NovelToon NovelToon
SISTEM KAYA MENDADAK: SETIAP DETIK MENGHASILKAN UANG

SISTEM KAYA MENDADAK: SETIAP DETIK MENGHASILKAN UANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Sistem / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ruang_Magenta

"Hanya karena aku miskin, kau membuangku seperti sampah?"

Andra, seorang kurir yang bekerja keras 14 jam sehari, baru saja diusir dari kontrakannya dan diputuskan oleh kekasihnya demi pria bermobil mewah. Namun, di saat titik terendah hidupnya, sebuah suara mekanis bergema di kepalanya:

[Ding! Sistem Saldo Tak Terbatas Diaktifkan!]
[Level 1: Menghasilkan Rp 1.000 setiap detik secara otomatis.]
[Saldo saat ini: Rp 1.000... Rp 2.000...]

Dalam satu menit, ia mendapatkan Rp 60.000. Dalam satu jam, jutaan rupiah masuk ke rekeningnya tanpa melakukan apa pun. Dunia yang dulu menghinanya kini harus bersiap. Siapa pun yang pernah memandangnya rendah akan bersujud di bawah kakinya.

Bagi Andra, satu-satunya masalah sekarang bukan lagi cara mencari uang, tapi bagaimana cara menghabiskannya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ruang_Magenta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Penyesalan yang Terlambat

Keheningan di dalam showroom Ferrari itu begitu pekat hingga suara detak jam tangan mewah seharga puluhan juta milik Andra terdengar jelas. Erwin masih berdiri mematung, matanya menatap nanar ke arah mesin EDC yang menampilkan status Approved untuk angka 60 miliar rupiah. Nilai yang bahkan seluruh aset lancar keluarga Erwin pun tidak akan sanggup membayarnya secara tunai dalam sekejap mata.

"T-Tuan... mohon maafkan kelancangan kami sebelumnya," suara manajer showroom memecah keheningan. Pria paruh baya yang biasanya bersikap angkuh itu kini membungkuk sangat rendah, hampir menyentuh lantai. "Kami akan menyiapkan jamuan terbaik di ruang privat sementara tim legal kami mengurus seluruh dokumen kepemilikan Ferrari LaFerrari emas ini atas nama Anda."

Andra tidak segera melangkah mengikuti sang manajer. Ia memutar tubuhnya perlahan, menatap Erwin dan Siska yang tampak seperti dua ekor ayam sayur yang baru saja tersiram air es. Keangkuhan yang tadi terpancar dari wajah Erwin kini hilang tak berbekas, digantikan oleh ekspresi bingung dan ketakutan yang amat sangat.

"Erwin," panggil Andra dengan nada yang sangat tenang, namun terasa menindas. "Tadi kamu bilang apa? Dunia ini punya kasta? Dan aku berada di dasar paling bawah?"

Erwin menelan ludah dengan susah payah. Kerongkongannya terasa kering seperti gurun pasir. "Andra... ini... ini pasti ada kesalahan. Tidak mungkin seorang kurir sepertimu punya uang sebanyak ini. Kamu pasti menggunakan semacam aplikasi peretas atau kamu sedang melakukan pencucian uang, kan?!"

Andra tertawa kecil, suara tawa yang dingin dan membuat bulu kuduk merinding. "Meretas? Bagiku, uang sebanyak ini hanyalah kembalian kecil. Siska, bukankah dulu kamu bilang ingin hidup mewah dan memakai barang-barang bermerek setiap hari?"

Siska gemetar hebat. Ia menatap Andra bukan lagi sebagai mantan kekasih yang miskin, melainkan sebagai sosok predator puncak di dunia ekonomi. Rasa sesak mulai memenuhi dadanya. Ia teringat bagaimana ia menghina Andra tadi pagi di bawah hujan, dan sekarang ia melihat pria yang sama baru saja membuang 60 miliar hanya untuk sebuah hobi.

"Andra... aku... aku tadi hanya terbawa suasana karena ucapan Erwin. Aku tidak benar-benar bermaksud memutuskanmu sekejam itu. Kita... kita masih bisa bicara baik-baik, kan?" Siska mencoba mendekat dengan wajah memelas, berharap Andra masih memiliki sisa-sisa cinta untuknya.

"Bicara baik-baik?" Andra menepis tangan Siska sebelum gadis itu sempat menyentuh jasnya. "Maaf, harga jas ini terlalu mahal untuk disentuh oleh wanita yang menjual cintanya demi mobil BMW murahan."

Tepat pada detik itu, ponsel di saku Erwin bergetar hebat. Itu adalah panggilan dari ayahnya. Erwin mengangkatnya dengan tangan yang bergetar. Belum sempat Erwin mengucapkan satu kata pun, suara teriakan murka ayahnya terdengar sangat keras hingga orang-orang di sekitar mereka bisa mendengarnya.

"ERWIN! APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN DI LUAR SANA?! BARU SAJA PIHAK BANK MENGHUBUNGI PAPA! SEMUA KREDIT KITA DITARIK SECARA SEPIHAK, DAN SEORANG INVESTOR MISTERIUS BARU SAJA MENGAKUISISI 51% SAHAM PERUSAHAAN KITA LALU MEMECAT PAPA! KITA BANGKRUT, ERWIN! KITA KEHILANGAN SEGALANYA DALAM SEPULUH MENIT!"

Ponsel itu jatuh dari tangan Erwin dan berdentang keras di atas lantai marmer yang mengkilap. Erwin ambruk, lututnya lemas hingga ia terduduk di lantai. Ia menatap Andra dengan tatapan ngeri seolah sedang melihat iblis. "Kamu... kamu yang melakukannya? Bagaimana mungkin..."

Andra menatap panel sistemnya yang kini berkedip dengan warna emas yang menyilaukan.

[Ding! Misi Spesial Selesai!] [Hadiah: Upgrade Instan ke Level 3!] [Status Level 3: Menghasilkan Rp 25.000 setiap detik!] [Fungsi 'Kartu Tak Terbatas' Diaktifkan: Saldo Anda kini tidak memiliki batas limit transaksi!]

Andra tersenyum dingin. "Level 3... artinya dalam satu jam aku menghasilkan 90 juta rupiah. Menghancurkan bisnis keluargamu yang rapuh itu hanya butuh pendapatan dari beberapa jam hidupku, Erwin. Selamat menikmati kemiskinan yang selalu kamu benci."

Siska jatuh terduduk di samping Erwin, air mata penyesalan mulai membasahi pipinya. Namun bagi Andra, air mata itu sudah tidak ada harganya lagi. Ia berbalik dan melangkah menuju ruang VIP dengan langkah tegap, meninggalkan dua orang yang pernah menghancurkan hatinya di dalam lumpur penderitaan yang baru saja ia buat.

1
Sebut Saja Chikal
nanti saya mampir.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!