NovelToon NovelToon
Cintaku Bersemi Di Desa

Cintaku Bersemi Di Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Perjodohan / Diam-Diam Cinta / Persahabatan / Dijodohkan Orang Tua / Romansa
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: Susanti 31

Peliknya kehidupan, dan pasang surut usaha kecil-kecilan yang sedang dijalaninya tidak membuat Rinjani menyerah. Namun, tuntutan dan target usia pernikahan dari orang tuanya mampu membuatnya kabur dari keindahan kota dan segala kemudahannya.

Dia kabur ke desa kelahiran orang tuanya, mengharapkan ketenangan yang tidak sesuai espektasinya.

"Terserah saya lah, ini kan masih lahan nenek saya!" bentak Rinjani sambil berkacak pinggang di halaman rumah nenek.

"Tapi mengganggu ketenangan warga Mbak."

"Matamu, Mbak!"

Kehidupan baru dengan tetangga baru yang menyebalkan pun dimulai.

Sebelum baca jangan lupa follow instagram @Tantye 005

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teman masa kecil

Pagi kedua di rumah nenek Ira tidak ada momen spesial untuk Rinjani. Terkadang ada rasa sesal dihatinya sebab memilih kabur ke desa di saat banyak tempat yang lebih baik. Namun, bagaimana lagi saat kacau pikirannya hanya tertuju pada rumah nenek, rumah yang terakhir dia kunjungi saat berusia 8 tahun.

"Benar-benar desa," gumamnya dimana dia hanya dapat melihat pegunungan dan persawahan saja. Jalanan pun masih tanah dan bebatuan itulah mengapa sangat jarang ada mobil kecuali di telpon untuk menjemput ke halte.

Rinjani mengerutkan keningnya melihat pemuda yang dia jumpai semalam berdiri di depan pagar kayu setengah pinggang.

"Apa?" tanyanya berkacak pinggang setelah mematikan musik yang ia setel pagi-pagi sambil olahraga di halaman rumah nenek.

"Tolong banget pakaiannya agak di sesuaikan sedikit, dan suara musiknya dikecilkan soalnya masih pagi."

"Terserah saya lah, ini kan masih lahan nenek saya!"

""Tapi mengganggu ketenangan warga Mbak."

"Matamu, Mbak!"

Rinjani membuang muka, membawa semua peralatan olahraganya masuk ke rumah. Moodnya pagi-pagi langsung buruk karena pemuda desa yang terlalu ikut campur kesibukan tetangga.

"Lagak banget udah seperti peguasa desa," gerutunya.

"Kenapa lagi ini cucu nenek?"

"Itu tuh Nek, tetangga sebelah ikut campur banget. Masa cuma olahraga di depan ditegur."

"Kok nenek malah tertawa sih?"

"Kehidupan kota dan desa beda nak. Di desa kita hidupnya berkumpul."

"Kesal banget Jani tuh."

Namun, kekesalannya tidak dihiraukan oleh nenek Ira. Akhirnya dia memilih mandi dan memikirkan akan melakukan apa di desa ini.

"Jani lagi sibuk?" Nenek Ira membuka pintu kamar Rinjani pelan.

"Nggak Nek."

"Kalau begitu tolong bantu bu Ija membawa makanan ke sawah."

"Boleh."

Rinjani langsung menyambar topi juga kacamata hitamnya. Dengan senang hati dia akan mengantar makanan ke sawah hitung-hitung menghirup udara ya meski sudah jam sembilan pagi, panasnya cukup menyengat.

"Bu Ija sudah lama kerja sama nenek?"

"Iye sudah lamami."

"Sawahnya masih jauh Bu? Kok tadi nggak lewat samping rumah nenek?"

"Tidak dikasih jalan disitu, anuki bede sayang sekali dijadikan jalan na subur sekali tanahnya."

Rinjani mengangguk, jalan, jadikan, subur dan tanah. Patokan itu membuat Rinjani sedikit mengerti ucapan belibet pegurus rumah.

"La tamaiki antu bu ijah?" tanya pemilik motor bebek yang berhenti di samping Rinjani.

"Ngerang pa'lamba-lamba menge ri tanahyya."

"Lammalo kanjonya, nakke pa angerangi. Sessaki antu akjappa."

Sungguh Rinjani sangat penasaran apa yang dua orang ini bicarakan. Tapi dia malas bertanya pada pria yang mengerti semua bahasa di kampung ini, yaitu Ikhram. Tetangga menyebalkan.

"Bu Ijah mau kemana?" Rinjani menarik tangan pengurus rumah neneknya yang hendak meninggalkan dia berduaan dengan Ikhram usai menyerahkan bekal makanan yang mereka bawa sebelumnya.

"Sama maki Ikhram pergi, ada mau saya kerja di rumah."

"Saya dengan orang aneh ini? Nggak!"

Namun, apa daya bu Ijah tidak mengidahkan penolakannya.

"Ayo naik."

"Nggak mau. Lagian kamu ngomong apa sih sama bu Ijah sampai dia pergi!"

"Hanya menawarkan bantuan karena kebetulan akan lewat sana."

"Modus kamu sama saya?"

"Saya akan terlambat jika meladenimu. Mau ikut atau saya tinggal?"

Rinjani menghela napas panjang. Tidak ada pilihan selain ikut dengan Ikhram. Yang ada dia akan kesasar. Desa tempat tinggal neneknya penuh dengan lorong meski jalannya tanah sehingga besar kemungkinan Rinjani tersesat.

"Ke sini karena liburan atau ...."

"Liburan!"

"Ouh liburan, kalau gitu nanti saya ajak keliling di desa ini. Banyak loh hal-hal menarik."

"Nggak tertarik apalagi sama kamu. Tukang ikut campur!"

Rinjani melempar tatapannya pada persawahan sehingga tidak menyadari senyum manis Ikhram dari spion motor.

Pria itu menurunkan Rinjani di pinggiran sawah, memanggil seseorang dan memperkenalkan secara singkat.

"Cucunna hj Ira, teako goda-godai. Sampeppi ku jemputki," ucap Ikhram pada warga lokal dan Rinjani lagi-lagi melongo sebab tidak mengerti.

Seperti orang bodoh, Rinjani mengikuti langkah pria di hadapannya.

"Lama maki tidak ke kampung di?"

"Iya."

"Terakhir waktu Sd kayaknya."

"Kamu kenal saya?" Rinjani menunjuk dirinya.

"Iye, dulu pasta ke kampung waktu kecil, seringki main-main sama Ikhram juga."

"Masa sih? Kok saya nggak ingat ya?" Rinjani tertawa. Jika bahasa makassar dia mengerti, tapi jika bahasa warga lokal dia angkat tangan.

"Iye seriuska, sayangnya di antara kita bertiga nasibku kodong yang paling hancur. Beda sama Ikhram, sudah terangkat jadi PNS."

"Oh jadi dia PNS, pantas saja belagu," gumam Rinjani.

Apa benar dia dan Ikhram dulunya teman masa kecil? Sepertinya itu hanya karangan dilihat dia sangat membenci pria sok tau tersebut.

"Hpta bunyi teruski."

"Oh iya."

Rinjani langsung menolak panggilan dari mantan pacarnya dan memilih duduk di balai-balai lumayan besar di tengah-tengah sawah yang luasnya kurang lebih 10 hektar.

.

.

.

Semoga tepat konsisten hehehe

1
sryharty
Aisssss janiiii
sryharty
ya Allah yg sabar ya ka,,padahal ceritanya bagus
jangan end di tengah jalan ya ka,,,

noh Jani dengerin,,makanya cek dulu
untung bang iklan langsung datang
Rohmi Yatun
semangat thor.. ceritanya bagus kok..
lanjut sampe end ya thor🙏
Bucinnya Nunu ☆•,•☆: demi kalian bakal di lanjut kok. Apalagi kalau banyak komen dan like, bisa menghibur baca komen-komen kalian hehehe
total 1 replies
Maria Kibtiyah
akhirnya si jani sadar juga
sryharty
ayo iklan tanyakan dulu Jani hamil berapa Minggu
buat mastiin apakah itu anak kamu atau anak Agus,,
Teh Yen
ikram.pasti datang terlepas dari perkataan Jani kemarin padanya ,,,.kamu Tidka sendiri Jani andai kamuu cerita kegelisahan mu pada ikram suamimu semuanya pasti akan baik baik saja
Teh Yen
Jani kenapaki.jahat.kali.sama Ikram hmmm???
Bucinnya Nunu ☆•,•☆: Cie udah mulai ngerti bahasa makassar😅
total 1 replies
Arsyad Algifari.
ga mau komen karena Jani dan iklan berpisah 😪😪😪
sryharty
pasti datang wong iklan wes kecintaan banget sama jani🤭🤣
sryharty
coba cek darah hamilnya udah berapa Minggu,,
siapa tau itu bukan anak Agus tapi anak iklan,,
Maria Kibtiyah
hadehhh ruwet bgt hidup si jani mangkanya jngn dp duluan
Rista Awwalina
brati bukan cinta sejati, ikhlaskan saja.
sryharty
udah ikram biarkan Jani sama keputisannya
Rohmi Yatun
semangat ikram💪👍
Teh Yen
ah gila banget tuh c Ardian ,,Jani engg.berpikir logis kah ,, seandainya itu ank Ardian klu kamu blng ke ikram dia pasti mau tetap bersamamu jani bertanggung jawab d membesarkan ank bersama sama Jani jadi jangan jd bodoh Karena ancaman Adrian dong
Teh Yen
apa benar Jani hamil tp kan Jani d ikram.jg pernah berhubungan apa mungkin itu anknya ikram bukan c Ardian
Arsyad Algifari.
itu pasti bukan anak Ardian .tapi anak Ikhram ..kenapa Jani ga berpikir dulu sih itu udah 4 bln berlalu
Arsyad Algifari.
benda apa sih yang di berikan Ardian ke Jani apa Jani hamil .tapi udah 4 bln berlalu kan dan sete menikah jadi 6 bln berlalu .apa video panas mereka ya . mungkin Ardian memberikan flashdisk
sryharty
semoga itu bukan anak kamu Agus tapi anak iklan,,
Rohmi Yatun
😭😭kasihan banget bang ikram..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!