jadi untuk favorit 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!