NovelToon NovelToon
Nikah Paksa Gus Soft Boy Dan Cewek Bengkel

Nikah Paksa Gus Soft Boy Dan Cewek Bengkel

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Pernikahan Kilat / Cinta setelah menikah
Popularitas:22.6k
Nilai: 5
Nama Author: Inna Kurnia

Santaka, anak dari pemilik pesantren besar di Solo—yang berprofesi sebagai chef pastry—terpaksa menikah dadakan dengan Nandini, tetangga sekaligus montir bengkel langganannya.

ini semua karena mereka tertangkap basah di mobil Santaka dalam kondisi mengundang fitnah.

"Gus Taka dan Dini tertangkap di mobil! Suaranya mencurigakan, apalagi baunya..."

Itu kesaksian pihak yang menangkap basah. Tak tanggung-tanggung, tiga orang jadi saksi.

Bisakah Santaka—gus yang lembut—menjadi imam bagi Nandini—montir bengkel yang keras?

Kini kehidupan Nandini bukan lagi tentang oli dan kunci inggris, tapi umat dan pesantren. Sanggupkah sang montir bengkel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inna Kurnia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13 Mulai Cinta

"Mbak Dini, siang ini jangan ke mana-mana, ngaji sama saya." Sarah tiba-tiba menghadang jalan Nandini menuju dapur Ndalem.

"Astagfirullah, Ning Sarah! Ngagetin banget. Ning Sarah ini polisi apa ninja? Kok bisa semua?" Nandini mengelus dadanya.

"Hah? Maksudnya?" Sarah mengerutkan alisnya.

Nandini terkesiap. "Ehh, ndak apa-apa. Ning Sarah ngagetin, kayak setan, suka hadang orang tengah jalan." Astagfirullah, kok malah makin parah aku ngatainnya. Nandini menepuk bibirnya.

"Mbak Dini! Kasar sekali bicaranya! Ndak pantas walau becanda." Sarah mengetatkan rahangnya.

"Iya, Ning, maaf keceplosan. Jam 2 kan ngajinya? Sebelumnya kan Ning Sarah tidur siang dulu kan? Kayak bayi ih Ning..." Nandini sok asyik pada Sarah. Moodnya sedang bagus.

"Sunah Rasul itu. Namanya qailulah. Bagus itu buat jaga kesehatan. Supaya ndak kurang tidur juga pas tahajud. Mbak Dini tahajud kan? Apa sama Gus Taka ndak diajarin?" Mata Sarah memicing.

Ning Sarah ini mau dibaikin, mau dijudesin sama-sama nyebelin reaksinya. Sentimen tenan sama aku.

"Diajarin dong Ning. Gus Taka sudah bener-bener bimbing Dini kok, Ning." Nandini memiringkan bibirnya.

Sarah mengangguk. "Alhamdulillah kalau begitu. Bersyukur bisa jadi bagian Ndalem, Mbak. Banyak yang mau ada di posisi Mbak Dini."

Nandini mendengus. Bibirnya miring ke kiri dan kanan. Membuat Sarah jadi naik pitam. Mengira Nandini sedang membatin buruk tentangnya.

"Kenapa kayak begitu mukanya, Mbak? Mata, wajah itu cerminan hati. Dijaga, apalagi sekarang Mbak Dini itu istri seorang gus." Sarah menggelengkan kepala.

"Ndak kenapa-kenapa, Ning." Nandini kembali berusaha tenang. Teringat pula nasihat Santaka agar tenang jika menghadapi masalah di Ndalem.

"Hhmm, Mbak... Tapi insiden mobil itu bener-bener tak direncanakan kan?" Sarah bertanya dengan wajah tanpa dosa.

Baru berusaha tenang, Nandini kembali tersulut oleh lidah Sarah. Lidah membara. Istri Santaka itu membelalakkan matanya. Rahangnya mengetat. Ia langsung berkacak pinggang.

"Apa hukumnya menuduh saudara seiman tanpa bukti, Ning Sarah?" Nandini menggeram.

Sarah mengernyitkan dahi. "Saya ndak nuduh. Saya nanya. Tolong dibedakan." Sarah menggelengkan kepala.

Sarah merasa suaminya, Abyasa, terburu-buru memveto Santaka dan Nandini untuk menikah. ia paham alasannya kuat, menghindari fitnah dan indikasi ketertarikan Santaka terhadap Nandini.

Namun sangat disayangkan, keputusan itu tanpa menyelidiki kejadian memalukan tersebut secara komprehensif. Bisa saja itu sebenarnya adalah konspirasi Nandini sebagai fans berat Santaka. Siapa yang tahu?

"Nanya tapi tendensius banget." Nandini merasa dadanya sesak. Enak saja Sarah menuduhnya seperti itu.

Sehina apa diri Nandini sampai sengaja menjebak seorang Santaka? Untuk apa? Untuk kehidupan terpenjara seperti ini? Gila!

"Kalau ndak benar, ndak perlu marah, Mbak. Jangan lupa nanti siang, ngaji." Sarah melangkah menjauhi Nandini. Meninggalkan sang montir dalam geram.

Sarah merapikan kerudung besarnya sambil melangkah ke pondok. Ia akan mengecek kondisi santriwati. Ia mengingat interaksinya dengan Nandini.

Apapun kebenarannya, mau insiden mobil tiga minggu lalu adalah hasil rekayasa Nandini atau bukan, Sarah tak akan membiarkan Nandini melenggang kangkung masuk ke Ndalem. Ia akan menggembleng montir itu menjadi istri gus yang layak.

Yang tetap memenuhi standar seorang menantu kyai, menjadi bagian dari pendidik umat. Maka mendidik diri sendiri perlu dilakukan seorang Nandini. Demi kepantasan dirinya. Demi menjaga marwah Al Fatih.

*

*

Nandini meletakkan pangkal lidahnya di langit-langit mulut bagian belakang, sesuai buku panduan makhraj huruf hijaiyah. Kini ia mempraktikkan untuk huruf qaf.

Tadi siang Nandini kembali mengaji pada Sarah. Ia kesal, awalnya dibimbing langsung oleh Lastri. Di tengah jalan, dilimpahkan ke tangan Sarah. Kenapa tak Husna saja?

Lastri mengatakan ia yang akan membantu Nandini memperkuat hafalan Al Qur'an. Santaka pun mendukung hal itu. Ia pun membantu Nandini menghafal ayat-ayat suci pedoman hidup itu. Setiap sebelum tidur.

Kepala Nandini rasanya mau pecah. Cekot-cekot alias nyut-nyutan parah. Di usia 20-an, ia harus memaksa otaknya menghafal. Bukan bahasa sehari-hari lagi.

Ketika Surbakti menengoknya di Ndalem, Nandini menceritakan hal tersebut. Tak dinyana, mata Surbakti berkaca-kaca. Lelaki tua itu mengucapkan terima kasih karena Nandini akan memberikan ia mahkota di akhirat kelak.

Anak yang menjadi penghafal Al Qur'an memang akan memberikan mahkota bagi orang tuanya. Sungguh kehormatan luar biasa.

Nandini jadi tak tega untuk terus mengeluh. Sepertinya takdir memang memaksanya menjadi hadiah bagi Surbakti. Menjadi anak salihah, lewat status istri gus. Doa Surbakti memang makbul, dikabulkan oleh Allah.

Santaka keluar dari kamar mandi. Hanya menggunakan sarung. Ia lupa membawa kaus ganti.

Sang gus tersenyum melihat istrinya sedang belajar cara mengucapkan huruf hijaiyah dengan benar. Lucu sekali mimiknya. Ia jadi ingin menggoda. Santaka menghampiri Nandini.

"Bisa, Mbak? Perlu dibantu?"

Nandini menoleh, matanya langsung memejam. "Pake baju dulu, Gus! Jangan riya mentang-mentang badannya bagus eh maksudnya aurat itu, ndak tau malu!"

Santaka terbahak. "Badan saya bagus ya? Ini bukan AI, Mbak. Nyata, pegang dong." Santaka menggoyangkan tubuhnya.

Nandini merengut. Melengos. Sebenarnya maunya sih menatap lama. Pegang juga. Ih, gengsi banget. Tapi bagus lagi, ototnya kering. Ndak nyangka si Gus Roti.

"Gus, saya lagi belajar ngaji. Gus malah pornoaksi. Kebanyakan makan ragi, rasa ndak tau malunya ngembang!"

Santaka terkekeh. "Porno apaan sih, Mbak. Kan sama istri sendiri. Lagian ini bukan aurat lho. Sebentar saya copot sarung, biar beneran buka aurat."

Santaka berdiri dan berpura membuka sarungnya. Nandini berteriak kencang. Ia menutup wajahnya. Santaka tergelak.

Pintu kamar mereka digedor. "Gus Taka, Mbak Dini. Ada apa?" Sarah.

Nandini dan Santaka saling berpandangan. "Mbak Dini sih, heboh sendiri. Kedengeran kan sama Ning Sarah." Santaka gegas mengambil kausnya di lemari.

Santaka membuka pintu, wajah Sarah dan Abyasa ada di depan kamar. Nuansa angker langsung terasa. Nandini spontan menegakkan buku di tangannya sehingga wajahnya terhalang.

Nandini membiarkan Santaka seorang diri menghadapi duo penjaga marwah Al Fatih. Suruh siapa iseng?

"Kenapa tho, kalian ndak malu? Magrib baru lewat, malah bikin keributan. Abdi ndalem ada yang denger." Sarah melirik ke arah dalam. Nandini yang sedang mengintip buru-buru menaikkan bukunya.

Santaka menggaruk kepalanya. "Itu Gus, Ning, ada kecoak. Mbak Dini kaget."

"Kok bisa? Kan kamar sampeyan bersih." Sarah mengernyitkan alis. Abyasa hanya diam saja. Memang hanya diminta Sarah ikut. Belum waktunya turun gunung.

Santaka kini menggaruk alis. Mendadak gatal-gatal. "Mbak Dini kayaknya mengundang kecoak. Sekarang jadi banyak."

Nandini melotot. Pembelaan diri macam apa itu? Bukunya langsung ia turunkan.

"Duh, Ning Sarah kayak ndak ngerti aja sih, sebenernya kenapa. Sudah ya, mau Isya. Kita ketemu nanti makan malem. Ngapunten, pintunya Dini tutup. Gus Taka lagi nanggung."

Santaka melongo. Wajah Sarah dan Abyasa berwarna merah seperti udang rebus. Nandini langsung menutup pintu.

Nandini membuka mukenanya. Semangat belajarnya drop hingga lantai.

Santaka dengan mata berbinar menghampiri sang istri. "Mbak Dini, sudah siap?" Siapa tahu alasan Nandini ke Sarah bisa diwujudkan nyata. Namanya juga berharap.

Nandini merengut. "Siap marah! Udah Gus, mana ada muka kayak gini, lagi nafsu begituan? Kenapa sih resek banget. Iseng! Genit!"

"Genit cuma sama istri, sama Mbak Dini saja." Santaka membuka kausnya.

Netra Nandini membeliak. "Kok dibuka lagi bajunya, Gus?"

"Ternyata enakan gini." Santaka menghampiri istrinya. Melanjutkan aksi menggodanya. Wajah memerah Nandini ketika digoda kini menjadi candunya.

Nandini langsung memakai mukenanya kembali dan mengambil buku makhraj. Ia memilih belajar daripada melihat otot liat Santaka. Takut mimisan.

Santaka terkekeh. Ia semakin paham mengapa menggoda istri adalah sunnah Rasul, karena memang bisa menyuburkan rasa cinta.

Sepertinya Santaka mulai merasakan itu pada Nandini. Sayang, cintanya masih sepihak. Semoga istrinya itu bisa mereguk perasaan serupa. Setidaknya, menerima pernikahan mereka.

1
Nanik Arifin
jangan jatuh hati ma Syifa, Boy. sama Fiona aj. Syifa muna. Ning tapi suka munafik, bungkusnya doang yg baik. 11, 12, ma Gus Ahsan. cocok deh.
Inna Kurnia: kita jodohin aja apa ya, Syifa ama Ahsan 🤔🤔😂😂
total 1 replies
Aisyah Virendra
Biasanya klo orang ngomongnya ceplas ceplos itu emang lebih baik daripada yg terlihat kalem diem tapi menghanyutkan...
mestinya Boy sebagai lelaki ngerti gimana cara pandang Ahsan ke Dini yg ga wajar, dan lagii...Fiona sm Boy apa saling kenal 🤔
Inna Kurnia: kita liat ya Kaaaak 🤭🤭
total 1 replies
Aisyah Virendra
ya Ampunnn jangan canda yg aneh² ya Boy, Ucapan sama dg Doa.. hati² dalam berucap gemblung 🙄🙄🙄
Inna Kurnia: hahaha
total 7 replies
Aisyah Virendra
🙄🙄🙄 bahasane dikitik kitik bikin geliii membayangkannn 🤣🤣🤣🤣
Aisyah Virendra: kakak mau dikitik 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ketik kata dikitik aja aku terkikikk geliii loh inii ngakakkk 🤣
total 2 replies
Nanik Arifin
kau tunggu jandanya Dini ya Boy....🤭🤭
Inna Kurnia: ada aja yaaa kelakuan orang ya, Kak 🤭
total 1 replies
Jaojatun Ma'rup
Maasyaallaah.. Gus Taka Super Duper Sabaar... semangaaat Gus💪💪💪
Inna Kurnia: iya, Kak Jaojatun. kan sabar nama tengah Gus Taka 🤭🤭
total 1 replies
Aisyah Virendra
Taka dan Dini memang bener² harus waspada yaa sama sepasang sejoli resek itu (Ahsan n Syifa), mereka merencanakan sesuatu yg sedikit ehem tapiii smg ada salah 1 dari Ning Sarah atau Ning Husna juga menyadari kejanggalan dan berpihak pada Taka dan Dini 🫠
Aisyah Virendra: hhuuuh
total 2 replies
Nadia Zalfa
syafakillah kak
Inna Kurnia: aaamiin ya Allah, jazaakillahu khoyr Kak Nadia ❤️❤️
total 1 replies
Aisyah Virendra
Syafakillah waa fii amanillah kakak sayang.. semoga dunia nyata kita baik² aja dan ga ada problem apapun, sehat² selalu.. kutunggu up nyaa bolak balik, tapi yasudahlah.. kesehatan itu lebih utama, segera membaik kakak 🤝😇🥰
Aisyah Virendra: Aamiin Allahumma Aamiin 🤲🥰
total 3 replies
Aisyah Virendra
Diiiiihhhh...ngapain lagi si Ahsan beluuuttt datang kekamar orang, yg sakit juga Nandini bulan Santaka, anehhh bgt.. Ustadz gajeee 😂🤣 lelepinn neeeehhh 🫳
Inna Kurnia: 🤭😂😂🤭😂
total 5 replies
Aisyah Virendra
marah.. tertatih, pelaku eh merasa korban 😂🤣 Nandini gemblung 🤣🤣🤣 mlm itu Santaka menang berkali lipat banyak dan dini ya ampunnn pasti malu banget setelahnya 😂😂 ky nya ntar jadi kembar 4 ehh 🤣🤣🤣
Inna Kurnia: 🤣🤣🤣🤣 subuhhhh
total 5 replies
Aisyah Virendra
gaskuy lagiiii 🤣🤣🤣🤣
duuuuhhh cenut² pala barbiee 🫠
kenapa pas unboxing disaat bginiii 😂🤣🤣🤣
Inna Kurnia: hahaha, saa-bar 🤭🤭
total 3 replies
Aisyah Virendra
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
kocak parahhhh kamu dinoooooooo 🤣🤣 menang banyak nih Santakaa malam ini dan besok dini teparrrrr 😂🤣 aiiiihhh membayangkan yg bergulat ehemm 😂🤣😂🤣
Inna Kurnia: hissss 😂😂😂😂
total 4 replies
Aisyah Virendra
Nandini salah ambil jamu, jamunya Taka diminumnya 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 mengandung perangsang herbal ini mah, duh bisa² ntar langsung hamil baby twins 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Inna Kurnia: gasss 😂😂😂
total 1 replies
Aisyah Virendra
ko sur ? harusnya mud kan yaa 🤔🤔🤔
Inna Kurnia: typo, wkwkwk
total 1 replies
Aisyah Virendra
minta traktir banyak² yaa Din, jangan lupaaa alu dikasih jugaaa 🤣🤣🤣🤣🤣
Nanik Arifin
Dini salah minum jamu ?
Gus Taka yg bakalan di KO Dini ...🤭🤭
Inna Kurnia: pantengin bab besok ya Kak Naniiik 😂😂
total 1 replies
Aisyah Virendra
Gus Agam... ini sepeeti sosok pria yg kalau mencintai bisa sedalam dan sesetia ituu.. tapi skrg kondisinya berbeda, jadi lelaki yg tak punya perinsip hidup dalam berkomitmen. sudah punya pasangan masing² masih juga tak tahu diri ko malah tahu bakso 😂🤣🤣
Inna Kurnia: ❤️❤️🙏🏻🙏🏻
total 13 replies
Aisyah Virendra
huhhhh akhirnya nongol juga..
Inna Kurnia: sip, insyaa Allah malem ❤️❤️😘
total 3 replies
Nanik Arifin
baby blues ini Ning Rini. harusnya Gus Agam berperan agar baby blues g berlanjut, kasihan bayinya
Inna Kurnia: betul bgt Kak Nanik, ning rini depresi abis lahiran ❤️❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!