NovelToon NovelToon
Rahasia Di Balik Pernikahan Palsu Kita

Rahasia Di Balik Pernikahan Palsu Kita

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Penyelamat / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Candra Arista

Pernikahan tanpa cinta adalah impian Alya, atau setidaknya itu yang dia pikirkan. Namun, apa yang akan terjadi jika suaminya menyimpan rahasia tentang dirinya sejak awal? Alya tidak terduga bahwa suaminya, Raka Pratama, adalah seorang yang dingin, berkuasa, dan tidak terlalu terbuka. Mereka menikah dengan kontrak, tapi dengan satu syarat yang tidak biasa: jangan pernah jatuh cinta. Apakah Alya dapat memenuhi syarat itu, ataukah cinta akan menghancurkan kontrak pernikahan mereka?
Ketika kebohongan berlangsung terus-menerus, batas antara apa yang palsu dan apa yang nyata mulai kabur. Alya harus menghadapi keputusan sulit: mempertahankan kebohongan yang telah ia jalankan atau meninggalkan pria yang telah berhasil memenangkan hatinya. Pernikahan ini tampaknya telah terjadwal dengan baik, tetapi ada satu hal yang tidak termasuk dalam kontrak: perasaan yang sebenarnya. Sekarang, Alya harus memilih antara kebenaran dan kebahagiaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Candra Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 – Wanita dari Masa Lalu

Suasana di dalam mobil langsung berubah.

Nama itu seolah mengingatkan Alya kembali pada kenyataan bahwa kehidupan Raka tidak pernah benar-benar sederhana.

Vanessa.

Wanita cantik, elegan, dan terlalu tenang untuk dianggap tidak berbahaya.

Ponsel Raka masih berdering di dasbor. Namun pria itu belum mengangkatnya. Tatapannya justru sekilas beralih pada Alya.

“Tidak apa-apa,” kata Alya cepat sebelum Raka sempat bicara. Padahal, jelas dirinya langsung gugup.

Raka memperhatikan wajahnya beberapa detik. Lalu akhirnya menerima panggilan itu menggunakan pengeras suara mobil.

“Ya.”

Suara Vanessa langsung terdengar dari seberang.

*Raka.*

Nada suaranya terdengar berbeda malam ini. Tidak santai seperti biasanya, lebih tegang.

*Aku perlu bicara denganmu.*

“Aku sedang sibuk.”

*Ini penting.*

Tatapan Raka sedikit berubah dingin. “Apa?”

Hening sesaat. Lalu Vanessa berkata pelan—

*Ayahmu mulai bergerak.*

Jantung Alya langsung menegang. Ekspresi Raka berubah serius seketika.

“Maksudmu?”

*Beliau menemui ayahku tadi siang.*

Suasana mobil langsung terasa semakin berat. Alya diam sambil memperhatikan perubahan wajah Raka, dan ia tidak senang melihat pria itu kini terlihat benar-benar waspada.

“Apa yang mereka bicarakan?”

*Tentang Alya.*

Napas Alya langsung tertahan. Vanessa menghela napas kecil dari seberang.

*Raka… ayahmu tidak suka semuanya mulai di luar kendali.*

Tatapan Raka mengeras.

“Beliau tidak akan menyentuh Alya.”

*Aku harap begitu.*

Kalimat itu terdengar terlalu serius. Dan Alya mulai tidak menyukai arah pembicaraan ini.

“Vanessa.” Nada suara Raka turun lebih dingin. “Kalau kamu tahu sesuatu, katakan langsung.”

Hening beberapa detik. Lalu—

*Ayahmu sedang menyelidiki masa lalu Alya dan keluarganya.*

Jantung Alya langsung terasa jatuh.

Raka tidak langsung menjawab. Namun Alya bisa merasakan jelas ketegangan dari pria itu sekarang.

*Hati-hati,* lanjut Vanessa pelan. *Karena kalau beliau menemukan sesuatu yang bisa dipakai untuk memisahkan kalian… beliau akan melakukannya.*

Panggilan terputus beberapa detik kemudian. Dan suasana di dalam mobil mendadak terlalu sunyi.

Alya menatap lurus ke depan sambil mencoba mencerna semuanya.

“Alya.”

Suara Raka terdengar lebih lembut sekarang. Namun Alya belum langsung menjawab. Karena untuk pertama kalinya— ia benar-benar merasa takut.

“Ayahmu serius ingin memisahkan kita?” bisiknya pelan.

Tatapan Raka langsung tertuju padanya.

“Saya tidak akan membiarkan itu terjadi.”

“Tapi kalau beliau menemukan sesuatu tentang keluargaku?”

“Keluarga Anda bukan masalah.”

“Aku bukan berasal dari dunia kalian.”

Nada suara Alya terdengar lebih kecil sekarang. Dan itu membuat rahang Raka sedikit mengeras.

“Alya.” Suaranya rendah. “Lihat saya.”

Perlahan Alya menoleh. Tatapan pria itu lurus padanya. Dalam. Terlalu serius.

“Saya tidak peduli Anda berasal dari mana.”

Jantung Alya langsung terasa sesak.

“Yang saya pedulikan hanya Anda.”

Kalimat itu tepat mengenai hatinya. Dan yang paling menakutkan— Alya percaya padanya.

Namun tetap saja— rasa takut itu tidak hilang sepenuhnya. Karena dunia Raka terlalu besar dan terlalu kuat. Alya mulai sadar bahwa dirinya mungkin benar-benar akan menjadi sasaran berikutnya.

---

Malam itu Alya sulit tidur lagi. Setelah sampai di mansion, pikirannya terus dipenuhi ucapan Vanessa.

*Kalau beliau menemukan sesuatu yang bisa dipakai untuk memisahkan kalian…*

Alya duduk di balkon kamar sambil memeluk lutut. Udara malam terasa dingin. Namun pikirannya jauh lebih kacau.

Ia terlalu sadar bahwa dirinya bukan pasangan ideal untuk seseorang seperti Raka. Keluarga biasa. Masa lalu sederhana. Tidak punya koneksi. Tidak punya pengaruh. Dan mungkin— itu alasan ayah Raka tidak pernah benar-benar menerima dirinya.

Pintu balkon terbuka pelan. Raka keluar sambil membawa dua cangkir minuman hangat. Pria itu duduk di samping Alya tanpa banyak bicara, lalu menyerahkan salah satu cangkir.

“Terima kasih.”

Hening beberapa saat. Suara angin malam menjadi satu-satunya hal yang terdengar.

“Apa Anda takut?” tanya Raka akhirnya.

Alya diam beberapa detik sebelum menjawab jujur— “Ya.”

Tatapan pria itu melembut sedikit. “Saya minta maaf.”

Alya langsung menoleh cepat. “Kenapa kamu minta maaf?”

“Karena membawa Anda masuk ke hidup saya.”

Dada Alya langsung terasa aneh. Karena nada suara Raka terdengar benar-benar bersalah. Dan Alya tidak suka mendengarnya.

“Aku tidak menyesal.”

Tatapan Raka tertahan beberapa detik. “Bahkan setelah semua masalah ini?”

Alya tersenyum kecil samar. “Kamu pikir aku akan kabur sekarang?”

Sudut bibir pria itu bergerak tipis. “Saya harap tidak.”

Hening kembali muncul. Namun kali ini lebih hangat. Lebih tenang.

“Alya.”

“Hm?”

Tatapan Raka turun lurus ke wajahnya.

“Kalau suatu hari nanti semuanya menjadi lebih buruk…” suaranya rendah, “…jangan tinggalkan saya.”

Jantung Alya langsung berhenti sesaat. Karena ini pertama kalinya Raka terdengar sejujur ini. Begitu terbuka. Dan mungkin— sedikit takut.

“Aku tidak pernah melihatmu memohon sebelumnya.”

“Saya tidak memohon.”

“Kedengarannya seperti itu.”

Pria itu menghela napas perlahan. Lalu tanpa peringatan— menarik Alya pelan ke dalam pelukannya. Hangat. Tenang. Dan kini terasa seperti tempat paling aman di dunia.

“Saya hanya tidak ingin kehilangan Anda.”

Napas Alya langsung tercekat kecil. Karena kalimat itu terdengar terlalu nyata. Terlalu tulus. Dan untuk pertama kalinya— Alya sadar bahwa dirinya mungkin sama takutnya kehilangan Raka.

---

Keesokan paginya, Alya bangun lebih dulu. Namun sesuatu langsung terasa aneh. Mansion terlalu sunyi. Ia berjalan keluar kamar sambil mengucek mata pelan. Dan begitu turun ke ruang tengah— langkahnya langsung terhenti.

Beberapa pria asing berpakaian formal berdiri di sana bersama kepala pelayan. Wajah mereka serius. Dan di tengah ruangan— Ayah Raka duduk dengan tenang seolah sedang berada di rumah sendiri. Jantung Alya langsung jatuh.

Pria itu menoleh perlahan saat melihatnya. Tatapannya tetap dingin dan penuh penilaian seperti biasa.

“Pagi.”

Nada suaranya tenang. Namun cukup membuat bulu kuduk Alya menegang.

“Apa yang Anda lakukan di sini?” tanyanya pelan.

Pria tua itu menyandarkan tubuh santai. “Saya datang untuk bicara.”

Tentang apa? Pertanyaan itu belum sempat keluar ketika suara langkah kaki terdengar cepat dari tangga. Raka muncul dengan wajah dingin total. Dan begitu melihat ayahnya— aura pria itu langsung berubah tajam.

“Saya rasa saya sudah jelas,” katanya rendah, “Anda tidak boleh datang tanpa izin.”

Ayahnya justru tersenyum tipis. “Menarik.” Tatapannya bergantian antara Raka dan Alya. “Kamu benar-benar berubah karena wanita ini.”

Raka berjalan turun lalu berdiri tepat di depan Alya, lagi-lagi mengambil posisi protektif. Selalu seperti itu sekarang.

“Apa tujuan Ayah datang?”

Tatapan pria tua itu kini fokus pada Alya. Lama. Terlalu lama. Lalu akhirnya—

“Saya ingin tahu,” katanya tenang, “apa sebenarnya yang membuat wanita biasa seperti dia begitu penting untukmu.”

1
Mtch🍃
Tiba tibaaa bngt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!