NovelToon NovelToon
Reality Bender

Reality Bender

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Reinkarnasi
Popularitas:276
Nilai: 5
Nama Author: Rendy_Tbr

Reality Bender – Sang Penguasa Kehampaan

"Di dunia di mana cahaya matahari adalah hukum, mampukah ketiadaan menjadi penyelamat?"
Dikhianati oleh kekaisaran yang ia bela dan diburu oleh takdir yang haus darah, Fang Han terbangun dengan kutukan yang mustahil: Inti Kehampaan. Kekuatan ini tidak hanya menghapus musuhnya, tetapi perlahan mengikis ingatan, emosi, dan kemanusiaannya sendiri. Setiap langkah menuju puncak kekuasaan adalah langkah menuju kegelapan abadi di mana ia terancam melupakan wajah orang-orang yang ia cintai.
Dari pelarian maut di Puncak Kun-Lun hingga menjadi tawanan di Benteng Obsidian yang mengerikan, Fang Han harus memilih: menjadi senjata pemusnah massal bagi musuhnya, atau menguasai Pedang Shatter-Fate untuk memutus rantai takdir dunia.
Ikuti perjalanan epik penuh pengorbanan, pengkhianatan politik, dan cinta yang melampaui dimensi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rendy_Tbr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Munculnya Sang Penjaga Rahasia

Udara di halaman gubuk keluarga Fang seolah membeku. Kapten Iron mengangkat kapak raksasanya tinggi-tinggi, otot-otot lengannya menegang seperti tambang baja. Di belakangnya, belasan pengawal zirah berat merangsek maju dengan tombak terhunus, sementara para pemanah di kejauhan telah melepaskan anak panah mereka yang mengincar jantung Fang Han.

Fang Han (jiwa Li Jun) berdiri dengan napas yang terputus-putus. Pandangannya mulai berbayang, warna abu-abu di matanya meredup, pertanda energi Nirwana Sunya telah menguras habis sisa hidupnya. Ia melihat Paman Fang Zhou merentangkan tangan di depannya, sebuah perisai daging yang rapuh namun penuh cinta.

"Mati kau, tikus kecil!" raung Kapten Iron. Kapak itu turun dengan kecepatan yang sanggup membelah batu besar.

Namun, tepat sebelum mata kapak itu menyentuh kepala Paman Zhou, sebuah suara ledakan kecil terdengar dari arah hutan bambu di samping gubuk.

BOOM!

Sebuah bola asap berwarna hijau pekat melesat cepat, meledak tepat di tengah-tengah kerumunan pengawal. Asap itu bukan sekadar penghalang pandangan; ia membawa aroma menyengat yang membuat mata perih dan paru-paru terasa tercekik.

"APA INI?! RACUN?!" teriak Sersan Hu sambil menutupi hidungnya, kudanya meringkik liar ketakutan.

Dari balik kabut hijau yang tebal, sebuah sosok berjubah putih bersih muncul dengan langkah yang tenang namun berwibawa. Itu adalah Tabib Lu. Namun, ia tidak lagi tampak seperti tabib tua yang lemah dan gemetar. Di tangannya, ia memegang sebuah staf bambu hijau yang memancarkan aura kehidupan yang sangat kuat.

"Berhenti!" suara Tabib Lu menggelegar, bergetar dengan energi Qi yang murni. "Siapa pun yang melangkah satu inci lagi ke arah rumah ini, akan merasakan kutukan Tujuh Akar Kematian di dalam darahnya!"

Kapten Iron menghentikan kapaknya di udara, ia terbatuk-batuk hebat akibat asap hijau tersebut. "Tabib Lu... kau? Jangan ikut campur urusan politik kota! Kau hanyalah seorang tukang obat!"

Tabib Lu berdiri di samping Fang Han yang hampir pingsan. Ia menempelkan telapak tangannya ke punggung Fang Han, mengalirkan energi hangat yang seketika menstabilkan denyut jantung pemuda itu.

"Tukang obat?" Tabib Lu tertawa kecil, namun matanya menatap tajam ke arah Sersan Hu. "Sepuluh tahun yang lalu, aku bersumpah untuk tidak lagi menggunakan ilmu bela diri dan fokus menyembuhkan nyawa. Tapi hari ini, kulihat kalian bukan lagi manusia, melainkan wabah yang harus dibersihkan."

Sersan Hu maju dengan pedangnya yang bergetar.

"Jangan dengarkan dia! Dia hanya tua bangka yang menggertak! Kapten, bunuh mereka semua! Kita sudah melangkah terlalu jauh untuk mundur!"

"Hu..." Tabib Lu menatap Sersan Hu dengan nada prihatin. "Kau masih menyimpan dendam pada Fang Zhou? Padahal kaulah yang mengkhianati negaramu sendiri dengan mencuri jatah makanan rakyat. Dan kalian keluarga Zhao lo, Sepertinya kepala keluarga kalian menjadi bodoh karena membiarkan pengawal kota digunakan untuk kepentingan pribadimu hanya demi seorang gadis yang haus harta?"

Lin Meili, yang masih memeluk tunangannya yang mulai sadar dari pingsan, berteriak histeris. "Diam kau tua bangka! Lihat apa yang dilakukan muridmu pada tunanganku! Dia menghancurkan masa depannya!"

Fang Han perlahan membuka matanya, didukung oleh energi dari Tabib Lu. "Masa depan yang dibangun di atas penindasan... memang layak untuk hancur, Meili."

Zhao Chen yang baru sadar dari pingsannya langsung kehilangan kesabarannya. "KAPTEN! BUNUH TABIB ITU JUGA! AKU AKAN MENANGGUNG SEMUANYA!"

Kapten Iron meraung, menerjang maju kembali. Namun, kali ini Tabib Lu bergerak dengan kecepatan yang mustahil bagi usianya. Ia memutar staf bambunya, menciptakan pusaran angin hijau yang menangkis kapak raksasa Kapten Iron seolah-olah senjata itu terbuat dari kayu rapuh.

Seketika, dari bawah tanah di halaman gubuk itu, akar-akar pohon yang kuat meledak keluar, melilit kaki para pengawal zirah berat dan menjatuhkan mereka ke tanah. Mereka berteriak ketakutan saat akar-akar itu seolah-olah hidup dan mengisap energi Qi dari tubuh mereka.

Kapten Iron terjerat oleh akar-akar raksasa di bagian pinggangnya. Ia mencoba memotongnya dengan kapak, namun akar itu sekeras besi.

"Kekuatan ini... kau bukan tabib biasa!" Kapten Iron membelalak. "Kau adalah mantan tetua dari Sekte Lembah Hijau yang hilang itu?!"

Tabib Lu tidak menjawab. Ia menoleh ke arah Fang Han. "Han-er, aku hanya bisa menahan mereka beberapa saat. Energinya akan segera habis karena tubuhku sudah terlalu tua untuk teknik ini. Sekarang, gunakan sisa tenagamu. Tunjukkan pada mereka bahwa kau bukan lagi mangsa."

Fang Han mengangguk. Dengan bantuan energi dari Tabib Lu, ia kembali berdiri tegak. Aura abu-abu Nirwana Sunya kembali muncul, kali ini lebih stabil karena dipandu oleh energi murni sang tabib.

Fang Han berjalan mendekati Zhao Chen yang tergeletak di dekat kudanya yang terbelit akar. Zhao Chen pucat pasi, pedangnya jatuh dari tangannya yang gemetar.

"Zhao Chen," bisik Fang Han, suaranya terdengar seperti lonceng kematian. "Kau punya kekuasaan, kau punya uang, kau punya pasukan. Tapi hari ini, kau hanya punya satu hal: rasa takut."

Fang Han mengangkat jarinya, mengarahkannya ke dahi Zhao Chen. "Aku bisa menghapus ingatanmu, atau aku bisa menghapus nyawamu. Tapi aku memilih untuk membiarkanmu hidup. Hiduplah dalam bayang-bayang ketakutan bahwa suatu hari, 'sampah' yang kau hina ini akan datang kembali untuk menagih sisa hutangmu."

Zhao Chen menangis, air mata ketakutan mengalir di pipinya. "Tolong... maafkan aku... aku tidak akan pernah kembali lagi... aku bersumpah!"

Sersan Hu mencoba melepaskan diri dari akar, namun Tabib Lu mengetuk titik saraf di lehernya dengan staf bambu, membuatnya pingsan seketika.

"Pergilah," kata Tabib Lu kepada sisa pengawal yang masih bisa bergerak. "Bawa tuan mudamu dan Zhao yang terluka itu. Katakan pada keluarga Zhao: Jika ada satu orang pun yang berani menyentuh gubuk ini lagi, aku akan meracuni seluruh sumur di kota prefektur hingga tak ada satu pun nyawa yang tersisa."

Mendengar ancaman dari seorang ahli racun tingkat tinggi, para pengawal itu segera bangkit dengan gemetar. Mereka menggendong Zhao Chen yang sudah kehilangan jiwanya, dan membawa Sersan Hu pergi meninggalkan tempat itu secepat mungkin.

Lin Meili menatap Fang Han terakhir kali dengan tatapan penuh kebencian, namun juga ada penyesalan yang mendalam. Ia menyadari bahwa pria yang dulu sangat mencintainya telah benar-benar lenyap, digantikan oleh seseorang yang kekuatannya tak sanggup ia jangkau.

Keheningan Setelah Badai

Setelah pasukan itu menghilang di balik kabut, akar-akar pohon itu perlahan masuk kembali ke dalam tanah. Tabib Lu jatuh terduduk, wajahnya sangat pucat. Staf bambunya retak dan hancur menjadi debu.

"Paman Lu!" Fang Han segera memegang tubuh sang tabib.

"Tidak apa-apa, Nak..." bisik Tabib Lu sambil tersenyum lemah. "Aku hanya... mengeluarkan sedikit terlalu banyak tenaga lama. Tapi setidaknya, rumah ini aman untuk sementara."

Paman Fang Zhou mendekat, menjatuhkan pedang karatannya dan memeluk keponakannya erat-erat. Ia menangis tanpa suara, rasa syukur meluap dari dadanya yang sesak.

"Terima kasih, Tabib Lu... terima kasih," isak Paman Zhou.

Fang Han menatap ke arah gerbang desa yang kini sepi. Meski kemenangan ada di tangan mereka hari ini, ia tahu ini hanyalah permulaan. Zhao Chen mungkin takut sekarang, tapi dendam keluarga Zhao dan pejabat kota tidak akan hilang begitu saja.

"Paman Lu," kata Fang Han dengan nada serius. "Aku sadar sekarang. Perlindungan Paman dan perlindunganmu tidak bisa selamanya. Aku harus menjadi lebih kuat dari sekadar 'setara dengan Zhao Chen'. Aku harus menguasai Nirwana Sunya sepenuhnya."

Tabib Lu menatap muridnya dengan bangga namun cemas. "Jalanmu masih panjang, Han-er. Kau membawa kekuatan misterius yang tidak dikenal dunia ini. Tapi ingatlah, kekuatan tanpa kebijaksanaan hanyalah kehancuran. Hari ini kau belajar tentang pengorbanan. Besok, kau harus belajar tentang tanggung jawab atas kekuatanmu."

Malam mulai turun menyelimuti Desa Qinghe. Gubuk kecil itu tetap berdiri, meski pagar dan halamannya hancur berantakan. Di dalam rumah, di bawah cahaya lampu minyak yang temaram, Fang Han duduk bermeditasi. Ia tidak lagi mengejar kekuatan karena amarah, melainkan karena ia sadar bahwa di dunia yang kejam ini, satu-satunya cara untuk melindungi kehangatan adalah dengan menjadi badai yang paling ditakuti.

"Li Jun sudah mati di salju yang dingin," bisiknya pada dirinya sendiri. "Li Jun sudah hancur di bawah kenyataan yang pahit. Tapi Fang Han... Fang Han akan menulis takdirnya sendiri di atas langit ini."

Dan di dalam kegelapan batinnya, aura abu-abu itu berputar semakin tenang, bersiap untuk tantangan yang jauh lebih besar di masa depan.

1
BlueHeaven
Cover novelnya mirip putra pria solo😭
Rendy Tbr: Hihihi.. 😄 Waahhh.. Mantap donk.. 👌
total 1 replies
anggita
visual gambarnya oke👌
Rendy Tbr: Terima kasih ka 👌😊
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!