NovelToon NovelToon
Cintaku Berhenti Di Kamu

Cintaku Berhenti Di Kamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Cintapertama
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: er_riri

terlihat siluet laki laki tinggi tegap berdiri di balkon dengan kemeja hitam tertiup angin, mata tajam nya tampak melihat hamparan pohon menjulang tinggi, tampak tangannya memegang besi balkon dan tangan lainnya memegang ponsel tampak menelepon seseorang, "sudah saatnya kau kembali, aku yang akan menemuinya secara langsung" tegas tak terbantahkan "baik" sahut orang di seberang sana.
seorang gadis dengan senyum manis sedang mengobrol dengan teman sebaya nya duduk tenang di bangku taman universitas, tampak sesekali tertawa ceria.
takdir apa yang akan menemukan mereka? akan ada banyak plotwis dan intrik,ikuti kisah mereka disini. stay tune

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon er_riri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 3

Ruangan Presdir sunyi, setelah Bila duduk tampak kakek melihat Bila dengan tatapan yang sulit di artikan. Bila menggenggam tangannya yang dingin karena pasti ada suatu hal yang tak biasa akan terjadi dan itu mengusik fikirannya,

Apa yang akan kakek lakukan kali ini? masih aku ingat jelas ketika pertemuanku pertama dengan tuan Gama saat aku masuk sekolah yang sama dengannya dan dengan entengnya kakek menitipkan ku pada tuan Gama. " Gama, kakek titipkan Bila padamu, ingat! Dia masih baru di sini dan masih harus banyak belajar beradaptasi di sekolah ini, kakek harap kamu bisa memperhatikan dan menjaga Bila dengan baik" Gama melirik padaku dengan tatapan dingin terkesan angkuh dan itu sangat menyeramkan. "baiklah" jawab gama dengan masih menatapku. Aku hanya bisa menunduk. " Bila sayang" menyentuh pundakku " jangan sungkan bertanya pada Gama cucu kakek kalau kamu merasa kurang paham akan suatu hal kedepannya" . Aku hanya mengangguk dan tersenyum.

Dan yah semua itu tak aku lakukan, aku memilih menjaga jarak dan menghindari tuan Gama, karena aku tau tatapan setiap orang yang melihat tampak tak suka saat aku masuk ke ruang pemilik yayasan. aku cukup tahu diri bahwa aku memang tak akan bisa dekat tuan Gama , sebisa mungkin aku jalani masa sekolah ku dengan tenang tanpa melibatkan tuan Gama sang siswi populer.

Hemm,, kakek tampak berdeham untuk menyadarkan Bila dari lamunannya, " Bila kakek sudah semakin tua" menggenggam tangan Bila ," dan kakek sudah tidak sanggup lagi untuk mengurus perusahaan, sudah saatnya kakek beristirahat dan Gama sudah siap untuk menjadi Presdir tapi kakek merasa khawatir" kakek menggantung kata kata nya sembari meremas tangan Bila seakan menyiratkan harapan besar pada Bila. " ada apa kek?" bukankah sudah selesai pembicaraan ini, kakek hanya ingin aku mengetahui bahwa kakek akan pensiun dan di gantikan tuan Gama. Dan aku harus mulai hidup mandiri.

" menikahlah dengan Gama!" duarr, tangan Bila tampak reflek melepaskan tangan kakek karena kaget dan hampir melotot melihat kakek, Bila tampak melirik Gama yang tampak tenang tidak ada keterkejutan dan diam tidak ada sanggahan.

" maaf kek Bila mungkin tadi salah dengar, siapa yang akan menikah dengan kak Gama?" Bila memang memanggil Gama dengan sebutan kakak saat di depan kakek. Gama tampak melirik sebentar pada Bila masih dengan tatapan tak bersahabat nya.

" kamu tidak salah dengar Bila, kakek harap kamu yang mendampingi Gama sebagai istrinya karena dengan begitu posisi Gama akan menjadi kuat sebagai presdir, kakek yakin kamu bisa melengkapi Gama". kembali menggenggam tangan Bila, Bila tampak diam dengan fikiran berkecamuk dan yang pasti kakek akan kecewa jika Bila menolak apalagi kakek sudah mengurus Bila dengan sangat baik dan menjadi sosok orang tua yang selalu memenuhi setiap kebutuhan hidup Bila menjadi pengganti orang tua Bila yang telah tiada. " tapi kek, apakah kak Gama tidak keberatan dengan keputusan kakek, apa aku layak menjadi pendamping kak Gama?". Bila melirik Gama kembali memperhatikan setiap perubahan pada wajah Gama, dia takut Gama akan marah dengan keputusan kakek yang tiba tiba.

Kakek menghela nafas, tampak lega." bagaimana Gama, apa kamu menerima keputusan kakek?". Melihat ke arah Gama. " baiklah kek, aku akan menerima jika memang itu yang di butuhkan"

Apa itu? Kenapa tuan Gama malah menerimanya dengan sangat mudah, bukan kah kita tak sedekat itu! , bagaimana bisa dia mengatakan itu dengan wajah tanpa ekspresi begitu. Bukankah harusnya dia menolak dan memilih wanita lain teman bisnis atau apalah itu yang intinya harus selevel dan yang terpenting harus bisa mengobrol dengannya, Kan tidak lucu kalau kita menikah dengan canggung. Dan apa itu? Kenapa dia tampak puas, lihatlah itu seringainya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!