Kisah putri Prince Richard Carrington dan Princess Alisha Léopold
Zayn selalu percaya cerita Putri dan Kacang Polong untuk mencari putri yang tulus tapi tidak percaya gadis-gadis jaman sekarang. Akhirnya dia memakai sayembara mencari pasangannya. Naasnya saat dia sudah mengadakan sayembara, Zayn kecelakaan. Di hari H nya, semua princess yang diundang langsung menatap sinis ke Zayn. Kecuali Anette Carrington. Princess Inggris dan Belgia itu pun menerima lamaran Zayn.
Dari merasa iba, Anette dan Zayn jatuh cinta. Namun hubungan mereka terancam saat rahasia besar Zayn mulai terungkap. Bagaimana sikap Anette ke suaminya?
Generasi 8 klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan Anette dan Zayn
Visualnya Anette
Anette menatap Zayn dengan perasaan kasihan tapi juga salut karena berani membuat sayembara dengan kondisi seperti itu. Anette melihat sekelilingnya dan banyak para princess berbisik-bisik bahwa mereka tidak mau melanjutkan acara sayembara ini. Anette tahu, mereka mau ikut ini demi nama kerajaan dan negara masing-masing agar mendapatkan keuntungan dari Abu Dhabi yang merupakan ibukota negara Uni Emirat Arab.
Abu Dhabi ( Bahasa Arab: أبوظبي ʼAbū Ẓaby, Bahasa Indonesia: Bapak Rusa ) adalah ibu kota dan kota terbesar kedua di negara Uni Emirat Arab, menurut jumlah penduduknya dan luas wilayah, Abu Dhabi merupakan yang terbesar dari tujuh emirat yang membentuk Uni Emirat Arab. Abu Dhabi adalah kota pemerintahan sementara Dubai adalah kota pariwisata dan berada dalam satu wilayah Uni Emirat Arab ( Sumber Wikipedia ).
Anette sendiri tidak ada kepentingan politik karena memang dia berada di urutan ke delapan pewaris takhta Belgia sementara di Inggris, dia tidak masuk ke dalam urutan pewaris takhta kerajaan Inggris. Anette memang tidak terlalu tertarik di politik dua kerajaan apalagi dia punya dua warga kewarganegaraan khusus.
"Kamu mau punya pasangan seperti itu?" bisik Noor ke Anette.
"Tidak tahu," jawab Anette apa adanya. Mata biru yang diwariskan dari ayahnya, menatap Zayn yang tidak lepas dari dirinya. Kok dia memandangku? Apa bajuku ada yang salah?
"Zayn akan turun menyapa kalian semua, princess." Sheikh Muhammad bisa melihat wajah-wajah terkejut para princesses disana. Mereka mengira akan bertemu dengan seorang pria sempurna tapi ternyata ... Salah.
Farouk mendorong kursi roda Zayn yang turun dari panggung dan berjalan menuju tengah-tengah area ballroom. Zayn menyapa ramah para tamu undangan bersama dengan putrinya.
Richard dan Nandara saling berpandangan karena setahu mereka, anak Sheikh Muhammad normal.
"Apa yang terjadi, bang?" bisik Nandara.
"Aku tidak tahu Nanda," balas Richard.
Zayn melihat dirinya akan sampai ke Nandara Blair, salah satu Emir Blair dan Richard Carrington, pangeran Inggris.
Jadi gadis itu putri paman Richard Carrington dari Inggris. Dia muslim kan? - batin Zayn. Tiba-tiba sebuah ide terlintas dibenaknya.
"Farouk, itu Emir Blair dan Prince Carrington." Zayn mendongakkan wajahnya ke pengawalnya.
"Anda mau kesana, Sheikh?" tanya Farouk.
"Iya. Ada Zayden juga," senyum Zayn.
Farouk mendorong kursi roda Zayn ke arah Emir Blair dan keluarga Carrington.
"Paman Nandara, Zayden," sapa Zayn.
Nandara lalu memeluk Zayn. "Apa yang terjadi padamu?" tanya Emir Blair itu.
"Jatuh dari kuda, paman."
"Astaghfirullah ... Serius?" Nandara menatap Zayn prihatin. "Perlu aku hubungi Milly? Eh Bibi Milly Al Khalifa. Dia dokter ortopedi."
Zayn menggelengkan kepalanya. "Aku sudah ada dokter bagus juga disini."
"Apa kamu yakin?" tanya Zayden sambil memeluk Zayn.
"Aku yakin." Zayn menatap ke arah Richard Carrington dan Alisha Léopold. "Paman Richard, Bibi Alisha."
"Aku ikut prihatin, Zayn." Richard memeluk pria itu.
"Namanya juga musibah." Zayn berusaha tabah tapi semua orang tahu kalau dia down juga. "Siapa ini Paman?"
"Oh putri paman yang mendapatkan undangan dari kamu. Anette, kenalan dulu." Richard menghela punggung Anette dan keduanya saling bersalaman.
"Zayn."
"Anette."
Zayn menatap mata biru Anette yang menatapnya lembut. Tidak ada tatapan mengejek, tidak ada tatapan menghina atau pun meremehkan.
"Aku harap itu tidak permanen," ucap Anette.
"Masih belum tahu, Anette." Zayn menatap mata biru itu dengan perasaan berdesir.
Anette tersenyum lembut. "Aku harap kamu segera pulih. Mungkin butuh waktu tapi aku yakin kamu akan bisa kembali bisa berjalan."
"Terima kasih Anette. Saya permisi dulu." Zayn lalu menuju ke keluarga Brunei Darussalam.
"Poor him. Sepertinya tidak ada yang mau menerima Zayn dengan kondisi seperti itu," ucap Zayden.
"Padahal dia masih bisa sembuh sepertinya," timpal Nandara.
"Seperti Wening ya Nanda," senyum Richard.
"Jika ada kemauan, pasti ada jalan," ujar Zayden Blair.
Anette melihat ke arah Zayn yang tetap tersenyum menyapa semua tamu undangan meskipun tatapan mereka seperti merasa kena tipu dan tidak menyangka ada pangeran yang cacat mencari istri. Gadis itu merasa ada sesuatu yang ingin membantu Zayn bisa jalan lagi. Anette memang seperti ibunya dan Omanya yang suka menolong banyak orang.
Apakah aku harus menikah dengannya? Anette sudah menyelidiki Sheikh Zayn bin Abdul Azis berkat bantuan Alden Smith. Pria itu dikenal Sheikh yang tidak playboy. Lulusan Harvard Business School yang dikenal bukan womanizer dan tidak suka pesta. Dia punya pacar saat di Amerika tapi hanya kencan begitu saja. Anette tidak tahu apakah pria itu masih perjaka atau tidak tapi dia bisa mengerti banyak yang sudah tidak perjaka.
Mungkin hanya keluargaku saja yang masih old fashion dalam berhubungan dengan lawan jenis - batin Anette.
Setelah Zayn berkeliling menemui para tamu undangan, Sheikh Muhammad meminta ke para Princesses untuk tinggal di ballroom.
"Kami akan memberikan kesempatan pada para Princesses membuat keputusan."
Anette pun berdiri bersama dengan para princess yang lain sementara para orang tua dan pengawal, keluar dari sana. Gadis itu merasa geli karena ini sangat konyol, macam dalam Harem.
Seriously, Anette. Kamu kebanyakan baca novel aneh-aneh! - batin Anette sambil tersenyum. Namun dia merasa iba saat Zayn tidak bisa meraih gelas di atas meja dan Anette tidak melihat Farouk pengawalnya.
"Lihat! Dia lumpuh, Net. Bagaimana bisa hidup dengan suami lumpuh begitu? Dapat apa? Uang?" gumam seorang princess dari negara Asia. "Uang aku juga punya banyak!"
Anette hanya diam.
"Net, aku seperti merasa dijebak. Bayanganku seperti yang aku lihat di website resmi Abu Dhabi. Zayn sangat keren disana! Ternyata ... Dia hanya pria lumpuh! Ayahku juga kecewa karena tidak mungkin membawa pria lumpuh ke istana! Bikin repot!" bisik Noor.
Anette menoleh ke arah sahabatnya itu. "Aku rasa dia bisa sembuh kok."
"Kamu mau sama dia Net! Oh, ya pas sih ... Kamu kan tidak mungkin jadi Ratu Belgia dan di Inggris kamu tidak ada di dalam daftar pewaris takhta juga," ucap salah seorang princess dari sebuah negara di Afrika.
Anette dan Noor menatap ke arah princess yang berkulit gelap itu.
"Aku tidak ada ambisi menjadi Ratu Belgia karena tahu itu jatah Mas Akira atau Sahran atau Mas Brayden. Tidak masuk ke pewaris takhta Inggris juga aku tidak masalah!" balas Anette.
PRAAANGGGG!
Semua princess menoleh saat Zayn menjatuhkan gelasnya. Reflek Anette mendekati Zayn yang tampak frustasi.
"Kamu mau ambil apa?" tanya Anette seperti ke muridnya di TK.
"Aku ... hanya ingin itu." Zayn menunjuk ke arah piring buah.
"Bilang saja, Zayn. Kemana pengawal kamu?" tanya Anette sembari mengambilkan piring buah.
"Sengaja tidak ada pengawal, tidak ada pelayan karena aku ingin mencari tahu siapa yang tulus mau membantu aku." Zayn menatap Anette lembut. "Kamu adalah putri yang aku cari, Anette."
Anette melongo. "Apa maksudmu?"
***
Yuhuuuu up malam Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
Aq sotoy
moga kamu bisa introspeksi diri dan masih bisa bertemu anakmu kelak
Betapa sakitnya hati Zafar
makanya jadi orang jangan seralah😅😅😅