NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ceo

Transmigrasi Ceo

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Bagus Dwi

Dikhianati hingga tewas di dunia modern, Anya, seorang CEO jenius ahli strategi investasi, bertransmigrasi ke tubuh Permaisuri Xian—seorang istri kaisar yang lemah, miskin, dan ditindas oleh para selir di istana belakang.
Namun, si licik salah memilih lawan. Jiwa yang baru ini tidak mengenal kata menyerah. Menggunakan ilmu ekonomi modern, Anya mengobrak-abrik Paviliun Logistik, menyikat habis menteri korup, dan membalikkan keadaan hingga para musuhnya gemetar ketakutan!
Di tengah aksi balas dendamnya yang badass, Kaisar Liang yang dingin dan berwibawa justru mulai mendekat, terpikat oleh kepakan sayap sang Ratu yang baru.
"Kau sangat menarik, Xian. Katakan padaku... apa yang sebenarnya terjadi padamu?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagus Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8 GUNCANGAN DI GERBANG PHOENIX

Hujan badai yang mengguyur ibu kota Han seolah menjadi latar belakang yang sempurna bagi ketegangan yang nyaris meledak di halaman depan Istana Phoenix. Kilatan petir yang menyambar di langit malam menerangi baju zirah perak milik Menteri Cui dan lima ratus prajurit bersenjata lengkap yang berdiri di belakangnya. Di seberang mereka, hanya ada Anya yang berdiri dengan anggun di bawah lindungan payung kertas minyak yang dipegang oleh Qiu Er, ditemani Kasim Wang yang wajahnya pucat pasi namun tetap berusaha memasang badan.

"Permaisuri Xian!" suara Menteri Cui menggelegar, mengalahkan deru angin malam. Pria paruh baya dengan janggut lebat itu menatap Anya dengan pandangan meremehkan. "Hamba datang atas nama hukum kekaisaran untuk menjemput Kasim Sun yang telah Anda culik secara ilegal dari Paviliun Logistik. Tindakan Anda malam ini telah melampaui batas wewenang seorang wanita istana belakang dan bisa dianggap sebagai bentuk pemberontakan!"

Anya tidak bergeming. Dari balik jubah Phoenix merah marunnya, dia justru menarik napas dalam-dalam, menikmati sensasi adrenalin yang sudah sangat akrab di dadanya sejak masih menjadi CEO di dunia modern. Menghadapi gertakan militer seperti ini tidak ada bedanya dengan menghadapi dewan direksi korup yang mencoba melakukan hostile takeover terhadap perusahaannya.

"Pemberontakan, Menteri Cui?" Anya terkekeh pelan, sebuah suara tawa yang terdengar sangat jernih namun sedingin es. Dia melangkah maju, keluar dari selasar paviliun hingga ujung gaun sutranya sedikit terpercik air hujan. "Siapa yang sebenarnya sedang melakukan pemberontakan di sini? Kau membawa lima ratus prajurit bersenjata lengkap masuk ke dalam istana dalam—wilayah suci yang dilarang keras bagi pasukan militer luar tanpa adanya dekrit resmi bertanda tangan emas dari Baginda Kaisar Liang sendiri. Katakan padaku, di mana dekrit itu?"

Menteri Cui tersentak, rahangnya mengeras. Dia tentu saja tidak memiliki dekrit tersebut karena aksinya malam ini adalah tindakan darurat yang didorong oleh kepanikan putrinya, Selir Agung Cui. Jika Kasim Sun menyerahkan buku catatan rahasia mereka kepada Permaisuri, seluruh klan Cui akan hancur dalam semalam.

"Hamba bertindak demi keamanan istana! Kasim Sun adalah pejabat penting, dan Anda tidak memiliki hak untuk menahannya tanpa proses persidangan yang sah!" Menteri Cui mencoba membela diri, memberi isyarat kepada para prajuritnya untuk bersiap merangsek maju.

"Aku adalah Permaisuri sah dari kekaisaran ini, ibu dari seluruh pelayan dan pejabat di istana belakang," Anya menyela dengan nada suara yang sangat rendah namun sarat akan otoritas mutlak. Tatapan matanya yang pekat menghujam lurus ke sepasang mata Menteri Cui. "Setiap helai kain, setiap butir beras, dan setiap nyawa di dalam tembok ini adalah milikku untuk diatur. Jika kau berani melangkahkan satu kaki zirahmu melintasi ambang pintu gerbang Istana Phoenix ini... aku bersumpah, bukan hanya Kasim Sun yang akan menemui ajalnya malam ini, tetapi seluruh klan Cui akan terseret ke dalam lubang eksekusi atas tuduhan pengkhianatan tingkat tinggi!"

Mendengar ancaman yang begitu berani dan penuh percaya diri dari seorang wanita yang biasanya terkenal penakut, lima ratus prajurit di belakang Menteri Cui mendadak ragu. Mereka saling berpandangan di bawah guyuran hujan, merasakan tekanan aura yang luar biasa berat memancar dari tubuh mungil sang Permaisuri. Anya berdiri tegak, tangannya yang tersembunyi di balik jubah dengan erat mencengkeram buku catatan hitam milik Kasim Sun—senjata pamungkas yang siap dia ledakkan di depan seluruh dewan menteri esok pagi.

1
evi carolin
sat set libas semua ,basmi abis ampe keturunan dan nol ga punya harta jabatan dan gelar 😱
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
awal langsung panas... semangat
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: suka kok tapi klo bisa Jangan terus sebut dunia ku... biar ngga bocor klo Permaisuri nya bukan asli kak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!