Raka terlahir dengan tubuh lemah, namun suatu hari ia menemukan sebuah bola berwarna putih didalam hutan terlarang yang ternyata adalah sebuah sistem yang bernama sistem dewa.
sejak saat itulah Raka menjadi seorang ahli bela diri yang akan menggemparkan seluruh daratan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irfan Sajilie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3. Misteri keluarga Quinn
Tingkatan ahli bela diri ada sembilan tingkat.
Dasar (tingkat 1 - 9)
Pemula (tingkat 1 - 9)
Prajurit (tingkat 1 - 9)
Jendral (tingkat 1 -9)
Raja (tingkat 1 - 9)
Kaisar (tingkat 1 - 9)
Orang suci (tingkat 1 - 9)
Tertinggi (tingkat 1 - 9)
Dewa
Setelah kembali hanya memakan buah-buahan liar, Raka duduk diatas sebuah pohon lalu tiba-tiba ia bertanya.
"Kenapa kamu memilihku sistem?" Entah kenapa pertanyaan itu terlintas dibenak Raka.
[Ting karena tuan rumah adalah Quinn]
"Quinn? Marga ibuku?" Tanya Raka heran.
[Ting benar tuan rumah, sistem memilih tuan rumah karena tuan rumah adalah Quinn. Satu-satunya orang bermarga Quinn saat ini]
"Satu-satunya? Apa maksudmu sistem?" Tanya Raka lagi, entah kenapa hatinya terasa sakit saat mendengar kata satu-satunya.
[Ting karena orang-orang bermarga Quinn sudah lenyap di muka bumi ini]
Mata Raka seketika melotot, ia hampir saja jatuh dari atas pohon setelah mendengar kenyataan itu. Ia ingin menganggap sistem berbohong namun ia juga tau kalau sistem tak bisa berbohong.
"Lenyap? Kenapa mereka bisa lenyap?" Tanya Raka lagi.
[Ting lebih tepatnya dilenyapkan tuan rumah]
"Siapa? Siapa yang melenyapkan mereka? Cepat beritahu aku!" Tanya dan pinta Raka dengan tidak sabar.
[Ting sistem tak akan menjawabnya sekarang sebab tuan rumah masih lemah, sistem akan menjawab pertanyaan itu saat tuan rumah sudah menerobos ke ranah jendral tingkat satu]
Raka ingin mengumpati sistem miliknya namun ia juga tau bahwa semua itu demi kebaikannya, ia pun bisa mengerti bagaimana kekuatan kelompok yang bisa menghancurkan sebuah keluarga.
"Aku harus bertambah kuat jadi kamu harus memberikan banyak misi padaku sistem!" Perintah Raka.
[Ting tentu saja tuan rumah, besok sistem akan memberikan misi baru]
______________
Disaat Raka beristirahat dengan cepat karena ingin hari esok cepat tiba maka suasana kerajaan sangat suram. Sang ratu dan kedua selir selalu menangis sebab mengkhawatirkan putra bungsu mereka.
"Bagaimana? Apa Raka sudah ditemukan?" Tanya ratu Amber pada pengawal kepercayaannya yang baru saja datang, ia menyuruh pengawalnya memasuki hutan terlarang yang ada dibelakang istana mereka.
"Maaf yang mulia" jawab si pengawal lalu menggeleng tak berdaya.
"Putraku hiks" tangis ratu Amber.
"Yang mulia ratu, apa mungkin pangeran Raka ....?" Selir pertama Amora tak dapat melanjutkan pertanyaannya.
"Kalau memang itu yang terjadi maka kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi" ucap sebuah suara yang tak lain adalah raja Antonio.
"Maksud yang mulia, ramalan itu?" Tanya selir Clara, selir kedua raja Antonio.
Raja Antonio mengangguk hingga membuat semua orang yang ada didalam ruangan itu terdiam.
"Hentikan pencarian dan cari seseorang yang memiliki fisik yang mirip dengan pangeran Raka" perintah raja Antonio lalu segera pergi ke ruang kerjanya sebab masih banyak hal yang harus ia urus.
"Ayahanda" panggil putra mahkota Daren saat memasuki ruangan raja Antonio.
"Apa kita tak akan bertemu dengan Raka lagi?" Tanyanya.
"Entahlah" geleng raja Antonio, namun sangat terlihat diwajahnya kalau ia sangat merindukan dan mengkhawatirkan Raka.
_________________
Di kedalaman hutan terlarang terlihat Raka tengah berlatih latihan dasar dari sebuah buku yang berjudul teknik pukulan tangan kosong yang terdiri dari tapak dan tinju.
Beberapa jam lalu ia mendapatkan misi dari sistem bahwa ia harus menguasai teknik pukulan tangan kosong, dari teknik memukul, meninju, kekuatan pukulan hingga pertahanan.
Awalnya ia sedikit menggerutu karena disuruh menguasai teknik itu hingga mahir namun saat melihat hadiahnya berupa tiga cahaya energi, membuatnya berlatih seperti orang gila.
Tak hanya ingin cepat kuat dan bisa keluar dari hutan yang mengurungnya, ia juga ingin tau seluk beluk tentang keluarga Quinn yang hanya tersisa dirinya seorang.
Tingkatan dalam sebuah pemahaman teknik ada empat tingkatan dari pemula - mahir - ahli dan yang terakhir adalah sempurna.
Disaat Raka berlatih siang dan malam, dan hanya beristirahat karena ingin mengisi perut maka pihak kerajaan mulai merelakan kepergian Raka. Mereka sangat tau bahwa Raka memang akan pergi namun mereka tak menyangka akan secepat ini.
Tak terasa sudah tiga hari Raka berlatih teknik pukulan tangan kosong dan sudah hampir menguasai tingkat mahir. Disaat itu juga kerajaan timur menemukan sosok pemuda yang sangat mirip dengan Raka.
Meskipun wajah mereka tak mirip namun postur tubuh mereka yang kurus sangat mirip dan kemiripan mereka juga berada pada kondisi kesehatan mereka yang sering sakit-sakitan.
"Sangat mirip" ucap putra mahkota Daren dan diangguki anggota keluarga kerajaan lainnya.
___________________
Keesokan harinya, Raka berteriak kegirangan sebab teknik pukulan tangan kosongnya sudah mencapai tahap mahir. Seandainya ada orang yang melihat bagaimana Raka mencapai tahap mahir hanya dalam empat hari, maka dijamin orang itu akan muntah darah sebab untuk menguasai ke tingkat pemula saja maka sejenius apapun mereka masih membutuhkan waktu sebulan penuh untuk menguasainya.
[Ting selamat tuan rumah menyelesaikan misi berlatih teknik pukulan tangan kosong, tuan rumah mendapatkan tiga cahaya energi]
Mata Raka bersinar cerah saat melihat tiga cahaya melayang mendekatinya lalu memasuki kepalanya, seketika rasanya jauh lebih nyaman dari sebelumnya.
[Ting selamat tuan rumah menerobos ke ranah dasar tingkat 5]
"Wahhhh tubuhku terasa semakin kuat" girang Raka, tiba-tiba keningnya berkerut saat melihat tato bola berwarna merah yang ada ditangannya sedikit mengecil.
"Entah perasaanku saja atau bagaimana, tato ini terlihat sedikit lebih kecil dari sebelumnya" lirih Raka lalu segera mengenyahkan pikirannya sebab ingin meminta misi selanjutnya dari sistem.
"Sistem cepat berikan misi lagi!"
[Ting misi selanjutnya adalah menguasai teknik berpedang, hadiah tiga cahaya energi dan pedang hati]
"Pedang hati" beo Raka.
[Ting pedang hati termasuk 100 pedang terkuat dan berada di peringkat 53]
"Wahhhh kamu memang baik sistem" semangat Raka semakin terpacu sebab kali ini ada hadiah tambahan.
Tiga hari kembali berlalu, dan kerajaan timur mengalami duka sebab pangeran Raka dikabarkan wafat karena sakit, padahal pangeran palsu yang meninggal dunia.
Kekaisaran, ketiga kerajaan di benua Timur, keluarga bangsawan hingga akademi daratan timur mengirimkan utusan untuk berbela sungkawa.
Karena semua orang, utusan bahkan rakyat kerajaan timur tak pernah melihat rupa pangeran Raka maka mereka percaya saja bahwa yang telah wafat adalah pangeran Raka sehingga tak ada yang menyadari bahwa pangeran Raka masih hidup.
__________________
BAK BUK BAK BUK
Terdengar suara pukulan mengisi hutan terlarang, suara itu berasal dari pedang kayu yang terus saja dipukulkan Raka pada sebatang pohon besar.
Terlihat jelas batang pohon besar mulai mengalami kerusakan karena dipukul berulang kali meskipun menggunakan pedang kayu yang tumpul.
Meskipun Raka belajar sendiri namun tak ada sedikitpun kesalahan yang ia lakukan, semuanya lancar dan terarah.
Bibit unggul dan pemahaman yang mendalam memang salah satu kriteria dari keluarga Quinn yang akan Raka ketahui dikemudian hari.