NovelToon NovelToon
Legenda Mutiara Yin-Yang Primordial

Legenda Mutiara Yin-Yang Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Budidaya dan Peningkatan / Mengubah Takdir
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Bahari

Tiga tahun lalu, Lin Tian adalah jenius nomor satu di Kota Daun Merah sebelum takdir menghancurkan seluruh meridiannya. Menjadi sampah yang diinjak-injak semua orang tidak membuat pemuda ini menyerah pada nasib buruknya.
Keberuntungan berubah saat darahnya membangkitkan Mutiara Yin-Yang Primordial, pusaka kuno yang menyimpan jiwa Permaisuri Iblis seksi bernama Yue Chan. Di bawah bimbingan sang permaisuri, Lin Tian memulai jalan kultivasi ekstrem melalui pembantaian dan kultivasi ganda.
Dia bukan pahlawan suci, melainkan kultivator bermuka tebal yang sangat realistis. Jika musuh terlalu kuat, dia akan melarikan diri, menyebarkan racun, atau menikam dari belakang.
Namun, siapa pun yang berani menyentuh wanitanya akan menghadapi pembalasan paling kejam. Saksikan kisah Lin Tian menghancurkan surga dan menjadi penguasa tertinggi alam semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prolog & Bab 1

Prolog

Pada zaman kuno sebelum langit dan bumi terpisah, kekacauan primordial melahirkan sebuah pusaka mutlak. Pusaka itu dikenal sebagai Mutiara Yin-Yang Primordial, sebuah benda misterius yang mampu membalikkan hukum alam semesta.

Jutaan tahun kemudian, seorang wanita dengan kecantikan yang mampu meruntuhkan kerajaan bangkit memimpin ras iblis. Dia adalah Permaisuri Iblis Yue Chan, penguasa tertinggi yang ditakuti oleh seluruh dewa di alam langit.

Kekuatannya yang terlalu besar membuat para dewa kuno merasa terancam dan bersekutu untuk melenyapkannya. Pertempuran besar yang mengguncang sembilan langit pun pecah selama seratus hari tanpa henti.

Yue Chan berhasil membantai separuh dari dewa kuno dengan kekejaman yang tiada tanding. Namun, dia akhirnya dikhianati oleh orang kepercayaannya sendiri di saat-saat kritis pertarungan.

Dalam keadaan sekarat, Yue Chan menolak untuk membiarkan jiwanya dihancurkan oleh para dewa yang munafik. Dia menggunakan sisa kekuatan terakhirnya untuk membakar esensi kehidupannya dan meledakkan tubuh fana miliknya.

Ledakan itu menghancurkan ribuan bintang dan membuka celah dimensi yang sangat besar. Jiwa murni milik Yue Chan kemudian melesat masuk ke dalam celah tersebut bersama Mutiara Yin-Yang Primordial.

Pusaka tersebut menyerap jiwa Yue Chan untuk melindunginya dari kehancuran total. Setelah itu, mutiara misterius tersebut jatuh ke alam fana dan meredup, menunggu takdir baru yang akan membangunkannya kembali.

......................

Bab 1: Sampah Kota Daun Merah

Matahari sore menyinari Kota Daun Merah dengan warna merah darah yang pekat. Di sebuah gang sempit di area belakang kediaman Klan Lin, seorang pemuda berjalan dengan langkah lambat.

Pemuda itu adalah Lin Tian, yang mengenakan pakaian kain kasar yang sudah pudar warnanya. Wajahnya terlihat pucat, namun matanya memancarkan ketenangan yang tidak biasa bagi remaja seusianya.

Tiga tahun lalu, nama Lin Tian mengguncang seluruh kota sebagai jenius termuda yang mencapai ranah pengumpulan Qi tingkat ketujuh. Namun, sebuah serangan misterius di hutan liar menghancurkan seluruh meridian tubuhnya dalam satu malam.

“Hei, lihat siapa yang sedang berjalan merangkak di sini!” Sebuah suara sinis memecah keheningan gang tersebut.

Lin Tian menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah sumber suara dengan ekspresi datar. Di depannya, berdiri tiga orang pemuda berpakaian sutra mewah dengan senyum mengejek yang menghiasi wajah mereka.

Pemuda di depan adalah Lin Biao, sepupu Lin Tian yang sekarang menjadi salah satu talenta andalan keluarga. Di ranah pengumpulan Qi tingkat keempat, Lin Biao merasa dirinya sudah berada di atas langit dibandingkan Lin Tian.

“Lin Biao, gang ini cukup lebar untuk dilewati anjing, jadi mengapa kamu menghalangi jalanku?” Lin Tian berbicara dengan nada santai tanpa ada rasa takut sedikit pun.

Mendengar perkataan itu, wajah Lin Biao langsung berubah menjadi sangat merah karena marah. “Sampah tak berguna, beraninya kamu menyamakan aku dengan anjing!”

Lin Biao maju satu langkah dan melepaskan tekanan energi spiritualnya yang masih mentah. Tekanan itu membuat tubuh Lin Tian yang lemah terhuyung ke belakang beberapa langkah sebelum akhirnya stabil.

'Sialan, jika meridianku tidak hancur, lalat seperti ini sudah kuhancurkan dengan satu jari,' batin Lin Tian sambil mengepalkan tangannya di dalam lengan baju.

Namun, Lin Tian sangat realistis dengan keadaannya yang sekarang tidak memiliki kekuatan sama sekali. Dia tahu bahwa melawan secara fisik saat ini hanya akan membuat tubuhnya menderita luka yang lebih parah.

“Aku hanya mengatakan fakta yang kulihat, jika kamu merasa tersindir, itu bukan urusanku,” ucap Lin Tian seraya berbalik untuk mencari jalan lain.

“Kamu pikir kamu bisa pergi begitu saja setelah menghinaku?” Lin Biao berteriak dengan penuh kemarahan.

Sebelum Lin Tian bisa melangkah jauh, sebuah tendangan keras mendarat tepat di punggungnya. Kekuatan fisik Lin Biao yang diperkuat energi spiritual membuat Lin Tian terlempar dan menabrak dinding batu di dekatnya.

Rasa sakit yang membakar langsung menjalar dari punggung hingga ke seluruh dada Lin Tian. Seteguk darah segar keluar dari mulutnya, menodai tanah berdebu di bawahnya.

Lin Tian tidak berteriak kesakitan, melainkan langsung berguling ke samping untuk menghindari serangan lanjutan. Tindakan refleks pertahanan diri yang sangat matang ini membuat tendangan kedua Lin Biao hanya mengenai udara kosong.

“Oh, sampah ini ternyata cukup pandai berguling seperti anjing tanah!” Salah satu pengikut Lin Biao tertawa terbahak-bahak melihat pemandangan tersebut.

Lin Biao yang merasa kehilangan muka karena tendangannya meleset langsung menjadi semakin murka. Dia melangkah maju lagi, bersiap untuk menginjak wajah Lin Tian dengan seluruh kekuatannya.

Lin Tian melihat kaki yang mendekat dan bersiap untuk menggunakan bubuk gatal di sakunya sebagai upaya terakhir. Meskipun itu tidak akan membunuh Lin Biao, setidaknya itu bisa memberinya waktu untuk merangkak pergi.

“Hentikan tindakan memuakkanmu itu, Lin Biao!” Sebuah teriakan melengking yang penuh amarah tiba-tiba terdengar dari ujung gang.

Seorang gadis muda dengan gaun hijau sederhana berlari dengan cepat menuju ke arah mereka. Wajahnya yang cantik jelita tampak dipenuhi dengan kecemasan yang sangat mendalam.

Gadis itu adalah Su'er, pelayan pribadi Lin Tian yang selalu menemaninya sejak masa jayanya hingga jatuh ke titik terendah. Keindahan wajah Su'er bahkan melampaui sebagian besar nona muda dari keluarga bangsawan di kota.

Su'er langsung berdiri di depan Lin Tian, merentangkan kedua tangannya untuk melindungi tuan mudanya. Tatapan matanya yang biasanya lembut kini dipenuhi dengan kilatan kemarahan yang tajam ke arah Lin Biao.

“Lin Biao, Tuan Muda Lin Tian adalah cucu dari Patriark, beraninya kamu memperlakukannya seperti ini!” Su'er membentak dengan suara yang sedikit bergetar karena emosi.

Lin Biao menghentikan kakinya yang menggantung di udara dan menatap Su'er dengan pandangan penuh nafsu. Matanya menyusuri setiap lekuk tubuh Su'er yang mulai berkembang dengan sangat indah.

“Su'er, untuk apa kamu terus melayani sampah yang bahkan tidak bisa melindungi dirinya sendiri?” Lin Biao tersenyum cabul seraya mencoba menyentuh dagu gadis itu.

“Lebih baik kamu mengikutiku menjadi selirku, dan aku berjanji akan memberikanmu kehidupan yang jauh lebih mewah,” lanjut Lin Biao dengan nada merayu.

Sebelum tangan Lin Biao menyentuh Su'er, sebuah tangan yang dipenuhi darah tiba-tiba mencengkeram pergelangan tangannya. Lin Tian entah sejak kapan sudah berdiri kembali dengan tatapan mata yang sangat dingin.

Meskipun tubuhnya gemetar karena menahan rasa sakit, cengkeraman tangan Lin Tian terasa sangat kuat. 'Berani sekali bajingan ini menyentuh milikku, aku akan mengingat wajahmu untuk hari pembalasan nanti,' pikir Lin Tian dengan kejam.

“Lin Biao, jika kamu berani menyentuhnya dengan tangan kotor itu, aku akan memastikan kamu menyesal telah dilahirkan,” suara Lin Tian terdengar sangat tenang namun membawa aura membunuh yang pekat.

Lin Biao sempat tertegun sesaat oleh tatapan mata Lin Tian yang mengerikan seperti binatang buas. Namun, dia segera tersadar bahwa orang di depannya hanyalah seorang sampah tanpa kultivasi.

Dengan sentakan kasar, Lin Biao melepaskan cengkeraman Lin Tian dan mendorongnya kembali hingga terjatuh. “Sampah tetaplah sampah, beraninya kamu mengancamku di hadapan orang-orangku!”

“Lin Biao, jika kamu tidak pergi sekarang, aku akan berteriak meminta bantuan dari tim penegak disiplin klan!” Su'er segera berteriak sambil memegang lencana perak kecil di tangannya.

Melihat lencana penegak disiplin yang dipegang Su'er, ekspresi Lin Biao berubah menjadi sedikit ragu dan waspada. Meskipun Lin Tian adalah sampah, melukai anggota klan secara terbuka di siang hari tetap melanggar aturan keras keluarga.

“Cih, hari ini kamu beruntung karena ada pelayanmu yang melindungimu, Lin Tian!” Lin Biao meludah ke tanah dengan perasaan kesal.

“Mari kita pergi, tidak ada gunanya membuang waktu dengan sampah yang sebentar lagi akan diusir dari klan ini,” ajak Lin Biao kepada dua pengikutnya.

Ketiga pemuda itu berbalik dan berjalan pergi sambil terus tertawa mengejek sepanjang jalan keluar dari gang. Lin Tian menatap punggung mereka dengan mata yang menyipit, mencatat setiap detail untuk rencana masa depannya.

Setelah memastikan para pengepung telah pergi jauh, Su'er langsung berbalik dan berlutut di samping Lin Tian. Air mata yang sejak tadi ditahannya kini mengalir deras membasahi pipinya yang mulus.

“Tuan Muda, apakah Anda baik-baik saja? Maafkan Su'er karena terlambat datang untuk melindungi Anda,” ucap Su'er dengan suara yang terisak-isak penuh penyesalan.

Lin Tian menghela napas panjang dan memaksakan sebuah senyuman nakal di wajahnya yang pucat. Dia mengulurkan tangannya yang bersih untuk menghapus air mata di pipi pelayan setianya itu.

“Gadis bodoh, mengapa kamu menangis? Tubuh Tuan Mudamu ini sangat kuat, tendangan seperti itu hanya terasa seperti gigitan nyamuk,” canda Lin Tian untuk menenangkannya.

Meskipun dia berbicara seperti itu, rasa sakit di dadanya kembali bergejolak membuat wajahnya sedikit meringis. Su'er yang melihat hal itu segera memapah tubuh Lin Tian dengan sangat hati-hati.

“Mari kita kembali ke kamar, Su'er akan mengobati luka-luka Anda dengan obat herbal yang tersisa,” kata Su'er dengan nada khawatir.

Keduanya berjalan perlahan meninggalkan gang gelap itu menuju ke sebuah halaman kecil yang terisolasi di sudut klan. Halaman itu sangat sunyi dan dipenuhi rumput liar, mencerminkan status Lin Tian yang telah jatuh.

Setelah tiba di dalam kamar yang sederhana, Lin Tian duduk di atas tempat tidur kayu yang keras. Su'er dengan telaten melepaskan pakaian bagian atas Lin Tian yang robek dan dipenuhi noda darah.

Melihat memar hitam besar di punggung halus tuan mudanya, air mata Su'er kembali menetes tanpa bisa dibendung. Dia mengambil kain bersih dan sebotol salep murah untuk mulai membersihkan luka tersebut.

Setiap kali kain basah itu menyentuh kulitnya, Lin Tian merasakan sensasi dingin yang menyengat di punggungnya. Namun, fokusnya teralih oleh aroma harum tubuh Su'er yang sangat dekat dengan indra penciumannya.

“Su'er, jika kamu terus menangis seperti ini, wajah cantikmu akan berubah menjadi seperti nenek tua,” gurau Lin Tian sambil menatap wajah Su'er dari samping.

Wajah Su'er langsung memerah mendengar godaan dari tuan mudanya di saat-saat seperti ini. “Tuan Muda masih bisa bercanda padahal luka Anda sangat parah, Anda benar-benar membuat Su'er kesal.”

Meskipun berkata demikian, gerakan tangan Su'er menjadi jauh lebih lembut saat mengoleskan salep herbal ke punggung Lin Tian. Kehangatan dari perhatian gadis itu membuat hati Lin Tian yang dingin menjadi sedikit melunak.

Setelah selesai mengobati luka, Su'er merapikan pakaian Lin Tian dan merapikan tempat tidur dengan rapi. “Tuan Muda harus istirahat dengan baik malam ini, Su'er akan pergi ke dapur untuk membuatkan sup hangat.”

“Terima kasih, Su'er, kamu memang wanita terbaik yang pernah ada di hidupku,” ucap Lin Tian dengan tulus sambil mengedipkan sebelah matanya.

Su'er menundukkan kepalanya yang memerah karena malu, lalu segera melangkah keluar dari kamar dengan terburu-buru. Lin Tian memperhatikan kepergian gadis itu sampai pintu kayu kamarnya tertutup rapat kembali.

Begitu suasana kamar menjadi sunyi, senyuman di wajah Lin Tian langsung menghilang digantikan oleh ekspresi yang sangat dingin. Dia menyilangkan kakinya dan mencoba merasakan aliran energi spiritual di sekitarnya.

Namun, setiap kali dia mencoba menarik sedikit saja energi ke dalam tubuhnya, rasa sakit yang menusuk langsung muncul dari meridiannya yang hancur. Energi tersebut langsung buyar kembali ke udara tanpa bisa disimpan di dalam dantian miliknya.

'Sialan, dunia ini benar-benar kejam kepada mereka yang tidak memiliki kekuatan!' Lin Tian mengumpat di dalam hatinya dengan kepalan tangan yang bergetar.

Tanpa kekuatan, dia bahkan tidak bisa melindungi pelayannya sendiri dari pelecehan emosional orang lain seperti hari ini. Ditambah lagi, bulan depan adalah perayaan tahunan klan di mana statusnya sebagai murid inti kemungkinan besar akan dicabut sepenuhnya.

Lin Tian menghela napas pasrah lalu meraba dadanya, menyentuh sebuah kalung dengan liontin batu hitam berbentuk mutiara yang kusam. Kalung itu adalah satu-satunya peninggalan dari ibunya yang menghilang secara misterius sejak dia masih bayi.

Selama bertahun-tahun, dia selalu memakai kalung ini sebagai jimat keberuntungan, meskipun batu itu tidak memiliki fluktuasi energi apa pun. Di bawah sinar bulan yang masuk melalui jendela, mutiara hitam itu tampak sangat sunyi dan misterius.

Tiba-tiba, rasa perih yang hebat kembali menyerang dada Lin Tian akibat luka dalam yang dideritanya dari tendangan Lin Biao tadi sore. Gejolak energi darah yang tidak stabil membuat Lin Tian kembali batuk dengan sangat keras.

Seteguk darah segar yang kental menyembur keluar dari mulutnya dan langsung mengenai liontin mutiara hitam di dadanya. Lin Tian berniat untuk menyekanya, namun sesuatu yang aneh tiba-tiba terjadi tepat di depan matanya.

Darah yang menempel di permukaan mutiara hitam itu tidak mengalir turun, melainkan terserap ke dalam batu dengan kecepatan yang sangat tinggi. Mutiara hitam yang awalnya kusam itu tiba-tiba memancarkan kilatan cahaya merah darah dan hitam yang sangat pekat.

Suhu di dalam kamar Lin Tian langsung turun drastis hingga membuat udara di sekitarnya membeku menjadi lapisan es tipis. Lin Tian terbelalak kaget saat merasakan sebuah kekuatan hisap yang sangat kuat muncul dari dalam mutiara tersebut.

Sebelum dia sempat berteriak atau melarikan diri, kesadaran Lin Tian langsung ditarik paksa masuk ke dalam pusaran cahaya misterius itu. Tubuh fananya tetap terduduk kaku di atas tempat tidur, namun jiwanya telah menghilang dari dunia nyata.

Lin Tian merasa seperti sedang jatuh ke dalam jurang tanpa dasar yang dipenuhi oleh kegelapan abadi. Angin dingin bertiup kencang di sekitar jiwanya, membawa rasa sakit yang seolah-olah ingin merobek kesadarannya menjadi serpihan kecil.

'Apa yang sebenarnya terjadi dengan kalung ibu? Apakah aku akan mati di sini?' Lin Tian mencoba mempertahankan kesadarannya dengan sekuat tenaga di tengah badai dimensi tersebut.

Setelah waktu yang terasa seperti keabadian, rasa pusing yang hebat itu akhirnya mulai mereda secara perlahan. Lin Tian membuka matanya kembali dan menemukan dirinya berada di sebuah ruang hampa yang sangat luas tanpa ujung.

Di atas kepalanya, terdapat dua aliran energi raksasa berwarna hitam dan putih yang saling berputar membentuk pusaran raksasa seperti naga purba. Atmosfer di tempat ini dipenuhi dengan tekanan kuno yang sangat agung sekaligus mengerikan bagi jiwa fana miliknya.

Di tengah-tengah ruang hampa tersebut, melayang sebuah altar batu kuno yang dipenuhi dengan ukiran simbol-simbol mistis yang tidak dikenalnya. Lin Tian menelan ludah dengan susah payah melihat pemandangan aneh yang berada di luar nalar manusianya ini.

Meskipun situasi ini sangat membingungkan dan berbahaya, naluri bertahannya segera mengambil alih kendali pikirannya. Dia tidak panik, melainkan mengamati sekeliling dengan cermat untuk mencari jalan keluar atau potensi ancaman yang mungkin muncul.

“Tempat apa ini sebenarnya?” Lin Tian bergumam lirih seraya melangkah mendekati altar batu tersebut dengan penuh kewaspadaan.

Setiap langkah yang diambilnya di atas lantai transparan itu menimbulkan gema sunyi yang memantul ke seluruh penjuru ruangan misterius ini. Takdir baru bagi sang mantan jenius Kota Daun Merah baru saja dimulai di dalam ruang rahasia Mutiara Yin-Yang Primordial ini.

1
septian arista
bersikap dingin dan acuh tak acuh boleh saja
tapi ini kok aku rasa keterlaluan bersikap dingin kepada semuanya walaupun orang itu baik dan benar-benar setia kepada dia
septian arista
terlalu dingin
bahkan terhadap orang yang berbuat baik kepadanya
septian arista
bagus
tak perlu membuang-buang energi hanya untuk menyelamatkan orang yang pernah mencampakkanmu dan memandang rendah pada dirimu👍👍👍
Arinto Ario Triharyanto
MC nya kebanyakan makan, di ulang2 mulu membahas makan buah doang
Sutono jijien 1976 Sugeng
jurus petarung jalanan
Arinto Ario Triharyanto
harusnya kultivasi ganda dulu bentar biar tambah joss 🤭
Blue Manusia Biasa
terlalu sombong kau Lin Tian
Arinto Ario Triharyanto
demen dah kalo kultivasi ganda 😎
septian arista
trik yang sangat licik namun memberikan hasil yang sangat apik👍👍👍🤣🤣🤣
septian arista
habis sih sampai ke akarnya jangan Sisakan satupun👍👍👍
yos helmi
tiba2 kakek sakit ??? cerita mulai ngawur.. thor jgn terlalu tolol
Bahari: Iya, saya tolol. maapin ya🙏
total 1 replies
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!