NovelToon NovelToon
KEY

KEY

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:360
Nilai: 5
Nama Author: DAN DM

AKU ADALAH KEY.
AKU HIDUP BERSAMA TUKANG KAYU DARI PENJAG KUIL

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DAN DM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Abraham

Sore harinya, jadwal kuliah berganti menjadi jam olahraga bebas. Lapangan basket universitas sangat ramai dan panas. Suasana kompetitif terasa kental.

Di tengah kerumunan, Deon, Prizeyl, dan Vina sedang duduk santai di pinggir lapangan sambil minum air mineral dingin.

"Nah, ini waktunya kita santai," kata Deon sambil meregangkan tangan. "Cuma olahraga biasa, nggak ada rumus-rumus pusing."

 

Tiba-tiba...

"GESER! GESER SEMUA! KAMI MAU PAKAI LAPANGAN INI!"

Suara lantang dan berwibawa terdengar dari arah pintu gerbang lapangan.

Semua mahasiswa langsung minggir dengan cepat dan takut. Bahkan yang sedang main pun langsung berhenti dan menyingkir.

Masuklah sekelompok cowok-cowok berotot dan gagah. Di depan mereka berjalan seorang pemuda tinggi besar, kulitnya putih kemerahan, rambutnya rapi, dan tatapannya sangat dominan.

Itu adalah Abraham.

Anak muda ini terkenal bukan main.

- Dia adalah Juara Umum Perguruan Silat Naga Api tingkat nasional.

- Dia juga Kapten Tim Basket Universitas yang kemampuannya setara atlet profesional.

- Dan yang paling penting... Dia dikenal sebagai orang yang sangat percaya diri, agak galak, dan suka menentukan pilihan sendiri.

 

Abraham berjalan masuk ke lapangan, melempar bola basket dengan keras ke lantai sampai bunyi DUNG! DUNG! yang menggetarkan.

Matanya yang tajam menyapu lapangan, lalu tiba-tiba berhenti...

Tepat di wajah Vina Edward.

Abraham tersenyum miring. "Wih... ada bidadari baru ya di sini."

Sejak lama, Abraham memang mengincar Vina. Menurutnya, Vina adalah cewek paling cantik, paling kaya, dan paling cocok buat dia yang juga dari kalangan atas.

Tapi...

Mata Abraham menyipit melihat posisi Vina.

Vina duduk sangat dekat dan akrab dengan Deon Key. Bahkan Vina tertawa renyah mendengar cerita Deon, dan sesekali menyenggol lengan Deon manja.

DOR!

Hati Abraham langsung panas. Rasa cemburu dan dominasinya langsung naik ke permukaan.

 

Abraham tidak main-main. Dia langsung berjalan lebaran mendekati tempat duduk mereka. Geng-gengnya yang berotot ikut berjalan di belakang membuat bayangan menakutkan.

"HEH, KAMU!" teriak Abraham langsung menunjuk Deon.

Suasana langsung hening total. Prizeyl langsung kaget dan siap siaga. Vina pun berhenti tertawa, wajahnya berubah tegang.

Deon masih duduk santai, menatap Abraham dengan tenang.

"Ada apa Kak?" tanya Deon sopan tapi dingin.

Abraham berdiri tegak di hadapan Deon, tubuhnya lebih besar dan tinggi, menekan secara fisik.

"Kamu mahasiswa baru ya? Nama lo Deon ya?" Abraham menatap Deon dari atas ke bawah dengan pandangan meremehkan. "Denger ya... di lapangan ini aturannya gampang. Yang kuat yang main, yang lemah yang nonton."

Abraham menunjuk ke arah Vina dengan dagunya.

"Dan cewek di sebelah lo itu... Vina Edward. Dia incaran gue. Jadi mending lo minggir sana, cari temen yang selevel sama lo. Jangan deket-deket dia lagi, ngerti?!"

"WADUH!!"

Seluruh penonton pada teriak kaget. Ini perang dunia beneran nih!

 

Deon menghela napas pelan. Ia berdiri perlahan.

"Maaf ya Kak Abraham," jawab Deon tenang.

"Vina itu teman baik saya. Kami datang bareng-bareng. Jadi saya tidak bisa minggir seenaknya."

Mata Abraham membelalak. Tidak ada yang pernah berani menolak atau membantunya seberani ini.

"OH?! BERANI LAWAN BICARA?!" Abraham mendekatkan wajahnya.

"Lo pikir lo siapa?! Cuma karena otak lo encer dikit pas di kelas tadi, lo pikir lo bisa apa aja?! Ini dunia nyata Bro! Ini soal otot dan keberanian!"

Abraham mendorong bahu Deon pelan tapi penuh tekanan.

"Kalau lo jantan dan mau dapetin hormat dari gue... AYO MAIN! Kita satu lawan satu basket! Atau kalau mau adu jotos juga boleh, gue siapin ring karate di belakang!"

"Kalau lo kalah... lo cabut dari sini! Dan lo janji jangan deket-deket Vina lagi! Gitu aja kok repot!"

 

Prizeyl langsung berdiri menghadap Abraham. "HEI! JANGAN SEMBARANGAN! Deon kan baru pertama kali main! Jangan main kasar!"

"Dia yang mau, Non," jawab Abraham ketus. "Atau suruh dia minta maaf sama gue sekarang dan angkat kaki pergi!"

Vina memegang lengan Deon, wajahnya cemas. "Deon... jangan diladeni ya! Dia itu juara silat dan jago banget main basket! Kita pergi aja ya!"

Tapi Deon malah tersenyum.

Senyum yang membuat jantung orang lain berdegup kencang.

"Nggak apa-apa Vina. Lagian kan sore-sore enak juga gerak badan."

Deon menatap Abraham tajam.

"Oke. Saya terima tantanganmu. Main basket. Tapi kalau saya menang... jangan ganggu teman-teman saya lagi. Dan hormati kami sebagai teman sekelas."

Abraham tertawa keras. "HAHahaha! BERANI BENER YA! OKE DEAL! SIAP-SIAP KENA BANTAI!"

 

Seluruh mahasiswa langsung berkerumun membentuk lingkaran besar.

"Gila! Deon mau lawan Abraham?! Itu bunuh diri doang!"

"Abraham kan tinggi badannya 185cm! Ototnya kekar! Deon kan kurus dan putih!"

Tapi ingat... Deon itu murid leluhur! Dia punya ilmu rahasia! Siapa tau dia bisa menang!"

Deon meletakkan tasnya, menyerahkannya pada Prizeyl.

"Jagain ini ya. Sebentar lagi selesai kok."

"Kamu yakin Deon?!" tanya Prizeyl panik.

"Percaya aja. Ini kan cuma main lempar bola ke ring doang. Logika doang kok."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!