NovelToon NovelToon
Ayah Tiriku, Sugar Daddy-ku

Ayah Tiriku, Sugar Daddy-ku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Cinta Terlarang
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Wandhansari

Veliora tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah ibunya menikah dengan pria paling berbahaya di dunia elite Jakarta.
Kaelric Vorn.
Pria dingin yang dikenal sebagai penguasa bisnis internasional itu memiliki segalanya, kekuasaan, uang, dan dunia gelap yang tidak tersentuh orang biasa.
Namun di balik mansion mewah, tatapan tajam, dan nama besarnya…
Kaelric menyimpan sesuatu yang jauh lebih menakutkan.
Seekor black panther betina bernama Nyx.
Dan anehnya, binatang liar itu memilih Veliora.
Awalnya Veliora hanya ingin bertahan hidup di dunia baru yang terasa asing baginya.
Namun semakin lama dia berada di sisi Kaelric…
semakin dia menyadari bahwa pria itu bukan sekadar ayah tirinya.
Kaelric terlalu protektif.
Terlalu dominan.
Dan perlahan mulai memperlakukannya seperti sesuatu yang tidak ingin dia lepaskan.
Di tengah dunia elite penuh rahasia, pengkhianatan, dan kekuasaan…
Veliora terjebak di antara rasa cinta terhadap Ayah Tirinya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wandhansari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 : Sentuhan Lembut Veliora

Di perusahaan Adiwinata Corporation. Semenjak perbincangan Kaelric dengan Tuan Adiwinata tempo hari, membuat suasana agak memanas. Tuan Adiwinata tersinggung dengan ucapan Kaelric Vorn.

Bagaimana dia tidak tersinggung, Tuan Adiwinata bukan anak kecil lagi. Bahkan, dia tahu bagaimana posisi Valerius Kaeden waktu itu. Fitnah keji yang dilontarkan padanya sungguh membuat dada Tuan Adiwinata semakin sesak.

"Tuan, bagaimana kelanjutan kerjasama perusahaan kita dengan pihak Tuan Kaelric Vorn?.  Apakah kita batalkan atau dilanjutkan, Tuan? "

"Karena, pihak operasional dari Vorn Aegis Consortium sudah menanyakan kelanjutannya. Sekarang, mereka menunggu konfirmasi lebih lanjut. "

"Kau atur saja, Ivan. Aku tak tahu lagi harus bicara apa. Rasanya aku malu. Tapi, aku ingin marah juga. "

"Saya tahu, Tuan. Tapi, percayalah!. Mungkin, Nyonya Seraphina memang sudah percaya sepenuhnya pada Tuan Kaelric. Tuan tidak perlu lagi mencampuri urusan Nyonya Seraphina dan putrinya. "

Tuan Adiwinata terdiam. Rambutnya yang sudah memutih. Usianya yang tak lagi muda. Dia menarik napas dalam-dalam.

"Baiklah, Tuan. Saya akan bekerja semaksimal mungkin. "

Akhirnya, Ivan keluar dari ruangan Tuan Adiwinata.

Ada sesuatu yang tidak diketahui Tuan Adiwinata. Di balik sikap patuh Ivan, ada rahasia yang tidak diketahui oleh orang lain. Apalagi Tuan Adiwinata sendiri.

Sambil berjalan di koridor. Ivan memegang earpiece. Dia berbicara setengah berbisik. Agar tak ada orang di sekitarnya yang ikut mendengar.

"Ravian, bagaimana?. Kita jadi bertemu, kan? "

"Pasti, Ivan. Ada berita apa hari ini? "

"Target kita hampir putus asa, Ravian."

"Bagaimana kalau kita bertemu di tempat biasa saja? "

"Jangan, terlalu berbahaya. Akan banyak orang yang tahu, Ivan. "

"Kau ke apartemenku saja. Seperti biasanya. "

"Oke."

Mereka mengakhiri perbincangan. Takut, semakin lama akan semakin banyak orang yang tahu apa yang mereka lakukan.

****

Tak terasa, hari sudah menginjak siang hari. Seperti biasanya, Ravian Kestler bersiap akan menjemput putri tiri Bosnya itu.

Dia berlari kecil ke arah basement. Mobil Audi A8 L Hitam Metalik segera meraung di jalanan. Vibesnya The Transporter ala-ala Jason Statham sedang beraksi. Ravian mengemudikan kuda besinya dengan kecepatan penuh.

Veliora yang menunggu jemputan pun berdiri dengan gelisah.

Kedua kali, Veliora ternganga melihat mobil Ravian.

"Gila bener, sebenernya berapa sih gaji Ravian ini. Bikin aku keder tuh orang!. Gak nyangka juga kalau aku dapatkan ayah tiri sekeren Daddy Kaelric. Ayam-ayam kampus aja dibikin kelimpungan lihat vibesnya Ravian. Apalagi kalau yang kesini Daddy sendiri. "

Veliora berdecak kagum.

Dia melirik sekelilingnya. Bola matanya memutar malas. Bagaimana tidak?. Cewek-cewek cantik nan seksi sudah bergerombol di belakangnya.

Mobil Ravian pun berhenti tepat di sisi Veliora. Dia pun segera mencelos masuk ke dalam.

Suara cewek-cewek riuh memekakkan telinga. Veliora menutup telinganya erat.

"Ayo cepat, Ravian. Kita ke kantor Daddy aja, boleh?. Daddy sibuk gak hari ini? "

"Penasaran banget ya sama Daddy Kael?"

Canda Ravian di sela-sela kemudinya.

"Bukan begitu, Ravian. Tapi, ada sesuatu yang membuat aku.....   Ah, bagaimana aku harus mengatakan ini?"

"Katakan saja, Nona. Saya akan bantu menjawabnya jika saya tahu! "

"Tidak, Ravian. Aku cuma kagum saja dengan Daddy Kael. "

Ravian hanya tersenyum. Veliora pikir Ravian tidak tahu apa-apa. Padahal, dia tahu segalanya. Tapi, karena ini memang perintah dari atasannya, dia pun hanya terdiam. Si Bos nih bener-bener ya?. Membuat hati gadis manis disampingnya ini bergejolak.

Sesampainya di gedung Vorn Aegis Consortium, Veliora segera turun dari mobil Ravian.

"Nona tunggu saya dulu ya?. Kita masuk ke dalam barengan. "

Veliora mengangguk. Kemudian, setelah Ravian menghampirinya, mereka berdua berjalan naik ke lantai atas.

Gedung  tempat kerja Kaelric Vorn sangat megah. Tinggi sekitar 66 lantai. Dengan dinding kaca hitam reflektif. Nampak dingin dan tertutup. Hingga sulit untuk ditembus.

Dengan lift khusus atau lift pribadi mereka berjalan melintasi semua karyawan yang tengah bekerja hari itu.

Tapi, di kantor Kaelric. Semua bekerja dengan tertib dan efisien. Hingga tak ada yang terlihat bergerombol hanya untuk sekedar bergosip seperti perusahaan biasa lainnya.

Kaelric yang tengah duduk di meja kerjanya. Agak terkejut juga melihat kedatangan Veliora. Karena, sebelumnya gadis itu tak memberitahukan kedatangannya.

Ravian pun meninggalkan mereka berdua.

Veliora langsung menghampiri Kaelric Vorn. Dia memeluk Daddynya. Kaelric agak tersentak melihat sikap Veliora. Tangan Kaelric pun membalas memeluk gadis itu dengan lembut.

Dibelainya rambut panjang milik Veliora yang indah.

Veliora memang selalu dimanja sama Papinya. Dia malah sering berinteraksi dengan Papinya ketimbang Maminya.

"Dad... "

"Ya.. ". Sahut Kaelric.

" Malam ini mau gak temenin aku shoping ke mall? "

Kaelric diam tak menyahut. Dia seperti menikmati pelukan Veliora yang hangat melekat ditubuhnya.

"Daddy, sayang kan sama Veli? "

"Ya, Daddy sayang banget sama Veli. Memang ada apa? "

"Ah, nggak. Veli takut kehilangan Daddy. Seperti Veli kehilangan Papi. "

Veliora menyusupkan kepalanya ke dada Kaelric. Kaelric geli dengan sikap Veliora. Bagaimana tidak?. Dia pria dewasa yang normal. Dia takut hasrat yang dia tahan akan runtuh.

"Daddy capek gak? "

"Atau kalau capek, biar Veli pijitin. Seperti biasanya, Papi suka sekali kalau aku pijit. "

Kaelric diam. Memang, dia mau pijit aku yang sebelah mana?. Rutuk hati Kaelric. Kaeden sialan!. Kenapa dia terlalu memanjakan putrinya ini?. Sekarang, aku kan yang susah?. Mana aku ini orang normal juga!.

Ada perang batin yang tak dapat dihindari dalam hatinya.

Mendadak tangan Veliora mengusap dada Kaelric berulang-ulang. Ini juga kebiasaan Veliora jika bermanja pada Papinya. Buat Veliora ini adalah biasa. Tapi, bagi Kaelric. Sudah beda artinya.

Kaelric sudah tak dapat menahannya. Dia pun melepaskan tangan Veliora dan bergegas masuk toilet. Dikuncinya dari dalam.

Dia berteriak sekencang-kencangnya. Karena, tak ada orang yang akan mendengarkannya.

"Sial. Siaaaal!. Kenapa Seraphina malah balik lagi ke rumahnya?. Dan dibiarkan putrinya tinggal serumah denganku?. Bagaimana aku bilang ke anak itu?"

"Aaaaahhh... Lama-lama aku bisa gila kalau setiap hari serumah dengan anak itu. "

"Ya Tuhaaan... Bagaimana caranya agar aku tidak tergoda olehnya? "

"Aaaaaaahhhh.....! "

Kaelric pun mencuci wajahnya berkali-kali. Lalu mengambil handuk kecil yang menggantung di samping wastafel.

Dia keluar dari toilet dengan perasaan berkecamuk.

Sambil berdiri di ambang pintu toilet, dia dapati Veliora tertidur di sofa. Kaelric pun mendekat ke arah gadis itu.

Kaelric membungkuk. Agak berjongkok. Bibir Veliora yang terlihat ranum. Menyisakan rasa manis kemarin malam.

Rasa itu masih membekas di hatinya.

Akhirnya, dia berdiri. Kemudian digendongnya gadis itu keluar dari ruang kerjanya.

Dia berjalan memakai lift khusus. Dan melintasi karyawan yang sedang bekerja. Mereka yang mendapati Bosnya tengah menggendong seorang gadis, jadi terkejut.

Bos mereka yang dingin, tertutup. Jarang bicara dengan mereka kalau tidak ada hal yang penting.

Waaah... Ada berita baru, nih!!!. Itulah yang muncul di benak mereka.

Tanpa menghiraukan situasi, Kaelric terus saja mengayunkan kakinya menuju mobilnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!