NovelToon NovelToon
Ketulusan Yang Nyata

Ketulusan Yang Nyata

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Percintaan Konglomerat / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:202
Nilai: 5
Nama Author: dtf_firiya

Freya Rodriguez seorang wanita cantik anggun dan dewasa dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria misterius yang dingin bahkan tak seorangpun tau kehidupannya dengan jelas. Pria itu bernama Pablo Xander seorang pria yang hidup sendirian setelah kakeknya meninggal, kakeknya menjodohkan dia dengan freya yang mau tak mau harus menurut karena kakeknya adalah kesayanganya.

_
Tanpa disadari mereka berdua telah saling mencintai satu sama lain setelah pertemuan pertama. Freya yang menerima semua kekurangan Pablo begitupun sebaliknya membuat mereka berdua sangat bahagia dengan keluarga kecilnya bersama dengan anak Pablo yang selama ini di rahasiakan dari publik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtf_firiya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pablo's Enemy

Pablo bersama anaknya mengunjungi mansion milik sang kakek, mereka berdua didampingi para pengawal untuk mengawal sampai ke rumah kakeknya.

Mobil melaju cukup cepat karena mereka berdua sungguh sangat merindukan sang kakek.

Saat mobil sampai di depan pintu gerbang mansion suara tembakan terdengar cukup nyaring, mereka bisa mendengarnya karena jendela mobil dibuka saat berada di depan pintu gerbang tadi otomatis mereka mendengar suara keributan yang terjadi didalam.

"Kau disinilah dengan alex Daddy akan membereskan semua kekacauan ini okay!" pablo mengelus pelan rambut anaknya lalu dia keluar dari mobil kemudian masuk kedalam bersama pengawal yang lain.

 Pablo berlari saat melihat penjahat itu menembaki pelayan dan para pengawal, dia langsung menembak semuanya lalu mencari kemana sang kakek berada, sang kakek berdiri didepan musuhnya yaitu Dante, Pablo menembak Dante dari belakang sayangnya hanya terkena bahu dan dante pun tergeletak lemah.

Kemudian dia mendekati kakeknya dan menyuruh pengawal membawa sang kakek keluar sebelum kakeknya melangkah suara tembakan terdengar nyaring, tembakan itu terkena kakeknya menembus tepat kedalam jantungnya, pablo melihat Dante menembak sang kakek lalu dia mendekatinya tapi bala pasukan Dante ternyata bertambah.

"Kau tetap tidak akan bisa pergi dari sini Dante."

Dante terkekeh dia berdiri sambil mengarahkan pistol ke arah pablo. "Siapa bilang aku bahkan lebih hebat darimu!"

"Kau akan membusuk ke neraka lihat saja aku akan menghantuimu!." pablo menggeram marah dia menekan pelatuk pistolnya tapi sayang sebelum menembak Dante dia malah terkena tembakan duluan di lengan kanannya yang memegang pistol, dia tertembak oleh anak buah Dante yang baru datang, para pengawal pablo pun tak tinggal diam dan menyerang semua anak buah Dante.

Suasana semakin kacau apalagi kakek alaric sudah tak bernyawa disana pablo kemudian menarik diri dan memilih untuk berjalan ke arah sang kakek berada.

"Shit Dante tak akan ku maafkan kau kali ini!" dia memegang wajah sang kakek dengan tangan yang menggenggam, semuanya sudah direbut oleh Dante bahkan kematian orang tuanya dan sekarang kakeknya.

Kebetulan juga Dante sudah dibawa anak buahnya pergi, dia selamat sayangnya pablo masih memiliki mimpi buruk karena Dante selamat dan melarikan diri dari kejaran para pengawal dan anak buah pablo.

Pablo melihat kesana kemari ternyata rumah sang kakek sudah acak-acakan lalu dia menelepon alex memintanya untuk membawa sang anak kedalam.

Pablo akan mengadakan pemakaman kakeknya dengan layak, dia merasa sangat terpukul tapi dia harus kuat menghadapi Dante dan mengembangkan semua bisnisnya.

"drrt drttt." suara ponsel berdering di saku celana pablo lalu dia mengangkatnya.

"Halo kau dimana sekarang? Aku dapat kabar bahwa rumah kakekmu diserang" Suara wanita cantik yang tengah khawatir terdengar di telinga pablo.

"Saya dirumah kakek sekarang."

"Lalu bagaimana keadanmu dan kakekmu?" tanya freya.

"Kakek sudah tidak bernyawa maaf aku harus menutup teleponnya karena aku harus mengurus pemakaman."

"Baiklah aku akan segera kesana bersama yang lain." freya cepat cepat memberitahu keluarganya, dia turun dari kamarnya dan berjalan ke ruang keluarga untung saja semuanya berkumpul disana.

"kakek kakek alaric sudah tiada aku tadi menelpon pablo dan semuanya kacau disana."

kakek alan shock bahkan kedua orang tuanya juga mengalami hal yang sama. "Bagaimana bisa dia begitu cepat pergi padahal tadi saat ku telpon dia baik-baik saja dan bisa mengatasi penyerangan itu."

"sebaiknya kita langsung kesana Dad!" mereka semua langsung keluar dari mansion kakek alan dan memasuki mobil bersama diikuti juga oleh para pengawal dan anak buah keluarga Rodriguez.

_

Sementara itu di mansion kakek alaric terlihat sangat kacau tapi pablo membiarkannya saja karena dia akan mengadakan pemakaman secara tertutup tanpa berita apapun agar tetap terjaga privasinya.

Anak pablo berjalan masuk kedalam bersama alex, dia belum tahu apa yang terjadi disini.

"Alex ada apa disini kenapa semuanya sangat kacau dan dimana kakek buyut?" dia terus bertanya kepada alex marena melihat kekacauan yang terjadi di mansion kakek alaric bahkan banyak darah juga disana.

"Tuan muda sebaiknya kita menemui ayah anda lebih dulu biar dia yang menjelaskan." Nael mengangguk patuh dia berjalan terus bersama alex, dia tidak takut ataupun kaget karena kejadian seperti ini sudah biasa dia saksikan, dulunya dia sangat takut tapi sekarang sudah tidak.

Nael menemukan sang ayah sedang duduk di sofa kamar dengan sang kakek yang berada di ranjang dengan keadaan tak bernyawa.

"Daddy apa yang terjadi!" dia tergesa-gesa menghampiri sang ayah dan melihat kakeknya, sungguh ini tidak pernah dia bayangkan akan terjadi otak kecilnya itu.

"Kakek buyut sudah tiada dia tertembak oleh musuh Daddy."

"Musuh Daddy benar-benar keterlaluan ini tidak bisa dibiarkan Dad kita harus membalasnya." Dengan amarah yang menggebu-gebu dan mata yang melotot tajam membuat dirinya terlihat sangat mirip dengan pablo memang buah tak jatuh jauh dari pohonnya.

Pablo memeluk sang anak dengan erat untuk membiarkan amarah itu mereda denga sendirinya.

_

"Kita sudah sampai di mansion alaric Dad." kakek alan langsung turun dari mobilnya lalu berjalan kedalam diikuti oleh freya, anne dan joice sedangkan para pengawal dan anak buah tetap berada diluar.

Mata mereka menatap semua kekacauan di ruang tamu mansion, ternyata terlihat sangat kacau berserakan banyak noda darah juga disana, freya bergidik ngeri karena sebelumnya dia belum mengalami hal yang seperti ini karena memang sangat aman di mansion milik keluarga mereka.

"Tuan alan, Tuan Pablo berada di kamar Tuan besar mari saya antarkan kesana!" kakek alan mengangguk lalu mengikuti alex dari belakang bersama yang lainnya juga tentunya.

"Tenanglah sayang semua sudah aman disini tidak usah tegang." Sang ibu yang berada disamping freya menenangkan freya yang merasa tegang.

Suara pintu terbuka mengalihkan pemandangan pasangan ayah dan anak yang berada diatas sofa, freya terkejut melihat pablo bersama anak kecil yang sangat mirip dengannya.

"Aku tidak boleh menanyakan itu sekarang dia sedang berduka aku harus menghormatinya." batin freya

Yang terkejut bukan hanya freya tapi kedua orang tua dan kakeknya juga terkejut dengan kehadiran manusia kecil yang sedang duduk di sofa yang sama dengan pablo, tapi mereka hanya bisa diam untuk karena saat ini tidak tepat untuk bertanya hal pribadi.

"Bagaimana ini semua terjadi?" kakek alan menemui pablo dan duduk di sofa yang berada didepannya.

"Saya juga tidak tahu kakek tadinya saya ingin tinggal disini tapi saat masuk semuanya sudah kacau." pablo masih menunduk dengan tangannya yang sedang mengepal.

"Aku tadi memang diberitahu kakekmu bahwa ada penyerangan dia juga mengatakan bisa mengatasinya tapi ternyata kenyataannya malah seperti ini maafkan aku yang tidak datang dan menolongnya."

"Itu bukan salah kakek ini semua salah Dante saya akan segera membereskannya."

Nael hanya menyimak pembicaraan orang dewasa itu tapi matanya menatap kearah wanita yang masih berdiri dengan memegang tangan ibunya.

Merasa ada yang memperhatikan dirinya dia menoleh menatap kearah anak kecil tersebut lalu tersenyum canggung begitupun dengan nael dia juga tersenyum ramah lalu menatap pria tua dan ayahnya yang sedang berbincang.

"Aku turut berduka cita pablo sebaiknya kita segera makamkan Tuan alaric." Joice mendekat kearah pablo untuk memintanya segera memakamkan kakek alaric dengan layak.

Pablo mengangguk kemudian segera memerintahkan anak buahnya untuk membawa sang kakek ke pemakaman dan mereka semua pergi kesana dengan mobil yang berbeda; pablo bersama anaknya, alex dan kakek alan sedangkan freya, joice dan anne berada dimobil yang berbeda mobil mereka mengikuti mobil pablo.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!