NovelToon NovelToon
Tertembak Cinta Nona Gangster

Tertembak Cinta Nona Gangster

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen / Bad girl / Preman / Persaingan Mafia
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Zavian Hersa mengira jalannya menuju keseriusan cinta dengan Grace akan semulus adiknya. Namun, realitas menghantam keras. Perbedaan status yang mencolok antara putra mahkota Hersa Group dan wakil ketua Gangster Blackrats menciptakan jurang yang lebar. Zavian, yang dihantui ketakutan kehilangan Grace seperti saat ia hampir kehilangan Nalea, berubah menjadi pria yang sangat posesif. Ia mencoba "menjinakkan" Grace dengan kemewahan dan perlindungan ketat, namun bagi Grace, perlindungan itu adalah penjara.

Kekosongan kepemimpinan sementara di Blackrats setelah Nalea fokus pada pendidikannya memicu gejolak di dunia bawah. Musuh-musuh lama dan baru mulai mengincar kekuasaan Blackrats. Teror silih berganti menghantui, mulai dari sabetan senjata tajam, pertumpahan darah, hingga pengorbanan nyawa.


Akankah cinta mereka bertahan di tengah pertumpahan darah dan tuntutan status sosial, ataukah mereka memilih jalan masing-masing dan merelakan cinta sejatinya?

NB: JANGAN SALFOK COVERNYA YAA😂

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bimbang Hati

BRAKK!

Pintu kayu jati itu terbuka dengan hentakan yang cukup keras, membuat Grace yang sedang bersandar lemah di kepala ranjang tersentak kaget. Ia refleks meraih belati yang selalu ada di bawah bantalnya, namun tangannya terhenti saat melihat sosok wanita yang sangat ia kenal berdiri di ambang pintu.

"Grace, kamu... bagaimana kondisimu?" tanya Nalea dengan nada suara yang penuh kekhawatiran namun tetap membawa otoritas seorang pemimpin.

Grace mengembuskan napas lega, ketegangannya sedikit mengendur. "Ma-madam? Kamu ke sini?"

Nalea melangkah masuk dengan anggun, diikuti oleh Kayzo yang berjalan santai di belakangnya. "Iya, lalu siapa lagi? Kamu berharap pangeran tampanmu yang ke sini, heemmm?" goda Nalea sambil menaikkan satu alisnya.

"Ti-tidak juga, Madam," jawab Grace pelan. Ada rasa lega yang amat sangat di dalam dadanya karena ternyata bukan Zavian yang datang. Jika pria itu yang masuk, ia yakin ruangan ini sudah penuh dengan teriakan dan tuduhan sekarang.

"Tenang saja, Grace. Kak Vian tidak akan ke sini. Aku sudah mengaturnya agar kekasihmu itu tetap sibuk di kantor dan tidak ke sini untuk marah-marah," ujar Nalea seolah bisa membaca pikiran Grace.

"Kok bisa?" tanya Grace polos. Matanya yang biasanya tajam kini terlihat sedikit sayu karena pengaruh nyeri, membuatnya tampak lebih manusiawi di mata Nalea.

Tak!

Nalea menyentil pelan dahi Grace, membuat gadis itu mengaduh pelan.

"Duhh, sejak kena demam cinta, otak kamu jadi lemot begini ya, Grace," Nalea terkekeh. "Aku minta Papa dan Kak Azlan untuk menahan Kak Vian di kantor dengan tumpukan dokumen audit yang tidak ada habisnya. Aku juga tahu, kamu tidak berharap Kak Zavian ke sini melihat kondisimu yang babak belur ini, kan?"

Grace tertunduk lesu. "Oh, begitu... Terima kasih, Madam."

"Sini, aku lihat bagaimana lukamu," Nalea mendekat ke sisi ranjang dan hendak membuka kemeja hitam yang dipakai Grace.

Grace memberikan kode mata dengan cepat, melirik ke arah Kayzo yang masih berdiri di dekat pintu sambil memperhatikan interior kamar. Nalea baru tersadar. Ia menoleh ke arah tunangannya dengan tatapan tajam.

"Kay, apa kamu masih ingin di sini dan melihat Grace telanjang?" tanya Nalea langsung, tanpa basa-basi.

Kayzo tersentak, wajahnya yang biasanya tenang berubah sedikit kaku karena tertangkap basah melamun. "Hah? Apa? Telanjang? Oh... iya, maaf, maaf. Aku keluar dulu ya, Sayang." Kayzo melangkah maju sebentar, mengusap rambut Nalea dengan sayang dan mengecup pucuk kepalanya sebelum berbalik keluar. "Aku tunggu di depan, jangan lama-lama."

Setelah pintu tertutup rapat, Nalea membantu Grace membuka kemejanya. Saat kain itu terlepas dan hanya menyisakan pakaian dalam, Nalea menarik napas panjang.

"Ya Tuhan... kenapa lebam seperti ini, Grace?" Nalea terkejut bukan main melihat warna ungu kebiruan yang menjalar di punggung mulus sahabatnya itu. Lebam itu terlihat sangat bengkak, menandakan benturan yang sangat keras.

Nalea dengan telaten mengambil handuk kecil, mencelupkannya ke dalam baskom air hangat, lalu mulai mengompres bagian yang bengkak. Grace meringis, jemarinya mencengkeram sprei menahan perih yang menusuk.

"Tahan sebentar... ini supaya aliran darahmu lancar," bisik Nalea lembut. Setelah dirasa cukup, ia mengoleskan salep anti lebam dengan gerakan memutar yang sangat hati-hati. "Grace, minum ini agar kamu tidak demam. Punggungmu panas sekali."

Nalea menyerahkan sebutir Paracetamol dan segelas air. Grace meminumnya dengan patuh. "Terima kasih, Madam."

Nalea duduk di tepi ranjang, menatap Grace dengan pandangan yang dalam. "Grace, aku sudah mengetahui semuanya. Jika memang hubungan antara kamu dan Kak Vian sudah tidak nyaman, lepaskanlah. Jangan melihat aku sebagai adik Kak Zavian, tapi lihatlah ini sebagai dirimu sendiri."

Grace terdiam, ia menatap jemarinya yang gemetar.

"Kamu sudah pernah memberikannya kesempatan untuk berubah berkali-kali," lanjut Nalea. "Tetapi jika ini hanya membuatmu merasa tercekik, buat apa? Aku melihat dari kacamatamu, Grace. Kamu pemimpin di sini, kamu punya tanggung jawab besar. Semua pilihan ada di tanganmu. Jika kamu ingin keluar dan hidup normal, itu tidak masalah, aku dukung. Tetapi jika kamu ingin lanjut namun merasa ini terlalu berat, aku juga tidak akan menghalangi apa pun jalan yang kamu ambil."

"Ta-tapi aku takut, Madam..." suara Grace bergetar.

"Apa yang kamu takutkan? Kenapa kamu jadi cengeng begini, Grace?" Nalea memegang bahu Grace. "Kak Zavian sudah keterlaluan. Memang dia mengkhawatirkan dirimu, tapi caranya salah. Dan gara-gara telepon dari dia semalam, kamu kehilangan fokus dan terluka seperti ini. Aku sangat tahu karakter kakakku, Grace. Dia pasti akan meledak melihatmu terluka begini, benar tidak?"

Grace hanya bisa mengangguk pelan. Air matanya nyaris jatuh. Ia merasa begitu lemah saat ini. Nalea langsung menarik Grace ke dalam pelukan hangatnya, membiarkan sahabatnya itu bersandar pada bahunya.

Aku tahu, kalian sangat saling mencintai, tapi jurang perbedaan di antara kalian terlalu dalam dan besar. Jika tidak ada yang mau mengalah, pasti akan sangat sulit untuk bersatu, batin Nalea sedih.

"Istirahatlah. Biar aku yang urus sisanya di luar," ujar Nalea sambil menyelimuti Grace.

Ruang Tengah Markas Blackrats

Kayzo sedang bersandar di tembok sambil bermain ponsel saat Nalea keluar. "Sayang, bagaimana kondisi Grace?" tanya Kayzo langsung saat melihat wajah Nalea yang tampak serius.

"Mmm... luka lebamnya cukup parah, Kay. Ada memar besar di punggungnya. Tapi aku sudah memberikannya obat demam dan mengompresnya. Dia butuh istirahat total," jawab Nalea.

Nalea kemudian mengalihkan pandangannya ke arah ruang tengah, di mana anggota inti Blackrats berkumpul. Aura di ruangan itu terasa sangat tegang.

"Karin!" panggil Nalea dengan nada tegas yang membuat Karin tersentak.

"Yes, Madam!" Karin segera berdiri tegak di depan Nalea, diikuti oleh Devano yang berdiri di sampingnya.

"Setelah ini, kamu dan anggota inti lainnya harus berjaga ekstra ketat. Slyters pasti akan membalas dendam karena markas mereka dibakar semalam," instruksi Nalea. "Utus beberapa anggota yang paling cerdik untuk memata-matai gerak-gerik mereka. Aku ingin tahu siapa kekuatan di balik mereka. Geng motor lemah seperti Slyters tidak mungkin punya nyali sebesar itu untuk menyekap anggota inti Blackrats kalau tidak ada 'backing' di belakang mereka."

"Kamu tenang saja, Nalea. Krayrock juga pasti akan membantu memantau pergerakan mereka," sahut Devano dengan percaya diri sambil melirik Karin.

"Uhuk! Membantu karena ada maunya, ya?" sindir Nalea dengan senyum tipis yang penuh arti. "Oh iya, untuk kalian berdua... jangan pacaran di markas! Apa kalian tidak malu dilihat oleh anggota Blackrats yang lain?"

Wajah Karin mendadak merah padam. "Madam... jangan begitu, rengeknya."

"Tempat kencan itu banyak, Karin. Ada taman, mall, cafe, bioskop... atau kalau kalian sudah tidak sabar, sebaiknya sewa kamar hotel sekalian saja!" lanjut Nalea telak, membuat anggota Blackrats lainnya tertawa tertahan.

"Dasar, monyet bucin!" timpal Kayzo sambil tertawa ringan, ikut menyindir Devano.

Devano hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Ah, Boss Kayzo... kamu sendiri kalau sama Nalea juga nempel terus seperti perangko."

Nalea kembali serius. "Cukup bercandanya. Boy, siapkan tim pengintai. Denis, amankan perbatasan wilayah pelabuhan. Aku tidak mau ada serangan kejutan saat Grace masih dalam pemulihan. Dan satu lagi..." Nalea menatap mereka semua satu per satu. "Jika Kak Zavian datang ke sini sebelum aku memberinya izin, jangan biarkan dia masuk. Katakan markas sedang dalam isolasi keamanan. Mengerti?"

"Mengerti, Madam!" jawab mereka serentak.

Nalea menghela napas panjang. Ia menoleh ke arah Kayzo. "Ayo, Kay. Kita harus kembali. Sebelum Kak Vian curiga dan malah menginterogasi Papah dan kak Azlan di kantor."

"Siap, Tuan Putri," jawab Kayzo sambil merangkul bahu Nalea.

Saat mereka melangkah keluar dari markas, awan hitam masih menggantung di langit Jakarta. Perang antara Blackrats dan Slyters mungkin baru saja dimulai, namun perang dalam hati Grace antara cinta dan identitasnya sebagai gangster, barulah memasuki babak yang paling menyakitkan.

Di dalam kamar yang sunyi, Grace menatap ponselnya yang kembali ia matikan. Ia teringat kata-kata Nalea. Pilihan ada di tanganmu. Zavian... aku mencintaimu, tapi kenapa mencintaimu terasa seperti aku sedang perlahan-lahan kehilangan diriku sendiri? isak Grace dalam hati sebelum akhirnya ia jatuh tertidur karena pengaruh obat.

1
Tiara Bella
kasian Grace....semoga bang zavian segera tw ya....
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
maka nya kalo kesel tuh jangan mabuk²an sekarang akibat nya jadi fatal banget buat orang lain 😒
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
aduh siap² aja kalo disitu ada cctv pasti kamu udah menyesal berat Andreas 😒,untung aja Miller datang kalo gak?
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
saking cantiknya Grace sampai dikira kalo Grace itu keturunan konglomerat,tapi siapa tau bener loh 🤔
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
hati² loh Vian nanti cemburu lagi liat kedekatan Grace sama andreas
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
wkwkw panik gak kalian para tikus got enak aja mau mempermainkan Grace padahal dibelakang Grace masih ada zavian 😼
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
Panik gak kau Hendry orang jelas² Grace itu bukan cuma sekedar pengawal biasa 😹
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
modyar aee si gio ini mana ada paman yang menginginkan nyawa ponakan nya sendiri cuma gara² posisi pemimpin dan harta 😒
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
kalo insting si Grace gak kuat pasti si Andreas udah ketusuk gara² penyamar 😏
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
hmm apakah jangan² selama ini Grace bukan yatim piatu ?🤔
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
waduh² ada saingan baru ni 😼,ayo zavian balik cepetan nanti malah diambil loh si Grace
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
karena kamu sedang mabuk berat makanya tidak sadar
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
aduh benar2 hilang kendali, kasian juga grace harusnya istirahat malah mendapatkan perlakuan yang membuat nya terluka
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
memang benar tapi grace punya tanggung jawab yang besar jadi tidak bisa berdiam diri hanya untuk istirahat
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
waw Zavian sudah kuat sekarang ya sudah sebanding sama grace
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
aduh grace kasian sekali kamu, pasti tersiksa dengan luka itu
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
eya panik eya gagal deh dpat uang cuma2 karena ada grace
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
silahkan saja turun tangan sendiri gimana menghadapi blackrats biar kena pukulannya grace. jangan marah2 aja bisanya
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
bilang aja mau deket2 sama grace. tapi memang benar sih grace punya insting yang bagus dn lebih waspada
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
lagian kenapa gk langsung pulang aja tadi. malah keliling dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!