NovelToon NovelToon
Clean Off

Clean Off

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Nomella Kamiyama, mahasiswi pindahan dari New York, tiba di California dengan satu misi: mempertahankan kesempurnaan hidupnya—mulai dari penampilan, kecerdasan, hingga kontrol diri yang absolut.
Namun, panggung sempurnanya terusik oleh kehadiran Zeus Sterling, pria paling populer di kampus yang dikenal sangat hangat, narsis, dan gemar menebar pesona.
Di mata Nomella, Zeus hanyalah gangguan visual yang "sok ganteng," sementara bagi Zeus, Nomella adalah tantangan bagi egonya yang setinggi langit.
Namun, di balik senyum menawan dan keramahan yang luar biasa, Zeus menyimpan rahasia kelam. Ia adalah pria yang aslinya dingin dan hancur, yang kini hidup dalam "identitas" kakaknya, Zayn, yang tewas dalam kecelakaan balap tragis. Zeus menolak semua wanita dan hanya ingin langsung menikah, sebuah bentuk duka ekstrem yang ia jalani demi memenuhi ekspektasi orang tuanya dan dunia.
Ketegangan memuncak saat Nomella mulai membongkar topeng Zeus, memicu sisi gelap sang pria yang berbahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#34

Sore itu, cahaya matahari yang masuk melalui jendela besar penthouse terasa lebih hangat, namun hati Nomella justru membeku.

Sejak kepulangannya dari Maryland, pandangan Nomella terhadap Zeus berubah total. Bukan berubah menjadi benci, melainkan sebuah rasa iba yang mendalam, sebuah jenis empati yang membuat dadanya sesak setiap kali ia menatap wajah suaminya.

Nomella duduk di sofa, memerhatikan Zeus yang sedang sibuk menyiapkan perlengkapan kuliahnya. Pria itu tampak begitu bersemangat, sesekali ia bersiul kecil, sebuah kebiasaan baru yang muncul sejak ia memutuskan berhenti minum obat.

Di mata dunia, Zeus adalah pria narsis yang sedang menikmati puncak kebahagiaannya. Namun di mata Nomella, Zeus hanyalah seorang anak kecil yang sedang menari di atas bara api yang disamarkan sebagai hamparan bunga oleh orang tuanya sendiri.

"Sayang, kenapa melamun?" suara Zeus memecah keheningan. Ia mendekat, lalu berlutut di depan Nomella. Ia mengambil tangan Nomella dan mencium punggung tangannya dengan lembut. "Apa jagoan kita membuatmu lelah lagi?"

Nomella menatap mata Zeus. Binar itu... binar itu begitu tulus. Zeus benar-benar percaya bahwa dia sedang membangun penebusan dosa. Nomella mengulurkan tangannya, mengelus rahang tegas Zeus dengan kelembutan yang tidak pernah ia tunjukkan sebelumnya. Ia ingin memberikan seluruh perhatiannya, ingin memberikan sedikit kedamaian sebelum badai kebenaran yang ia bawa akhirnya meluluhlantakkan dunia pria ini.

"Tidak, Zeus. Aku hanya sedang ingin menatapmu," bisik Nomella. Ia merapikan rambut Zeus yang sedikit berantakan, jemarinya bergerak perlahan, seolah sedang menyembuhkan luka-luka tak kasat mata di kepala suaminya. "Kau sangat tampan hari ini. Dan kau terlihat... sangat bahagia."

Zeus tersenyum lebar, jenis senyum yang membuat hatinya perih. "Tentu saja aku bahagia. Aku memiliki istri sepertimu dan calon anak yang akan segera lahir. Aku merasa seperti pria paling beruntung di dunia, Mella."

Nomella menarik napas panjang, menahan air mata yang hampir jatuh. Kau tidak beruntung, Zeus. Kau sedang dikhianati oleh orang-orang yang seharusnya melindungimu, batinnya menjerit. Namun yang keluar dari mulutnya hanyalah, "Aku akan menyiapkan pakaianmu untuk nanti malam. Kau ingin memakai apa?"

Zeus berdiri, lalu mengecup kening Nomella lama. "Apapun yang kau pilihkan, Sayang. Oh ya, tadi Mommy menelpon. Dia sangat merindukanmu. Nanti malam kita makan malam di kediaman besar ya? Charles—maksudku Daddy—juga akan ada di sana. Dia ingin mendengar perkembangan kehamilanmu."

Nomella mengangguk kaku. "Tentu. Kita akan ke sana."

Malam itu, mansion keluarga Sterling berdiri dengan megah, pilar-pilar putihnya disinari lampu sorot yang memberikan kesan agung sekaligus dingin. Begitu mereka melangkah masuk, pelayan berseragam rapi menyambut mereka. Di ruang makan formal yang panjang, Charles dan Elena sudah menunggu.

"Oh, lihatlah pasangan favorit Mama!" Elena Sterling bangkit, menghampiri mereka dengan senyum yang sangat manis—terlalu manis hingga terasa palsu di indra penciuman Nomella. Ia memeluk Nomella erat. "Mella, Sayang, kau terlihat sangat bercahaya. Bagaimana cucu Mama di dalam sana?"

Nomella melirik Charles Sterling yang duduk di ujung meja. Pria itu mengangguk dengan wibawa seorang patriarki yang sempurna. Tidak ada gurat rasa bersalah di wajahnya. Tidak ada tanda-tanda bahwa dia menyembunyikan seorang anak yang koma di sebuah rumah sakit rahasia.

"Dia baik, Ma," jawab Nomella singkat. Ia duduk di samping Zeus, tangannya tetap menggenggam tangan suaminya di bawah meja. Ia merasa Zeus sedikit tegang saat berada di dekat ayahnya, meskipun Zeus mencoba menutupi hal itu dengan senyum narsisnya.

Sepanjang makan malam, Nomella hanya diam. Ia menjadi penonton dalam sebuah pertunjukan teater kelas atas. Ia melihat bagaimana Elena bercerita tentang masa kecil Zayn dan Zeus, tertawa kecil saat mengingat "kenakalan" mereka, seolah-olah salah satu dari mereka tidak sedang terbaring di ambang kematian karena manipulasi mereka sendiri.

"Zayn pasti akan sangat senang melihat adiknya menjadi ayah yang hebat seperti ini," ujar Charles dengan suara berat, matanya menatap Zeus dengan tajam. "Dia selalu ingin kau menjadi pria yang bertanggung jawab, Zeus. Dan sekarang kau mewujudkannya."

Nomella merasakan tangan Zeus yang ia genggam mendadak mendingin. Zeus menunduk, wajahnya menunjukkan rasa bersalah yang kembali mencuat ke permukaan.

"Aku harap begitu, Dad," gumam Zeus pelan. "Aku hanya berusaha menebus semua kesalahanku padanya."

Nomella hampir saja meledak. Ia ingin berdiri, membanting piringnya, dan berteriak di depan wajah Charles bahwa Zayn masih hidup. Ia ingin mencaci Elena yang berani-beraninya menyebut nama Zayn dengan nada rindu sementara dia membiarkan anak lainnya hancur secara mental.

Miris sekali. Keluarga ini adalah sebuah monumen kebohongan yang megah.

Charles dan Elena terus berakting sebagai orang tua yang penuh kasih. Mereka bertanya tentang perlengkapan bayi, tentang rencana persalinan, dan tentang masa depan perusahaan. Setiap kata yang mereka ucapkan terasa seperti duri yang menusuk hati Nomella. Ia melihat suaminya—pria yang tadinya ia benci karena kesombongannya—kini tampak seperti korban yang paling menyedihkan di dunia ini.

Zeus sedang dimakan hidup-hidup oleh rasa bersalah atas kematian yang tidak pernah terjadi, dan pelakunya sedang duduk di depannya, menyesap wine mahal seolah tidak terjadi apa-apa.

"Mella? Kau tidak menyentuh makananmu?" tanya Elena dengan nada khawatir yang dibuat-buat. "Apa kau merasa mual?"

Nomella menatap Elena dengan tatapan yang sangat dalam, mencari celah kewarasan di mata wanita itu. "Tidak, Ma. Saya hanya merasa... ruang ini terlalu penuh dengan rahasia hingga saya sulit menelan makanan."

Meja makan mendadak sunyi. Charles menghentikan gerakan pisau dan garpunya. Matanya yang dingin menatap Nomella, seolah mencoba mengintimidasi.

"Rahasia? Apa maksudmu, Sayang?" tanya Elena dengan tawa canggung.

Zeus menoleh ke arah Nomella, tampak bingung. "Mella?"

Nomella segera tersenyum tipis, sebuah senyum yang tidak mencapai matanya. "Maksud saya, rahasia tentang bagaimana merawat bayi. Saya merasa masih sangat baru dalam hal ini. Benar kan, Zeus?"

Ketegangan di meja itu sedikit mengendur. Zeus tertawa kecil, meskipun tampak masih sedikit curiga. "Ah, kau membuatku takut, Mella. Tenang saja, Mommy dan Daddy akan membantu kita."

Nomella kembali menunduk, memainkan sisa makanannya. Ia tidak akan mengatakannya sekarang. Belum waktunya. Ia harus memastikan mental Zeus benar-benar kuat sebelum kebenaran ini meledak. Namun, melihat Charles dan Elena yang terus bersandiwara, Nomella menyadari satu hal: di rumah ini, dialah satu-satunya yang memegang kebenaran, dan ia akan menggunakan kebenaran itu untuk melindungi suaminya dari monster yang sebenarnya—orang tuanya sendiri.

Satu hal yang pasti, mulai malam ini, Nomella tidak akan lagi membiarkan Zeus merasa sendirian. Jika seluruh keluarga Sterling adalah kebohongan, maka dialah yang akan menjadi satu-satunya kenyataan bagi Zeus.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

Tinggalkan jejak agar Author semangat nulis bab selanjutnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!