NovelToon NovelToon
Aku Terlahir Kembali Sebagai Bayi Jahat

Aku Terlahir Kembali Sebagai Bayi Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Isekai / Rebirth For Love / Time Travel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Tamyst G

Arvella terlahir kembali sebagai bayi dengan kesadaran dari kehidupan sebelumnya. Dengan ingatan masa lalunya, ia mampu melihat bahaya dan mencegah masalah sebelum terjadi. Sebagai anak tunggal dalam keluarga kerajaan, Arvella belajar menghadapi dunia yang penuh intrik, rahasia istana, dan tanggung jawab besar meski tubuhnya masih kecil.
Seiring tumbuhnya Arvella, ia menemukan lorong rahasia, ramalan kuno, dan misteri yang mengancam kerajaan. Ia belajar memecahkan masalah sosial, menghindari bencana, dan menghadapi intrik politik dengan kecerdasannya yang luar biasa.
Di tengah semua itu, sosok laki-laki misteriusKsatria Anjing kerajaan yang kelak menjadi bagian penting hidupnya muncul secara samar, membangkitkan rasa penasaran dan ikatan takdir yang halus. Bersama ingatan masa lalu dan insting alaminya, Arvella perlahan menemukan kekuatannya, belajar tentang kepercayaan, cinta, dan akhirnya menentukan jalannya sendiri dalam menghadapi takdir yang telah menunggunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tamyst G, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 : Kesepakatan dengan Pelayan Setia

Pagi itu cahaya matahari menembus jendela kamar Arvella, menerangi permadani berwarna ungu dan emas yang menghiasi lantai marmer istana.

Aku, Arvella, terbangun di buaian kayu yang diukir dengan indah, mataku yang merah menyala sudah memindai seluruh ruangan.

Meski baru beberapa hari lahir, bayi ini memiliki kesadaran yang melampaui usiaku.

Aku ingat semua hal dari kehidupan sebelumnya, setiap kejadian yang mungkin akan terjadi, dan cara mencegah hal-hal buruk sebelum terjadi.

Pintu kamar terbuka perlahan dan seorang pelayan muda masuk.

Dia membawa nampan kecil berisi susu dan handuk lembut.

Namanya Liora, wajahnya hangat, namun matanya penuh rasa ingin tahu saat menatapku.

“Oh… Arvella, selamat pagi,” katanya sambil tersenyum.

Aku menggeliat, tangan kecilku meraih udara, mencoba menyentuh lembut ujung rambutnya.

Bayi ini ingin mengenal orang yang mungkin akan menjadi teman dan pelindung di dunia baru ini.

Liora menunduk dan tersenyum lembut.

“Kau… berbeda dari bayi lain. Aku bisa merasakan sesuatu yang istimewa darimu,” katanya.

Aku mengerutkan alis kecilku dan menggeliat lagi.

Bayi ini tahu, ia memiliki kemampuan untuk mengubah hal-hal kecil sebelum menjadi masalah.

Ketika Liora mencoba menaruh susu di meja kecil di dekat buaian, sebuah cangkir hampir terguling.

Aku menggeliat dengan cepat, tangan mungilku menahan cangkir itu sebentar sebelum jatuh.

Liora terkejut, matanya membelalak.

“Arvella… kau sudah tahu sebelumnya?” katanya pelan, suaranya bergetar.

Aku tersenyum kecil.

Bayi ini memahami bahwa mencegah lebih baik daripada menunggu sesuatu buruk terjadi.

Liora duduk di samping buaian dan mulai bercakap-cakap.

“Kau tahu, Arvella, aku akan menjadi pelayan setiamu. Aku akan menjaga dan membantumu selama kau tumbuh di istana ini,” katanya.

Aku menggeliat, tangan kecilku menyentuh tangannya lembut, seakan mengiyakan.

Bayi ini tahu bahwa memiliki sekutu yang dapat dipercaya adalah hal penting, terutama di dunia yang penuh intrik seperti istana.

Hari itu, aku mulai belajar dari Liora.

Dia membawa aku mengelilingi kamar dan lorong-lorong kecil yang biasanya bayi dilarang masuk.

Aku memperhatikan setiap detail: karpet, lukisan di dinding, patung-patung kecil, bahkan suara pelayan lain yang bergerak di lorong.

Setiap gerakan, setiap benda, semuanya bisa menjadi sumber bahaya jika tidak diperhatikan.

Di salah satu lorong, Liora hampir tersandung pada sebuah vas marmer yang berat.

Aku menggeliat lagi, tangan kecilku mendorongnya dengan lembut sehingga tetap berdiri.

Liora menatapku dengan mulut terbuka.

“Arvella… kau benar-benar luar biasa,” katanya sambil tertawa pelan.

Aku tersenyum kecil, bayi ini tahu, membantu orang lain adalah salah satu cara pertama untuk menunjukkan bahwa aku berbeda.

Siang hari, Liora membawa aku ke ruang makan kecil di istana, tempat bayi biasanya diberi susu.

Di sana, beberapa pelayan lain bekerja dengan sibuk.

Seorang pelayan hampir menumpahkan nampan berisi kue ke lantai.

Aku menggeliat, tangan kecilku menstabilkan nampan itu sebentar sehingga tidak jatuh.

Pelayan itu menatapku dengan kagum, sementara Liora menghela napas lega.

“Kau… bayi ini benar-benar mengagumkan,” katanya sambil tersenyum hangat.

Ketika aku dibawa kembali ke buaian, Liora mulai bercerita tentang istana dan kehidupannya di sana.

Dia berbicara tentang taman, kolam, aula besar, dan rahasia kecil yang hanya diketahui beberapa pelayan.

Aku mendengarkan dengan penuh perhatian.

Bayi ini tahu bahwa informasi kecil bisa sangat berharga di masa depan.

Malam mulai turun, dan lilin-lilin di kamar menyala lembut.

Aku menatap Liora dengan mata merahku yang bersinar samar.

Dia tersenyum, menepuk kepala kecilku.

“Arvella, kau akan belajar banyak hal di sini, dan aku akan selalu ada untukmu,” katanya.

Aku menggeliat, tangan kecilku menyentuh pipinya, seakan membalas, “Aku tahu, dan aku mempercayaimu.”

Tiba-tiba terdengar suara langkah di lorong.

Bayi ini menoleh, matanya menangkap bayangan samar seorang laki-laki dengan rambut hitam dan mata biru.

Aku merasa ada energi yang familiar dan hangat.

Meski malam itu aku belum sepenuhnya memahami siapa dia, bayi ini tahu suatu hari sosok itu akan menjadi bagian penting dari hidupnya.

Liora melihat arah pandangku dan bertanya, “Arvella, kau melihat sesuatu?”

Aku menggeliat, tangan kecilku menunjuk ke bayangan samar itu.

“Ah… kau memang bisa merasakan hal-hal yang tak terlihat,” katanya sambil tersenyum heran.

Bayi ini tersenyum kecil, menutup mata sebentar, dan merasa aman karena memiliki seorang pelayan yang bisa dipercaya di sisinya.

Malam semakin larut, dan kabut tipis menyelimuti halaman istana.

Aku dibawa kembali ke buaian, namun mataku tetap mengamati lorong-lorong yang gelap dari jendela kamar.

Setiap bayangan, setiap suara, semuanya masuk ke ingatan bayi ini.

Aku tahu bahwa besok dan hari-hari berikutnya akan membawa lebih banyak tantangan, dan memiliki Liora di sisiku adalah langkah pertama untuk menghadapi dunia yang baru dan misterius.

Sebelum tertidur, aku tersenyum kecil, tangan mungilku menyentuh kain halus selimut.

Bayi ini memahami satu hal: kepercayaan, pengawasan, dan bantuan dari orang lain akan menjadi pondasi penting dalam hidupnya.

Dan malam itu, Arvella bayi memejamkan mata dengan tenang, sadar bahwa hari-hari berikutnya akan penuh dengan pengalaman baru yang menantang, menyenangkan, dan kadang berbahaya, namun semua bisa dihadapi dengan kecerdasan, intuisi, dan sekutu setia yang memahami keunikannya.

1
Passolle
lanjut ka
LOL #555
Hebat banget ,baru lahir udah bisa buka mata ,mendengar, ngendaliin kekuatan magis , serba bisa , kayak budak koporat
LOL #555: gak sih kak , biasanya juga kalau reinkarnasi gini ,baru lahir udah bisa ngalahin naga 🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!