ini karyaku yang ke enam, mohon dukungan nya ya....
*************
Eltav Aarav Exellenza (baxter), seorang cowok berusia 17 tahun dan hidup seorang diri dengan ketiga maid nya meskipun ia masih memiliki keluarga. keluarga nya tidak peduli pada nya kecuali abang nya apalagi ia baru mengetahui bahwa diri nya hanyalah seorang anak angkat.
ia sangat tertutup dan enggan menceritakan kisah hidup nya pada orang lain termasuk sahabat satu satu nya. ya, hanya sahabat nya lah yang mau berteman dengan nya sedangkan yang lain hanya menganggap nya seperti sampah, namun semua itu tidak pernah di hiraukan oleh nya.
hingga suatu saat, ia menemukan dua anak kecil yang berbeda usia yang tertidur di bawa guyuran air hujan tepat di depan gerbang rumah nya.
siapakah dua anak kecil tersebut? apakah Eltav akan menolong dan merawat mereka atau akan membiarkan nya begitu saja? silahkan ikuti kisah nya dan jangan lupa berikan like, komentar, subcribe dan vote ya, terima kasih dukungan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FZR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MK 3 |KELUARGA BAXTER|
Setelah makan malam, Eltav pun izin untuk pergi berbelanja kebutuhan rumah nya. Bu Ika ingin ikut belanja, tapi Eltav tidak mengizinkan nya karna ia ingin belanja sendiri seperti biasa.
Eltav pun menaiki mobil sport milik nya dan pergi ke supermarket. Sesampai nya di supermarket, ia pun memarkirkan mobil nya dan masuk ke dalam serta tidak lupa mengambil keranjang dorong (maaf, gak tau nama nya apa) untuk barang belanjaan nya nanti.
Ia melihat list belanjaan nya dan membeli bahan apa yang tertulis di list nya. Ia membeli macam macam seafood, daging sapi, ikan, sayur, buah, bahan dapur, bahan kue dan lain lain serta menambah beberapa cemilan, susu, roti dan keju.
Setelah di rasa sudah semua, ia pun menuju kasir untuk melakukan pembayaran.
"total nya satu juta lima ratus lima ribu tuan, mau bayar pake debit atau cash tuan?" tanya kasir.
"debit" jawab Eltav sambil memberikan black card nya.
"ini tuan, terima kasih"
"hm"
Eltav pun membawa barang barang nya ke mobil dan pulang ke rumah nya, namun saat di tengah jalan ia melihat seorang gadis sedang di hadang preman jalanan dan entah kenapa diri nya sangat ingin menolong gadis tersebut.
Ia pun memberhentikan mobil nya di depan mobil si gadis membuat pandangan para preman itu teralihkan pada nya. Ia pun keluar dari mobil dengan wajah datar nya seperti biasa.
"lepaskan dia"
"kalo kita gak mau gimana hah? Kamu mau apa?"
"cih merepotkan" gumam Eltav.
Dengan gerakan cepat, Eltav pun memukuli ke empat preman tersebut dan karna saking cepat nya, para preman tersebut tidak sempat untuk membalas hingga mereka terkapar di tanah.
"berani goda cewek, saya hancurkan milik kalian" ancam Eltav membuat preman tersebut minta ampun dan lari terbirit birit.
"lo gak papa?" tanya Eltav pada gadis tadi.
"gg...gak papa, terima kasih sudah menolong" jawab gadis itu.
Eltav pun kembali ke mobil nya tanpa berkata apapun lagi membuat gadis itu berpikir bahwa Eltav akan meninggalkan nya, namun pikiran itu langsung ia buang jauh jauh saat melihat Eltav kembali sambil membawa sebotol minuman.
"nih minum dulu" ucap Eltav.
"buat gue?" tanya gadis itu sambil menatap Eltav yang lebih tinggi dari nya.
DEG
"iya"
"terima kasih"
"lo kenapa di sini?"
"mobil gue tiba tiba mogok padahal bulan kemarin udah di service, bensin nya juga masih penuh"
"boleh gue cek?"
"boleh silahkan"
Gadis itu pun membukakan kap mobil nya dan Eltav pun mengecek apa yang sudah membuat mobil gadis itu mogok, setelah tau penyebab nya ia pun membenarkan nya.
"coba nyalakan"
"bisa, thanks ya"
"hm, gue pulang dulu ya, udah malem ini"
"iya, sekali lagi terima kasih"
Eltav pun langsung masuk mobil nya dan pergi meninggalkan gadis itu, gadis itu yang lupa menanyakan nama pun ingin menanyakan nya namun ternyata Eltav sudah pergi dan mobil nya perlahan menghilang dari pandangan nya.
(apa itu lo dek? Wajah lo sangat mirip dengan papa) batin gadis itu.
Gadis itu pun juga pulang ke kediaman nya, ia akan mencari tahu lagi tentang adek nya yang menghilang 17 tahun yang lalu.
✴✴✴
Di sebuah mansion, sepasang suami istri sedang menunggu putri mereka pulang. Sang istri merasa cemas dengan keadaan putri nya karna anak buah suami nya melapor bahwa putri nya di hadang oleh empat preman lalu ada seorang pemuda yang membantu nya.
Tak lama terdengar suara deru mobil yang memasuki pekarangan mansion, sepasang suami istri pun bergegas keluar untuk melihat keadaan putri nya.
"kakak, kamu gak papa dear? Ada yang luka gak?" tanya Lyora Zanessa Baxter.
"kakak baik baik aja kok mom, yuk masuk, nanti kakak ceritakan di dalam" ajak Divya Azeeva Baxter.
Mereka pun masuk dan duduk di ruang keluarga, Divya pun menceritakan semua nya tanpa ada yang di tutup tutupi sedangkan mommy dan papa nya mendengarkan dengan seksama hingga tiba tiba mommy nya menangis membuat Divya dan papa nya bingung dan khawatir.
"mommy kenapa?" tanya Divya.
"mommy rindu adek ya, sabar ya mom, besok papa cari tahu lagi" ucap Darion Zendra Baxter.
"iya mom, kakak juga akan cari tau adek besok di sekolah, siapa tau adek juga sekolah di sana"
"maaf ya kak pa, mommy sangat merindukan nya apalagi hati mommy menghangat saat melihat foto yang tadi di tunjukkan anak buah papa"
"tidak apa apa mom, kakak mengerti bagaimana perasaan mommy sebagai seorang ibu"
"terima kasih kakak papa"
"sudah yuk, kita tidur, kakak juga ya, besok kan sudah masuk ke sekolah baru"
"siap pa, selamat malam mommy papa"
"selamat malam dear"
✴✴✴
Pagi ini sangat cerah, seorang gadis telah bersiap dengan seragam sekolah baru nya dan rambut nya yang di ikat setengah, siapa lagi kalo bukan Divya.
Ia pun turun ke bawah untuk sarapan bersama orang tua nya.
"selamat pagi mom pa" sapa nya.
"selamat pagi dear"
"pagi cantik"
"loh Davin, kok di sini?" tanya Divya saat melihat tunangan nya sudah duduk di samping papa nya.
"jemput kamu" jawab Davin Albino.
"ya...padahal aku mau naik motor sendiri" lesu Divya.
"gak papa kok, kita kan tetep bisa bersama berangkat nya"
"beneran?"
"iya"
"thanks honey, sayang honey banyak banyak"
"seperti nya kita tidak di anggap di sini mom" ucap Darion sambil melirik putri nya yang masih memeluk calon menantu nya.
"gak usah lirik lirik kakak, kayak papa gak pernah muda aja, lagian biasa nya papa juga mesra mesra an tuh sama mommy di depan kakak lagi"
"sudah sudah, papa ini suka sekali buat kakak cemberut" ucap Lyora.
"gak papa jadi tambah keliatan imut nya dan biar Davin tambah suka sama kesayangan papa ini hahahaha"
"sudah ayo makan, nanti kalian telat ke sekolah nya" titah Lyora.
Mereka pun sarapan dengan tenang dan sesekali di selingi candaan papa dan Divya.
Selesai sarapan, Divya dan Davin pun berpamitan untuk berangkat ke sekolah begitu juga dengan Darion yang hendak berangkat ke kantor.
✴✴✴
"bu, El berangkat sekolah dulu ya" pamit Eltav setelah menyelesaikan sarapan nya.
"iya hati hati" pesan bu Ika.
"iya bu"
Eltav pun berangkat dengan berjalan kaki, ia melirik sekilas ke samping sedangkan yang di lirik tidak menyadari lirikan Eltav karna jarak nya yang jauh.
Ya, Eltav melirik dua motor sport berjalan beriringan dan mereka memperhatikan nya saat ia baru saja keluar dari gerbang rumah nya namun ia tetap bersikap santai seakan tidak menyadari bahwa ia di perhatikan oleh mereka.
"dia adek kamu Vy? Kok dari tadi kamu perhatiin terus" ujar Davin.
"masih di selidiki dan entah kenapa aku merasa seperti ada ikatan dengan nya, aku merasa lega dia baik baik aja dan kemarin aku juga sempet khawatir"
"boleh aku bantu"
"boleh, terima kasih sudah mau membantu"
"sudah tentu karna dia adek aku juga"
"yuk"
Mereka terus mengikuti Eltav hingga mereka sampai di parkiran, semua murid menatap ke arah siswi baru tersebut tepat di samping Davin.
"Dev, kembaran lo bareng cewek tuh, kakak ipar lo kah?" tanya Digo.
"hm" jawab Devan.
Davin dan Divya pun turun dari motor mereka dan melepas helm nya, sedangkan Eltav langsung mengajak Regan ke kelas setelah melirik Divya sekilas dan melihat ke arah abang nya, namun Divya menghentikan mereka serta menghampiri mereka lebih tepat nya menghampiri Eltav.
"kemarin kita belum sempat kenalan, nama gue Divya Azeeva, terserah mau panggil gue apa" ucap Divya.
"Eltav"
"ih gak adil, masa cuma Eltav doang"
"maaf kak, Eltav memang hanya selalu memperkenalkan nama panggilan nya saja jadi tidak ada yang tahu nama lengkap nya kecuali keluarga nya" ucap Regan.
"baiklah, bisa bisiki gue nama lengkap lo?"
"Eltav Aarav"
"thanks ya, nanti kita ketemu lagi"
Divya pun langsung pergi dari sana bersama Davin, setelah itu Eltav juga kembali mengajak Regan pergi ke kelas begitu juga dengan Alga cs.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...