NovelToon NovelToon
Sistem Penakluk Para Dewi Jilid 2

Sistem Penakluk Para Dewi Jilid 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Bad Boy / Fantasi
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sastra Aksara

Lupakan apa yang kalian ketahui tentang Zhang Yuze yang lama. Di Jilid 2 ini, panggung kehidupan akan menjadi jauh lebih luas dan berbahaya.

​Bukan lagi sekadar urusan asmara di bangku sekolah, Zhang Yuze akan mulai melangkah ke dunia bisnis yang penuh intrik, berhadapan dengan tokoh dunia bawah tanah yang kuat, hingga terjebak di antara pesona selebritas papan atas yang memabukkan. Akankah Kitab Santo Cinta cukup untuk melindunginya saat kekuatan rahasia mulai mengincar dirinya? Ataukah godaan dari para wanita menawan di sekelilingnya justru akan menjadi bumerang bagi takdirnya?

​Persiapkan diri kalian. Ambisi yang lebih besar, romansa yang lebih membara, dan rahasia pusaka yang lebih dalam akan segera dimulai.

​Pastikan kalian berada di barisan terdepan saat langkah baru ini dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sastra Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

​Yudha dengan kikuk menarik tangannya dari balik baju Hana. Namun, saat tangannya bergerak keluar, ia tak sengaja menyentuh sesuatu lagi—sesuatu yang sangat halus dan jenjang. Yudha menyadari bahwa ia baru saja menyentuh kaki Hana yang panjang, dan aroma segar khas gadis remaja yang memabukkan langsung menyeruak, mengusik ketenangannya. Stimulasi ini seketika menyulut debaran yang tak terkendali di dada Yudha.

​Menatap Hana dari jarak sedekat itu, Yudha tidak yakin apakah gadis itu benar-benar tertidur. Mungkinkah seseorang bisa tidur begitu lelap setelah semua kegaduhan yang ia buat saat masuk tadi? Itu pertanyaan besar. Yudha menghela napas, menyadari bahwa karena sudah terbiasa, kakinya otomatis melangkah masuk ke kamarnya sendiri tanpa berpikir bahwa kamar itu sudah ia berikan pada Hana.

​Yudha segera membenahi pakaiannya dan bergegas keluar. Ia takut jika bertahan lebih lama, ia akan kehilangan kendali. Seseorang boleh saja bersikap tidak tahu malu, tapi Yudha tidak sanggup melakukan hal serendah itu pada gadis sepolos Hana.

​Tepat setelah Yudha menutup pintu, Hana perlahan membuka matanya. Ia menatap ke arah pintu yang tertutup dengan wajah yang merah padam. "Kak Yudha nakal juga ya, beraninya ngerjain aku sampai begitu," gumamnya pelan dengan senyum tipis yang misterius.

​Jika Yudha mendengar ini, ia pasti akan syok dan berteriak, "Ya ampun! Reputasiku sebagai pria terhormat hancur seketika!"

​Keesokan paginya, Hana bangun lebih awal untuk menyiapkan sarapan, bahkan lebih pagi dari ibu Yudha. Sarapannya sederhana, hanya beberapa telur ceplok dan nasi goreng yang harum, tapi rasanya sangat gurih. Bahkan ibu Yudha makan dengan lahap sambil sesekali melirik Hana dengan tatapan penuh binar kesukaan.

​Hana merasa terintimidasi oleh tatapan aneh itu. Wajahnya merona, dan ia hanya bisa menunduk sambil menyuap nasinya dalam diam.

​Yudha berkeringat dingin melihat tingkah ibunya. Jika ia tidak tahu ibunya adalah seorang wanita, ia pasti akan mengira orang ini adalah pria hidung belang yang sedang menggoda gadis! Yudha pun menyela, "Bu, jangan dilihatin terus. Biarkan dia makan dengan tenang."

​"Hehe! Ibu cuma senang saja lihatnya. Hana, kapan-kapan main ke sini lagi ya! Ibu ketagihan masakanmu. Oke, Ibu berangkat kerja dulu ya," ujar ibu Yudha sambil bergegas pergi.

​"Ugh!" Yudha menggelengkan kepala. Mengundang orang hanya untuk disuruh masak, ibunya benar-benar ajaib.

​"Tante! Saya pasti akan datang lagi," sahut Hana dengan nada lega setelah ibu Yudha menghilang di balik pintu.

​Sepeninggal ibunya, Yudha berkata canggung, "Jangan dimasukkan ke hati ya, ibuku memang begitu orangnya. Apa yang ada di pikiran langsung keluar lewat mulut."

​Hana mengangguk dan tersenyum manis. "Enggak apa-apa kok, Kak. Aku justru suka orang yang blak-blakan seperti Tante."

​Tiba-tiba, Hana menatap Yudha dan bertanya pelan, "Kak Yudha, tadi malam pulang jam berapa? Sepertinya Kakak pergi keluar ya?"

​Yudha tersentak. Mengapa tiba-tiba Hana bertanya begitu? Apa dia tahu sesuatu? Seharusnya tidak mungkin! Tapi nada pertanyaan Hana terdengar sangat terarah. Jantung Yudha mulai berdegup kencang. "Aku baru pulang jam dua pagi, hehe. Kamu pasti sudah tidur nyenyak kan?" jawab Yudha dengan nada bersalah.

​Ia membatin: Jangan-jangan dia tidak tidur kemarin? Dia tahu semua yang aku lakukan tadi malam? Pikiran itu membuat suhu tubuh Yudha naik. Ada rasa malu sekaligus kegembiraan aneh yang muncul.

​"Sial!" umpat Yudha dalam hati. Apa aku mulai jadi orang aneh? Kenapa aku malah merasa bersemangat karena hal seperti ini?

​Setelah selesai makan, Yudha memacu Mercedes-nya untuk mengantar Hana kembali ke sekolah. Ia melambaikan tangan pada Hana yang menatapnya dengan raut berat hati sebelum mobilnya menghilang dari pandangan. Hana menatap kepergian mobil itu dengan sedikit sendu sebelum akhirnya masuk ke gerbang sekolah.

​Saat Yudha berkendara menuju Titanium Entertainment, ponselnya tiba-tiba berdering. Layarnya menampilkan nama "Cantik buat Difoto", yang langsung mengingatkan Yudha pada gadis modis yang ia temui di gerbang sekolah kemarin. Bayangan kaki jenjang dan wajah polos namun menggoda gadis itu kembali melintas.

​"Halo Cantik! Ada apa? Kangen ya sama aku? Hehe," goda Yudha sengaja.

​Berdasarkan pengalaman Yudha, menghadapi tipe gadis seperti ini tidak bisa terlalu kaku. Sedikit gombalan justru bisa menjadi kunci pembuka pintu hati.

​"Ganteng, kenapa kemarin tidak mampir lagi ke sekolah? Tahu tidak, aku sampai patah hati menunggumu!" Suara manja gadis itu di seberang telepon membuat hati Yudha terasa hangat. Ia membatin: Ternyata tidak semua gadis cantik itu jaim; beberapa malah sangat berani. Rasanya menjadi pria tampan memang punya banyak keuntungan. Ke mana pun pergi, selalu ada saja yang mendekat. Sayangnya, Yudha harus melewatkan godaan hari ini karena ia punya janji penting untuk menemui Lulu.

​"Aduh manis, bukannya aku tidak mau mampir, tapi jadwalku benar-benar padat hari ini! Hehe," ujar Yudha sembari tersenyum.

​"Hmph! Kamu tidak tulus! Padahal aku berencana mengajakmu pergi ke pemandian air panas bersama," goda gadis itu lagi. Kalimat itu langsung menusuk titik lemah Yudha. Membayangkan berendam di air panas bersama gadis dengan bentuk tubuh semampai seperti itu... benar-benar godaan iman!

​"Hehe! Lain kali saja ya manis. Aku janji, pertemuan berikutnya kita langsung ke pemandian air panas," sahut Yudha dengan nada bicara yang terdengar cukup 'nakal'.

​"Oke! Sampai jumpa!" Gadis itu pun menutup telepon.

​Yudha menggelengkan kepala sambil tersenyum. Gadis-pikirnya, zaman sekarang benar-benar berpikiran terbuka.

​Begitu sampai di Titanium Entertainment, Yudha memarkir mobilnya dan melihat Lulu bersama Yasmin sudah menunggu di sana. Yudha bergegas menghampiri mereka. "Wah, kalian sudah menunggu sepagi ini!"

​Melihat wajah cengengesan Yudha, Yasmin memutar bola matanya kesal. "Masih sempat-sempatnya tertawa! Kamu tahu tidak, Lulu terus-terusan menanyakanmu semalam. Kalau aku tidak sabar membujuknya, entah bagaimana jadinya!"

​Yudha merasa sedikit tidak enak hati. "Hehe, maaf ya. Terima kasih banyak, Yasmin."

​Lulu yang tidak bisa melihat ekspresi mereka, menundukkan kepalanya malu-malu. "Aku cuma sedikit takut karena pertama kali berada di tempat asing. Kak Yasmin, maaf ya kalau kemarin aku merepotkan."

​Yasmin yang rupanya sudah sangat menyayangi gadis kecil itu segera menggeleng. "Tidak apa-apa! Kamu kan sekarang sudah jadi kesayangan seseorang di sini!"

​Yudha tersenyum tipis, lalu menatap Lulu. "Ayo berangkat sekarang! Kakak akan membawamu menemui seseorang yang hebat yang bisa menyembuhkan matamu."

​"Benarkah, Kak? Itu luar biasa! Apa orang hebat yang Kakak maksud benar-benar bisa membuat Lulu melihat lagi?" tanya Lulu dengan binar harapan yang begitu besar di wajahnya.

​"Tentu saja. Mana pernah Kakak membohongimu?" ujar Yudha lembut sembari mengusap kepala Lulu dengan sayang.

1
Julius Nasution
lama ya updatenya......???
Julius Nasution
kenapa harus diganti nama2 tokohnya. jadi nggak menarik kesannya dipaksakan malah jadi kayak karya jiplakan.
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
🔱⚜㊗️Raden J. Budi. H㊗️⚜🔱
loh loh koq isinya yudha kn mc nya "zhang yuze" koq bs jdi yg laen alurnya ini kemana koq tidak sesuai thor
🔱⚜㊗️Raden J. Budi. H㊗️⚜🔱: kn ini jlid ke 2 sistem penakluk koq bs MC jdi yudha
total 1 replies
Tri Rahayu Amoorea
💪
Tri Rahayu Amoorea
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!