Sebuah kisah tentang seorang pria dari masa lalu yang bangkit di masa ini.
Di masa ini, ia bertemu dengan perempuan yang mirip dengan seseorang yang ia cintai di masa lalunya. Seseorang yang tidak berani ia gapai karena kondisi fisiknya yang seperti monster saat itu.
Akankah ia berhasil menyingkirkan kenangan buruk masa lalunya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sekte Lembah Hantu Kegelapan
Begitu beberapa orang asing masuk ke dalam aula, para pengawal pribadi yang dibawa oleh para tamu langsung bergerak. Mereka tidak lagi berdiri santai seperti sebelumnya.
Satu per satu, para pengawal mendekati majikan masing-masing. Beberapa berdiri di depan, sementara yang lainnya mengambil posisi di samping atau belakang. Tatapan mereka waspada. Mereka semua menyadari bahwa suasana di dalam kediaman Keluarga Wong telah berubah.
Lan Suya tidak bergerak. Tatapannya tertuju kepada orang-orang yang baru saja masuk. Ia memperhatikan pakaian mereka.
Jubah berwarna gelap dengan pola tengkorak dan awan hitam terlihat pada beberapa orang. Sebagian lainnya memiliki lambang aneh berbentuk wajah hantu di bagian dada.
Tatapan Lan Suya perlahan menjadi serius. Ia mengenali lambang tersebut. Itu adalah Sekte Lembah Hantu Kegelapan.
Sekte itu merupakan salah satu kelompok aliran hitam yang kuat di Kekaisaran Zhou. Selama bertahun-tahun, nama mereka telah dikenal luas di berbagai wilayah kekaisaran. Mereka jelas bukan kelompok kecil yang bisa dianggap remeh.
Lan Suya mengerutkan kening. Dalam hati, ia mulai bertanya-tanya.
“Apa yang mereka inginkan?”
Tatapannya kembali menyapu orang-orang yang baru masuk.
“Jangan-jangan mereka berniat merampok seluruh tamu yang datang ke kediaman Keluarga Wong?”
Kemungkinan itu cukup masuk akal. Malam ini, orang-orang yang hadir bukanlah orang biasa. Banyak keluarga bangsawan datang.
Para pedagang besar juga hadir. Bahkan beberapa tokoh dari berbagai sekte ikut memenuhi aula. Jika seseorang berhasil menguasai tempat ini, keuntungan yang didapat tentu sangat besar.
Jumlah orang yang masuk juga terlalu banyak. Setiap orang memiliki aura yang cukup kuat. Terlebih lagi, suara pertempuran dari luar masih terdengar. Sepertinya bukan hanya aula ini yang telah diserang. Seluruh kediaman Keluarga Wong mungkin sudah berada dalam kekacauan.
Di tengah ketegangan tersebut, seorang pria dari kelompok itu melangkah maju. Penampilannya cukup tua dengan rambutnya panjang yang sebagian telah memutih. Ia mengenakan jubah hitam dengan pola hantu di bagian bahunya.
Wajahnya terlihat biasa saja. Namun aura yang terpancar dari tubuhnya membuat beberapa tamu langsung merasa tertekan.
Pria itu berhenti beberapa langkah di depan panggung. Ia mengangkat kedua tangannya.
“Perkenalkan.”
Senyum tipis muncul di wajahnya.
“Aku adalah Tetua Agung Sekte Lembah Hantu Kegelapan.”
Begitu perkataan tersebut keluar, suasana aula langsung berubah. Beberapa orang saling memandang.
“Tetua Agung?”
“Jangan-jangan...”
Pria itu kemudian menyebutkan namanya.
“Namaku Gu Shu.”
Wajah beberapa tamu langsung berubah.
“Gu Shu?!”
“Raja Setan Gu Shu?”
“Dia benar-benar datang?”
Bisikan terdengar di berbagai sudut aula. Bahkan beberapa orang yang sebelumnya terlihat tenang kini menunjukkan kegelisahan.
Nama Gu Shu bukanlah nama yang asing bagi para pendekar Kekaisaran Zhou. Ia dikenal dengan julukan Raja Setan.
Gu Shu merupakan salah satu pendekar aliran hitam terkuat di Kekaisaran Zhou. Kekuatannya telah membuat banyak orang ketakutan.
Selama bertahun-tahun, berbagai kisah mengenai dirinya telah beredar di kalangan para pendekar. Tidak ada seorang pun yang menyangka bahwa tokoh seperti dirinya akan muncul di kediaman Keluarga Wong.
Salah seorang tamu berbisik kepada orang di sampingnya.
“Kenapa Raja Setan datang ke sini?”
“Aku tidak tahu.”
“Apakah Keluarga Wong memiliki masalah dengannya?”
“Entahlah.”
Bisikan-bisikan semakin terdengar.
Gu Shu hanya tersenyum mendengar reaksi para tamu. Ia tidak terlihat terburu-buru. Sebaliknya, ia justru menikmati ketakutan yang mulai muncul di dalam aula.
Tatapannya perlahan menyapu seluruh ruangan. Para tamu yang bertatapan dengannya segera mengalihkan pandangan. Tidak banyak orang yang berani menatap langsung seorang pendekar seperti Gu Shu.
Gu Shu kemudian melihat ke arah panggung. Tatapannya berhenti pada Wong Hung. Senyumnya semakin lebar.
“Patriark Wong Hung.”
Wong Hung berdiri dari tempat duduknya. Wajahnya terlihat serius.
“Gu Shu.”
Ia menyebut nama pria tersebut dengan suara berat.
“Sudah lama sekali.”
Gu Shu tertawa kecil.
“Hahaha...”
“Benar.”
Ia melangkah maju satu langkah.
“Sudah lama kita tidak bertemu.”
Wong Hung menggenggam tangannya.
“Namun aku tidak menyangka kau akan datang ke pesta ulang tahun pernikahan emas kami.”
Gu Shu tersenyum.
“Jangan salah paham.”
Tatapannya menjadi dingin.
“Aku datang bukan untuk mengucapkan selamat.”
Begitu kalimat tersebut terdengar, seluruh aula kembali hening. Para tamu saling memandang.
Di samping Lan Suya, Gao Rui menatap Gu Shu. Namun Sha Nuo masih duduk dengan tenang. Ia bahkan tidak menunjukkan sedikit pun kegelisahan.
Tatapannya hanya tertuju kepada Gu Shu. Seolah-olah julukan Raja Setan yang membuat seluruh aula ketakutan sama sekali tidak berarti baginya.
Gao Rui menatap Gu Shu beberapa saat. Tatapannya kemudian beralih kepada Sha Nuo yang masih duduk dengan tenang di sampingnya. Ia sedikit mendekat.
“Paman Nuo, apa kau mengincarnya?”
Sha Nuo melirik Gao Rui.
“Tidak.”
Jawabannya singkat.
Gao Rui mengangkat alis.
“Lalu apa yang hendak Paman lakukan?”
Sha Nuo terdiam sejenak. Tatapannya kembali mengarah kepada Gu Shu yang sedang berbicara dengan Wong Hung.
“Entahlah.”
Gao Rui sedikit terkejut mendengar jawaban tersebut.
Sha Nuo bersandar santai pada kursinya.
“Aku tidak punya kewajiban menyelamatkan semua orang di sini.”
Ia mengatakannya dengan tenang.
“Aku bahkan tidak mengenal mereka.”
Tatapan Sha Nuo kemudian berpindah kepada Gao Rui.
“Aku hanya akan melindungi kau dan Lan SuYa.”
Gao Rui terdiam. Beberapa saat kemudian, ia mengangguk. Ia memahami maksud Sha Nuo.
Paman Nuo memang bukan orang yang suka ikut campur dalam urusan orang lain. Selama masalah tersebut tidak menyentuh dirinya ataupun orang-orang yang dianggap penting olehnya, Sha Nuo tidak akan peduli.
Namun Gao Rui juga memahami sesuatu yang lain. Jika orang-orang dari Sekte Lembah Hantu Kegelapan berani menyentuh dirinya atau Bibi Ya, maka Paman Nuo tidak akan tinggal diam.
Gao Rui melirik Sha Nuo. Pria itu masih duduk dengan santai. Tidak ada tanda-tanda bahwa ia sedang menghadapi seorang tokoh yang ditakuti banyak pendekar Kekaisaran Zhou.
Namun Gao Rui tahu betul. Ketenangan itu bukan karena Sha Nuo takut kepada Gu Shu. Sebaliknya, Paman Nuo hanya belum menganggap perlu untuk bergerak.
Jika saatnya tiba dan Sha Nuo benar-benar berdiri, Gao Rui tidak yakin akan ada seorang pun di tempat ini yang mampu menghentikannya.
Saat percakapan antara Gao Rui dan Sha Nuo berakhir, suara langkah kaki kembali terdengar dari arah pintu aula.
Bukan hanya beberapa orang. Kali ini, puluhan anggota Sekte Lembah Hantu Kegelapan masuk secara bersamaan.
Mereka mengenakan jubah hitam dengan lambang hantu di dada. Sebagian membawa pedang, golok, atau senjata lainnya. Aura mereka memenuhi ruangan dan membuat suasana yang sudah tegang menjadi semakin mencekam.
Beberapa tamu tanpa sadar mundur selangkah. Para pengawal pribadi langsung mengeluarkan senjata mereka dari cincin ruang. Tatapan mereka terus mengawasi anggota Sekte Lembah Hantu Kegelapan yang semakin memenuhi aula.
Jumlah mereka terus bertambah. Beberapa orang bahkan berdiri di dekat pintu, seolah-olah sengaja menutup jalan keluar.
Para tamu mulai menyadari bahwa mereka tidak lagi memiliki kebebasan untuk pergi sesuka hati. Gu Shu melihat keadaan tersebut dengan senyum tipis. Ia kemudian kembali menatap Wong Hung.
“Patriark Wong Hung.”
Suaranya terdengar tenang, tetapi mengandung tekanan yang membuat suasana semakin berat.
“Setahun yang lalu, aku pernah datang menemuimu.”
Wajah Wong Hung sedikit berubah.
Gu Shu melanjutkan.
“Ketika itu, aku menawarkan agar Keluarga Wong menjadi sekutu Sekte Lembah Hantu Kegelapan di Kota Wuye.”
Ia berhenti sejenak.
“Namun kau menolaknya.”
Wong Hung mengepalkan tangannya. Ia masih mengingat kejadian tersebut dengan jelas.
Gu Shu tertawa kecil.
“Ketika itu kau berkata bahwa Keluarga Wong tidak akan tunduk kepada siapa pun.”
Tatapannya menjadi dingin.
“Sepertinya kau masih belum memahami akibat dari keputusanmu.”
Gu Shu mengangkat tangannya perlahan. Tatapannya menyapu seluruh aula.
“Karena itu, malam ini aku akan memberikan pelajaran keras kepadamu.”
Beberapa tamu langsung terlihat panik.
Gu Shu kemudian menunjuk ke arah para tamu yang hadir.
“Bukan hanya kepadamu.”
“Semua keluarga yang hadir di sini juga akan belajar sesuatu malam ini.”
Suaranya semakin berat.
“Jika kalian menolak keinginan Sekte Lembah Hantu Kegelapan, maka kalian harus siap menanggung akibatnya.”
Suasana aula menjadi sunyi. Tidak ada seorang pun yang berani berbicara.
Gu Shu kembali tersenyum. Ia memandang Wong Hung dengan tatapan penuh penghinaan.
“Perayaan ulang tahun pernikahan emas ini seharusnya menjadi hari yang membahagiakan.”
“Namun sayang sekali...”
Ia berhenti sejenak.
“Perayaan ini akan berubah menjadi perayaan duka bagi Keluarga Wong.”
Begitu kata-kata tersebut selesai diucapkan, aura kematian langsung menyebar dari tubuh para anggota Sekte Lembah Hantu Kegelapan.
kami memang harus menunggu Thor, stidaknya tau siapakah org yg menyebut kata tersebut ??
👱siap yaer
.. yang pasti pulang tinggal nama sekte pedang hantu punah🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪