Realitanya,kita tidak pernah tahu bagaimana jalan menuju takdir itu sendiri
yang membuat kita menerka-nerka dimana kaki ini akan menapak esok hari.
'Tuhan tidak pernah salah dan tidak pula terlambat dalam menetapkan suatu takdir kepada hamba-Nya'
'Kamu tahu sayang?aku bertaruh dengan diriku sendiri bahwa suatu saat hatimu yang sempit itu akan menjadikanku tempat pulang yang paling nyaman untuk kamu singgahi'.~ Elvita
'pernikahan ini hanya sementara,Sampai Kakak pertamaku melahirkan anak pertamanya mari mengurus surat perceraian'~Bian
Pernikahan yang awal nya berdasarkan kesepakatan itu akhirnya mengungkap tabir lama kedua keluarga yang hampir diambang kehancuran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Twdyaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu dan bermain peran
oh God!
Elvita berlari kecil sambil melirik jam tangannya yang berulang kali ia lihat.
Dia mengumpat didalam hati nya saat Dion menghubunginya dan memberitahu jika Tuan Brian mengajak nya untuk mencoba baju pernikahan mereka secara mendadak.
memaksa nya untuk membatalkan beberapa pertemuan dengan klien penting nya sebab Tuan Brian tidak ingin ada penolakan.
"Bukankah tidak sopan terlambat di pertemuan pertama kita,nona Elvita Queensha?"
sorot mata Bian tak lepas dari Elvita yang baru saja duduk dengan tenang di hadapannya.
ini adalah pertama kali nya Bian melihat Elvita secara jelas dan dekat,sebab beberapa kali pertemuan sebelum nya hanya sekilas saat dia mengunjungi perusahaan Heru ayah Elvita.
Cantik!batinnya
oh S**t
"Lebih tidak sopan mana dengan orang yang membuat janji dengan begitu mendadak dan memaksa,Tuan Bian Brawijaya?" Elvita menaikan alis nya kesal mengingat bagaimana terburu-buru dirinya untuk datang
dan lihat respon laki laki dihadapannya ini!
"meskipun begitu,Aku menyesal sudah datang terlambat dan membuat kesan yang buruk untuk pertemuan pertama kita,maaf"
Elvita menunduk kan kepala nya satu kali lantas tersenyum menatap kearah Bian yang terpaku melihat Elvita.
Hmmm
Bian membuang pandangannya tidak menjawab perkataan Elvita dan langsung memanggil salah satu pegawai yang sudah menyiapkan beberapa gaun pengantin dan jas untuk mereka kenakan.
"silahkan nona..." Elvita hanya melangkah mengikuti pegawai tersebut dan memilih salah satu gaun yang sangat indah dipandangnya.
Srekk
kedua tirai di sisi kanan dan kiri ruangan yang berisi Elvita dan Bian terbuka secara bersamaan
glek
Bian terpaku menatap Elvita dengan gaun yang membalut indah tubuh nya,dengan bahu rendah yang memperlihatkan bahu mulus dan leher jenjangnya
terlihat betapa terawat nya tubuh Elvita begitu putih dan bersinar
"Pilihan gaun nona begitu indah sangat cocok disandingkan dengan Tuan Bian yang tampan"
wajah Elvita memerah mendengar pegawai tersebut memuji nya,lantas dia menoleh ke arah Bian yang begitu tampan dengan jas berwarna senada dengan nya
tampan dan berwibawa,pikirnya.
Namun entah mengapa memikirkan surat perjanjian itu dia mendengus pelan dan menatap kesal kearah Bian
kesan yang didapat nya dari Bian adalah laki-laki yang begitu angkuh dan sombong yang memainkan sebuah pernikahan.
Brakk
"Bian..."
"kamu memutuskan pernikahan kita secara sepihak Bian!"
Helena berteriak saat mendengar kabar Bian menikah tapi bukan dengan dirinya melainkan seorang gadis dari keluarga Heru
dan belum lagi saat melihat Bian ada di sebuah butik terkenal dengan gadis itu jelas saja dia meradang.
"Kamu tidak salah bicara Helena?"lupakah jika kamu yang menjadi akibat pernikahan kita di batalkan?" Bian menjawab dengan tenang pada amarah Helena
"No,Bian seseorang menjebakku"
"sayang..."
Bian menoleh saat Elvita mengaitkan tangan ke lengan miliknya
'sayang?' Bian menaikkan alisnya bingung menatap Elvita seakan meminta penjelasan atas panggilann sayang tersebut.
alih-alih menjawab Bian masih ingin melihat apa yang akan gadis ini lakukan
"Bukankah gaun ini begitu cantik dan serasi dengan jas milik kamu?" lanjut Elvita tersenyum lantas menoleh ke arah Helena dengan ekspresi yang seakan akan terkejut
"ahhh...nona Helena?aku sudah mendengar banyak cerita tentang kamu dari bibi Fitri"
'baiklah,anggap saja aku membalas rasa bersalahku karena datang terlambat meskipun tidak sepenuh nya salahku sih'
batin Elvita
"Sayang..."
ahh sial,kenapa aku merinding mendengar nya memanggilku sayang! batin Elvita
Helena yang melihat pemandangan didepannya begitu pusing dan memilih keluar dari ruangan tersebut.
...----------------...