Huang Xuan dengan kekuatannya mengguncang dunia memimpin pemberontakan kepada Dewa. Disaat menuju kemenangannya, hal aneh terjadi hingga membuatnya kalah yang kemudian terjatuh kembali ke alam manusia. Disaat kejatuhannya, alam manusia telah memiliki peradaban maju yang ditandai dengan berdirinya dinasti Xia yang merupakan mandat dari alam Dewa untuk manusia. Setiap pemimpinnya memiliki garis darah Dewa membuatnya menjadi penguasa sejati alam manusia. Huang Xuan yang membenci para Dewa memulai perjalanannya dengan menggulingkan Dinasti Xia sebelum dirinya kembali memberontak ke alam Dewa.
"Dengan pedang sebagai pena dan darah sebagai tinta, aku Huang Xuan menulis sejarah dengan cara berdarah-darah. Tidak takut kepada Dewa, Setan dan Iblis karena aku lah penguasa sesungguhnya"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yogasurendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membantai Pasukan Musuh
Huang Xuan membuat beberapa segel tangan merasakan resonansi energi dengan para penjaga elemen menarik energi darinya menyatukannya menjadi sebuah energi murni yang kemudian diserap oleh perwujudan elemen miliknya yang kemudian energi kelima elemen menyatu mengalir masuk ke dalam tubuhnya.
"Tubuh Lima Elemen!"ucapnya lantang.
Wujud dirinya pada masing-masing elemen memiliki kesadarannya sendiri dan secercah kekuatan elemen yang sangat murni dari para penjaga elemen. Huang Xuan mencapai ranah Pembentukan Fondasi Sempurna dengan membangkitkan Tubuh Lima Elemen yang legendaris hanya mereka yang mampu mencapai ranah Pembentukan Fondasi Sempurna yang bisa melakukannya.
Di luar, Luo Qingyin merasakan getaran di permukaan tanah lantas menoleh ke arah hutan menyipitkan kedua matanya sembari berteriak.
"Musuh datang!!" ucapnya lantang.
Para prajurit berduyun-duyun membentuk formasi melindungi Luo Qingyin bersiap menerima serangan musuh. Anak panah ditembakkan memenuhi langit menyerang ke arah perkemahan membuat semuanya menjadi kacau. Luo Qingyin mengayunkan selendang putih miliknya menciptakan badai angin menghalau anak panah menuju tenda tempat Huang Xuan berada.
Pasukan kalvaleri Xia muncul menghancurkan hutan merobohkan pepohonan sembari menyerukan semangat kepada rekan sesamanya. Luo Qingyin bersama pasukannya terkepung dari berbagai arah ketika pasukan kalvaleri Xia membuat formasi melingkar mencegahnya untuk kabur. Musuh mengitari mereka berkuda pelan seakan menatap mangsa empuk yang ada di depan mata.
"Putri kerajaan Yinluo. Bagaimana jika aku menangkapnya dan membawanya ke hadapan Kaisar. Bukankah Raja Yinluo akan langsung menyerah tanpa perlawanan?" ucap salah satu diantara mereka yang disinyalir ketua dari pasukan kalvaleri.
Tawa jahat menggema menatap Luo Qingyin dengan pandangan layaknya hewan buas. Merasak dirinya dipandang hina membuat Luo Qingyin maju melewati formasi pelindung pasukannya berdiri dengan berani.
"Kenapa? Marah karena aku menghinamu? Bukankah itu kenyatannya? balasnya mendengus dingin.
Wajahnya tegas mengenakan zirah hitam emas membawa tombak panjang memiliki tatapan tajam seperti elang dan menjadi komandan pasukan kalvaleri langit. Salah satu divisi pasukan yang ditakuti dan terkuat karena dalam sejarah peperangannya ketika dia muncl bersama pasukannya maka tanah berubah menjadi merah oleh darah.
"Aku tak menyangka kalvaleri langit begitu cepat menemukanku bahkan sang komandan Tang Shuyun memimpin secara langsung,"ucap Luo Qinyin dengan nada tenang.
"Mengapa tidak. Nyawamu merupakan hal penting dan sangat berharga. Menyerahlah maka aku akan memperlakukanmu dengan baik," balas Tang Shuyun mengulurkan tangannya kepada Luo Qingyin.
"Dia tak membutuhkan belas kasihmu,"ucap Huang Xuan.
"Siapa?!"
Ledakan energi ke luar dari dalam tenda disertai hembusan angin kencang. Luo Qingyin tersenyum tipis sekaligus menghela nafas lega ketika mendengar suara Huang Xuan.
"Kau tak pantas mengetahui namaku," jawab Huang Xuan muncul tepat di depan Luo Qingyin.
"Lancang! Kau benar-benar mengabaikan identitasku!" balas Tang Shuyun murka.
"Memangnya kenapa? Aku sama sekali tidak takut kepadamu,"ucap Huang Xuan menyulut emosi Tang Shuyun merasakan dirinya direndahkan hingga membuatnya mengacungkan tombaknya.
"Kau pasti orang yang baru saja melakukan terobosan. Jika bukan karena tindakanmu, aku tak akan pernah bisa menemukan kalian secepat ini. Bersujudlah maka aku akan mengampunimu"ucap Tang Shuyun dengan tomboknya tepat berada di depan wajah Huang Xuan.
Tangan lembutnya terangkat sembari tersenyum meremehkan.
"Aku tidak pernah bersujud kepada siapapun apalagi kepadamu," jawab Huang Xuan menjentikkan jarinya seketika ujung tombak bergetar menyebabkan Tang Shuyun terpental dari kudanya.
"Kau berani? Serang!!" perintah Tang Shuyun memberikan aba-aba nya.
Huang Xuan berlari tanpa rasa takut ke arah datangnya musuh lebih tepatnya Tang Shuyun yang dikelilingi oleh pasukannya. Tangannya terangkat di udara mengumpulkan energi qi kemudian meninju tanah hingga retak disertai daya ledakan dahsyat merobohkan lapisan pertama formasi klavaleri.
"Pedang!"ucapnya menggenggam pedang milik Luo Qingyin.
Ia berteriak menyemangati dirinya berlarian membunuh pasukan klavaleri yang berdatangan dengan gilanya menebas setiap kepala prajurit mengalirkan darah yang membasahi tanah. Tebasan demi tebasan dilakukan olehnya disertai tawa yang menggema. Tang Shuyun terkejut begitu melihat kebrutalan yang dilakukan oleh Huang Xuan. Sedetik kemudian mereka saling bertatapan menunjukkan tatapan tajam Huang Xuan penuh akan ambisi darah kematian.
"Ganti formasi pelindung!!!" ucapnya lantang.
Mendengar perintah segera pasukan kalvaleri membuat formasi pelindung mengelilingi Tang Shuyun. Barisan mereka begitu rapat tanpa celah dan sempurna.
"Formasi pelindung Xuanwu klan Tang. Salah satu formasi pelindung yang sempurna dari segala sisi tanpa celah dan sulit menembusnya secara langsung,"ucap Luo Qingyin memberikan informasi kepada Huang Xuan.
"Jika tak terkalahkan dari segala sisi tanpa celah maka hancurkan dengan sekuat tenaga untuk membuat celah,"ucapnya dengan keras.
Gemuruh terdengar di langit yang tak lama kemudian hujan turun dengan derasnya menambah kengerian yang tengah terjadi ketik air bercampur darah mengalir bagaikan sungai. Huang Xuan tetap tenang bahkan tersenyum senang membersihkan noda darah yang ada pada bilah pedang miliknya. Suasana terasa lebih aneh ketika masing-masing pihak diam saling mengamati satu sama lain.
"Putri, jika aku membunuhnya apakah akan baik-baik saja?" tanya Huang Xuan.
"Tidak! Biarkan dia hidup," jawab Luo Qingyin.
"Baiklah sesuai perintah putri," balas Huang Xuan menggerakkan pedangnya pelan seketika air hujan mengikuti setiap gerakan pedangnya menjadi bulir-bulir air runcing.
"Serang!"perintahnya.
Setiap bulir air hujan melesat menembus leher dari para prajurit kalvaleri menumbangkannya satu per satu. Tang Shuyun menangkis setiap bulir air yang berdatangan sembari mendekat ke arah Huang Xuan dan bertarung secara langsung. Keduanya terlibat dalam pertarungan sengit ketika pedang dan tombak beradu maka air dan darah terpercik ke udara.
"Teknik tombak cacat tak layak beradu denganku," balas Huang Xuan mengayunkan pedangnya membuat tombak milik Tang Shuyun terbelah hingga zirah besi miliknya ikut terbelah merobek pakaiannya menciptakan goresan panjang didadanya.
Tang Shuyun terpental memuntahkan darah segarnya menatap tak percaya ketika dirinya dikalahkan dengan mudah.
"Siapa kau sebenarnya? Mengapa kau bisa memanipulasi alam dengan mudahnya,"
Huang Xuan mengambil setetes air hujan kemudian menjentikkannya ke arah Tang Shuyun membuatnya pingsan. Ia kembali menyerahkan pedang kepada Luo Qingyin kemudian masuk ke dalam tenda. Semua tercengang melihat apa yang baru saja terjadi. Seluruh pasukan kalvaleri yang dibawa oleh Tang Shuyun tewas tak bersisa dengan keadaan mengenaskan.
"Bawa dia untuk dijadikan tahanan,"perintah Luo Qingyin kepada prajuritnya.
Ia berjalan masuk ke dalam tenda terdiam sejenak melihat Huang Xuan tengah duduk termenung dengan raut wajah datar.
"Jangan ragu untuk masuk,"ucapnya menoleh ke ambang pintu.
Luo Qingyin masuk ke dalam memberikan salam hormat berterima kasih dengan apa yang Huang Xuan lakukan.
"Sudahlah, aku akan mengantarmu dengan selamat sebagai bentuk balas budi menyelamatkanku."
Luo Qingyin menganggukkan kepalanya mengerti.
"Kalau boleh tahu, siapa nama senior?"
"Huang Xuan"