NovelToon NovelToon
Transmigrasi Jadi Figuran

Transmigrasi Jadi Figuran

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Romantis / Harem / Tamat
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: anak rapuh

Mati karena peluru lalu jiwa bertransmigrasi ke dalam raga seorang yang ternyata adalah seorang figuran tanpa nama yang miskin. Anin pun bertekad untuk merubah takdir nya memanfaatkan wajah polos raga barunya ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anak rapuh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chp 2

Elara membuka matanya karena merasakan lapar yang luar biasa. Bahkan suara perutnya terdengar keras membuat Elara meringis malu.

"Kamu lapar? Akan saya panggil kan suster" ujar Pramudita yang mendengar suara perut Elara

Elara mengangguk dengan pipi bersemu, dia sungguh malu. Melihat tubuhnya sudah bersih dan berganti dengan pakaian pasien, Elara menghela nafas lega. Sekarang la bersih jadi tidak merasa minder kepada Pramudita.

Suster datang membawa stroller yang berisi semangkuk bubur, air putih dan obat. Suster itu juga membantu Elara untuk duduk. Melihat Pramudita yang fokus kepada teleponnya membuat Elara diam-diam merasa kesal. Di sana hanya ada Pramudita kemungkinan wanita yang menjadi istrinya dan Silviana sudah di antar pulang oleh pria itu.

Elara menerima suapan dari suster dengan teratur.

"Pintar nya," puji suster itu kepada Elara. Baru kali ini ia menemukan pasien yang menghabiskan seluruh bubur buatan rumah sakit.

"Nanti adik akan di periksa dokter jadi jangan tidur dulu ya." ucapnya Elara mengangguk saja.

Selang beberapa menit suster keluar, dokter datang lalu memeriksa Elara dengan serius

"Pak bisa kita bicara di luar?" ujar dokter

Pramudita mengangguk. Setelah mengusap puncak kepala Elara ia keluar.

"Keadaan nya baik-baik saja. Saat infus sudah habis, dia bisa pulang. Namun bapak harus benar-benar memastikan pola makannya karena anak bapak mempunyai riwayat asam lambung cukup parah. Soal pernafasan tidak ada yang salah, itu adalah efek dari rasa lelah yang berlebih. Apakah sebelumnya anak bapak ikut marathon atau sejenisnya?" Ucap Dokter membuat Pramudita tertegun.

"Terimakasih dok, saya akan pastikan anak saya akan makan dengan teratur"jawab Pramudita

Mendengar ucapan Pramudita. Dokter itu permisi pergi. Pramudita kembali masuk menatap wajah damai Elara yang sudah tertidur

Klek

"Bagaimana mas?! Apa kata dokter!" Pramudita terjengkit kaget saat mendengar suara istrinya.

"Kenapa kembali ke sini? Kamu tidak lelah?" Alih-alih menjawab pertanyaan istrinya. Pramudita malah bertanya balik

"Aku kepikiran dengan dia mas, gak tenang rasanya." ucap Larasati. Wanita itu duduk di kursi samping brankar Elara. Dengan pelan dan lembut ia genggam tangan Elara yang tak memakai infus.

"Bagaimana dengan Silviana?" tanya Pramudita

"Dia sudah tidur" Jawab Larasati

Pramudita memang menyuruh kedua orang itu untuk pulang. Tentu saja dengan supir keluarga mereka. Terlalu bahaya membiarkan keduanya naik taksi di jam hampir tengah malam.

"Tadi dia sempat bangun dan makan tapi setelah minum obat dia tidur kembali Dokter bilang asam lambungnya parah jadi pola makannya harus benar-benar di perhatikan. Pagi ini kita akan membawa nya pulang, setelah cairan infus nya habis" ucap Pramudita. Larasati mengusap-usap punggung tangan Elara.

"Pulang ke rumah kita?" tanya Larasati.

"Iya." jawab Pramudita

Elara bersorak gembira dalam hatinya. Dia memang memejamkan mata namun belum sepenuhnya tertidur. Tidak baik selesai makan langsung tidur, nanti jadi gemuk.

"Mas bagaimana kalau kita adopsi?" usul Larasati. Pramudita memikirkan ucapan istrinya, la memang berniat untuk membawa anak itu ke rumahnya tapi tak sampai memikirkan soal adopsi.

"Kita tanya saat dia bangun nanti." putus Pramudita

Elara membiarkan Larasati membersihkan tubuhnya di toilet. Infus nya sudah di lepaskan oleh suster. Dia juga sudah sarapan pagi sekaligus minum obat.

"Selesai" seru Larasati dengan senyum mengembang. Merasa bangga dengan apa yang dia lakukan kepada Elara.

"Ayo temui papa." ajak Larasati. Wanita itu menggendong Elara keluar. Mendengar suara pintu kamar mandi terbuka. Pramudita menoleh. la menatap istrinya yang menggendong seekor beruang?

"Sayang "ucap Pramudita tak habis pikir dengan kelakuan istrinya.

"Bagaimana kalau dia tidak nyaman?" Pramudita mengambil alih Elara. Melihat Elara ekspresi Elara yang polos. Pramudita menghela nafas, kemungkinan Elara akan menjadi objek Larasati untuk fantasi nya. Maklum, Silviana dulu sejak kecil tidak suka di dandani oleh Larasati.

"Ayo kita pulang." ajak Pramudita

Di mobil, Elara menatap keluar jendela dengan ekspresi kagum. Tentu saja itu adalah akting. Lagipula apa menariknya gedung-gedung tinggi? Di kehidupan sebelumnya Elara sering melihat itu.

"Nama kamu Elara kan?" tanya Larasati.

Elara mengalihkan pandangan nya, menatap Larasati yang memangku nya. "Iya, Elara panggilannya Ara."

"Hanya Elara?" tanya Larasati lagi. Elara mengangguk. Sebenarnya nama panjang Elara adalah Annette Elara Tapi Elara tidak menyukai nama Annette dan Elara sengaja hanya menyebutkan satu nama karena ia mengincar marga keluarga Pramudita yaitu Pratama. Konon, di sebutkan juga di novel kalau Pramudita dan Larasati sepakat untuk menambahkan marga Maheswari kalau anak mereka laki-laki dan Ganendra untuk yang perempuan. Dan Elara menginginkan marga Maheswari menjadi pelengkap namanya.

"Hm bagaimana kalau di ubah jadi Elara Gan.." ucap Larasati terjeda

"Maheswari. Elara akan menggunakan marga ku Larasati, karena dia adalah tanggung jawab ku mulai sekarang." Ucap Pramudita

Larasati mengangguk sambil tersenyum. "Elara Maheswari. Sekarang Elara jadi anak mama dan papa ya?"ucap Larasati

Elara menitikkan air matanya, menangis bahagia kenapa dia bisa mendapatkan nya semudah ini?

Larasati mengusap air mata Elara dengan sesekali mengecup pipi Elara.

"Kamu harus makan banyak supaya menjadi gembul."Ujar Larasati dengan nada bercanda

"Makanan yang sehat sayang, Elara harus makan secukupnya tapi sehat." timpal Pramudita.

"Itu maksud ku" sanggah Larasati.

"Woah!" Elara berdecak kagum melihat bangunan mewah yang ada di depannya. Silviana memang di sebutkan sebagai anak orang kaya, tapi Elara tidak mengira akan sekaya ini Mansion ini sangat besar

Larasati tertawa melihat ekspresi Elara. "Ayo masuk." Pramudita menyusul dk belakang sambil menenteng tas kelinci milik Elara. Di sana isinya hanya ada sebuah buku usang, pensil yang sudah pendek dan beberapa jepit rambut berkarat

"Bersihkan ini tapi jangan buang isinya." suruh Pramudita kepada maid.

"Baik tuan."

Pramudita berbelok ke ruang kerja nya. Membiarkan istrinya menghabiskan waktu bersama dengan Elara.

"Nathan, cari tahu gadis yang foto nya aku kirimkan."

"Baik tuan! File nya akan saya kirimkan satu jam lagi."

Pramudita mematikan sambungan telepon nya. la berharap kalau Ara tidak memiliki orang tua agar ia bisa mengadopsi. Karena jauh di lubuk hati Pramudita, ia masihlah menginginkan anak perempuan yang imut.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Bersambunggggggggggg

1
Murni Dewita
👣
Wahyuningsih
q mampir thor
Kaia.therae𖤐𓆰✧
lanjut aja
Rus Mia
ya thor kalau pindah kabarin ya,,
Rus Mia
lanjut thor cerita bagus,,
semangat buat auto ya 💪💪💪
Ayu Aulia
malas bangat depanya sja suda kaya gini
anakkasian: gausa dibaca ka hehe
total 1 replies
anakkasian
bingung buat lanjutin ini apa ngga
Septiani Nana: lanjt
total 4 replies
anakkasian
gaiss jujur ya aku kek masi bingung gitu, aku nulis di noveltoon apa tempat lain soalnya noveltoon ga kaya dulu😭🙏🏻
meiji: hi author... senyamannya author aja kabarin kalo pindah ya thor 🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!