NovelToon NovelToon
SERABI LEMPIT

SERABI LEMPIT

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Alif Cariza Nofiriyanto

lanjutkan seorang gadis cantik baru lulus dan sedang mencari kerja dan menemukan masalah karena orangtuanya berhutang dengan lintah darat namun ada bos muda yang membantunya namun bos itu jatuh hati kepadanya gadis cantik itu bernama Mira dan bos besar grup Nusantara itu Romano Kusuma dan ia menginginkan gadis cantik itu dan mengejaran dimulai ...... lanjutkan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alif Cariza Nofiriyanto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 5

"Kau ingin aku menjadi ratu, tapi kau justru menjadikanku pengkhianat bagi orang-orangku sendiri," desis Mira, suaranya parau namun tajam. "Membangun kerajaan di atas penderitaan tetanggaku bukan kejayaan, Romano. Itu kutukan."

Romano tidak menjauh. Ia justru semakin menekan, membiarkan aroma wiski dan maskulinnya mengepung indra penciuman Mira. "Dunia bisnis tidak mengenal kata tetangga, Mira. Hanya ada aset dan liabilitas. Tanah itu adalah liabilitas jika dibiarkan kumuh, tapi menjadi aset luar biasa di tanganmu."

Mira mendorong dada Romano, kali ini dengan seluruh tenaganya hingga pria itu mundur satu langkah. "Jangan samakan aku dengan ayahmu! Jika kau ingin aku memimpin proyek ini, maka aturannya harus dari aku. Tidak ada penggusuran paksa. Mereka harus menjadi bagian dari saham 'Berdikari', bukan diusir dengan uang receh yang akan habis dalam sebulan."

Romano terdiam, menatap Mira dengan tatapan yang sulit dibaca. Ada kilatan amarah karena otoritasnya ditantang, namun ada juga kekaguman yang semakin dalam. "Kau ingin berbagi keuntungan dengan orang-orang yang bahkan tidak mengerti cara membaca laporan laba rugi? Itu bunuh diri finansial."

"Itu namanya keadilan. Sesuatu yang mungkin tidak pernah diajarkan di meja makan keluarga Kusuma," balas Mira telak.

Romano berjalan menuju meja kerjanya, menuangkan kembali wiski ke gelasnya. Bunyi denting es batu terasa sangat keras di ruangan yang mendadak sunyi itu. "Arkan pasti sudah mencuci otakmu dengan idealisme hukumnya yang naif. Kau pikir dia tulus? Dia hanya ingin menjadi pahlawan agar kau jatuh ke pelukannya."

"Setidaknya dia tidak menjebakku dalam sangkar emas!"

Romano membanting gelasnya ke meja—tidak pecah, tapi suaranya membuat Mira tersentak. Romano berbalik dengan mata yang berkilat obsesif. "Sangkar ini adalah satu-satunya tempat di mana kau aman, Mira! Kau pikir lintah darat itu akan diam saja jika mereka tahu kau punya akses ke uangku? Mereka akan mengincar ayahmu, ibumu, dan Arkan-mu itu untuk memerasmu!"

Ia berjalan cepat kembali ke arah Mira, mencengkeram kedua bahunya. "Pahami ini, Mira. Aku mengejarmu bukan hanya karena aku menginginkan tubuhmu atau kecantikanmu. Aku menginginkan api yang ada di dalam matamu itu. Tapi aku tidak akan membiarkan api itu membakar dirimu sendiri. Jika kau ingin cara yang adil, lakukan. Buktikan padaku dalam rapat direksi besok bahwa idealismemu bisa menghasilkan uang. Jika gagal... kau akan melakukan caraku."

Mira menelan ludah, merasakan beban berat di bahunya. "Dan jika aku berhasil?"

Romano menurunkan tangannya ke leher Mira, ibu jarinya mengusap garis rahang gadis itu dengan posesif. "Jika kau berhasil, aku akan memberikan tanah itu padamu sebagai mahar. Tapi ingat satu hal, Mira... setiap inci kemajuan yang kau buat, kau akan semakin terikat padaku. Kau tidak akan pernah bisa lepas, karena kau akan menyadari bahwa hanya aku yang bisa mengimbangi liarnya ambisimu."

Mira melepaskan diri dari sentuhan itu, mengambil map emasnya kembali. "Kita lihat saja besok, Romano. Jangan terkejut jika ratu yang kau ciptakan ini justru yang akan menjatuhkan rajanya."

Romano hanya tersenyum miring, melihat punggung Mira yang menghilang di balik pintu kamar. "Aku menantikannya, Sayang. Karena kemenanganmu adalah kemenanganku juga."

Mira masuk ke dalam kamarnya dan segera mengunci pintu. Jantungnya berdegup kencang, bukan hanya karena amarah, tetapi karena ia sadar bahwa ia baru saja mempertaruhkan segalanya. Ia mengambil ponsel lamanya yang ia sembunyikan di bawah bantal, melihat ada lima panggilan tak terjawab dari Arkan.

Namun, sebelum ia sempat menekan tombol panggil, sebuah pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal: "Jangan percaya pada pengacara itu, Mira. Dia punya agenda sendiri dengan tanah ayahmu."

Mira mengerutkan kening. Apakah ini permainan mental lain dari Romano? Ia memutuskan untuk mengabaikan pesan itu dan menghubungi Arkan.

"Arkan, aku butuh bantuanmu," bisik Mira saat panggilan tersambung. "Besok pagi ada rapat direksi. Aku butuh data pembanding harga tanah di sekitar wilayah kita. Aku ingin mengajukan sistem bagi hasil saham, bukan ganti rugi."

Di seberang telepon, suara Arkan terdengar ragu. "Mira, itu berisiko. Direksi Nusantara Group itu sekumpulan hiu. Mereka akan memakanmu hidup-hidup. Kenapa tidak keluar saja sekarang? Aku sudah menyiapkan tempat aman untukmu dan orang tuamu."

"Tidak, Arkan. Jika aku lari, Romano akan menghancurkan kita lewat jalur belakang. Aku harus melawan dari dalam. Tolong, kirimkan datanya malam ini."

Setelah menutup telepon, Mira tidak bisa tidur. Ia menghabiskan sisa malam dengan mempelajari dokumen di map emas itu, mencoret-coret angka, dan menyusun strategi. Ia sadar, Romano benar tentang satu hal: ia memiliki api di matanya. Tapi api itu bukan untuk Romano miliki, melainkan untuk membakar ketidakadilan yang selama ini menindas keluarganya.

Esok paginya, Mira berdiri di depan pintu ruang rapat direksi yang megah. Ia mengenakan blazer hitam tajam, rambutnya diikat rapi, memberikan kesan otoritas yang kuat. Saat pintu terbuka, ia melihat sepuluh pria paruh baya dengan wajah dingin, dan di ujung meja, Romano Kusuma duduk dengan angkuh, memperhatikannya dengan tatapan yang seolah mengatakan, "Tunjukkan padaku apa yang kau punya."

"Selamat pagi, Dewan Direksi," suara Mira menggema, tenang namun penuh penekanan. "Saya Mira, Direktur Utama proyek Berdikari. Sebelum kita membahas angka pembangunan, saya ingin mengubah struktur fundamental dari akuisisi lahan di Sektor Tujuh."

Seorang direktur tua berdehem keras. "Ubah struktur? Siapa gadis kecil ini, Romano? Kenapa dia yang memegang proyek sebesar ini?"

Romano hanya menyesap kopinya, matanya tidak lepas dari Mira. "Dia adalah orang yang akan menentukan apakah investasi kalian akan menghasilkan profit jangka panjang atau justru berakhir di meja pengadilan karena sengketa lahan. Silakan, Mira."

Mira menarik napas, lalu menyalakan proyektor. "Saya mengusulkan skema Social-Business Hybrid. Kita tidak akan menggusur warga. Kita akan menjadikan rumah mereka sebagai bagian dari ekosistem 'Dapur Ma'. Mereka akan menjadi pemasok bahan baku dan pemegang saham kecil. Dengan begitu, kita menekan biaya keamanan dan konflik sosial hingga nol persen, sementara loyalitas merek kita akan melonjak karena narasi pemberdayaan ini."

Ruangan itu mendadak gaduh. Pro dan kontra bermunculan. Namun di tengah kebisingan itu, Romano berdiri. Ia berjalan pelan mengitari meja, mendekati Mira yang masih berdiri tegak di depan layar.

"Ide yang sangat mahal, Mira," bisik Romano di dekatnya, cukup pelan agar hanya dia yang mendengar. "Kau baru saja mencoba merampok margin keuntungan direksiku demi penduduk gang sempit itu."

"Itu bukan merampok, itu investasi manusia," balas Mira tanpa gentar.

Romano berbalik menghadap anggota direksi lainnya. "Berikan dia waktu dua minggu untuk membuktikan simulasi keuntungannya. Jika dalam dua minggu dia bisa mendapatkan tanda tangan persetujuan dari setidaknya tujuh puluh persen warga tanpa satu pun kekerasan, proyek ini berjalan dengan caranya."

Ia kemudian kembali menatap Mira, tangannya menyentuh meja tepat di samping tangan Mira. "Tapi jika kau gagal mendapatkan tanda tangan itu, Mira... kau sendiri yang akan menandatangani surat pengosongan lahan untuk rumah ayahmu. Setuju?"

Mira merasakan tenggorokannya kering, namun ia tidak punya jalan kembali. "Setuju."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!