Ketika langit malam berkedip dan suara mekanis yang dingin bergema di benak miliaran manusia, Bumi tidak lagi sama. Kiamat tidak datang membawa api dari neraka atau wabah mematikan, melainkan sebuah layar biru transparan yang melayang di udara.
Era damai telah dihancurkan oleh "Sistem". Manusia secara paksa ditarik ke dalam arena kelangsungan hidup semesta, di mana monster bermunculan dari bayang-bayang dan hukum rimba menjadi satu-satunya aturan. Beradaptasi, berevolusi, atau mati.
Yudha, seorang mekanik penyendiri yang lebih nyaman berbicara dengan mesin daripada manusia, secara tidak sengaja meretas anomali sesaat sebelum kiamat dimulai. Berkat sebuah kubus hitam misterius yang ia temukan di pasar loak, Sistem salah mengidentifikasinya dan memberikannya kelas yang belum pernah tercatat dalam sejarah integrasi: Mekanik Kosmik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34: Pembangunan Behemoth dan Sinyal Dunia Lama
Jalanan di luar gerbang Tatanan Besi Hitam kini bersih dari mayat, namun tidak dengan cara yang manusiawi. Ribuan bangkai monster Tingkat rendah yang dibantai telah ditelan oleh tanah aspal yang retak, dihisap hingga kering oleh rakusnya sistem Tanah Penyerap Darah.
Kubah Perisai Absolut di atas benteng kini memancarkan pendaran emas kemerahan yang sangat pekat. Pasokan energinya telah mencapai 150% dari kapasitas normal, menjadikan pabrik baja itu sebuah tempat suci yang haram untuk disentuh oleh kekuatan apa pun di bawah Tingkat 8.
Di bawah langit siang yang tertutup awan kelabu, sebuah pemandangan surealis terjadi di batas hutan purba Sektor 8.
Ribuan monster mutan raksasa—Badak Cula Besi, Kera Berlengan Empat, hingga manusia mutan berotot—kini tidak lagi memegang senjata pembunuh, melainkan mengayunkan gergaji rakitan dan kapak berat. Di bawah tatapan dingin Lin Tian dan Lin Chen, para monster itu dipaksa menebang pohon-pohon raksasa bermutasi yang memiliki kayu sekeras beton.
"Cepat! Tarik batang kayu besi itu ke arah wilayah timur pabrik!" cambuk Lin Chen berupa gelombang Qi melesat di udara, menciptakan suara ledakan kecil yang membuat sekawanan monster badak segera menarik rantai baja dengan panik.
Material dari hutan Sektor 8 benar-benar merupakan tambang emas. Kayu Besi Hitam bermutasi itu tidak hanya tahan terhadap serangan fisik tingkat tinggi, tapi juga memiliki sifat konduktor energi alami. Sempurna untuk bahan insulasi pelat baja.
Sementara di dalam wilayah, Arya dan kelompok logistiknya bekerja tanpa henti menerima setoran material tersebut, menumpuknya menjadi gunungan bahan baku mentah yang mengelilingi bangunan bengkel utama tempat Yudha berada.
Di dalam bengkel yang kini terasa seperti ruang singgasana sang dewa mesin, Yudha berdiri di depan gulungan holografik dari Sistem.
[Menganalisis Cetak Biru: Behemoth Lapis Baja (Peringkat Atas)]
Tipe: Kendaraan Perang Berat / Benteng Darat Berjalan.
Material Dibutuhkan: 10 Ton Baja Paduan, 3 Ton Kayu Besi Mutasi, Kabel Super-Konduktor, Inti Penggerak (Min. Tingkat 6), Inti Senjata Utama (Tingkat 7).
Estimasi Waktu Perakitan (Normal): 30 Hari.
Estimasi Daya Komputasi Diperlukan: 400 Titik.
"Tiga puluh hari menggunakan metode perakitan pabrik konvensional," gumam Yudha, membaca deskripsi sistem dengan senyum meremehkan. "Tapi dengan 400 titik komputasi dan kendali anomali, ruang dan waktu tunduk pada tungkuku."
Yudha berjalan ke tengah ruangan. Ia mengangkat kedua tangannya. Di dadanya, Rompi Zirah Tulang Putih berpendar redup, menyalurkan energi ke seluruh jaringan sarafnya.
"Arya! Buka pintu palka atap! Jatuhkan semua material yang kubutuhkan ke dalam ruang tengah!" suara Yudha menggema melalui saluran komunikasi internal benteng.
KRAAAK...
Langit-langit bengkel bergeser terbuka. Dari atas crane yang dioperasikan oleh para pekerja, berton-ton pelat baja, batang Kayu Besi Hitam, dan gulungan kabel tembaga dijatuhkan ke tengah bengkel, menciptakan suara benturan yang memekakkan telinga.
Yudha tidak menghindar. Ia berdiri tepat di depan gunungan material seberat lebih dari belasan ton tersebut. Ia memejamkan mata, membiarkan pikirannya yang setajam silet terpecah menjadi ribuan untaian perintah komputasi.
"Mulai peleburan."
WUUUSSSHH!
Gelombang energi biru yang dipadukan dengan hawa panas ekstrem dari kelas kemampuannya meledak dari tubuh Yudha. Seluruh ruangan bengkel berubah menjadi tungku raksasa. Pelat baja dan batang kayu besi bermutasi itu seketika terangkat melayang ke udara, melawan gaya gravitasi bumi murni karena tekanan energi magnetik dan kendali pikiran Yudha.
Di udara, baja-baja itu meleleh menjadi sungai cairan perak bercahaya. Batang-batang kayu besi dipotong dan dipadatkan dalam hitungan detik, dirangkai menjadi kerangka penopang penyerap kejut.
Keringat dingin membanjiri pelipis Yudha. Merakit senjata genggam sangat berbeda dengan membangun sebuah mesin perang seberat lima belas ton. Otaknya bekerja memproses jutaan kalkulasi fisik: keseimbangan bobot, rasio gesekan roda rantai, ketahanan kompartemen kru, hingga penyaluran sirkuit energi.
Selama enam jam penuh, bengkel itu dipenuhi suara gemuruh dentuman logam yang ditempa tanpa palu.
Saat kerangka raksasa berbentuk kendaraan bertrek ganda (roda rantai) mulai terbentuk nyata, Yudha merogoh ruang penyimpanannya. Ia mengeluarkan Inti Naga Darah (Tingkat 7) yang masih berdenyut liar.
"Masuklah ke rumah barumu," desis Yudha, melemparkan jantung sang Raja Darah itu lurus ke ruang reaktor utama di lambung kendaraan.
Inti itu mendarat tepat di antara jalinan kabel super-konduktor. Yudha mengarahkan lengan baja peleburnya, menembakkan las plasma presisi tinggi untuk menyegel ruang reaktor tersebut, menghubungkan kekuatan destruktif sang monster puncak lurus ke laras meriam raksasa di atas kendaraan.
DEGGG! WUUUUNG!
Suara detak jantung yang sangat masif bergema dari dalam mesin tersebut. Gelombang energi merah pekat menyapu seisi ruangan, membuat lampu-lampu neon pecah berantakan.
Yudha membuka matanya, terengah-engah, namun senyum kebanggaan terlukis jelas di wajahnya yang kelelahan.
[Perakitan Selesai secara Anomali (Waktu: 6 Jam 12 Menit)]
[Benda Dibuat: Behemoth Naga Darah (Peringkat Atas - Mutasi Unik)]
Dimensi: Panjang 12 meter, Lebar 5 meter, Tinggi 4,5 meter.
Zirah Pertahanan: Pelat Baja Komposit Kayu Besi (Mampu menahan benturan Entitas Tingkat 6 tanpa penyok).
Penggerak: Roda rantai ganda untuk semua medan.
Persenjataan Utama: Meriam Plasma Darah (Mengkonsumsi daya langsung dari Inti Naga Darah. Menembakkan sinar kehancuran beradius 30 meter. Kapasitas: 1 tembakan/jam).
Kapasitas Muatan: 20 Prajurit Bersenjata Penuh.
Sebuah monster mekanis berbentuk tank dreadnought raksasa kini mendominasi seluruh ruangan bengkel. Warnanya hitam kelam dengan garis-garis urat energi merah menyala di sepanjang lambungnya. Ia bukan sekadar kendaraan, melainkan sebuah predator artifisial.
Yudha mengelus lambung baja yang masih hangat itu. Dengan monster ini, Tatanan Besi Hitam kini memiliki daya hancur proaktif. Mereka tidak lagi harus menunggu musuh datang ke tembok mereka; mereka bisa meratakan markas musuh menjadi abu.
Tepat saat Yudha sedang menikmati hasil karyanya, sebuah suara statis radio berdenging tajam dari konsol komunikasi darurat di sudut ruangan.
Ini adalah pertama kalinya konsol komunikasi gelombang radio dunia lama itu menyala sejak hari kiamat. Biasanya, gelombang radio hancur oleh fluktuasi energi Sistem, namun peningkatan Inti Wilayah menjadi Peringkat 2 rupanya telah menstabilkan sinyal di dalam pabrik.
Yudha berjalan mendekati konsol tersebut. Layar kecilnya berkedip-kedip menampilkan teks terjemahan dari sinyal radio yang tertangkap. Suara serak seorang pria terdengar diiringi rentetan suara tembakan jarak jauh.
"...T-Tsk... Sektor 7... kepada siapa pun pendengar di koordinat pusat... Ini adalah Letnan Jenderal Surya dari Batalyon Baja Mekanis ke-4... Markas Militer Zona Selatan..."
Yudha menyipitkan matanya. Batalyon militer dunia lama? Mereka ternyata masih selamat dan membentuk fraksi sendiri menggunakan amunisi sisa.
Suara statis itu melanjutkan pesannya.
"...Kami terjebak di batas jalan layang selatan. Kami membawa dua ribu warga sipil dan peralatan penelitian Sistem. Kami diserang oleh gelombang monster Hive-Mind bawah tanah. Kami mendeteksi pancaran Inti Wilayah yang stabil di arah barat kota... Tsk... Siapa pun penguasa di sana... kami meminta izin evakuasi masuk ke wilayah Anda. Jika Anda membantu kami, militer akan memberikan cetak biru rudal balistik sebagai imbalan... Tolong...!"
Siaran terputus, digantikan oleh desisan radio kosong.
Yudha menatap konsol itu dengan pandangan dingin.
Sebuah faksi militer sisa yang melindungi warga sipil dan memiliki cetak biru senjata balistik berat. Bagi penyintas normal yang masih berpegang pada moralitas dunia lama, menolong tentara pemerintah adalah kewajiban mutlak.
Namun bagi Yudha, ini adalah variabel yang sangat menggiurkan. Dua ribu manusia berarti potensi pengorbanan darah, atau tenaga kerja gratis. Dan cetak biru rudal balistik? Itu adalah kepingan puzzle yang ia butuhkan untuk mempersenjatai Behemoth Naga Darah miliknya dengan serangan udara.
Yudha menekan tombol komunikasi internal markas.
"Lin Tian, Lin Chen. Tinggalkan pengawasan budak kepada Bara."
Suara Yudha terdengar berat, dipenuhi antisipasi. Ia menepuk lambung baja monster ciptaan terbarunya.
"Panggil 15 penjaga inti yang telah menembus Tingkat 4. Bawa senjata lengkap dan naik ke atas Behemoth. Kita akan pergi berburu di jalan layang selatan, menyambut 'tamu' kehormatan dari sisa dunia lama."