NovelToon NovelToon
Cinta Dari Perjodohan

Cinta Dari Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / Romansa
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Cumi kecil

Khayla Atmaja, gadis 21 tahun yang ceria dan berani, harus menerima kenyataan dijodohkan dengan Revan Darmawangsa, pria 32 tahun yang dingin dan sibuk dengan pekerjaannya. Perjodohan yang diatur oleh Kakek Darius itu mempertemukan dua pribadi yang bertolak belakang. Khay yang hangat dan blak-blakan, serta Revan yang tertutup dan irit bicara. Awalnya pernikahan ini hanya dianggap kewajiban, namun seiring waktu, kebersamaan perlahan menumbuhkan perasaan yang tak terduga, mengubah perjodohan menjadi cinta yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cumi kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3 REVAN DARMAWANGSA.

" Aaahhh_”

Gerakannya terhenti.

Di ruang tamu, Ayah duduk rapi berhadapan dengan dua tamu. Seorang pria tua berwibawa dengan tongkat di samping kursinya, dan seorang laki-laki dewasa berwajah tampan, rahangnya tegas, bahunya bidang, mengenakan kemeja gelap yang melekat sempurna di tubuhnya. Ia duduk tenang, punggung tegak, tatapannya lurus tanpa ekspresi.

Laki-laki itu adalah Revan.

Revan Darmawangsa hanya memandang Khay sepersekian detik. Tidak terkejut. Tidak tersenyum. Tatapannya datar, seperti orang yang sudah terbiasa mengendalikan diri dan emosi.

Namun bagi Khay..

“AAAAAH!” jerit Khay sambil refleks menutup wajahnya, lalu berbalik masuk ke kamar dan menutup pintu dengan keras.

BRAK.

Di dalam kamar, Khay bersandar di pintu dengan jantung berdegup kencang.

“ASTAGA!” bisiknya panik. “Malu banget! Mana belum cuci muka, rambut kayak sarang burung… hiks!”

Ia memukul bantal sekali, lalu menutup wajahnya sendiri. Rasa malu menyerbu tanpa ampun.

Di luar kamar_

Ayah berdehem canggung. Mama menutup mulut menahan senyum, sementara Kakek Darius justru terkekeh pelan.

“Calon mantu Cucu perempuanku… unik,” ucap Kakek Darius sambil melirik Revan.

Revan hanya mengangguk tipis. “Iya, Kek.”

Tok. Tok. Tok.

“Khay,” suara Mama terdengar dari balik pintu.

“I-iya, Mah,” jawab Khay gugup.

Ceklek.

Pintu terbuka sedikit. Khay hanya mengeluarkan kepalanya, rambut masih berantakan namun wajahnya sudah sedikit memerah karena malu. “Ada apa, Mah?”

Mama menatap putrinya dengan senyum yang sulit disembunyikan. “Cepat mandi. Lalu keluar. Ada yang ingin Ayah sampaikan ke kamu.”

Wajah Khay langsung menegang. “Sekarang?”

“Iya. Jangan lama-lama.”

“Iya, Mah. Siap,” jawab Khay cepat, lalu menutup pintu lagi.

Begitu pintu tertutup, Khay berteriak pelan sambil melompat kecil. “Aduh, aduh, aduh! Malunya seumur hidup!”

Ia langsung bergerak cepat mandi, mencuci wajah berkali-kali, memilih baju terbaik yang ia punya di rumah. Dress sederhana warna pastel, rambut diikat rapi, sedikit bedak dan lip balm.

“Khay, tenang,” gumamnya pada pantulan cermin. “Kamu cuma tampil sebagai diri sendiri.”

Setelah merasa cukup pantas, Khay menarik napas dalam-dalam lalu keluar dari kamar.

Di ruang tamu, suasana berubah jauh lebih formal. Ayah duduk tegak, Mama di sampingnya. Kakek Darius duduk dengan ekspresi penuh wibawa. Revan masih di tempatnya tenang, dingin, dan terlihat seperti seseorang yang sulit ditebak.

Khay berjalan pelan dan duduk di samping Ayah.

Ayah menoleh, tersenyum lembut. “Sudah siap?”

Khay mengangguk. “Iya, Yah.”

Ayah menghela napas pelan, lalu menatap ke depan. “Khay… Ayah memanggilmu pulang karena ada hal penting. Dan pagi ini, Ayah ingin membicarakannya secara jujur.”

Khay menggenggam ujung bajunya. “Tentang apa, Yah?”

Ayah melirik Mama sebentar, lalu menatap Khay kembali. “Tentang masa depanmu.”

Hening.

Khay menelan ludah.

“Khay,” lanjut Ayah pelan, “Ayah sudah lama mengenal keluarga ini. Kakek Darius adalah rekan bisnis Ayah sejak dulu. Kami saling percaya.”

Kakek Darius mengangguk pelan. Ayah melanjutkan, “Dan… Ayah ingin kamu menikah dengan cucu beliau.”

Khay membeku.

Menikah.

Dengan... dia?

Tanpa sadar, pandangan Khay beralih ke Revan. Laki-laki itu kini juga menatapnya. Tatapannya tajam namun tenang. Tidak ada paksaan. Tidak ada rayuan. Hanya menunggu.

“Khay,” Mama menggenggam tangan putrinya. “Ayah dan Mama tidak pernah berniat memaksamu.”

Kakek Darius ikut berbicara, suaranya berat namun hangat. “Jika kamu menolak, kami akan menghormatinya.”

Khay terdiam lama. Dalam hatinya berkecamuk berbagai pikiran. Usia Revan sudah kepala tiga. Wajahnya dingin. Auranya dewasa bahkan terlalu dewasa untuk dirinya yang baru 21 tahun. Ini bukan cinta. Ini perjodohan.

Namun…

Ia teringat kejadian kemarin. Tentang Romi. Tentang pilihannya. Tentang bagaimana ia berdiri tegak demi orang tuanya.

Jika kemarin aku bisa melepaskan pria yang tidak berani memperjuangkanku…

Pandangan Khay kembali ke Ayah dan Mama. Wajah mereka penuh harap, namun juga penuh cinta tidak menuntut, tidak memaksa. Lalu ia menatap Revan lagi.

Pria itu tidak terlihat sombong. Tidak memandangnya rendah. Tidak menilai dari asal-usulnya. Justru… tenang. Dewasa. Bertanggung jawab.

Khay menarik napas panjang. “Ayah,” ucapnya akhirnya.

Semua mata tertuju padanya. “Khay tidak bisa menjanjikan cinta,” lanjutnya jujur. “Tapi Khay percaya pada pilihan Ayah dan Mama.”

Revan sedikit terkejut. Alisnya terangkat tipis satu-satunya tanda emosi yang muncul sejak tadi.

“Khay menerima,” ucap Khay mantap. “Jika perjodohan ini dilakukan dengan niat baik… Khay siap menjalaninya.”

Suasana hening sejenak. Lalu...

“Alhamdulillah…” Mama menutup mulutnya, matanya berkaca-kaca.

Ayah menghembuskan napas lega, senyum lebarnya tak bisa disembunyikan. “Terima kasih, Nak.”

Kakek Darius tertawa kecil penuh bahagia. “Anak yang luar biasa.”

Revan menatap Khay lebih lama kali ini. Bukan dingin. Bukan datar. Penuh keterkejutan. “Terima kasih,” ucap Revan singkat namun tulus. Ia mengangguk hormat. “Saya akan bertanggung jawab.”

Khay membalas anggukan itu pelan. Di dalam hatinya, ia tahu keputusan ini akan mengubah hidupnya. Ia tidak tahu akan seperti apa masa depannya dengan Revan Darmawangsa.

Namun satu hal ia yakini… Ia memilih dengan hati yang teguh. Dan dari sinilah, kisah mereka benar-benar dimulai.

1
erma irsyad
lanjutt thor
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
siapa yang ngawasin..harusnya Khay terus terang saja kalau udah nikah,kan jadi fitnahan nantinya
Drama Queen
Lanjut kak💪
Drama Queen
apa yang kamu pegang khay🤣🤣🤣
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Khay mulai ada perasaan sama suaminya 🥰🥰
erma irsyad
dtunggu Up selnjutnya🥰
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Jaga suamimu Khay jangan ada valak kor diantara kalian
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
🤣🤣🤣🤣🤣
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Revan cemburu🥰🥰🥰
erma irsyad
thor Up ny jgn lama2 😄
Bungatiem: lanjutkan lagi Doong
total 2 replies
Bungatiem
lanjutkan
Bungatiem
di dunia nyata ada suamiku ga pernah bangunin aku walopun aku tidur sampai siang 😍 Alhamdulillah pernikahan kami sudah berjalan 26 thn 😍
Marchel: Alhamdulillah.. Semoga pernikahannya bahagia terus ya kak 🤗😍
total 1 replies
HjRosdiana Arsyam
Luar biasa
Marchel: Terimakasih kak
total 1 replies
Drama Queen
Revan perhatian banget sih ama istri kecilnya.. 😍😍😍
Drama Queen
lanjut💪
Drama Queen
Revan sangat perhatian ama istri kecil nya😍😍😍
Drama Queen
khay jangan banyak alasan bilang aja kamu takut tidurmu kebablasan dan peluk-peluk suamimu. tenang khay kalian sudah sah jadi bebas 🤣🤣
Drama Queen
gak sabar nunggu mereka malam pertama😄
Drama Queen
kenapa khay setiap bangun pasti kamu kaget dan menjerit 🤣🤣
Drama Queen
Revan sabar ya.. kalian masih masa perbekalan dan pendekatan jadi malam pengantinnya di undur sampai kalian benar-benar dekat🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!